
...Kisah Cintaku Season 2...
Disisi lain, Gilang dia selalu saja mencariku. Begitupun Dara yang aku kira sahabatku kenapa kini, biarlah mungkin ini hanya sebatas ceritaku. Setiap orang pasti punya kesalahan dan tidak setiap orang juga bisa memahami kesalahannya dan memahami arti persahabatan.
Jujur aku tak kuasa menahan beban di hati tapi ini curahan hati ku, aku tak kuasa kala itu. Aku yang awalnya merasa kesepian kini aku di temani Coky kucing manis yang imut dan lucu peliharaanku. Bersamanya aku keluarkan segala isi dihatiku, aku berharap Gilang dapat terhapus dalam ingatan ku.
Bersama itu, aku dan ayahku kini kami memutuskan tuk pindah dan jauh dari komplek serta sekolahku yang dulu. Aku sebenarnya merasa sangat terpuruk kala itu tapi aku tak bisa menceritakan pada Gilang ataupun Dara.
Disisi lain, Gilang dia selalu saja mencariku. Begitupun Dara yang aku kira sahabatku kenapa kini, biarlah mungkin ini hanya sebatas ceritaku. Setiap orang pasti punya kesalahan dan tidak setiap orang juga bisa memahami kesalahannya dan memahami arti persahabatan.
__ADS_1
***
Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang ku tuangkan bersama hati dan juga perasaan.
Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.
Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.
Biarkan cinta mengajari tentang bahagia, biarkan persahabatan yang melukiskan cinta, biarkan matamu terpana terbakar akan suasana hati yang haru dan biru. Sahabat peganglah tanganku ikatlah dengan senyuman indah manis di bibirmu ukirlah dan gapailah setiap cita dan juga anganmu, bersama mimpi yang juga akan terukir dengan pengkhianatan dan juga rasa sayang meski aku sadar ini hanya sebuah masa lalu semoga kau selalu ku kenang meski rasa ini tak mungkin lagi tuk ku kenang. Ada yang hilang dan ada yang pergi ada yang bertanya tentang arti cinta dan juga ada selalu merasa yakin akan persahabatan yang selalu dibina mungkin itu karena semua hanyalah masa lalu yang akan menjadi kenang-kenangan ku di masa depan kelak.
__ADS_1
Masa lalu akan berganti dengan masa depan begitu pula dengan kebahagiaan dan juga tangisan yang pernah terukir kala aku duduk di bangku sekolah menengah atas, rasanya ingin setiap masa itu terulang kembali tetapi itu semua sudah tak mungkin karena ini hanya sebuah catatan tentang kisahku bersama kawan-kawan ku, mengukir prestasi dan juga cinta dengan setiap pengorbanan dan juga rasa untuk saling berbagi dan juga memberi. Walaupun aku sadari ini hanya sebuah gambaran masa lalu ku sampai-sampai aku berharap semua akan terulang kembali.
Tak terasa hari sudah menjelang malam aku pun beranjak pulang, kemudian kami pulang ke rumah masing-masing. Lelah rasanya karna dari tadi sore kami sudah main di tepi sungai dekat sekolah. Biasanya kami hanya jalan-jalan saja karna biasanya di area dekat sekolah kami belum banyak anak-anak yang main di daerah sana, tapi sekarang sudah mulai banyak pemukimannya. Hampir setahun semuanya berubah di area dekat tepi sungai yang dahulu masih asri, sekarang sudah banyak pemukimannya. Awalnya aku merasa sedih karna sudah tak dapat lagi main di area dekat tepi sungai itu tapi karna sudah banyak pemukimannya, jadi kami jarang main disana lagi. Lagi pula ditambah dengan dijadikan area bermain anak-anak di desa tersebut jadi tambah ramai serta limbah rumah tangga juga ikut menambah ketidak nyamanan kami saat melihatnya.
Awalnya dia tersenyum saat menyapaku tetapi tiba-tiba dia menangis dia mengatakan padaku bahwa dia akan pindah sekolah di Jakarta. Aku pun merasa sedih, yang biasanya bisa sekolah dengan mengendarai sepeda bersama-sama kini aku hanya sendirian. Dia bilang katanya ayahnya di mutasi dan dia juga ikut, sementara itu dia sambil sedih menceritakan bahwa dia sebenarnya tidak mau ikut pindah ke Jakarta karna katanya dia mungkin tidak akan kembali lagi ke Bandung.
Padahal baru waktu itu kita berjumpa dan berkenalan, kala itu aku sedang bersepeda ke taman dekat komplek rumah ku saat itu aku melihatnya main basket dekat lapangan komplek kemudian tidak sengaja bola basketnya mengenai aku dan aku pun terjatuh dari sepeda. Kemudian dia menolongku. Seperti nya wajahnya tak asing lagi, oh iya dia kan anak yang waktu itu menolongku di sungai. Ketika itu dia bingung sedang mencari anjing peliharaannya kemudian aku menemukannya, hari itu kami berkenalan dan kami sambil jalan-jalan di ketepian sungai dekat area taman sekolah. Tidak terasa sudah lama kami berkenalan dan menjadi sahabat kala itu.
Entahlah waktu seakan berjalan cepat dan kini dia akan segera pindah ke Jakarta.
__ADS_1
Saat ini aku bertanya pada kerumunan bintang dibawah heningnya malam, didasar langit yang sejuk bersama diterangnya sinar rembulan. Saat ini cahaya sangat indah namun bintang tak kunjung datang dan begitu pula sinarnya yang meredup. Saat itu aku bertanya padamu "kamu mau kemana?" Rasa-rasanya sudah tiada kata lagi yg bisa kau ucapkan sejak datangnya pagi dimusim semi.
***