
...Cinta Segitiga...
Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu
Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu
Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,
tentram dan damai
Siapkan
Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?
Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?
Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?
Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?
Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?
Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?
Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan
Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang
Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,
Ada yang perlu saya bantu?
***
"Emangnya ada hubungan apa antara Milea dan Ikbal?" Tanya Rizal
"Kenapa Zal?" Tanya yang lainnya
"Enggak"
"Tadi gue dengar Lo ngomongin Ikbal?" Tanya nya
"Enggak ada apa-apa kok!" Jawabnya seraya kemudian pergi
"Kenapa sama Rizal?" Tanyanya
__ADS_1
"Enggak tau pas liat Ikbal sama Milea dia langsung begitu!" Ujar yang lainnya
Ada kalanya kamu tersenyum, dan ada kalanya pula kamu bersedih setiap jalan panjang yang kamu lalui itu gak mudah tiap jalan penuh halangan dan juga rintangan, kamu ingin bahagia tapi semua butuh proses panjang gak instan kayak Indomie, bahkan kamu akan merasa semakin kamu diatas maka akan banyak orang yang akan menjatuhkan kamu. Bagaimanpun juga semua akan terjadi dan setiap hal akan menjadi kisah perjalanan hidup yang penuh dengan fantasi, bersama dengan sosok sahabat yang selalu menemanimu di kala kamu suka maupun duka kita takkan pernah berjalan sendirian selalu ada seseorang di belakang kita entah mereka sebagai sosok penyelamat maupun sosok antagonis. Ada kebahagiaan yang aku rasa bersama dengan cinta dan juga setiap hal yang aku hayalkan dengan itu aku merasa bahwa Tuhan selalu bersamaku menjaga ku dan juga melindungi ku. Karenanya aku kuat karenanya aku merasa bangga menjadi diriku sendiri, meski aku sadar bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna semuanya mempunyai kelebihan dan juga kelebihannya masing-masing. Aku sadar setiap asa yang aku punya terkadang menjatuhkan diriku sendiri dan juga terkadang semua lelah yang ku perbuat bukan hanya mempberiku bahagia tapi juga memberikan peluang untuk tetap maju dan sukses.
Dalam kisah ini gue bukan seorang pemeran utamanya, meski begitu gue selalu berharap Milea bakal suka sama gue, berbagai cara udah gue lakuin tapi dia selalu aja anggap gue sebagai temannya.
"Lea, pulang bareng gue yuk!" Ujar gue
"Enggak gue udah di jemput!" Jawabnya
Tapi pas itu gue liat dia jalan bareng Ikbal naik motornya, pemandangan yang membuat gue sebel, cemburu dan juga marah rasanya semuanya itu membakar hati gue dan gue gak tahu harus bagaimana lagi menghadapi semua itu.
"Lea tunggu dulu!" Ujar Rizal
"Gue suka sama Lo !" Sambil memegang tangan Milea
"Apaan si Zal!" Ungkap Milea
"Lepasin tangan gue!" Pintanya
Dan tiba-tiba saat itu Ikbal datang
"Lo mau ngapain cewek gue!" Ungkapnya
"Maksud Lo !" Ujar Rizal
Dan kemudian Rizal dan Ikbal bertengkar.
BuKKK DBRUKkk...
"Stop!" Ucap gue
"Apaan sih Kalian berdua!" Ujar gue
Gue gak ngerti kenapa bisa jadi kayak gini.
Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.
Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.
"Udah Stop!"
"Udah ayo Milea ikut gue!" Ujar Ikbal
"Maafin gue zal!" Ucap gue
__ADS_1
Setiap hal ketika aku menunggumu
Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku
Malam berjalan lebih lambat
Siang berjalan lebih melambat
Jam dinding bergerak lebih lambat
Usia bertambah lebih lambat
Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat
Melebihi kecepatan cahaya
Oleh keinginan bertemu denganmu
Entahlah apa ini benar-benar dia apa cuma gue yang berusaha buat mengenal dia tapi nyatanya gue sama sekali gak kenal dengan dia, seseorang yang dari awal gue coba buat memahami dan mengerti dia, cinta itu indah tapi kalau terlalu mencintai maka kita akan merasakan sakit apalagi kalau orang yang kita cintai sama sekali enggak menunjukkan rasa sayangnya ke kita entahlah apa mungkin dia emang sosok cowok yang cuek bebek tapi kenapa sih cuek sih cuek tapi akunya juga jangan di diemin gitu sakit sih tapi gak berdarah, apa guenya yang terlalu sensi sampe cuma masalah kecil ajah gue besar-besarin apa gue yang terlalu egois sampe gue bersikap kekanak-kanakan.
