
...Cinta Bertepuk Sebelah Tangan...
Setiap hal ketika aku menunggumu
Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku
Malam berjalan lebih lambat
Siang berjalan lebih melambat
Jam dinding bergerak lebih lambat
Usia bertambah lebih lambat
Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat
Melebihi kecepatan cahaya
Oleh keinginan bertemu denganmu
Entahlah apa ini benar-benar dia apa cuma gue yang berusaha buat mengenal dia tapi nyatanya gue sama sekali gak kenal dengan dia, seseorang yang dari awal gue coba buat memahami dan mengerti dia, cinta itu indah tapi kalau terlalu mencintai maka kita akan merasakan sakit apalagi kalau orang yang kita cintai sama sekali enggak menunjukkan rasa sayangnya ke kita entahlah apa mungkin dia emang sosok cowok yang cuek bebek tapi kenapa sih cuek sih cuek tapi akunya juga jangan di diemin gitu sakit sih tapi gak berdarah, apa guenya yang terlalu sensi sampe cuma masalah kecil ajah gue besar-besarin apa gue yang terlalu egois sampe gue bersikap kekanak-kanakan.
***
Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu
Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu
Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,
tentram dan damai
Siapkan
Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?
Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?
Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?
Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?
Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?
Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?
Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang
Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,
Ada yang perlu saya bantu?
Albert Einstein melakukan kesalahan
Kalau ingin benar-benar sama dengan diriku
Dia tidak memilihmu menjadi kekasihnya
Sehingga dia tidak bisa sendirian di kamar
Dan ingin bertemu denganmu!
Setiap hal ketika aku menunggumu
Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku
Malam berjalan lebih lambat
Siang berjalan lebih melambat
Jam dinding bergerak lebih lambat
Usia bertambah lebih lambat
Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat
Melebihi kecepatan cahaya
Oleh keinginan bertemu denganmu
Entahlah apa ini benar-benar dia apa cuma gue yang berusaha buat mengenal dia tapi nyatanya gue sama sekali gak kenal dengan dia, seseorang yang dari awal gue coba buat memahami dan mengerti dia, cinta itu indah tapi kalau terlalu mencintai maka kita akan merasakan sakit apalagi kalau orang yang kita cintai sama sekali enggak menunjukkan rasa sayangnya ke kita entahlah apa mungkin dia emang sosok cowok yang cuek bebek tapi kenapa sih cuek sih cuek tapi akunya juga jangan di diemin gitu sakit sih tapi gak berdarah, apa guenya yang terlalu sensi sampe cuma masalah kecil ajah gue besar-besarin apa gue yang terlalu egois sampe gue bersikap kekanak-kanakan.
__ADS_1
***
"Jangan maen hp mulai dong bal?" Ujar gue
"Ia" ucapnya
Kenapa sih dari tadi Ikbal maen hp mulu gue liat, padahal tugas kita aja belum selesai.
"Lo serius dong Bal!" Ujar gue
"Iya" jawabnya ngeles kayak bajai
"Ah Lo iya iya ajah tapi gak fokus" jawab gue
"Iya ini gue kerjain" jawabnya santai
"Lo gimana sih Bal Lo bilang iya iya tapi mata Lo masih aja liat hp, capek gue!" Ujar gue kemudian pergi meninggalkan Ikbal yang sedari tadi main hp
"Lea, Lo mau kemana?" Tanyanya
"Aku ah, Lo kerjain aja sendiri" jawab gue seraya meninggalkan Ikbal yang sibuk dengan HP-nya
Dalam kesendirian aku hanya menatap bintang-bintang yang ada di langit, setiap hal yang pernah terpendam seperti angan-angan yang juga terus terbayang aku berkhayal seperti nada yang membawaku pergi melayang-layang jauh di udara membuka setiap hal yang pernah tertutup dan menutup setiap hal yang telah terbuka, setiap sajak melukiskan untaian kata yang membuat hatiku bergetar.
Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu
Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu
Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,
tentram dan damai
Siapkan
Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?
Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?
Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?
Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?
Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?
Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?
Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang
Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,
Ada yang perlu saya bantu?
