
Haru dan Scarlet menyusuri sungai perak dengan hati-hati, mereka tidak melepaskan perhatian mereka sedikitpun dari tepi sungai. Mereka menyusuri sungai cukup jauh, namun belum menemukan Jian, Haru mulai cemas.
"Tidak ada tanda-tanda sama sekali apa yang harus kita lakukan?" tanya Haru dengan cemas pada Scarlet.
"Tunggu sebentar" kata Scarlet. Dia berhenti berjalan dan memusatkan pikirannya. Scarlet mencoba mencari keberadaan Jian dengan mencoba mengirim sinyal.
"Sepertinya tidak jauh lagi, dia menjawab sinyal dariku berarti dia baik-baik saja" kata Scarlet kemudian.
"Ayo, kita cepat cari dia" kata Haru dengan sangat tidak sabar sehingga dia tidak sadar menarik tangan scarlet. Scarlet menjadi salah tingkah, namun dia bisa berkata apa-apa sambil mengimbangi langkah haru menyusuri sungai perak lebih jauh.
---
Setelah mencari cukup lama akhirnya mereka menemukan Jian di tepi sungai, pingsan karena kelelahan. Haru mengendong Jian dan bergegas ingin membawanya pergi dari Sungai perak. Tetapi dia teringat bahwa gerbang sungai perak telah ditutup. Apa yang harus dia lakukan.
"Aku tau cara keluar dari sini" kata Scarlet seakan memahami pikiran Haru.Merekapun segera membawa Jian pergi dari tempat itu.
Hari itu mengubah pandangan jelek Haru pada Scarlet. Dia tidak seburuk yang haru bayangkan. Mungkin selama ini dia terlalu berburuk sangka pada Scarlet.
__ADS_1
---
Jian terbangun di kamarnya di Fraksi barat. Kamar itu sudah jarang ia tinggali karena Jian jarang berada di Fantasy land. Dia mendengar pembicaraan di luar samar-samar.
"Dia tidak apa-apa, sebentar lagi dia akan sadar" kata guru Jian pada Scarlet dan Haru.
"Syukurlah" kata Haru.
"Guru bolehkah kami menunggui Jian disini, setidaknya sampai dia sadar" sambung Haru lagi.
"Aku tidak keberatan, aku malah senang muridku ada yang menemani, apalagi ketua Fraksi selatan mau menjadi teman muridku. Selama ini dia selalu sendirian. Jika dia bangun nanti ajaklah dia bicara, semoga dia bisa melupakan apa yang seharusnya dia lupakan" jawab guru Jian.
"Tidak ada, hanya jaga dia baik-baik. Aku akan pergi sebentar" kata guru Jian
---
Haru duduk bersama Scarlet. "Maafkan aku sudah bersikap kasar padamu dulu" katanya pada Scarlet
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya Scarlet bingung.
"Aku selalu mengejekmu sombong. tapi setelah kejadian ini aku tau bahwa kau adalah orang yang baik" kata Haru.
"Juga terima kasih karena sudah membantuku menemukannya, seandainya terjadi sesuatu yang buruk aku tidak tau harus berbuat apa" kata Haru lagi.
"Itu bukan apa-apa, tetapi aku merasa bahwa kau menyukainya. Apakah tebakanku benar?" tanya Scarlet pada Haru.
"Ehmmm ... begitulah, tetapi sepertinya dia menyukai orang lain" jawab Haru.
"Bagaimana kau tau, apakah kau pernah menyatakan perasaanmu padanya?" tanya Scarlet lagi.
"Tidak pernah, hanya saja perasaanku mengatakan demikian."
"Cobalah menyatakan perasaanmu, agar kau tau jawaban sesungguhnya darinya" kata Scarlet memberi saran.
"Mungkin nanti" jawab Haru singkat.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian terdiam. Menyisakan kesunyian di malam yang semakin larut. Namun pikiran mereka penuh banyak tanda tanya yang tidak terjawab. Sedangkan Jian yang mendengarkan percakapan mereka akhirnya mulai memejamkan mata. Kau adalah orang yang baik Haru, teman yang baik, namun hatiku bukan untukmu. Maafkan aku yang telah banyak membawamu dalam masalah dan kesulitan. Katanya dalam hati sebelum ia tertidur lelap, tidur yang lebih nyenyak dari sebelumnya, seakan ada beban yang telah terangkat di hatinya. Dia sudah membuat keputusan.
-Bersambung-