
Sejak peristiwa itu Fantasy Land menjadi kembali tenang. Tidak ada kabar baik dari Jian atau Adrian. Mereka menghilang tanpa jejak.
Dalam ketenangan yang menyelimuti Fantasy Land, tidak terasa 5 tahun telah berlalu. Tanpa orang-orang fantasy land ketahui di sebuah padang bunga yang indah. Ditempat yang jauh dari Fantasy Land. Disebut negeri tak bernama, negeri yang terlupakan dari fantasy land.
Disebut demikian karena tidak ada yang mau memberi nama negeri itu. Karena aura jahat yang menyelimuti negeri itu. Siapapun yang masuk kesana tidak ada yang pulang dalam keadaan hidup. Negeri itu penuh dengan kengerian dan pemandangan yang buruk. Bagi orang-orang Fantasy Land yang terbiasa dengan keindahan. Negeri itu bagai mimpi buruk, bagai neraka dalam dunia.
Namun selama lima tahun ini negeri itu berubah. Semenjak Jian dan Adrian memasuki negeri itu. Lambat laun aura jahat negeri itu lenyap. Mereka mulai menanami dan merubah negeri tandus dan jelek itu menjadi padang bunga yang indah. Hampir setiap sudut negeri dipenuhi oleh padang bunga yang indah. Andai orang-orang Fantasy Land melihat pemandangan itu, akan keluar kata-kata pujian penuh kekaguman.
Semua itu tentu tidak mudah untuk dilakukan, mereka harus berjuang melawan monster-monster penghuni negeri itu. Mereka harus melalui hari-hari bersimbah darah, karena ada saja monster yang menyerang mereka. Mereka tidak senang dengan keberadaan Jian dan Adrian di tempat itu.
Sampai akhirnya mereka bertarung hidup dan mati dengan ratu para monster. Jika di ingat lagi rasanya Jian merasa bersalah pada sang ratu. Karena bagaimanapun juga negeri ini adalah tempat tinggal sang ratu, sedangkan mereka hanyalah pendatang.
__ADS_1
Jian dan Adrian tidak punya pilihan lain. Kemanapun mereka pergi tidak pernah lepas dari kejaran orang-orang fantasy Land, bahkan sampai ke dunia manusia. Hanya negeri ini tempat yang tidak pernah mereka masuki.
Sang ratu sangat marah dengan adanya pendatang di negerinya. Jelas sekali itu melanggar kesepakatan damai dengan Raja Fantasy Land 100 tahun yang lalu.
"Masa yang lama, anak-anak bau kencur berani datang kemari. Nampaknya sudah bosan hidup" kata sang ratu
"Kirimkan pasukan terbaik kita. Buat dua orang manusia itu menengerti siapa kita sebenarnya."
Namun belum selang sehari pasukan sudah pulang dengan kekalahan. Sang ratu semakin marah dengan situasi yang tidak menguntungkan koloninya itu.
Aku rasa aku harus turun tangan sendiri. Leon jaga kerajaan saat aku pergi.
__ADS_1
"Tapi ratu anda jangan gegabah, apakah kita tidak sebaiknya mencari tau kelemahan mereka sebelum menyerang lagi?" kata komandan pasukan yang bernama Leon.
"Aku, ratu para monster semut, takluk pada para bocah ingusan itu? Jangan berharap."
Tapi anda juga harus memikirkan tuan Sam, jika terjadi apa-apa dengan anda, tuan Sam tidak punya siapa-siapa lagi
Aku tau...tapi ini demi kebaikan Sam juga. Jika para pengganggu itu masih berkeliaran di tanah kita, masa depan generasi penerus akan terancam termasuk Sam.
"Baiklah yang mulia" Leon akhirnya mengalah dan menuruti keinginan sang ratu.
Pasukan segera disiapkan. Sang ratu akan berperang habis-habisan tidak peduli akan menang ataupun kalah. Demi melindungi koloninya dari para pengganggu dari luar. Jika satu dua orang dibiarkan maka akan semakin banyak manusia tanpa sopan santun memasuki negeri ini, dan mengusik ketenangan mereka.
__ADS_1
Namun apakah pertarungan itu akan sanggup sang ratu menangkan?