Love Story In Fantasy Land

Love Story In Fantasy Land
Meminta restu untuk menikah


__ADS_3

Setelah sang ratu menghilang, mereka berdua dengan mudah mengalahkan pasukan yang tersisa. para monster pun akhirnya pergi, hingga tidak ada yang tersisa. Entah mereka pergi kemana. Yang jelas Jian tidak pernah melihat mereka lagi.


Setelah para monster pergi. Mereka lalu merubah negeri yang tadinya penuh dengan kesuraman menjadi taman bunga yang indah. Juga tempat tinggal untuk mereka.


5 tahun telah berlalu, dan keadaan sudah menjadi damai. Mereka hidup tenang di negeri tak bernama itu. Adrian memantapkan hati mengajak Jian untuk menikah.


"Sudah lama kita bersama-sama bukan. Kejadian antara hidup dan mati sudah kita lewati" Adrian membuka pembicaraan pada suatu pagi yang cerah.


"Iya, kenapa kak?" Tenya Jian sedikit bingung, tidak biasanya adrian bicara seperti itu.


"Karena itu aku harap kau setuju."


"Setuju tentang apa?"


"Maukah kau menikah denganku. Menemaniku sampai hari tua nanti. Menjadi ibu dari anak-anakku kelak?" Adrian berlutut di depan jian, sambil memberikan sebuah cincin yang indah di jari tangan Jian.


Jian mengangguk sambil berlinang air mata. Ia teringat perjalanan yang mereka lewati tidaklah mudah.


Jian setuju dengan rencana Adrian, namun ia ingin keluarganya menjadi saksi karena itu ia ingin menikah di dunia manusia. Mereka pun pergi menemui Ibu dan adiknya di dunia manusia. Untuk mencegah kemungkinan ada anggota Fantasy Land yang tau, mereka memakai kekuatan pelindung energi, sehingga tidak ada yang dapat mendeteksi kekuatan mereka


"Kak apakah tidak sebaiknya kita juga minta restu pada orangtuamu." Tanya jian, karena Adrian tidak membawa Jian menemui keluarganya.

__ADS_1


"Aku hanya punya keluarga di Fantasy Land."


"Maaf kak, tapi bukankah Haru dan kakak sangat dekat" tanya Jian.


"Dia dan aku hanya mempunyai ayah yang sama tapi beda ibu. Kami tidak begitu dekat."


"Aku baru tau, aku kira kalian berdua sangat dekat. Karena Haru sering sekali membicarakan Kakak."


"Begitu" jawab Adrian singkat tanpa berniat meneruskan pembicaraan.


Melihat Adrian tidak suka dengan topik itu, Jian memilih diam. Mereka lalu pergi kerumah orang tua Jian. Kebetulan Ayah dan Ibunya ada di rumah. Begitu juga dengan Dave. Cuma Tia saja yang tidak ada.


"Ayah akan memberi tau Tia via telepon, dia pasti akan datang di hari pernikahanmu, jadi tenang saja kalian fokus saja merencanakan pernikahan."


"Jadi Adrian orangtuamu akan hadir bukan?" tanya ibunya.


"Orang tua saya tidak ada di dunia ini tante." kata Adrian. Karena ayahnya memang sedang tidak ada di dunia manusia.


"Maaf tante tidak tau, turut bertuka cita,kalau begitu undang teman-temanmu saja nanti." Ibu Jian nampaknya salah paham maksud Adrian.


"Iya tante."

__ADS_1


Adrian hanya mengiyakan apa yang dikatakan orang tua Jian. Meskipun dia sebenarnya tidak ingin mengundang siapapun.


Dia menghabiskan hidupnya di Fantasy Land sehingga dia tidak punya teman disini. Berbeda dengan Jian yang berasal dari dunia manusia. Adrian hanya beberapa kali pergi ke dunia manusia, ketika diajak ayahnya mempelajari dunia manusia normal.


Sementara mengundang orang-orang Fantasy Land itu juga tidak mungkin. Dia tidak yakin apakah mereka masih mau menganggapnya bagian dari mereka. Bahkan meski Haru sekalipun. Dia merasa tidak dekat dengan Haru.


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu, masih banyak yang harus dilakukan" Adrian mengajak Jian pergi.


"Jian, kami tidak keberatan jika kalian menginap disini saja" kata ayahnya sebelum mereka pergi.


"Ia Jian, kamarmu sudah lama kosong." kata ibunya menimpali.


"Tidak apa tante kalau Jian ingin menginap disini, saya masih harus mengurus sesuatu." Jawab Adrian menolak dengan halus.


Jian pun menginap di rumah orang tuanya. Dia merasa itu adalah pilihan terbaik daripada menginap di rumah yang disediakan gurunya. Gurunya akan mengetahui keberadaan mereka di dunia manusia.


~Beberapa hari kemudian~


Hari pernikahan akhirnya tiba. Mereka hanya mengadakan dengan sederhana. Tidak banyak tamu yang datang hanya beberapa kerabat dekat saja. Mereka memang tidak ingin mengundang banyak orang. Khawatir anggota Fantasy Land akan tau keberadaan mereka.


Jian menyalami tamu yang hadir di pesta itu. Namun saat dia melihat ke arah pintu dia sangat terkejut. Terdapat tiga orang yang sangat ia kenal berdiri disana. Memandang mereka berdua dengan ekspresi yang sulit diartikan.

__ADS_1


__ADS_2