
Jian tersadar di sebuah goa, nampaknya sungai perak bermuara di sana. Air di dalam goa itu tidak berwarna perak lagi. Jian melihat Adrian terbaring lemah di Air. Dia hampir lupa akan kedaaan Adrian, jian bergegas menarik Adrian keluar dari Air.
Jian bingung apa yang harus di lakukan karena Adrian tidak kunjung sadar. Padahal dia sudah menyembuhkan luka-luka di tubuh Adrian dengan kekuatannya namun Adrian tetap diam tidak bergerak. Jian teringat bahwa di film-film biasanya orang akan memberikan nafas buatan. Jian cepat menggelengkan kepalanya. Tidak-tidak itu tidak benar , pikirnya.
Namun akhirnya dia tidak punya pilihan lain. Dia bermaksud mendekatkan wajahnya pada Adrian untuk memberi napas buatan. Namun mendadak mata Adrian yang awalnya tertutup langsung terbuka.
"Apa yang kau lakukan" kata Adrian sambil tersenyum.
"Aku...aku..." jawab jian gugup.
"Aku tidak menyangka Jian adalah orang yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan" kata Adrian dengan wajah serius.
"Aku tidak bermaksud, tadi...." Belum sempat Jian menyelesaikan ucapannya Adrian menarik Jian dan memeluknya dengan erat.
"Aku merindukanmu, aku hanya bercanda" katanya sambil mengusap kepala Jian dengan lembut.
---
Setelah kejadian di sungai perak itu kakaknya mencoba mengambil alih kekuasaan. Dia berdiri di depan istana dan mengumumkan pada semua orang. Bahwa dia bernama Ede, keturunan dari raja terdahulu, serta dia membawa dekret kerajaan yang asli.
__ADS_1
Ede mengungkapkan siapa dia sebenarnya. Setelah mendengar identitas Ede banyak yang setuju untuk mengangkat Ede menjadi raja. Aku harus melakukan ini demi adikku pikir Ede.
Ada juga golongan penentang terutama dari Fraksi selatan. Scarlet tidak bisa menerima keadaan itu. Walaupun Haru mencoba membujuk scarlet.
"Aku akan menemuinya" kata Scarlet.
"Scarlet apa yang kau lakukan, jangan membuat masalah" kata Haru dengan khawatir.
"Aku memang ingin membuat masalah. Sejak kapan Haru yang suka membuat masalah begitu pintar menasehati orang lain." Kata Scarlet dengan marah.
Haru tersentak, perkataan Scarlet memang benar. Tapi dia sangat khawatir pada Scarlet.
"Jangan hentikan aku, aku tidak percaya padanya. Mereka semua pembong, dulu adrian, begitu juga Jian. Mereka semua penghianat fantasy land. Apalagi orang yang tiba-tiba muncul itu." kata Scarlet. Kemudian dia pergi dari hadapan Haru, tanpa sempat Haru mencegahnya lagi.
Dia masuk ke istana dan melihat Ede sedang termenung di kursi tahtanya tanpa ada seorangpun yang menemaninya.
Scarlet langsung menantang Ede.
"Aku takut aku akan melukaimu nona Scarlet" kata Ede sambil tersenyum
__ADS_1
"Jangan banyak bicara ayo kita bertarung" kata Scarlet.
"Ayo kelapangan terbuka saja, disini kita bisa menghancurkan istana" kata Ede lagi.
Scarletpun setuju dan mengikuti Ede ke lapangan terbuka. "Ayo mulai kata scarlet dengan tidak sabar." Dia langsung memanggil pedangnya dan menyerang Ede.
Dengan ringan Ede menangkis serangan Scarlet dengan pedangnya yang berwarna emas. Scarlet terkejut dengan kekuatan pedang itu, apalagi dia tidak melihat Ede mengambil pedangnya. Scarlet harus mengakui bahwa kemampuan Ede sangat luar biasa. Namun harga dirinya membuat dia tetap meneruskan pertarungan yang tidak seimbang itu.
Akhirnya Ede menghentikan pertarungan itu setelah melihat Scarlet roboh ke tanah dan mulutnya mengeluarkan darah.
"Sudah cukup scarlet, aku tidak tau apa yang sebenarnya sedang kau perjuangkan. Kami memang bersalah karena kami tidak menginginkan tahta, kau akan tau jika kau berada di posisiku. Aku hanya ingin melindungi adikku, satu-satunya keluarga yang aku punya" kata Ede sambil membantu Scarlet berdiri. Dia segera membawa scarlet ke tabib istana.
---
Bagaimana keadaan kakakku sekarang, gumam Jian.
"Dia akan baik-baik saja aku yakin dia akan segera datang menemui kita, atau setidaknya dia akan mengirim pesan. Yang penting kita segera keluar dari tempat ini." Kata Adrian menenangkan Jian.
Mereka segera pergi dari goa itu. Mereka takut ada yang menemukan mereka jika terlalu lama berada di goa.
__ADS_1
-Bersambung-