Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)

Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)
Perjodohan pangeran dan putri


__ADS_3

Halo semua para readers dan para author terkasih, jumpa lagi dengan aku.Kali ini aku akan menulis cerita dengan gendre yang berbeda, kisah ini murni hasil dari ngehalunya aku ya, kalau pun ada kesamaan tempat, nama tokoh, alur ceritanya,latarnya dan lain-lain itu hanya kebetulan semata karena cerita ini fiksi belaka yang tak pernah terjadi didunia nyata ya guys. Mohon untuk selalu mendukung setiap karya-karyaku ya, dengan selalu membudayakan meninggalkan jejak sebelum memulai membaca atau menutup novel ini dengan memberikan like, komen, hadiah, vote,rating,dan follow juga authornya ditunggu dukungannya. makasih.


😊😊😊😊😍😍😍😍


,


,


,


πŸ’–πŸ’–πŸ’–Happy ReadingπŸ’–πŸ’–πŸ’–


,


,


,



Dinasti Joseon, Tahun 1497


Pertengahan tahun 1497 Dinasti Jeseon sedang berada dalam masa puncak kejayaannya. Pada saat itu kerajaan dipimpin oleh raja Kim in hong, dia mempunyai seorang ratu cantik yang bernama Oh yeon-a dan dikarunia seorang putra bernama Kim mo myung dan seorang putri bernama Kim go ara tapi dia sudah meninggal dunia karena dibunuh oleh pemberontak. Seperti tradisi yang sudah-sudah, seorang raja pastilah mempunyai selir yang tujuannya untuk memperkuat kerajaannya dengan menikahi para gadis bangsawan dikota itu.


Demikian pula dengan raja Kim in hong, dia juga mempunyai 10 selir dan dari masing-masing selir mempunyai seorang anak. Namun dari ke 10 selir tersebut ada satu selir yang amat serakah dan berambisius untuk menggeser posisi putra mahkota dari anak sang ratu yang beberapa pekan lagi akan diadakan acara ritual pengangkatan putra mahkota.


Selir tersebut bernama Yeon hwa, dia dan sekutunya atau para mentri yang menjabat dikerajaan itu dalam banyak bidang, diam-diam sedang mengatur siasat untuk menyingkirkan calon putra mahkota yang tidak lain adalah pangeran Mo myung, sebelum dia diangkat menjadi putra mahkota.


Sebenarnya dari dulu hubungan keluarga ratu Oh yeon-a dan selir Yeon hwa tidak baik karena selir Yeon hwa selalu menentang aturan ratu Oh Yeon-a karena rasa tidak sukanya terhadap sang ratu. Demikian pula dengan para pangerannya karena perseteruan ibu mereka, mereka juga selalu bersikaf dingin meski mereka adalah saudara karena sama-sama anak raja meski terlahir dari ibu yang berbeda.


...*******...


Pagi itu pangeran Mo myung baru terbangun dari tidurnya. Sementara pada dayang dan pelayannya sudah siap didepen kediamannya untuk melayani sang pangeran mereka. Pangeran Mo myung langsung memanggil pelayan setianya yaitu Gyeon-i.


"Gyeon-i!! Cepat masuk kekamarku!" teriak pangeran Mo myung.

__ADS_1


Pemuda tampan nan imut itu pun masuk kedalam kamar sang pangeran. Gyeon-i dan pangeran Mo myung memang berumur sebaya tapi karena mereka terlahir dikasta yang berbeda, pangeran Mo myung terlahir dari sang ratu dan raja sedangkan Gyeon-i orang tuanya hanyalah seorang rakyat jelata hingga nasib mereka pun berbeda.


Gyeon-i masuk kekamar sang pangeran sambil terus membungkuk dengan kedua tangan disilangkan dibawah perutnya untuk menunjukan rasa hormatnya pada sang pangeran.


"Iya yang mulia, hamba sudah ada disini" ucap Gyeon-i tanpa berani melihat wajah sang pangeran tampan tapi amat dingin dan arogan itu.


