Love Story In Fantasy Land

Love Story In Fantasy Land
Dia Kembali


__ADS_3

Jian bermaksud menemui Haru karena dia ingin menjelaskan semuanya pada Haru. Sehingga dia memutuskan pergi ke fraksi utara dimana Haru berada. Namun di tengah jalan dia melihat laki-laki berbaju hijau misterius itu lagi. Jian memilih mengikuti laki-laki itu, dan menunda tujuan awalnya untuk menemui Haru. 'Aku bisa bicara pada Haru lain waktu, yang penting aku harus tau keberadaannya' pikir Jian


Laki-laki itu berjalan dengan tenang menuju tempat yang Jian tidak kenal. 'Tempat ini masih di Fantasy land tetapi aku tidak pernah melihatnya' pikir Jian.


Tiba-tiba laki-laki itu berhenti di tempat yang sepi dan langsung menoleh kepada Jian. "Aku tau kau sedang mengikutiku, katakan apa yang kau inginkan" kata laki-laki itu pada Jian.


"Aku..." kata Jian tergagap.


"Karena tujuan kita sama ,ayo ikut aku!" kata laki-laki itu tanpa memperhatikan jawaban Jian.


"Maksudmu?... Kemana?" tanya jian bingung.


"Bukankah kau ingin bertemu dengannya?" tanya laki-laki itu.


Jian terdiam , sekarang dia mengerti bahwa laki-laki itu mengajaknya menemui Adrian.


Jian tidak tau apakah laki-laki itu sungguh mau memberi tau keberadaan Adrian atau tidak. Tetapi dia tidak bisa membuang kesempatan begitu saja.


---


Jian tidak percaya bisa melihat Adrian sekali lagi. Dengan sorot matanya yang lembut seperti dulu. Sorot mata yang membuat Jian jatuh cinta pada orang itu.

__ADS_1


"Semua akan baik-baik saja" kata Adrian lembut.Berusaha menenangkan Jian yang panik.


"Suatu hari akan datang hari bahagia untuk kita berdua.Terima kasih karena telah bertahan selama ini. Maafkan aku karena telah menyakitimu." Kata Adrian lagi sambil menatap Jian lembut.


Tiba tiba dia tidak ingat lagi akan kesakitan yang pernah dia alami. Air mata pun turun. Namun air mata itu adalah air mata bahagia karena Adrian telah kembali.


Mulai sekarang bolehkah aku egois? Aku ingin memperjuangkan kebahagiaanku dan dirinya. Kata Jian dalam hatinya.


"Tapi aku punya rencanaku sendiri, jadi pulanglah dulu" kata Adrian lagi.


"Tapi."


Baiklah kata Jian akhirnya. Dia pergi dari tempat itu dan kembali ke Istana.


---


Jian jadi penasaran siapa laki-laki berbaju hijau itu sebenarnya. Gurunya mengatakan bahwa dia adalah anak raja terdahulu. Sehingga gurunya sangat hormat pada orang itu.


'Apa keterkaitan laki-laki* itu dengan Adrian*' pikir Jian. Dia tidak habis pikir Kenapa laki-laki itu menolong Adrian.


---

__ADS_1


Hari itu Scarlet menemui Jian. Ia ingin menyampaikan pesan para pejabat kerajaan pada Jian. Sekaligus mengetahui perasaan Jian pada Haru.


"Yang mulia saya ingin membicarakan sesuatu" kata scarlet.


"Silahkan" jawab Jian.


"Mengenai pernikahan yang mulia itu harus dilaksanakan secepatnya. Karena keadaan sudah mendesak. Yang mulia harus segera memilih pendamping hidup" kata Scarlet.


"Aku tau" kata Jian pada Scarlet.


"Jadi, bagaimana dengan Haru?" tanya Scarlet


"Haru, aku tidak yakin " jawab jian.


"Kenapa bukankah Haru sangat menyayangi yang mulia. Dia kurang apa?" tanya scarlet sedikit meninggikan suaranya. Terlihat ada emosi terpendam di sorot matanya.


"Aku tidak yakin aku bisa bersamanya, aku tidak mencintainya. Aku hanya tidak mau menyakitinya dengan kebohonganku" jawab Jian jujur.


Scarlet menarik nafas dan berkata. "Saya penasaran siapa yang mampu menarik hati yang mulia. Karena yang mulia sangat beruntung disukai oleh orang seperti Haru. Tapi yang mulia harus memikirkan pendamping hidup secepatnya." Kata Scarlet sambil membungkuk hormat, lalu pergi dari tempat itu.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2