
Setelah beberapa hari Jian belum juga mendengar kabar dari Adrian. Mau tidak mau dia mulai merasa khawatir. Apalagi pencarian pada Adrian semakin gencar di lakukan.
Sampai akhirnya ia di kejutkan oleh berita penangkapan Adrian. Bagaimana mungkin itu terjadi, aku saja tidak tau persis tempat dia berada itu apa. Siapa yang bisa menemukan keberadaannya, pikir Jian dengan bingung.
"Menurut pasukan yang bertugas saat itu mereka melihat sinar aneh dari arah hutan. Mereka memeriksa sinar itu, dan menemukan Adrian terbaring tidak berdaya di dalam hutan. Mereka lalu segera menangkap dan membawanya keistana" kata orang yang menyampaikan pesan pada Jian.
Jian cuma mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada orang itu.
"Kalau begitu saya pamit yang mulia" kata orang itu segera menghilang dari hadapan Jian.
Setelah orang itu pergi Jian termenung di kamarnya, dia bingung apa yang harus dia lakukan. Bagaimana caranya menyelamatkan Adrian sekarang adalah hal yang paling penting. Tapi Jian tidak tau apa yang harus dia lakukan atau meminta tolong kepada siapa.
Orang misterius berbaju hijau itu muncul di hadapan Jian dengan tiba-tiba. Jian terkejut dengan kedatangan orang itu dan hampir menyerangnya. Orang itu segera menangkis tangan Jian dan mengajaknya bicara.
__ADS_1
"Tenang, dengarkan aku dulu. Aku mempunyai hal penting yang ingin dibicarakan padamu. Jika setelah itu kau masih ingin berkelahi silahkan saja" kata orang itu.
"Bagaimana bisa Adrian tertangkap? Pasti kau yang sudah berkhianat dan memberi tau keberadaannya" tuduh Jian.
"Aku tidak pernah melakukan itu, lagi pula yang ingin aku bicarakan bukan tentang Adrian" jawab orang itu.
"Lalu tentang apa?" tanya Jian dengan heran.
Orang itu mengatakan kepada jian apa yang tidak Jian pahami. Dia berkata mereka sebenarnya adalah saudara kembar tidak identik. Mereka terpisah sewaktu kecil karena di kejar pembunuh yang mengincar keluarga kerajaan. Dia bersama ibunya sedangkan Jian bersama ayahnya, mereka berpencar untuk menghindari pengejar. Ibu mereka berhasil selamat sementara ayah mereka tidak. Semenjak itu mereka tidak tau keadaan Jian. Apakah dia hidup atau sudah mati. Karena keegoisan dirinya maka dia menghindar dari tahta, dan merubah dekret kerajaan secara diam-diam sehingga nama Adrianlah yang tertulis di sana. Dia tidak menyangka bahwa semua itu membuat susah hidup Jian.
"Aku mengatakan yang sebenarnya. Dekret kerajaan itu untukku, namun aku mengubahnya. Tetapi masalah muncul karena ada orang yang salah mengenali kekuatan api dalam dirimu, karena kita saudara kembar."
"Bagaimana aku bisa percaya ucapanmu" kata Jian.
__ADS_1
Laki-laki itu mendekati Jian, membuat jian terkejut dan mundur ke belakang. Dia menahan Jian dan menyatukan dahi mereka berdua. Seketika seluruh memori masa lalu memenuhi kepala Jian tanpa henti. Dan dia juga bisa melihat jelas energi api mengalir dalam darah mereka berdua.
---
Pengadilan sedang berlangsung rasanya dejavu jika Jian mengingat yang di posisi adrian saat ini dulu adalah dirinya. Orang-orang berpendapat bahwa itu adalah pembalasan atas tindakan jahat Adrian selama ini pada Jian
Jian kini mengetahui apa yang terjadi sebenarnya setelah melihat Adrian tersenyum tulus padanya. Dia kini sadar bahwa Adrian bukan tertangkap, tetapi dia sengaja menyerahkan diri untuk menebus kesalahan masa lalunya pada Jian.
---
Dengan semua yang memberatkan Adrian Jian tidak bisa melakukan apapun untuk membelanya di pengadilan. Namun dia sudah bertekat untuk menyelamatkan Adrian. Jian tidak ragu lagi melompat ke sungai perak untuk menolong Adrian sebelum yang lain bisa mencegah. Dia yakin dengan keputusannya kali ini. Dia harus menyelamatkan Adrian sebelum terlambat.
Mereka berdua menghilang dalam sungai perak yang berhilauan menyilaukan mata. Aruh deras membawa mereka berdua entah ketempat apa, Jian juga tidak tau. Tetapi kali ini dia benar benar tidak merasa khawatir. Seakan-akan sungai perak menyampaikan salam persahabatan padanya.
__ADS_1
-Bersambung-