
...Kisah Cinta Ku...
Sore ini seperti biasa aku selalu melihat ke langit aku selalu memuja dan memuji keindahan sang langit sore, aku paling suka saat melihat ada layang-layang yang terbang serta ada sebuah burung camar. Mereka seperti menakjubkan aku di sore hari ini. Entah kenapa aku selalu terfikirkan saat ayah, apa dia akan pulang atau tidak, ayahku bekerja di sebuah restoran sebagai koki, dia hanya pulang sebulan sekali karna tempat kerjanya sangat jauh dan aku di rumah seorang diri. Ibuku telah meninggal satu tahun lalu.
Aku tidak sengaja menemukan sebuah foto, awalnya aku tak tahu itu foto siapa setelah aku telaah ternyata itu foto kakakku yang telah meninggal dunia namanya Cessie. Aku sangat merindukannya, aku sangat mencintainya kenapa dia bisa pergi meninggalkan ku seorang diri, entah kenapa aku merasa kesepian dirumah untung saja ada kucingku yang menemani dan kini aku merasa bahagia karna kini Coky bisa menjadi teman baruku dan menemani di setiap hari ku saat aku susah dan senang. Meski terkadang Coky sangat menjengkelkan karna dia tidak suka mandi, untung saja dia sudah terbiasa kini Coky jadi suka mandi.
***
Sore ini seperti biasa aku selalu melihat ke langit aku selalu memuja dan memuji keindahan sang langit sore, aku paling suka saat melihat ada layang-layang yang terbang serta ada sebuah burung camar. Mereka seperti menakjubkan aku di sore hari ini. Entah kenapa aku selalu terfikirkan saat ayah, apa dia akan pulang atau tidak, ayahku bekerja di sebuah restoran sebagai koki, dia hanya pulang sebulan sekali karna tempat kerjanya sangat jauh dan aku di rumah seorang diri. Ibuku telah meninggal satu tahun lalu.
Aku tidak sengaja menemukan sebuah foto, awalnya aku tak tahu itu foto siapa setelah aku telaah ternyata itu foto kakakku yang telah meninggal dunia namanya Cessie. Aku sangat merindukannya, aku sangat mencintainya kenapa dia bisa pergi meninggalkan ku seorang diri, entah kenapa aku merasa kesepian dirumah untung saja ada kucingku yang menemani dan kini aku merasa bahagia karna kini Coky bisa menjadi teman baruku dan menemani di setiap hari ku saat aku susah dan senang. Meski terkadang Coky sangat menjengkelkan karna dia tidak suka mandi, untung saja dia sudah terbiasa kini Coky jadi suka mandi.
Saat hujan turun mentari menghilang begitu membisu sang fajar kala itu, tak jua aku jumpai sang pujaan hati, meski langit membiru dan membuang terhadap senyuman kala pagi itu. Sayup hening dan tenggelam menghilang di kegelapan awan, aku tak mengerti dengan apa yang dibicarakan sang matahari yang berbisik di dahan pepohonan hijau yang kini terkena hujan. Hujan kala itu membasahi aku, ingin rasanya berlari dari kenyataan pahit yang terjadi meski tak kunjung jua dia yang ku nanti dapat memberi arti kebahagiaan di dalam jiwa.
Aku merenung dan menangis, aku berharap sang hujan berhenti karna sejak tadi aku menunggu pulang agar tak kebasahan aku pun berteduh. Masih saja aku fikirkan perkataan Gilang waktu itu ketika kita di sekolah dia justru mengatakan perkataan yang sebenarnya aku tak harapkan. Kala itu dia ingin memberikan sebuah surat untuk Dara sahabat sekaligus teman sekelas ku, aku tak tahu apa isi surat itu aku hanya sebuah bagian diantara hubungan Gilang dan Dara. Dua sahabat ku yang mereka sedang di mabuk asmara, entah aku sebenarnya malas berada di antara hubungan mereka berdua tapi mau bagaimana lagi.
__ADS_1
Aku pun merasa ingin pula mendapatkan seorang kekasih tapi tampang aku yang pas pasan, sedangkan Dara dia menjadi idola di sekolah karna dia sangat cantik dan pintar sedangkan Gilang yang awalnya dia ternyata dia hanya menganggapku temannya saja. Aku sejujurnya merasa sedih dengan perlakuan Gilang terhadapku dia selalu saja curhat padaku tentang Dara, begitupun Dara selalu saja curhat tentang Gilang ya aku hanya sebagai penengah di antara mereka berdua.
Sore itu aku naik sepeda sendirian di dekat komplek rumahku, komplek yang masih sejuk dan terdapat taman di dekatnya juga ada danau kecil seperti tempat untuk bermain. Aku sangat suka bermain di dekat danau itu karna suasananya sangat sejuk banyak binatang seperti burung ikan dan sebagainya di tambah dengan sayup merdu pepohonan yang masih hijau, sebetulnya aku tak berniat untuk berhias kala itu tapi aku fikir aku harus berdandan maksimal agar Gilang suka melihatku. Saat itu aku kenakan dress pink kesukaanku ditambah dengan bando lucu. Aku gemetar dan gugup, saat itu di sekolah Gilang bilang dia ingin berjumpa denganku di dekat taman komplek karna rumah Gilang dan aku berada di komplek yang sama.
