
...Ada Cinta...
Sebenarnya Dinda bukan cewek yang pintar atau pandai apalagi dalam mata pelajaran matematika pasti nilai aku selalu anjlok, bukan aku namanya kalau gak pernah berusaha sampai titik darah penghabisan ya meskipun susah, semoga aja dengan giat belajar aku jadi bisa menjadi anak yang pintar ya mungkin suatu saat nanti. Untung ajah aku punya teman kayak Tiara meskipun dia rese tetapi dia juga pintar tetapi begitu karena dia pandai makanya dia jadi sosok orang yang sedikit jahat habisnya tiap kali aku mau nyontek dia ngelarang sebel juga punya temen pinter ya meskipun dia pinter tetapi dia sangat pelit kalau soal pelajaran, tapi dia mau kok bantuin aku setiap ada soal yang susah terkadang aku meminta diajari sama dia, untung aja dia anaknya perhatian dan juga baik hati. Aku juga seneng bisa sekolah di sini bukan cuma karena cowok-cowoknya yang ganteng-ganteng tapi juga mereka pandai serta aku merasa punya banyak teman yang sangat baik sama aku.
"Din kamu mau belajar bareng aku gak?" Tanya Kaisar
"Owh iya!" Jawabku
Akhirnya aku sama Kaisar belajar bareng dikelas, tetapi saat itu ada Tiara yang telat datang sekolah tetapi wajahnya kayaknya dia kelihatan gak suka gitu pas ngeliat aku berduaan sama Kaisar belajar di kelas. Dia datang dengan wajah cemberut terus dia menaruh tasnya di bangkunya saja kemudian dia pergi begitu ajah padahal aku udah sapa dia tapi dia malah pergi begitu saja, nampaknya dia marah saat melihat aku dan Kaisar belajar berduaan di kelas. Kenapa ya kok sikapnya Tara jadi aneh gitu gak biasanya dia bersikap seperti itu di tambah saat jam pelajaran tiba, dia cuma duduk dan belajar saja tanpa menghiraukan aku, apa dia benar-benar semarah itu sama aku.
"Ra, Lo kenapa sih?" Dari tadi muka Lo di tekuk aja!" Ujarku
Bukannya dia jawab tapi dia malah pergi ajah meninggalkan gue yang dari tadi ngomong tapi gak nyaut
"Kenapa Din?" Tanya Kaisar
"Enggak itu tadi .... " Bingung mau jelasin tapi...
"Si Tiara marah ya sama Lo ?" Tanyanya
"Iya"
"Udah biarin ajah nanti juga dia gak marah lagi" ujar Kaisar
"Lo gimana sih dia tuh udah jadi sahabat gue sejah gue baru sekolah di sini gimna bisa gue diem aja ngeliat sahabat gue marah" ujarku
Gue langsung marah dan pergi meninggalkan Kaisar, tapi Kaisar malah lari ngejar gue.
"Apaan sih ?"
"Udah dong Din, kok Lo jadi marah sama gue" Ujarnya
"Ya udah dong Lo jangan ngejar-ngejar gue"
"Lah bukan begitu maksud gue!" Jawabnya
__ADS_1
"Ah tau deh gue mau nyari Tiara dulu!" Jawab gue
Sikap Kaisar yang aneh bikin gue ilfill, gue bingung harus bagaimana ngadepin dua manusia aneh kayak Kaisar dan Tiara yang tiba-tiba dua-duanya ngasih respon berbeda ke gue.
"Eh itu bukannya Dinda!" Ucap Kak Farhan
"Mana?" Tanya Kak Rangga
"Dia ngapain disitu?" Tanya Kak Seto
"Lah mana gue tau" jawab kak Rangga
Gak lama kemudian ada kak Rangga yang datang menghampiri gue.
"Din, lagi ngapain?" Tanyanya
"Enggak ini mau..."
