Love Story' (The Series)

Love Story' (The Series)
Chapter 26


__ADS_3

...Bait Semusim...


Kalau saya adalah ini, yang membuat senyummu


Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu


Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,


tentram dan damai


Siapkan


Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?


Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?


Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?


Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?


Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?


Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?


Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan


Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang


Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,


Ada yang perlu saya bantu?


Albert Einstein melakukan kesalahan


Kalau ingin benar-benar sama dengan diriku


Dia tidak memilihmu menjadi kekasihnya


Sehingga dia tidak bisa sendirian di kamar


Dan ingin bertemu denganmu!


Setiap hal ketika aku menunggumu


Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku


Malam berjalan lebih lambat


Siang berjalan lebih melambat


Jam dinding bergerak lebih lambat


Usia bertambah lebih lambat


Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat


Melebihi kecepatan cahaya

__ADS_1


Oleh keinginan bertemu denganmu


***


Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya.


Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan.


Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?.


Matahari bersinar di ufuk timur berikan sinarnya yang terang sembari menunggu datangnya sang fajar menyingsing, aku tak tahan melihat cahaya terang yang begitu besar nan indah namun tak pelak cahyanya memberikan tanda tanya terhadap perasaan ku yang berkecamuk antara kebimbangan dan juga ketidak pastian yang membuat aku tak percaya akan indahnya cinta, naluri ku bertanya ada apakah gerangan dengan misteri yang selalu saja timbul dalam kehidupanku yang membuat aku tak mampu melalui setiap proses dalam kehidupanku. Aku tak gentar namun juga yakin tapi tak pelak hati kecilku pun bertanya apakah aku mampu memenuhi hajat hidupku dengan baik, angin nampak riuh ciruh yang membuat aku kedinginan kemudian aku selimuti badanku dengan jaket tebal yang aku bawa dari rumah. Entahlah aku baru menyadari bahwa ini adalah musim hujan dan sepertinya akan turun hujan lebat, kemudian aku tutup jendela kamarku sembari aku melihat rintikan tetesan air hujan yang tak pelak menetes dan juga membasahi area kebun rumah nenekku. Aku sudah menginap di rumah nenekku selama enam hari entahlah, rasanya aku juga sampai lupa sudah berapa lama aku menginap karena aku sudah betah singgah di rumah nenekku, lagi pula nenek juga tinggal sendirian di desa yang letaknya lumayan jauh dari hirup pikuk perkotaan. Kakekku sudah lama meninggal dunia kira-kira hampir tiga tahunan kurang lebih, hari ini anginnya kencang sekali sampai-sampai baju yang dicuci nenekku hampir saja berterbangan. Aku gak tahu kenapa aku bisa merasakan perasaan yang bimbang seperti ini, waktu itu aku mampir ke sebuah danau yang dahulu tempat aku bermain dengan kawan lamaku yaitu Irwan Prayitno. Sebenarnya itu cerita sudah lama sekali tapi kenapa tiba-tiba aku teringat kembali.


"Kenapa kamu liatin aku?" Tanyaku


"Deh siapa juga yang liatin Lo !" Jawabnya dengan nada keras


Kenapa ya sikap cowok yang satu ini aneh banget, padahal dia bukan siapa-siapa gue sih meskipun dia terkenal sangat populer di kalangan gadis-gadis di sekolah kami tapi di mataku dia biasa saja tuh, meski aku sedikit posesif saat melihat dia akrab dengan temen-temen ceweknya. Lah kok gue bisa secemburu itu padahal dia bukan siapa-siapa gue, jangankan buat deket cuma sekedar kenal ajah gue males.


"Yaampun Nay, kepala Lo gede banget sih, sampe gue mau nulis gak keliatan nih!" Ujar Kaisar


"Tau nih udah tau tinggi duduknya di belakang aja kali!" Ujar Tiara


"Iya iya nih gue pindah!" Jawabnya


Kelas jadi makin berisik sejak kedatangan Nayara yang tingginya kurang lebih 165cm yang tingginya jauh lebih tinggi dari Kaisar yang cuma 160cm sampai-sampai Nayara menjadi seorang pemain basket yang terkenal di sekolah gue. Yang jelas tim basket sekolah gue ada dua yaitu tim basket cewek dan juga tim basket cowok yang dua-duanya sama-sama memiliki gelar juara di sekolah maupun nasional yang jelas gue sebagai seorang siswi di SMA Negri Dirgantara Mandala merasa sangat senang dan juga takjub, dan gue juga merasa beruntung karna menjadi salah satu bagian dari Tim Cheerleder di SMA tersebut. Apalagi karna ada kak Rangga Azof yang paling gue suka, pokoknya Daebak banget setiap ngecheers gue bisa ketemu sama kak Rangga Azof yang terkenal keren dan juga ganteng, bukan cuma itu aja yang bikin gue suka sama dia senyumnya itu loh manis banget bikin hati gue adem dan tenang saat ngeliat dia, maklum gue udah dari awal suka sama dia pas masuk SMA ini. Dan gue bersyukur gue bisa jadi bagian dari Tim Cheers jadi bukan cuma gue ngerasa cinta tapi juga mata gue jadi selalu fresh ngeliat kak Rangga tiap hari latihan.


Gue gak tahu tiba-tiba kak Rangga nyamperin gue...


