
Scarlet sangat marah dengan perkataan spontan Haru. Dia terbiasa hidup terhormat baik dikehidupannya yang biasa atau kehidupan di Fantasy land. Scarlet tidak pernah kekurangan apapun. Di dunia manusia normal dia adalah anak orang kaya, sementara di Fantasy land dia adalah ketua Fraksi Selatan.
Tiba-tiba terlihat sesorang yang terlihat tua renta berjalan tertatih menghampiri mereka.
"Mohon maaf nona Skarlet, anak ini masih muda dan kurang diajari sopan santun, dia belum lama di Fantasy land" kata orang tua itu pada Skarlet.
"Ayah" sahut Haru singkat.
"Diam, tunjukkan sopan santunmu pada nona Scarlet."
Scarlet agak melunak, dia lalu berkata "saya mengerti, tetapi sikap tidak sopannya harus diperbaiki."
"Saya sangat senang bahwa nona Scarlet bisa maklum" kata orang tua yang ternyata ayah dari Haru.
__ADS_1
"Kalau begiku saya pamit dulu" kata Scarlet sambil membungkuk hormat. Namun saat berjalan dia tidak bisa menghentikan diri untuk mengibaskan jubahnya ke belakang. Gaya bangsawan Fantasy land, yang sudah mengakar dalam dirinya.
"Lihat ayah dia memang sombong" kata haru yang masih tidak sadar akan sikapnya yang tidak sopan.
"Diam, ikut aku!!! Jangan buat malu kakakmu. Kau itu adik raja, tapi kelakuanmu... tidak bisa dikatakan lagi" kata ayahnya dengan kesal.
Haru tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat kemarahan ayahnya. Dia mengikuti ayahnya, berjalan menunduk dengan patuh.
---
Saat ini Jian di laboratorium kampus dengan teman-teman satu kelompoknya. Mereka sedang meneliti larutan kimia, itu adalah tugas kelompok yang diberikan dosen mereka.
Jian dengan mudah memahami larutan kimia itu, karena dia menggunakan kekuatan ajaibnya. Teman-temannya sampai terheran-heran melihat Jian. Mereka memandang Jian dengan air muka takjub.
__ADS_1
"Jian, kau hebat sekali. Bagaimana kau memahami larutan kimia ini" tanya gadis yang berambut kuncir dua bernama Lila.
"Aku hanya senang meneliti, aku sering meneliti banyak larutan kimia di rumah" kata Jian sambil tersenyum.
"Kau luar biasa, tapi bagaimana kau bisa meneliti di rumah. Apakah kau punya laboratorium sendiri? Aku baru tau kalau kau sangat kaya." Kata Lila panjang lebar pada Jian.
"Tidak aku anak yatim piatu, aku hanya dipinjami fasilitas laboratorium oleh temanku." kata Jian. Apa yang Jian katakan benar bahwa dia memang dipinjami laboratorium. Meskipun memang bukan oleh temannya, tetapi oleh gurunya.
---
Di Fantasy land.
Istana kerajaan sangat sibuk setelah terpilihnya raja baru. Banyak agenda yang dicanangkan raja baru, sehingga membuat para pejabat istana gelabakan. Apalagi Adrian tidak mentoleransi adanya kesalahan. Dia bahkan tidak segan-segan menghukum kesalahan kecil. Jadi meskipun para pejabat istana ridak senang, mereka tetap memimpin bawahan mereka untuk melaksanakan tugas.
__ADS_1
Salah satu agenda raja baru adalah penangkapan seseorang yang disebut penghianat Fantasy land. Orang itu adalah orang misterius yang selalu memakai topeng. Dia menculik beberapa anggota Fantasy land dan menghapuskan kekuatan mereka. Sudah bertahun-tahun dilakukan penyelidikan, namun orang itu tidak pernah tertangkap.
Adrian nampak duduk di kursi kebesarannya mengamati para pejabat dan pelayan yang tampak sibuk di istana. Pandangan matanya lurus kedepan, namun sorot matanya kosong. Sepertinya hati dan pikirannya tidak berada di tempat itu. Tolong aku, hentikan aku. Gumamnya sambil menutup mata. Setelah menutup mata dan membukanya kembali sorot matanya berubah, dan terlukis senyum aneh di bibirnya. Aku akan menghentikan mu menjauh dari sisiku sayang, aku akan menghapuskan kekuatanmu agar kau tidak bisa pergi lagi. Dia bergumam lagi, tetapi suaranya nampak berbeda, seakan orang lain yang berbicara, bukan dia.