"Nyariin gue ya?" Tanyanya dengan rasa penuh percaya diri
"Owh kirain Lo lagi nyariin gue, abis dari tadi celingak-celinguk ajah" ujar kak Rangga
Dari tadi kak Rangga ngajak gue ngomong tapi gue celingukan ajah, padahal respon dia baik banget meskipun dia selalu aja godain gue, hehehe berasa cakep gue. Meskipun begitu gue berusaha ngasih perhatian ke dia walaupun gue juga ngerasa canggung karena di deketin sama kak Rangga Azof yang terkenal ganteng dan juga pinter.
"Dia ngapain sih berduaan di situ!" Ucap kak Irwan
"Ngapa sih Wan Lo ngiri ya?" Tanya Kak Farhan
"Deh siapa yang ngiri" jawab Kak Irwan
Gue gak ngerti kenapa kalau ngeliat Dinda sama Rangga perasaan gue kayak cemburu, hati gue emang gak pernah bisa dibohongin meski gue cuma bisa melihat mereka berdua tetapi hati gue ngerasa sakit ya. Apa benar gue suka sama Dinda, masa sih gue suka sama cewek aneh kayak Dinda udah absud gak jelas lagi. Tapi tampangnya cantik juga sih. Eh apaan sih gue, malah mikir yang bukan-bukan.
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita nyatanya kayak sebuah dongeng yang terus berkembang dari akar yang satu ke akar lainnya, suka atau gak suka kita cuma bisa menjalankan setiap perjalanan yang udah Tuhan siapkan seperti layaknya Sutradara yang ngasih arahan ke kita, meskipun semua gak mudah setiap rentetan peristiwa yang hadir dalam kehidupan ini kayak sebuah misteri yang terus berjalan.
"Ra!" Dikejauhan gue cuma bisa manggil Tiara tapi Tiara malah pergi begitu aja
__ADS_1
"Dia kenapa sih?" Tanya gue
"Ra ada Dinda tuh!" Ujar Nayara
Dari kejauhan gue ngejar-ngejar Tiara, tapi Tiara kayak gak denger suara gue.
"Ra!" Hadeuh sampe ngos-ngosan gue
"Sabar Din!" Ujar Nayara
"Iya, hadeuh aus gue bagi minum dong!" Ujar gue
"Ya ampun ni bocah udah lari-larian, pake ambil minuman gue aja lagi!" Ujar Nayara
Gue sambil ambil minuman dari tangan Nayara
"Lo abis lomba lari dimana Din?" Tanya Nayara
"Apaan sih Lo, thanks ya!" Ujarnya
"Lah diabisin lagi minuman gue, tinggal botolnya doang" Ujar Nayara
"Hadeuh Ra, sorry Ra, Lo marah ya sama gue!" Ujar gue
"Enggak kenapa-kenapa kok!" Jawabnya santai
"Tapi kok Lo begitu sih, tiba-tiba ninggalin gue" ujar gue
"Hadeuh udah lah say jangan berantem kita kan sahabatan" Ujar Nayara memisahkan gue sama Tiara
Entah kenapa ya meskipun dia selalu kayak gitu tapi gue selalu ngerasa kalau hubungan Tiara sama Dinda bukan cuma sekedar sahabat tapi juga udah kayak saudara.
Sang waktu berjalan tak pelak kau tak memberikan aku waktu untuk sejenah melupakan egoku, aku tahu semua hal yang aku lakukan dengan sadar ataupun tidak mungkin menyakiti hatimu, bukan sang waktu yang salah bukan kita pula yang harus menafikan setiap hal yang telah terjadi. Lihatlah aku yang disini melawan getirnya hidupku sendiri tanpamu aku lemah melawan pahit getirnya hidupku sendiri. Aku sadar setiap jam menit detik gak akan mudah mengucapkan kata maaf meski demikian egoku masih membuat aku merasa takut. Aku sendiri melawan getir pahitnya mentari bersama dengan sinarnya yang selalu menjagaku dalam setiap keluh kesah yang aku lalui, meski ku sadar sang fajar tak semudah itu menyingsingkan setiap hal yang membuat aku sadar aku bukan kamu dan kamu bukan aku.
***
__ADS_1