
Ruang persidangan istana sangat ramai, tidak seperti biasanya. Karena hari ini akan dilakukan persidangan. Sebenarnya bukan persidangan yang membuat orang-orang tertarik. Persidangan sudah sering dilakukan, tetapi tidak pernah seramai ini. Satu alasan yang jelas, karena sang raja yang mengajukan kasus sehingga para penghuni Fantasy land sangat tertarik.
Adrian duduk di kursi kebesarannya didampingi hakim dan para pejabat lainnya, mengunggu persidangan dimulai. Sementara Jian didudukkan di tengah-tengah ruangan.
Para saksi bergantian memberikan pernyataannya. Kebanyakan dari mereka memberatkan Jian. Mereka mengatakan bahwa pelaku terlihat seperti wanita dan ciri-cirinya seperti Jian.
Guru Jian maju untuk bicara. "Saya mohon yang mulia jangan tergesa-gesa hanya karena pernyataan saksi, saya yakin murid saya tidak bersalah."
"Ketua fraksi barat terlalu membela murid sendiri, jelas sekali bahwa muridmu bersalah" hakim yang duduk di samping Adrian berbicara.
"Ketua fraksi barat, kami sudah memberikan bukti dan juga saksi di sini, apakah kau mempunyai bukti dan saksi yang menyatakan muridmu tidak bersalah?" kata Adrian.
"Tentu saja saya tidak menerima bukti dari orang terdekatnya, karena bisa jadi direkayasa" sambung Adrian lagi.
Gurunya terdiam, dalam hati gurunya mengutuk kebodohan muridnya. Dia tau semua bukti pasti direkayasa. Hanya satu orang yang mampu melakukan itu, yaitu adrian sendiri. Karena hanya dia yang benar-benar dekat dengan Jian.
Gurunya tidak memberikan pembelaan lagi.Tidak ada yang menyadari guru Jian sudah menghilang dari ruang persidangan. Begitu juga Haru yang hanya bisa menatap Jian dengan khawatir. Meskipun dia telah menyusun kata-kata untuk membela Jian. namun dia tidak cukup berani melawan kakaknya.
__ADS_1
Jian hanya pasrah mendengarkan keputusan hakim. 'Apakah nasib hidupku selalu seperti ini, dimanapun aku berada ' . Pikirnya dalam hati.
---
Gerbang sungai perak dibukakan, jian dibawa oleh dua orang pengawal.
"Belum terlambat untuk menyesali keputusanmu" kata Adrian pada Jian.
"Lakukan saja apa maumu" balas Jian.
"Pengawal leparkan dia ke sungai perak" perintah Adrian pada pengawal yang membawa Jian.
Orang itu adalah Haru, dia menyelinap untuk menyelamatkan Jian. Tanpa ia sadari seorang gadis juga keluar dari balik bebatuan.
"Kenapa kau ada disini" ucap mereka bersamaan.
Haru sangat terkejut karena Scarlet juga bersembunyi disana sama seperti dirinya. Apa yang dia lakukan disini?, pikir Haru.
__ADS_1
"Aku disini untuk menyelamatkan Jian, apa yang kau lakukan disini?" tanya Haru setelah sembuh dari keterkejutannya.
"Sama" balas Scarlet singkat.
"Kau juga mau menyelamatkan Jian, memangnya kau akrab dengannya?"
"Aku hanya bertemu dengannya sekali, nampaknya dia orang yang baik. Jadi aku ingin menolongnya" jawab Scarlet dengan tenang.
"Kau menolong seorang yang dituduh sebagai penjahat padahal baru sekali bertemu?" tanya Haru keheranan.
"Tentu saja aku percaya dia tidak bersalah, firasatku tidak pernah salah selama ini. Lagi pula aku tidak perlu alasan untuk menolong orang lain."
"Terserah kau saja. Tetapi karena kita punya tujuan yang sama ayo kita susuri sungai ini"
Mereka pun menyusuri sungai. Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak bicara dan hanya memperhatikan sungai perak dengan seksama.
Setelah mereka menghilang Adrian muncul kembali di tempat itu. Dia nampaknya tidak benar-benar pergi. Seberkas cahaya perak keluar dari telapak tangannya. Cahaya itu dia arahkan ke arah sungai perak. Aku tau kau akan baik baik saja, tapi aku tetap khawatir. Dada ini rasanya sakit, aku ini semakin mirip dengan dia. Gumamnya perlahan.
__ADS_1
-Bersambung-