"Hai!" Ucapnya


"Hai kak" gue cuma bengong sambil gagap gak bisa ngomong pas dia tiba-tiba ada di depan gue dan nyapa gue, tapi untung lidah gue gak kaku pas jawab hai... Ahhhh


"Ahhhhh,


"Di rambut kamu itu!"


"Iya apa!!!" Jawab gue keras


"Itu!!" Ujarnya


"Apaan sih?" Gue cuma geleng-geleng gak ngerti, karna lagi ada banyak orang dan suara kak Rangga gak kedengaran sama sekali


Tiba-tiba dia nyamperin gue dan menyeka sambil mengelus rambut gue.


Dak DUG DAK DUGgggggg


Awkward, gue malu se malu-malunya. Gue kira kak Rangga mau ngapain gue sampe fantasi gue ngehalu ambyar berasa kayak di anggap princess gue....


"Hello !!!" Ujarnya


Pas gue pagi bengong kak Rangga ngelambain yang tangannya ke gue, seketika gue panih.


Gilllllla gue hampir ajah spot jangtung ngeliat kak Rangga Azof yang gantengnya ngalahin oppa-oppa Korea yang tingginya setinggi Chanyeol EXO hadeuh gue hampir ajah mimisan ngeliat dia, rasanya gak sanggup sampe pengen pingsan.


Hadeuh sadar dong Dinda Lo bukan siapa-siapanya dia


"Eh iya kak!" Jawab gue seamburadul sampe gak sanggup mau ngomong dan ngobrol sama dia tapi malu pandang wajahnya

__ADS_1


"Itu tadi di rambut kamu ada daun nempel!" Jawabnya terus dia balik lagi ke temen-temen basketnya


Hmmm... Cuma itu toh kok perasaan gue kayak mimpi ya di deketin kak Rangga Azof yang ganteng banget


"Dinda, Lo kenapa?" Sambil pegang keningnya Dinda


"Apan sih Lo !" Ujar gue


"Lo sakit Din?" Tanya Tiara


"Dihhh apaan sih" jawab gue


"Abisnya dari tadi Lo ngeliatin kak Rangga mulu" ucapnya


Dihhhh


"Jangan-jangan Lo suka ya?" Tanyanya


"Apaan sih!"


"Din jujurnya sebagai temen gue bahagia ngeliat Lo suka sama kak Rangga, tetapi sebagai temen kita musuhan ya!" Jawab Tiara


"Apaan sih Ra?"


"Nah kan Lo tahu secara kak Rangga itu bukan cuma cowok yang paling populer tapi juga banyak cewek-cewek yang juga deketin dia"


"Yang jelas buka karena tampangnya aja yang kayak orang bule blasteran tetapi karena dia punya nilai sekolah yang bagus makanya bukan cuma bikin kita ngerasa iri tapi juga ngerasa suka sama dia"


"Tapi juga banyak gosip-gosip yang berterbangan tentang dia, yang bikin namanya jadi makin populer bak artis K-Pop"


Gue gak tau si Tiara dari tadi gue gak kedapatan ngomong karena sejak dari tadi dia banyak banget ngomongnya terutama tentang kak Rangga. Kayaknya sih dia Artis di sekolah ini, entahlah tapi sedari tadi meski Tiara ngomong panjang lebar gue gak tanggepin karna mulut gue di penuhi makanan, karena sehabis latihan cheers perut gue laper banget maka dari itu gue isi sama burger, donat, siomay dan juga teh manis.


"Gue gak nyangka ya meski Lo kecil tapi selera makan Lo banyak Din!" Ujar Tiara


"Hehe" gue cuma bisa ketawa


Saat gue dan Tiara makan siang di Kantin, ternyata ada kak Rangga Azof and the gang ngumpul di kantin. Hadeuh kantin jadi penuh sesak dengan cogan (cowok-cowok ganteng) bak majalah cover boy, bukan cuma kak Rangga aja yang ganteng tapi temen-temennya juga ada kak Seto Wardhana yang merupakan seorang ketua OSIS, terus ada kak Irwan Prayitno yang dia adalah seorang anak dari pemilik SMA ini buka cuma SMART tapi dia COOL makanya banyak juga cewek yang cuma di jadiin pelampiasan dia aja alias cuma di PHP-IN, dan ada kak Farhan Hamid Karzai yang juga merupakan salah satu member dari grup band Indie sekolah gue. Ya ampun gue jadi merasa kayak lagi ngeliat artis sampe mata gue jadi berbinar-binar gitu, dan lagi ditambah sama Kharisma mereka yang tiada tara.


"Minggir!" Ucap kak Irwan


Sumpah dia COOL abizz


"I..iya kak" jawabnya


Hadeuh nampaknya enggak sekolah di Negeri atau Swasta penindasan akan selalu ada, nampaknya.


Hmmm lebih baik gue terusin makan cantik ala Dinda Kanyadewi


Dan tiba-tiba kak Rangga malah nyamperin gue


"Hai!" Ucapnya


"I..iya" gue jawab sambil mulut gue dipenuhi makanan


"Boleh duduk?" Tanyanya


"Iya kak duduk aja!" Jawab Tiara nimbrung

__ADS_1


***


__ADS_2