Albert Einstein melakukan kesalahan
Kalau ingin benar-benar sama dengan diriku
Dia tidak memilihmu menjadi kekasihnya
Sehingga dia tidak bisa sendirian di kamar
Dan ingin bertemu denganmu!
Setiap hal ketika aku menunggumu
Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku
Malam berjalan lebih lambat
Siang berjalan lebih melambat
Jam dinding bergerak lebih lambat
Usia bertambah lebih lambat
Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat
Melebihi kecepatan cahaya
Oleh keinginan bertemu denganmu
Entahlah apa ini benar-benar dia apa cuma gue yang berusaha buat mengenal dia tapi nyatanya gue sama sekali gak kenal dengan dia, seseorang yang dari awal gue coba buat memahami dan mengerti dia, cinta itu indah tapi kalau terlalu mencintai maka kita akan merasakan sakit apalagi kalau orang yang kita cintai sama sekali enggak menunjukkan rasa sayangnya ke kita entahlah apa mungkin dia emang sosok cowok yang cuek bebek tapi kenapa sih cuek sih cuek tapi akunya juga jangan di diemin gitu sakit sih tapi gak berdarah, apa guenya yang terlalu sensi sampe cuma masalah kecil ajah gue besar-besarin apa gue yang terlalu egois sampe gue bersikap kekanak-kanakan.
__ADS_1
Hanya sebuah rasa, hanya sebuah angan yang tak pasti, mungkin atau tidak mungkin hanya sebuah fantasi yang mengekor kepada sebuah rasa yaitu cinta, ada dendam kesumat namun juga ada sebuah kisah persahabatan manis yang tertuang dalam setiap cerita, rangkaian kata yang mungkin bijak tapi juga tak terlalu dianggap serius tapi mustahil untuk dilewatkan begitu saja. Inikah cinta sebuah rasa yang indah manis tapi juga pahit terasa, setiap hal yang terjadi terukir istimewa namun juga membawa luka, sekejap aku berurai air mata, sekejap setiap hal yang telah ku rasa mungkin juga aku menikmati setiap kekecewaan yang ada dalam hidupku, aku hanya manusia biasa bukan sosok manusia yang sok humoris untuk mencairkan suasana, atau sosok yang berusaha untuk tegar sekuat tenaga meski semua kesedihan nampak terasa hingga air mata ini jatuh tak terasa. Lewat setiap asa yang tercipta seperti kedalaman cinta dan juga rahasia, manusia bisa membentuk sebuah hal yang mereka inginkan atau mungkin mustahil dapat terasa, indah nan bahagia. Barangkali aku hanya satu dari sebagian orang yang berusaha untuk menyadari siapa diriku dan siapakah aku, tetapi aku bukan siapa-siapa, dan nyatanya aku pun tak dianggap dan semua yang aku korbankan dan aku usahakan semua tak ternilai dimatanya.
Resah jiwaku menepi mengingat semua yang terlewati saat kau masih ada disisi mendekapku dalam hangatnya cintamu, lambat sang waktu berganti endapkan laraku disini coba tuk lupakan bayangan dirimu yang selalu saja memaksa tuk merindumu, sekian lama aku mencoba menepiskan diriku diredupnya hatiku, letihnya menahan perih yang ku rasakan meski ku tahu ku masih mendambamu walaupun ku harus melupakan setiap hal yang telah terjadi, lihat aku disini melawan setirnya takdirku sendiri tanpa mu aku lemah dan tiada berarti.
Lebih dari yang kau tahu, seperti bayangan yang udah terlewatkan seperti mentari yang bersinar dan memberikan setiap kenangan sebagai cahaya, tak ada yang tahu kenapa bisa cahaya itu redup hingga membuat aku takut untuk jatuh dan membuat aku takut untuk kembali menepis setiap ego yang sudah aku lalui, hanya bisa menatap lewat jendela kamar ku sembari memikirkan sang waktu yang terus berganti hingga tanpa batas waktu aku belajar dari setiap kesalahan yang membuat aku malu dan tak mengerti, aku hanya aku hanya mencoba mencari di setiap keburukan ku, aku bukan manusia yang bijaksana aku pun bukan malaikat yang tak bisa mengerti dan tahu apa yang terjadi, jangan biarkan sang cahaya redup kembali sembari menunggu sang senja tersemai. Kau menyiksaku disini dalam rasa bersalah yang kini membunuhku secara perlahan kau selalu menghindar dari aku yang coba ungkapan setiap kata lewat tatap mata ini.
