
Jian terbangun dari mimpinya. Selalu mimpi yang sama, dan semakin hari mimpi itu semakin jelas. Dalam mimpi itu Jian melihat langit sangat gelap dan kilat menyambar . Seorang laki-laki membawa anak kecil yang terus menangis kencang menyusuri hutan yang lebat. Laki-laki itu akhirnya menemukan goa untuk berteduh. Kemudian terdengar suara berisik, membuat laki-laki itu memeluk bayinya lebih eret.
Dia akhirnya memutuskan meninggalkan bayi itu seorang diri dalam goa. Mungkin untuk mengalihkan perhatian orang-orang yang mengejar mereka. Namun saat laki-laki itu kembali lagi anak itu sudah tidak ada. Karena panik laki-laki itu tertangkap dan dibawa pergi oleh orang-orang yang mengejarnya.
Adegan berganti, Jian melihat ayah ibunya, namun terlihat sangat muda.
"Apa yang kita harus lakukan dengan anak ini sayang?" tanya Ayahnya.
"Bagaimana kalau kita merawatnya sayang, kita sudah lama tidak punya anak" sahut ibunya.
"Tapi sebaiknya kita laporkan dulu ke polisi. Bagaimana kalau orang tuanya mencari?"
"Baiklah, tapi jika tidak ada yang mencari anak ini ayo kita mengangkatnya sebagai anak. Aku sangat menyukai anak ini." Kata ibunya sambil mencubit lembut bayi yang digendongnya.
"Baiklah" kata ayahnya.
"Aku akan memanggilnya Jian, sesuai nama yang aku siapkan untuk anak pertama kita" kata ibunya lagi.
"Baiklah mulai sekarang namamu Jian, tinggallah bersama kami sampai ayah dan ibumu menjemputmu" kata ayahnya mencoba mengajak bicara bayi kecil itu.
__ADS_1
Jian tidak mengerti tentang semua yang mimpi itu maksudkan. Mungkin tepatnya dia tidak mau mempercayainya. 'Tidak mungkin ayah dan ibu bukan orang tua kandungku' pikirnya dalam hati.
---
Jian memutuskan untuk kembali ke Fantasy land. Jian yakin ada jawaban akan mimpi yang selama ini menghampirinya itu di Fantasy land. Sehingga dia bertekat untuk kembali ke sana. 'Setidaknya aku sudah menyelesaikan hukumanku, mereka tidak akan menghukumku untuk kedua kalinya bukan?' pikirnya.
Sampai di Fantasy land Jian terkejut karena fraksi barat lebih sibuk daripada biasanya. Apa yang sedang terjadi disini?
Terlihat Scarlet sedang berdiskusi dengan gurunya. Sementara itu banyak orang membawa senjata masing-masing sedang berlatih di lapangan terbuka.
Apa ini?
Apakah persiapan perang?
Scarlet melihat jian lalu memanggilnya. "Jian, apa yang kau lakukan disana ayo bergabung bersama kami disini" kata Scarlet memanggil Jian.
Jian lalu mendatangi Gurunya dan juga Scarlet, dia duduk tenang di samping mereka.
"Jian apa kau merasa baik-baik saja?" tanya Scarlet pada Jian.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja" jawab Jian singkat.
"Bagaimana kekuatanmu, apakah sudah kembali?" tanya Scarlet lagi.
Jian ingin menjawab, namun gurunya lebih cepat berbicara menjawab pertanyaan scarlet. "Dia tidak pernah kehilangan kekuatannya sejak awal" jawab gurunya.
"Bagaimana semua itu mungkin?" tanya Scarlet tidak percaya.
Bagaimana mungkin seseorang yang masuk kedalam air sungai perak namun kekuatan spesialnya masih tetap ada? Bukankah sungai perak akan menghilangkan kekuatan siapapun anggota Fantasy land yang masuk di dalamnya? Bukan hanya kehilangan kekuatan, dalam beberapa kasus bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa disana. Tetapi sekarang Jian baik-baik saja.
"Apa yang tidak mungkin, kau pikir jika tidak spesial, bagaimana mungkin aku mengangkatnya menjadi murid" jawab guru Jian.
"Anda benar" sahut scarlet singkat setelah mengerti keadaannya.
"Jian kekuatan itu adalah kekuatan cermin. Kekuatan itu sudah ada pada calon raja/ratu semenjak mereka kecil".kata gurunya menjelaskan pada Jian.
"Maksud guru?" tanya Jian tidak mengerti.
"Kau adalah pemimpin Fantasy land yang sesungguhnya, bukan Adrian. Kami sedang melakukan persiapan untuk menuntut hak mu kembali."
__ADS_1
Jian terkejut dengan apa yang dikatakan gurunya. Bukan itu yang aku inginkan gumam Jian pelan. Namun suaranya terlalu kecil sehingga tidak ada yang mendengar.
-Bersambung-