Love Story' (The Series)

Love Story' (The Series)
Chapter 23


__ADS_3

...Aku...


Entah kenapa gue jadi sosok yang puitis padahal gue bukan sosok cewek yang humoris atau romantis, dan juga bukan sosok cewek yang gaul bak mie gaul, bahkan juga bukan artis yang sok artis, jangankan buat bersikap sok akrab wajah gue yang pendiam justru mungkin dianggap orang kurang ramah dan tak pandai bergaul, padahal gue sebenernya gak ngerti apa-apa. Kenapa ya akhir-akhir ini gue sering banget nulis di buku harian gue sampai suatu ketika gue sadar buku harian gue udah penuh sama curhatan gue, yang intinya panjang di kali lebar sama dengan entah sejak kapan gue jadi sosok yang romantis bak pesinetron papan atas padahal aslinya gue orang biasa dan tak terkenal. Mungkin bukan seorang gue namanya kalau gak punya rasa, sebab setiap rasa akan membawa kita kepada suasa cinta, ataupun persahabatan kayak cerita yang gue tulis di sini. Entahlah Lo mau baca atau enggak seterah Lo ya istilahnya bodo amatlah, karena dari dulu gue orangnya gak suka banyak omong tapi sekalinya ngomong banyak banget.


"Apa Lo bahagia?" Entahlah cuma kata-kata yang ditulis dengan tanda tanya, gak tegas gak elok. Cuma pengen jadi seseorang yang sepesial di depannya, meski aku bukan sosok perfeksionis yang pantas buat di sanjung. Aku memang egois gak seharusnya dia menjadi bagian dalam kisah hidupku ini padahal dia bukan bagian dalam hidupku. Langkahku ini terhenti namun aku tak ingin ini hanya menjadi cerita tentang aku dan dia, nyatanya kini bukan hanya ada aku tetapi juga ada dia.


"Lagi ngapain sih Lo !" Tanyanya


"Deh Lo lagi nulis ya?" Tanyanya lagi sembari melihat gue yang sedang menulis buku diary


"Liat dong!" Ujarnya


"Apaan sih Lo, bikin kaget ajah!" Jawabku


***


Padahal lagi enak-enak nulis diganggu, sebel gue.


Kebiasaan gue yang nulis di buku harian dan coret-coretan sampe buku gue penuh dan juga tinta pulpen gue habis, mencatat dan menulis adalah kebiasaan gue, entah sejak kapan gue suka nulis gue cuma suka aja nulis buku dibandingkan yang lain soalnya setiap goresan tinta yang gue tulis seperti makna kehidupan gue yang menghalu dan tanpa batas.


"Mata gue gatel!" Ujar gue


"Sini gue garukin!" Ujarnya


"Apaan sih Lo !" Jawab gue


Tiba-tiba ada orang yang ngeliatin kita berdua yang lagi berpegangan tangan.


"Woy ngapain Lo berdua-duaan!" Ujarnya


"Tau nih gue bilangin guru Lo"ujarnya lagi


Seketika kita yang duduk berduaan langsung berjauhan.


"Ih apaan sih Lo ganggu aja orang lagi pacaran" jawabnya


"Deh siapa lagi yang pacaran sama Lo!" Jawab gue sembari memukulnya memakai buku


"Cia elah romantis amat Lo berdua, jadi iri!" Jawabnya

__ADS_1


"Nah bocah ngapa ya!" Ujar yang lainnya


"Eh Lo berdua-duaan entar yang ke tiganya setan!" Jawabnya


"Eh Lo kan baru datang berarti Lo berdua setannya" jawab gue sembari pergi meninggalkan mereka


"Deh apaan sih!"


Ketika ku jatuh hati pada seseorang alunan suara indah dengan senyuman, membuat cinta di tengah rembulan bersama mentari yang kan terus bersinar. Cinta yang memberi kesejukan di keheningan malam dan sayap-sayap merpati putih yang terbang beri sebuah tanda akan kehidupan, jangan biarkan sang hati berdusta kala ego menepis rasa cinta. Cukup sudah bahasa kalbu biarkan sang fajar menertawai rembulan malam kala sang mentari bercahaya meski sinarnya tak kau rasa, setetes embun pagi yang kala itu kau lihat biarkan saja dia membasahi pagi biarkan jangan berikan keraguan pada sang mimpi kala ku inginkan seseorang pengisi hati di jiwa yang sepi. Lantunan not demi not dengan penuh bahagia ku rangkai meski tak jua ku mengerti dan ku kenal kenapa? Ada apa dengan sepasang merpati putih yang hinggap di jendela kamar ini? Ada cerita apa yang akan ku petik ataukah ini hanya mimpi belaka? Biarlah sang merpati berterbangan. Mungkin sang fajar dan sayap-sayap burung patah melihat kita berseteru sehingga tak ada cinta. Biarkan sang Melodi menyanyikan lagu cinta dengan syahdunya, meratapi hati yang dengan elok di rasa, entahlah? Mungkin nyanyian tentang cinta atau tentang luka.


Biarkan api asmara menyemangati sang bidadari, biarkan sang fajar di ufuk timur berikan kehangatan di ujung senja. Cinta adalah rasa sempurna tidak semua orang memilikinya setiap rasa dan kisah dalam cinta baik dalam pengorbanan maupun kebahagiaan yang muncul, biarlah sang fenomena berikan kekayaan kemegahan dalam pesta cinta kala jantung ini berdebar berdegup kencang ingin ku pandang wajahnya dikeheningan malam dan ku bayangkan sebuah cincin melingkar di jari manisnya sang bidadari. Kala malam yang sunyi sepi dingin kau peluk aku dan beri kehangatan di malam itu dan kesejukan dengan tetap memandang indah wajah mu saat itu kau bisikkan kata cinta kau buat aku merajuk bahagia sambil merajut kebersamaan atas nama cinta, sungguh benih-benih cinta yang kau tumbuhkan setiap menit detik kau beri aku rasa itu dengan penuh ketulusan hati dengan siap memberi dan kau beri aku kesempatan meskipun aku tidak mengerti mengapa? Apa? Dan siapa diriku? Mengapa aku begitu mencintai? Mengapa aku begitu menginginkanmu. Lalu pandanganmu penuh liar menggodaku dengan tatapan polos namun dengan senyuman manis kau bakar hatiku dengan penuh kemewahan hati, terimakasih cinta atas apa yang kau beri.


Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu


Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu


Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,


tentram dan damai


Siapkan


Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?


Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?


Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?


Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?


Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?


Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan


Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang


Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,


Ada yang perlu saya bantu?

__ADS_1


"Emangnya ada hubungan apa antara Milea dan Ikbal?" Tanya Rizal


"Kenapa Zal?" Tanya yang lainnya


"Enggak"


"Tadi gue dengar Lo ngomongin Ikbal?" Tanya nya


"Enggak ada apa-apa kok!" Jawabnya seraya kemudian pergi


"Kenapa sama Rizal?" Tanyanya


"Enggak tau pas liat Ikbal sama Milea dia langsung begitu!" Ujar yang lainnya.


Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu


Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu


Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,


tentram dan damai


Siapkan


Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?


Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?


Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?


Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?


Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?


Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan


Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang


Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,

__ADS_1


Ada yang perlu saya bantu?


***


__ADS_2