
...Teman Season 2...
Tadinya gue kira sahabatan itu bakalan bikin gue ngerasa ada, tapi kok di satu sisi gue malah menjadi sosok yang terasing, gak ngerti harusulai dari mana dan juga gue gak tau akan berakhir dimana dan entah sampai mana. Gue rasa gue tuh kayak berada di sebuah pohon besar yang setiap ranting pohon yang rindang dan memberikan gue kenyamanan tapi kenapa seketika semua roboh dan juga tercabut sampai akar-akarnya. Adanya yang mengkhianati dan melepaskan setiap ikatan dan juga pergi ke sebuah lembah derita gue gak tahu harus gimana mengqtqsi semuanya namun dengan demikian prustasi, dilema, dan juga depresi adalah sebuah kata-kata yang sulit di lakukan.
Munafik sebuah kata yang gue ciptakan kala hati gue hancur berkeping-keping gak ada jalan keluar dan cuma mencari disetiap hal yang gue lakuin. Entahlah gue berasa kayak di sebuah tempat antah berantah yang ujung-ujungnya gak ngasih gue ke pastian, cepat atau lambat semua bakal hancur, gue berfikir mungkin gue bakalan putus sama Ikbal sebab cowok yang arogansi kayak dia apa sih yang dia inginkan pasti ujung-ujungnya cuma mempermainkan perasaan cewek. Awalnya gue cuma pengen ngasih pelajaran ke dia tapi entah kenapa gue jadi mendalami peran gue sebagai pacar Ikbal.
Gue terlalu naif kalau gue gak bilang gue suka sama Ikbal sebab dia cowok keren dan ganteng siapa sih yang gak mau jadi pacarnya Ikbal, secara dia populer dan banyak cewek-cewek yang ngejar-ngejar doi. Dia bukan hanya ikut klub basket tapi dia juga sangat pandai dalam berbagai hal bahkan dia juga ikut OSIS, rasanya dia sama gue bagaikan pungguk merindukan rembulan.
Gak banyak yang gue kenal dari Ikbal sosok cowok cool dan juga menjadi pusat perhatian di manapun dia berada, cowok yang memiliki wajah tampan bahkan nampak sempurna bagi gue, rasanya ini sebuah hal yang mustahil untuk gue bahkan ini kayak mimpi kok bisa sih cewek yang gak populer kayak gue bisa punya cowok kayak Ikbal. Rasanya dia sempurna banget buat di jadiin pacar gue bukan hanya tinggi badannya yang bikin gue ngerasa terlindungi tapi juga dia perfectionis.
***
Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?.
Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan.
Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.
Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.
Gue gak ngerti apa gue beneran jatuh hati sama dia atau gue ini cuma cewek yang berhasrat buat dapetin cowok kayak dia, entahlah rasanya ini hanya sebuah rasa apa rasa ini aneh. Cinta itu gak ngerti bukan masalah rasa atau hati atau juga sebuah komitmen rasanya setiap hal yang udah gue lakuin sama dia bahkan dengan seiring gue jalan bareng, nonton dan juga nge-date sama dia itu sama udah bikin gue canggung masalahnya gue aja gak ngerti kenapa gue bisa suka sama doi yang jelas-jelas gue cuma berniat bukan menjatuhkan dia.
Ikbal cowok cool yang selalu saja bikin cewek-cewek klepek-klepek gak jelas kayak dia, kok bisa ya dia bikin gue ilfil gini. Masa ia gue suka sama dia padahal udah jelas terpendam dalam perkataan gue waktu itu kalau gue gak mungkin jatuh hati sama Ikbal apalagi sampe GeEr kayak gini.
"Milea, Lo kenapa?" Tanya Bianca teman gue dia emang udah lama deket sama gue apalagi dia itu kayak sahabat gue banget kemana-mana kita selalu berduaan
__ADS_1
"Lo liat gak tuh cewek-cewek pada ngeliatin cowok itu!" Ucap gue sambil menunjuk ke arah cewek-cewek yang lagi pada ngeliatin Ikbal.
"Ih itukan Ikbal" Jawab Bianca
"Ya ampun, aneh banget tampang Lo" ujar gue
"Ya elllah hampir semua orang di sekolah ini juga pada kenal si Ikbal kallezz" Jawabnya sambil senyum-senyum sendiri
"Emang siapa sih Ikbal?" Tanya gue polos
"Ya ampun Lo gak gaul kalo gak kenal sama dia" Jawabnya
Entah kenapa perasaan gue jadi katro baget kenapa sih cewek-cewek pada ngeliatin si Ikbal ajah....
Saat itu gue sama Bianca lagi makan di kantin tiba-tiba ada cowok yang membuat gue aneh, karena dia malah di keributi banyak cewek-cewek.
"Bu..bukan begitu abis dia ganteng banget, so baddasss" Jawabnya sampe hampir mimisan
"Hadeuh bukan temen gue!" ucap gue sambil makan hampir ajah muncrat gue lagi minum juga
Ceritanya emang sudah dari awal membuat gue emosi, ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, ya begitu pula dengan kisah perjalanan cinta gue ke sama Ikbal... What's? Cinta? Ya entahlah bucin-bucinan ala anak SMA di mana gue ngerasa jatuh hati sama seorang cowok yang notabenenya adalah cowok populer di sekolah hadeuh gue berasa kayak artis ajah.
Jadi begini awal ceritanya...
Gue gak sengaja numpahin air minum yang udah gue beli dikantin tepat di depan si Ikbal.
__ADS_1
GubbBbbRraKkkk
"Soo...sorry!" Seru gue sambil benahin baju Ikbal yang basah gara-gara kena tumpahan air
"Sory, Lo gak punya mata ya?" Tanyanya
"Ya, kan gue gak sengaja!" Ujar gue sambil minta maaf ke Ikbal
"Lo gak bisa liat nih baju gue jadi basah gini" Ucap Ikbal kekeh sambil memperlihatkan bajunya yang basah
Gue sendiri bingung padahal gue gak sengaja.
"Ya Lo nya ajah jalan gak liat-liat" Jawab Ikbal
"Eh Lo gimana si Lea, bukannya hati-hati kan kasihan Ikbal" Ujar Bianca
"Yaudah sana biar gue beresin sendiri!" Ujarnya sambil pergi ke toilet
Ini super aneh bin ajaib cowok kayak si Ikbal gitu kalau udah marah ternyata galak juga, serem!!! Untung ajah gue gak disambut pake sepatunya.
Ini kesan pertama kali gue ketemu dia, padahal kita satu kelas tapi jarang menyapa. Gue emang begitu gak suka terlalu dekat sama orang lain ditambah lagi gue gak enak kalau terlalu dekat dengan Ikbal yang terkenal rasanya kalau deket sama dia berasa kayak bumi dan langit and itu tarasanya gak mungkin bin mustahil.
"Lo gimana sih Lo gak liat kalau ada dia?" Tanya Bianca
"Iya, abis tadi gue lagi jalan mau mindahin gelas eh dianya malah jalan ywdh jadi tumpah deh" Jawab gue sambil ngasih penerangan panjang lebar ke Bianca
__ADS_1
***