
Sekretaris kerajaan masuk ke dalam ruangan. Dia menunggu saat yang tepat untuk menaburkan racun. Saat Adrian pergi untuk menyuruh pelayan menyajikan makanan dan minuman, dia menaburkan racun itu pada Jian.
Tetapi yang terjadi justru di luar dugaannya. Racun itu tidak berpengaruh pada Jian sama sekali. Justru Adrian yang terkena racun itu saat ia ingin menghampiri Jian, karena khawatir padanya.
"Kakak baik-baik saja?" tanya Jian yang cemas akan keadaan Adrian yang terbaring lemas di lantai.
"Aku...ba..ik baik saja, syukur kau tidak apa-apa" kata Adrian dengan terbata bata, meskipun dia sangat kesakitan sekarang dia masih mencoba untuk menenangkan Jian
Jian sangat marah, dia mencari sekretaris kerajaan yang tadi berada di sana, namun orang itu menghilang tanpa jejak. Kemana perginya sekretaris kerajaan setelah apa yang dilakukannya, gumam Jian dengan geram.
"Jian aku tidak apa-apa, setelah istirahat aku akan segera pulih, bantu aku untuk berjalan kekamar." Jian tersentak, kata-kata Adrian menyadarkannya dari pikirannya yang pergi entah kemana. Saat ini yang paling penting adalah merawat Adrian.
Jian ingin merawat Adrian sampai sembuh, namun Adrian melarangnya. Dia memarahi Jian dan menguruh pelayan mengusir Jian, saat Jian datang ke kediamannya.
Setelah hari itu Adrian mulai berubah. Dia mulai tidak ingat lagi siapa Jian, dan siapa dirinya. Menjadi orang yang sama sekali berbeda dari sebelumnya, dia bertindak sesuka hatinya.
Jian sebenarnya sudah mencoba menceritakan kejadian itu pada orang lain, tetapi tidak ada yang percaya. Mereka hanya menganggap bahwa Jian berbohong karena putus asa ditinggalkan Adrian. Bahkan gurunya juga tidak percaya. Gurunya menasehati Jian untuk menjauhi Adrian, karena dia sebenarnya jahat, hanya saja Jian selama ini tidak sadar. Akhirnya Jian hanya bisa pasrah karena tidak tau apa lagi yang harus dilakukan.
__ADS_1
Flashback end
Haru mengunjungi Jian di fraksi barat, dia sangat senang bisa bertemu Jian lagi. Jian tidak muncul dimanapun lagi, dia hanya berdiam di fraksi barat.
"Jian, aku merindukanmu" kata Haru sambil berusaha merangkul Jian.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan tanganmu! seperti tidak pertemu aku bertahun-tahun saja, padahal cuma beberapa hari, kau terlalu berlebihan" jawab Jian sambil berusaha melepaskan tangan Haru.
"Hei... bagaimana kau bilang begitu, aku mengajakmu pergi bersama ke Fantasy land, tetapi kau malah menghilang setelah upacara pelantikan" balas Haru.
"Aku hanya mengunjungi guruku, bagaimana keadaan di istana?" tanya Jian.
"Aku serius bertanya masalah istana" balas Jian.
"Oh, keadaan seperti biasa, hanya saja banyak penjahat yang ditangkap dan dihapuskan kekuatannya lebih dari biasanya. Kakak ku memang serius memerangi kejahatan, dia hebat bukan?" kata Haru.
"Ya" jawab Jian singkat.
__ADS_1
"Sebaiknya kau pergi, aku sangat sibuk, jangan menggangguku" kata Jian tiba-tiba.
"Kenapa kau tiba-tiba seperti itu
Aku menceritakan tentang istana karena kau bertanya padahu. Kenapa malah marah?" tanya haru bingung.
"Sudah pergi saja, aku benar-benar sibuk." Jawab Jian sambil menarik tangan Haru, dan menariknya keluar dari fraksi barat. Dia mengunci pintu gerbang sehingga Haru tidak bisa masuk.
Haru sangat kesal dengan sikap Jian padanya. Sepanjang perjalanan pulang dia bergumam tidak jelas. Karena matanya tidak fokus menatap kedepan dia menabrak seseorang.
"Aduh, kalau jalan liat-liat dong" kata Haru dengan kesal tanpa melihat siapa yang ditabrak. Saat Haru melihat yang ditabraknya adalah scarlet dia sangat terkejut.
"Gadis sombong" ucap Haru tanpa sadar.
Scarlet terkejut dan langsung marah mendengar perkataan Haru. Dia langsung menarik pedang birunya dan mengacungkannya pada haru. "Anggota fraksi mana yang berani bicara kurang ajar" katanya dengan suara lantang.
Haru membeku ditempat, dia tidak menduga hanya mendapatkan hinaan sedikit Scarlet benar-benar ingin membunuhnya. Gadis ini sangat menyeramkan, pikir Haru.
__ADS_1
-Bersambung-