
Hari ini hari minggu Jian punya janji untuk bertemu dengan adik tirinya Dave, sehingga Jian menolak ajakan Haru untuk menemaninya jalan-jalan.
Dave dan Jian duduk bersama di cafe. Ada suasana canggung yang kentara di antara mereka berdua. dia sudah lama tidak bertemu dengan adiknya namun karena kejadian masa lalu, rasa canggung itu tidak pernah hilang.
“Bagaimana kabarmu?” tanya Jian, mencoba memulai pembicaraan
“Aku baik-baik saja, hanya sebentar lagi ujian, jadi aku sibuk belajar dan tidak bisa pergi kemana-mana” jawab Dave.
“Kakak bagaimana?” tanya Dave pada Jian.
Haru bermaksud pergi membeli makanan untuk kucing kesayangannya.Di perjalanan dia melihat jian duduk di sebuah cafe dengan seseorang. Haru agak kesal karena Jian menolak ajakannya dan pergi dengan orang lain.
“Jian, sedang apa disini?” tanya Haru yang baru saja masuk ke dalam cafe.
“Ah, Haru...” jawab Jian yang agak terkejut melihat Haru.
“Kau menolak ajakanku dan pergi dengan orang lain, aku sangat terluka” kata Haru sambil memasang wajah terluka.
“Siapa ini, pacar kakak?” tanya Dave penasaran dengan sikap Haru.
__ADS_1
“Bukan siapa-siapa, jangan hiraukan, dia tidak penting” jawab Jian acuh tak acuh.
“Hei, bagaimana aku tidak penting?” protes Haru dengan wajah cemberut.
“Perkenalkan aku Dave, adik Jian” kata Dave sambil mengulurkan tangannya pada Haru.
“Aku Haru, senang berkenalan denganmu” Jawab Haru menjabat tangan Dave.
Mereka lalu duduk di cafe itu bertiga. Dave menceritakan bahwa dia adalah saudara tiri Jian, setelah. Setelah ayah mereka meninggal, jian dan adik-adiknya tinggal terpisah. Jadi terkadang dalam beberapa bulan Dave akan datang ke Jakarta untuk bertemu Jian, dan menceritakan kabar keluarganya.
Dave bercerita banyak hal tentang keluarganya, dan tentang adik perempuannya Tia yang masih membenci Jian. Dia memberi tau Jian untuk tidak khawatir dengan keluarganya, karena mereka baik-baik saja. Haru hanya mendengarkan saja pembicaraan mereka, dia tidak banyak bicara seperti biasanya. Dia merasa ada yang aneh dengan hubungan Jian dengan keluarganya
“Sepertinya aku harus segera pergi” kata Dave setelah beberapa lama.
Dave pun pergi meninggalkan cafe, menyisakan Haru dan Jian. Haru menatap Jian penuh arti
“Ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Jian.
“Tidak ada, aku hanya menunggumu untuk bercerita” jawab Haru. Haru sebenarnya penasaran dengan keluarga Jian. Namun dia tidak ingin memaksa Jian bercerita, karean Jian tampak berat untuk menceritakannya.
__ADS_1
“Sebentar lagi adalah hari pelantikan, apakah kau akan pergi ke Fantasy land” tanya Haru pada Jian untuk mengalihkan pembicaraan.
“Sebenarnya aku tidak ingin pergi, tetapi kita semua harus pergi bukan?” jawab Jian dengan jujur.
“Kenapa?” tanya Haru penasaran.
“Tidak ... aku hanya tidak ingin pergi” jawab Jian.
“Oh, kalau begitu kita pergi bersama nanti” kata Haru. Haru merasa bahwa Jian terus menyembunyikan seasuatu namun dia tidak ingin menekan Jian lebih jauh.
“Baiklah” kata Jjian.
---
Fantasy Land
Sejauh mata memandang Fantasy Land penuh dengan tumbuhan beraneka warna yang memancarkan cahaya. Bangunan-bangunannya sangat mewah seperti istana di negeri dongeng. Jalan-jalannya berwarna putih dan sangat indah untuk dilihat. Fantasy land selalu indah dilihat berapa kalipun kau melihatnya.
Jian berjalan di jalan menuju istana Fantasy Land. Hari ini adalah hari pelantikan raja baru Fantasy Land. Hampir semua anggota Fantasy land akan berkumpul di istana untuk acara itu, sehingga jalan-jalan menuju istana sangat penuh.
__ADS_1
Jian dan haru memasuki istana. Namun Jian tampak terkejut saat seseorang menghampirinya dan Haru. Orang itu adalah orang yang sangat ia rindukan sekaligus orang yang ingin dia hindari, Adrian.
-Bersambung-