"Saya mau mandi, cepat sediakan air mandi saya, karena hari ini saya mau mandi susu sambil berendam dengan ditaburi berbagai macam bunga diatasnya" titah sang pangeran.


"Baik yang mulia" ucap Gyeon-i sambil menunduk patuh.


Kemudian dia segera pergi untuk menyiapkan tempat mandi sang pangeran. Tapi, baru beberapa langkah dia melangkahkan kakinya, Gyeon-i memutar balik tubuhnya menghadap sang pangeran yang saat itu masih terduduk ditempat tidurnya, lalu dia berkata pada sang pangeran.


"Pangeran! Maaf, tadi paduka raja menyuruhku untuk memintamu agar menemui paduka raja dipaviliunnya"


"Ada apa baginda raja memanggilku?" tanya pangeran Mo myung tanpa melihat Gyeon-i.


"Hari ini paduka raja akan mengadakan jamuan makan dengan keluarga bangsawan tuan Lee jong suk, dia akan datang bersama putrinya nona Hae soo. Mengingat sebentar lagi pangeran Mo myung akan diangkat jadi putra mahkota, seiring dengan itu paduka raja juga sudah menyiapkan calon putri mahkota yang kelak akan memberi keturunan untuk kelangsungan kerajaan ini. Itu artinya nona Hae soo adalah calon istrimu yang mulia" tutur Gyeon-i.


Mo myung lalu mendengus kesal karena hal yang paling tak diinginkannya akan terjadi juga. Ya, sebenarnya dia tak siap kalau harus menikah diusianya yang masih muda. Tapi sebagai calon putra mahkota yang harus patuh dia harus menerima semua yang telah ditentukan oleh sang raja. Setelah itu Gyeon-i berpamitan.


...******...


Mo myung, pengawalnya dan para dayangnya baru memasuki paviliun raja. Dia lalu memberi hormat pada sang raja dan para tamu yang tadi diceritakan oleh Gyeon-i. Tatapan tajam Mo myung langsung tertuju pada satu gadis cantik yang sebelumnya tak pernah dia temui.


"Apakah gadis itu yang akan dijodohkan denganku?" batin Mo myung seraya tersenyum kecut dengan tatapan yang tak bisa tergambarkan.


Dia lalu duduk ditempat yang sudah disiapkan dekat dengan sang raja dan berhadapan dengan gadis bangsawan yang akan dijodohkan dengannya. Hae soo tersenyum pada pangeran Mo Myung yang akan jadi calon suaminya lalu memberi hormat padanya.


Sementara Mo myung yang saat itu masih menatap gadis cantik itu langsung memalingkan wajahnya dari Hae soo, pertanda ketidak sukaannya pada gadis bangsawan itu. Hae soo yang sudah mencari tahu tentang watak dan kepribadian sang pangeran seperti apa? Tetap menyunggingkan senyuman termanisnya karena dia paham akan sifat sang pangeran yang dingin dan angkuh.


"Tak apa sekarang kau mengacuhkanku pangeran, tapi lihat saja nanti aku akan menaklukan hatimu" batin Hae soo penuh keyakinan dengan masih terus tersenyum seraya menatap sang pangeran.


Raja Kim in hong lalu memperkenalkan putranya Mo myung pada tuan Jong suk dan putrinya Hae soo. Demikian pula dengan Mo myung, dia pun diperkenalkan pada calon istri dan calon ayah mertuanya. Namun seperti biasa, hanya tatapan dingin yang tersirat diwajah tampannya itu.


Rupanya sebelum datang keistana raja, Lee jong suk dan putrinya telah mempersiapkan hadiah untuk sang raja, ratu dan pangeran Mo myung. Lee jong suk dan Hae soo lalu menyuruh pelayannya untuk memberikan hadiah pada mereka.

__ADS_1


"Yang mulia pangeran Mo myung, hamba belakangan ini suka belajar memasak dan hamba telah membuatkan kue beras spesial untukmu, semoga kau suka" tutur Hae soo lalu menyuruh pelayannya untuk menyajikan makanan dimeja makan sang pangeran.