Aku menunggu dengan perasaan tegang, sebetulnya Gilang dan aku kami telah bersahabat sejak di SMP dan kini kami sekolah di SMK yang sama. Perasaan ku luluh lantah kala itu, aku kira Gilang aku berharap dia menyukai aku ternyata dia menyukai Dara aku merasa sedih, perasaan aku hancur dan aku kaget aku tidak kuat mendengar pernyataan Gilang. Selama ini aku hanya bersembunyi dengan status sebatas teman dan sahabat tidak lebih dari itu. Aku merasa terpuruk dan malu, serta kecewa aku merasa perasaan ku tidak terbalaskan oleh Gilang.
Jujur aku tak kuasa menahan beban di hati tapi ini curahan hati ku, aku tak kuasa kala itu. Aku yang awalnya merasa kesepian kini aku di temani Coky kucing manis yang imut dan lucu peliharaanku. Bersamanya aku keluarkan segala isi dihatiku, aku berharap Gilang dapat terhapus dalam ingatan ku.
Bersama itu, aku dan ayahku kini kami memutuskan tuk pindah dan jauh dari komplek serta sekolahku yang dulu. Aku sebenarnya merasa sangat terpuruk kala itu tapi aku tak bisa menceritakan pada Gilang ataupun Dara.
Disisi lain, Gilang dia selalu saja mencariku. Begitupun Dara yang aku kira sahabatku kenapa kini, biarlah mungkin ini hanya sebatas ceritaku. Setiap orang pasti punya kesalahan dan tidak setiap orang juga bisa memahami kesalahannya dan memahami arti persahabatan.
Sulit tuk mengenal sang hati, sulit tuk memandang di sudut mata ini. Sedikit demi sedikit air mata menetes dengan kuat dan dengan penuh lirih terpendam di hati, aku merasa Dara tak mendengar jeritan hati ini. Aku juga tidak mau hubungan persahabatan ku dengan Dara menjadi renggang, tapi apa mau dikata perasaan ku merasa dicampakkan.
Mengapa tak jua ku dengar sayup melodi di langit sore yang kini tak jua terlihat sepi dan kini hanya seorang diri. Bagaimana bisa aku seperti ini dan mengapa aku harus seperti ini, tak perlu jua aku menangis hanya demi mereka berdua yang tak mengerti akan perasaan ku. Mengapa aku merasa dipermainkan mengapa semua terjadi padaku, diam aku hanya bisa terdiam kala melihat Gilang dan Dara berduaan bercanda di dekat koridor sekolah. Aku rasa aku seperti cemburu berat dengan hubungan Gilang dan Dara, tapi mengapa aku harus cemburu apa mungkin karna aku sangat dekat dengan Gilang jadinya aku merasa sedih.
__ADS_1
Biasanya aku selalu bermain basket bersama Gilang di dekat sekolah tapi kini Gilang jadi dekat dengan Dara dan dia selalu saja nempel seperti perangko. Awalnya aku yang menjodohkan mereka tapi kenapa sekarang aku yang jadi cemburu melihat mereka berdua.
Jujur aku tak kuasa menahan beban di hati tapi ini curahan hati ku, aku tak kuasa kala itu. Aku yang awalnya merasa kesepian kini aku di temani Coky kucing manis yang imut dan lucu peliharaanku. Bersamanya aku keluarkan segala isi dihatiku, aku berharap Gilang dapat terhapus dalam ingatan ku.
Bersama itu, aku dan ayahku kini kami memutuskan tuk pindah dan jauh dari komplek serta sekolahku yang dulu. Aku sebenarnya merasa sangat terpuruk kala itu tapi aku tak bisa menceritakan pada Gilang ataupun Dara.
Disisi lain, Gilang dia selalu saja mencariku. Begitupun Dara yang aku kira sahabatku kenapa kini, biarlah mungkin ini hanya sebatas ceritaku. Setiap orang pasti punya kesalahan dan tidak setiap orang juga bisa memahami kesalahannya dan memahami arti persahabatan.
Jujur aku tak kuasa menahan beban di hati tapi ini curahan hati ku, aku tak kuasa kala itu. Aku yang awalnya merasa kesepian kini aku di temani Coky kucing manis yang imut dan lucu peliharaanku. Bersamanya aku keluarkan segala isi dihatiku, aku berharap Gilang dapat terhapus dalam ingatan ku.
Bersama itu, aku dan ayahku kini kami memutuskan tuk pindah dan jauh dari komplek serta sekolahku yang dulu. Aku sebenarnya merasa sangat terpuruk kala itu tapi aku tak bisa menceritakan pada Gilang ataupun Dara.
Disisi lain, Gilang dia selalu saja mencariku. Begitupun Dara yang aku kira sahabatku kenapa kini, biarlah mungkin ini hanya sebatas ceritaku. Setiap orang pasti punya kesalahan dan tidak setiap orang juga bisa memahami kesalahannya dan memahami arti persahabatan.
***
__ADS_1