Love Story In Fantasy Land

Love Story In Fantasy Land
Bertarung Antara Hidup dan Mati dengan Sang Ratu


__ADS_3

Sang ratu pergi tergesa-gesa. Tanpa pamit pada anaknya Sam. Sam yang masih remaja terbangun dari tidurnya. Menemukan ibunya sudah tidak berada dalam kerajaan koloni mereka.


"Paman Leon, kenana mama pergi, kenapa aku tidak melihatnya?"


"Ratu hanya pergi sebentar untuk mengecek pasukan. Sebentar lagi akan kembali."


"Aneh, biasanya mama selalu memberitahuku jika ingin pergi. Baru kali ini mama pergi tanpa pamit."


"Tuan Leon jangan khawatir ratu hanya pergi sebentar, ratu akan baik-baik saja. Siapa yang sanggup mengalahkan ratu koloni semut. Selama ratusan tahun ini. Tidak ada bukan." Jawab Leon mencoba menenangkan Sam.


"Iya aku tau paman. Tapi perasaanku tidak enak. Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mama."


Sam memandang jauh ke barisan pepohonan yang hitam legam di depan istana. Langit yang kelabu khas kerajaan koloni mereka. Pemandangan suram yang mereka sukai. Walaupun manusia melihatnya sebagai pemandangan buruk.


'Kapan mama pulang' katanya lirih.


~Di tempat lain~


"Kalian benar benar anak-anak tidak tau diri berani memasuki daerah orang lain tanpa izin." Sang ratu datang dengan rangat marah pada Jian dan Adrian.


"Ratu, kami sudah mengatakan berkali-kali. Kami hanya memohon izinkan kami tinggal disini itu saja. Kami tidak akan merusak apapun. Tidak akan membahayakan siapapun."


"Manusia dan monster tidak bisa hidup bersama. Begitulah hukum alamnya. Dengan adanya kalian disini kalian mengancam kehidupan para monster."

__ADS_1


"Kami tidak akan mengganggu kalian. Tolong beri kami sedikit tempat untuk tinggal. Kami tidak tau harus pergi kemana lagi." Jian memohon pada sang ratu.


"Kalian bermimpi." 


Sang ratu menyerang mereka berdua tanpa basa-basi lagi. Dia mengeluarkan cairan berwarna hitam yang keluar dari tangannya yang banyak.


Jian dan Adrian langsung mengeluarkan kekuatan mereka juga. Pasukan sang ratu semakin banyak dan terus mengepung mereka. Mereka berdua kewalahan menghadapi musuh yang semakin banyak. Napas mereka rasanya makin menipis, udara semakin pengap menyesakkan dada.


Dalam pertarungan kekuatan antara hidup dan mati. Tiba-tiba ia teringat pesan gurunya. Bahwa tidak akan menyelesaikan masalah jika melawan kekerasan dengan kekerasan.


'Kak, kita hentikan saja"


"Apa? Kau bercanda."


"Aku tidak akan menyerah"


Adrian mendorong jian pergi dari kepungan dengan sisa kekuatannya. Pertarungan terus berlanjut saat itu Adrian tiba -tiba lengah dan racun sang ratu mengenai Adrian.


Anehnya tiba-tiba posisi sang ratu dan Adrian berubah. Karena posisi yang tidak menguntungkan sang ratu terdorong ke pinggir tebing oleh kekuatannya sendiri yang berlebihan. Adrian pun memanfaatkan keadaan menggunakan tubuhnya untuk membuat sang ratu jatuh.


Jian tidak menyangka bahwa itulah strategi yang dikatakan Adrian tadi. Yaitu jika situasi tidak menguntungkan maka Adrian akan mengorbankan dirinya demi keselamatan Jian.


Adrian bersama sang ratu jatuh ke jurang. Sementara Jian berjuang mengalahkan pasukan sang ratu yang masih tersisa. Sampai akhirnya ia bisa mengalahkan mereka,  dan kemudian pergi ke dasar jurang.

__ADS_1


Anehnya dia menemukan Adrian sedang duduk seorang diri di dalam jurang, tidak ada tanda-tanda keberadaan sang ratu.


"Apa yang terjadi kak, dimana sang ratu?"


"Aku juga tidak tau saat aku jatuh aku melihat sang ratu terluka parah, lalu dia menghilang begitu saja."


"Aneh, kenapa bisa seperti itu kak?"


"Siapa tau itu adalah akhir hidup para monster. Jika mereka meninggal jasad mereka akan menghilang."


"Tapi pasukan diatas...tidak."


"Apakah kau benar-benar mengetahui karakteristik para monster."


"Tidak...tapi."


"Kalau begitu bisa saja aku benar."


"Sudah jangan pikirkan lagi ayo kita kembali. Sepertinya akan turun hujan. Ayo kita mencari tempat untuk berteduh.


"Iya.. Jawab Jian lemah."


Dalam hati Jian masih banyak keraguan. Apakah yang dikatakan Adrian itu benar. Ataukah Adrian menyembunyikan sesuatu darinya.

__ADS_1


__ADS_2