Mo myung hanya menatap datar kue beras buatan Hae soo padahal tampilannya sangat cantik dan menarik hingga membuat orang yang melihatnya akan menelan salivanya karena tergiur dengan aroma dan kelezatannya.


Menyadari tak ada respon apa pun dari Mo myung yang terus terdiam kaku, sang raja lalu menyuruhnya untuk mencicipi kue beras buatan Hae soo untuk menghargai usahanya yang sudah bersusah payah membuat kue beras itu.


Mo myung lalu mengambil sumpit dan mulai mencoba kuenya setelah dicicipi oleh dayang penyicip duluan untuk memastikan kalau didalam makanannya tidak ada racun. Seperti itulah kebiasaan dalam kerajaan saat sang raja dan keluarganya hendak makan pasti dicicipi dulu oleh dayang penyicip.


Mo myung mulai mengunyah dan mengecap rasa kuenya, tapi tiba-tiba dia memuntahkan kembali makanan dalam mulutnya sambil berkata dengan sikaf dinginnya.


"Puuh! Dari semua makanan yang pernah kucoba ini makanan paling tidak enak yang pernah kumakan"


Putri Hae soo hanya menunduk sedih ketika sang pangeran tak menyukai makanan buatannya. Tak percaya dengan apa yang diucapkan Mo myung lalu sang raja bertanya pada dayang yang tadi mencicipi kuenya.


"Dayang Choi, Apakan benar kuenya tidak enak?"


Dayang Choi tak langsung menjawab pertanyaan sang raja, dia melirik pada sang pangeran lalu dia segera menundukan pandangannya karena takut dengan tatapan sang pangeran yang mengintimidasinya. Hingga akhirnya raja Kim in hong bertanya lagi untuk yang kedua kalinya.


"Ma,, ma,, maaf yang mulia, sebenarnya rasa kue itu,,, rasanya,,,enak" jawab dayang Choi terbata-bata sambil menunduk dan memejamkan matanya karena takut pada sang pangeran.


Dia tahu sang pangeran pasti menghukumnya dengan hukuman amat berat karena jawabannya itu, tapi dia sendiri tidak bisa berbohong kalau rasa kuenya emang benar enak. Dan dia takut kalau sang raja mencoba sendiri rasa kuenya jika dia berbohong pasti ketahuan oleh sang raja.


Tatapan Mo myung yang melotot seperti kedua bola matanya hendak keluar membuat sang dayang makin takut dan terus mengutuki dirinya sendiri dalam hati.


"Saya tidak suka dengan kuenya ini membuat selera makan saya hilang, cepat ganti dengan yang lain" titah sang pangeran dengan pongahnya pada para dayang yang ada ditempat itu.


Sang raja yang merasa tidak enak hati lalu meminta maaf pada putri Hae soo dan Lee jong suk atas kelakuan pangeran Mo myung. Tentu saja mereka mau memaluminya karena mereka sudah tahu pangeran Mo myung itu seorang yang amat dingin dan arogan. Setelah itu mereka menikmati hidangan yang sudah disediakan.



Acara jamuan makan pun kini telah usai, sang raja dan tuan Jong suk mulai merencanakan acara pernikahan pangera Mo myung dan putri Hae soo. Sementara Mo myung sendiri hanya terdiam dan terus asyik dengan lamunannya sendiri karena dia tak tertarik sedikit pun untuk membicarakan pernikahan itu.


Acara pun kini telah selesai, Jong suk dan Hae soo lalu berpamitan pulang, sementara Mo myung memilih untuk kembali kekamarnya. Saat hendak meninggalkan paviliun sang raja, Mo myung dan Hae soo tak sengaja berpapasan, Hae soo lalu mempersilahkan Mo myung untuk duluan keluar dengan penuh rasa hormat.


"Hae soo! Kau mau jadi istriku? Jangan harap hidupmu akan tenang" ancam Mo myung dengan berbisik didekat telinga Hae soo lalu dia pergi

__ADS_1


Sontak itu membuat gadis cantik itu terhenyak kaget seraya menatap kekepergian sang pangeran dengan kedua bola matanya membulat sempurna.


Next, , ,


__ADS_2