"Lea Lo kenapa sih?" Sambil memegang tangan Milea
"Ih lepas" jawab Milea
"Kenapa Lo ngehindar dari gue?" Tanya Rizal
"Apaan sih Zal?" Sahut Milea sambil melepaskan pegangan tangan dari Ikbal
"Tapi Gue suka sama Lo!" Ujarnya lembut
"Apa!" Jawab milea kaget dan tercengang
"Lo selama ini egois Lea, Lo cuma ngeliat Ikbal aja sebagai pujaan hati Lo, tanpa Lo liat perasaan gue!" Ujar Rizal
Milea cuma diam seribu bahasa.
Gak tahu kenapa bisa begini, kenapa bisa jelas-jelas gue cuma anggep dia teman gak lebih.
"Apaan sih Zal, lepasin tangan gue!" Ujar Milea sedih
"Gue udah sayang banget sama Lo tapi Lo nya begitu gak pernah anggap gue ada, gak pernah anggap gue ternilai di mata Lo " jawab Rizal
Hanya sebatas cinta dan hanya sebatas waktu sang hayi mengubahnya dengan cinta, sang hati mengubahnya dengan rasa sayang dan sang waktu pula membawa kepada keadaan yang salah tak seharusnya cinta itu ada dan tak seharusnya rasa sayang itu ada, hanya Tuhan yang tahu senyum manis itu untuk siapa hanya tatap mata dan juga ego yang membawa kepada perasaan cinta dan juga sayang, setiap jauh maka akan terasa dekat entahlah apa itu cinta apa itu sebuah rasa atau suatau rahasia yang tabu buat di bahas dan juga di ucapkan, hanya saja aku tak seegois itu, aku juga gak semunafik itu untuk menghempaskan setiap kenangan masa lalu yang pernah terukir dan juga terjadi. Tak ada gunanya menutup rapat-rapat cerita masa lalu yang juga bakalan menjadi pelajaran buat masa depan dan gak ada waktu pula buat mengungkit setiap kenangan yang pernah ada yang mungkin akan menjadi legenda. Apa yang kamu tanam maka sebesar itu pula yang akan kamu raih dan apa yang kamu pupuk untuk mendapatkannya.
Dia, dia bukan siapa-siapa bukan seseorang yang penting bukan pula seseorang yang ada dalam pikiran gue, bukan pula sahabat atau orang terdekat tapi kenapa dia jadi pilihan, apa dia yang gue kenal atau hanya sekedar figuran yang cuma numpang lewat doang.
"Gue gak punya perasaan apa-apa sama Lo!" Jawab Milea santai
"Lo ngomong apa sih Lea!" Jawab Ikbal
"Ehh... Ikbal"
Mampus kirain gue Rizal...
Hadeuh gue kenapa sih kenapa lagi-lagi begini
"Lo kenapa Lea, kok diem?" Tanya Ikbal
"Eng...enggak apa-apa kok!" Jawab gue
Aduh hampir ajah gue keceplosan nyebut nama Rizal
Sadar Lea Lo bukan si perfectionis yang di perebutin banyak cowok.
"Ke kantin yuk Lea!" Ujar Ikbal sambil memegang tangan Milea
"Own iya!" Jawab gue (kenapa jantung gue deg deg kan)
Hampir gue semaput dibuat Ikbal.....
Langit akan mendung tanpa mentari
Karena takkan lagi kulihat senyumannya
Malam akan sunyi tanpa rembulan
Karena takkan lagi kudengar tawamu
Hilang asaku hilang harapanku
Ingin teriak menembus langit yang beku dihatiku
Agar kau bisa mendengar tangisanku yang kutahan
di dalam sesak dadaku
Hanya melalui puisi ini aku ceritakan deritaku bersama getaran hatiku
Ingin aku menyapa serpihan kenangan bersamamu
Agar tidak ada kesedihan mengenangmu
Dari aku yang basah oleh air mata, Love you
***
__ADS_1