Ikbal emang sosok cowok aneh dan nyebelin, tapi kenapa gue jadi sayang sama dia, padahal gue sama sekali gak tahu harus bagaimana ngadepin tingkah konyolnya dia. Dia manis dia juga baik sampai-sampai gue bingung dan juga tergoda sama rayuan manis dia, dia gak henti-hentinya memberikan gue cinta padahal ini bukan waktu yang tepat buat mendapatkan cinta tapi dia malah ngasih perhatian lebih dan mulai menjalin kasih berdua dengan gue.
Meski dia si cowok rese yang gak gue cari tapi hubungan rumit yang kita jalani lambat laun membuat gue merasa bahwa dia satu-satunya di kehidupan gue.
"Bal, kenapa Lo suka sama gue?" Taya gue
"Kenapa ya!" Jawabnya ngeselin
"Jawab dong!" Ujar gue kesel
"Karena kamu adalah satu-satunya cewek dalam kehidupan aku yang membuat aku bahagia" ucapnya
"Ah.. so sweet, tapi terlalu lebay!" Jawab gue
"Deh kenapa gitu!" Ujarnya
"Ya lagian kamu jawabnya begitu!" Ujar gue
"Deh jadi aku kamu nih!" Ujar Ikbal
Kita gak akan pernah tahu kita akan jatuh cinta sama siapa, tapi saat itu juga kita akan tahu kita akan rindu sama siapa meski tampangnya emang nyebelin tapi dia emang sosok cowok yang susah buat gue lupain. Bukan cuma tampan dan ganteng dia juga sosok cowok yang udah membuat gue bahagia, dia selalu menghujani hidup gue dengan cinta yang dia berikan ke gue.
Entah kenapa gue jadi sosok yang puitis padahal gue bukan sosok cewek yang humoris atau romantis, dan juga bukan sosok cewek yang gaul bak mie gaul, bahkan juga bukan artis yang sok artis, jangankan buat bersikap sok akrab wajah gue yang pendiam justru mungkin dianggap orang kurang ramah dan tak pandai bergaul, padahal gue sebenernya gak ngerti apa-apa. Kenapa ya akhir-akhir ini gue sering banget nulis di buku harian gue sampai suatu ketika gue sadar buku harian gue udah penuh sama curhatan gue, yang intinya panjang di kali lebar sama dengan entah sejak kapan gue jadi sosok yang romantis bak pesinetron papan atas padahal aslinya gue orang biasa dan tak terkenal. Mungkin bukan seorang gue namanya kalau gak punya rasa, sebab setiap rasa akan membawa kita kepada suasa cinta, ataupun persahabatan kayak cerita yang gue tulis di sini. Entahlah Lo mau baca atau enggak seterah Lo ya istilahnya bodo amatlah, karena dari dulu gue orangnya gak suka banyak omong tapi sekalinya ngomong banyak banget.
Emangnya bener Ikbal sosok cowok yang gue sayang dan gue cinta, apa bener gue gak bisa benci dia meski semua yang udah dia lakuin gue udah membuat gue marah dan kecewa. Gue tahu dia emang dari dulu begitu tapi kapan sih dia sadar sama perasaannya sendiri dan berhenti buat membeda-bedakan antara cinta dan persahabatan.
__ADS_1
Ketika ku jatuh hati pada seseorang alunan suara indah dengan senyuman, membuat cinta di tengah rembulan bersama mentari yang kan terus bersinar. Cinta yang memberi kesejukan di keheningan malam dan sayap-sayap merpati putih yang terbang beri sebuah tanda akan kehidupan, jangan biarkan sang hati berdusta kala ego menepis rasa cinta. Cukup sudah bahasa kalbu biarkan sang fajar menertawai rembulan malam kala sang mentari bercahaya meski sinarnya tak kau rasa, setetes embun pagi yang kala itu kau lihat biarkan saja dia membasahi pagi biarkan jangan berikan keraguan pada sang mimpi kala ku inginkan seseorang pengisi hati di jiwa yang sepi. Lantunan not demi not dengan penuh bahagia ku rangkai meski tak jua ku mengerti dan ku kenal kenapa? Ada apa dengan sepasang merpati putih yang hinggap di jendela kamar ini? Ada cerita apa yang akan ku petik ataukah ini hanya mimpi belaka? Biarlah sang merpati berterbangan. Mungkin sang fajar dan sayap-sayap burung patah melihat kita berseteru sehingga tak ada cinta. Biarkan sang Melodi menyanyikan lagu cinta dengan syahdunya, meratapi hati yang dengan elok di rasa, entahlah? Mungkin nyanyian tentang cinta atau tentang luka.
***