Love Story In Fantasy Land

Love Story In Fantasy Land
Dua Jiwa Dalam Satu Tubuh


__ADS_3

Jian terus berada di dunia manusia normal, dia tidak ingin kembali ke Fantasy land dulu. Sementara di Fantasy land terus di lakukan pencarian penculik misterius itu.


Namun tiba-tiba Jian dipanggil ke Fantasy land. Membuat Haru cemas dengan apa yang terjadi. Entah kenapa Haru merasa firasat buruk.


---


Sementara itu Adrian terus tersenyum hari itu, dia begitu bahagia. Tidak jelas apa yang membuatnya bahagia, sampai-sampai membuat staf istana bingung. Mereka mulai kasak-kusuk membicarakan sikap raja mereka yang aneh.


"Ada apa dengan yang mulia, tidak biasanya terlihat sangat bahagia."


"Benar" kata yang lain.


---


Jian sampai di Istana Fantasy land. Dia langsung di sambut oleh pelayan istana dan dibawa ke sebuah ruangan. Terlihat Adrian sudah duduk dengan santai dalam ruangan itu. Dia tidak bereaksi apa-apa saat Jian masuk kedalam ruangan.


"Yang mulia memanggil saya" kata Jian mencoba untuk menjaga kesopanan. Namun otaknya terus berpikir bagaimana bisa segera pergi dari tempat itu.


"Ayo duduklah" kata Adrian.


Jian duduk di depan Adrian. Dia mencoba menebak apa yang dipikirkan Adrian, namun tidak dapat menemukan petunjuk sedikitpun.

__ADS_1


"Kau tau bukan bahwa istana sedang mencari seorang penculik" kata Adrian sambil memperhatikan reaksi Jian.


"Saya tau, tetapi apa hubungan tentang penculik dengan yang mulia memanggil saya?" tanya Jian penasaran.


"Pejabat-perjabatku sudah melakukan pencarian, semua bukti mengarah padamu. Bagaimana pendapatmu?"


"Apa...maksud yang mulia?" Jian terkejut dan juga heran dengan sikap Adrian. Jika memang istana menemukan bukti bahwa dia adalah penjahat yang dicari, kenapa mereka tidak langsung menahannya. Kenapa pula Adrian memanggilnya ke ruangan ini.


Adrian hanya tersenyum dan menatap Jian. "Jadilah ratuku, maka kau akan dibebaskan" katanya dengan tegas.


Jian diam saja, tidak menolak ataupun mengiyakan. Entah dia masih bingung atau dia tidak tau harus berkata apa.


"Aku mencintai kekasihku, tetapi kau bukan dia, kau telah berubah menjadi orang lain" jawab Jian sambil memandang Adrian tajam.


"Aku adalah dia, dia adalah aku, kami adalah dua jiwa dalam satu tubuh. Jika kau menikahiku bukankah sama saja dengan menikahinya?"


Jian tidak ingin menjawab lagi, dia diam seribu bahasa. Melihat Jian yang diam membuat Adrian kesal.


"Kalau kau tidak menuruti keinginanku, kau akan dilemparkan ke sungai perak, pikirkan itu baik-baik. Pengawal tahan dia!!"


Pengawal membawa Jian ke ruang tahanan. Jian tetap tidak mau menyerah, dia tidak ingin berbicara kepada siapapun. Dia tidak bisa menyalahkan Adrian. Bagaimanapun keadaan ini di luar kuasanya. Namun Jian menyesali kenapa nasib seperti ini harus menimpanya.

__ADS_1


Kenapa orang yang sangat ia cintai memperlakukannya seperti ini.


---


Setelah beberapa hari, banyak orang yang mencari Jian dan ingin menyelamatkannya dari dalam tahanan. Namun nampaknya Jian sudah menyerah, dia tidak ingin di selamatkan.


Dia hanya mengatakan "biarkan pengadilan yang membuktikannya" setiap kali ada orang yang datang menjenguknya di penjara.


---


Haru mencoba menemui guru Jian dan meminta bantuan. Gurunya sangat marah, dia rasanya ingin menghancurkan istana saat itu juga. Namun Jian bahkan tidak mau berbicara padanya


"Kau tau dia telah dibutakan oleh cinta, bahkan dia tidak mau berbicara denganku."


"Tetapi apa guru akan diam saja, bagaimana jika Jian dilemparkan ke sungai perak. Bukan hanya kehilangan kekuatannya, saya takut..." kata Haru dengan khawatir.


"Persoalan sungai perak jangan khawatir, aku tau muridku dengan baik" jawab guru Jian.


Haru masih bingung dengan perkataan gurunya Jian. Tetapi dia tidak bisa bertanya lagi, karena waktu persidangan hampir tiba. Haru berpikir setidaknya dia harus memberikan pembelaan pada Jian, di ruang sidang nanti. Merekapun segera pergi ke istana untuk menghadiri persidangan.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2