Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)

Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)
Tusuk konde


__ADS_3

"Mo myung, aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus ganti atas semua kerusakan yang udah kamu buat" ucap Rachel memperingati.


"Caranya?" tanya Mo Myung dengan wajah datarnya.


"Ya beli lagi yang sama persis kaya ini" jawab Rachel.


"Uang dari mana?" tanya Mo Myung lagi.


"Oh Iya ya, dia kan gak punya uang buat makan aja numpang ke aku tapi,,," gumam Rachel pelan.


"Pokonya aku tidak mau tahu kamu harus ganti home theater ini" sentak Rachel.


...**********...


Beberapa hari kemudian.


Rachel Sedang masak didapur untuk sarapan pagi sementara Abah Umar sudah pergi kekebun pagi-pagi sekali. Nanti setelah selesai masak dia akan mengantar makanannya kekebun.Saat sedang masak tiba-tiba handphonenya bergetar.


Dreeetttt,,, dreeettt,,,dreettt,,,


Rachel buru-buru meraih layar pipih itu, dilihatnya ada panggilan masuk kehandphonenya.


📞Halo, nyonya Lin. Ada apa pagi-pagi sudah menelepon saya?


📞Saya cuma mau ngasih tahu kamu, kalau akhir pekan nanti, saya dan keluarga saya akan berlibur divila' jawab nyonya Lin diujung telepon.


📞Hah! mau ke vila?' Rachel kaget bercampur panik.


📞Iya, Emang kenapa? Kamu kaya keberatan?


📞Eeee,,, ngga nyonya, saya tidak keberatan ko, Iya saya akan bereskan vilanya.


📞Ya sudah, itu saja yang ingin saya bicarakan dengan kamu.


📞Iya nyonya.


Panggilan telepon pun terputus.Mendapatkan panggilan telepon itu membuat Rachel panik dan bingung pasalnya dia belum bisa mengganti televisi majikannya itu.


Setelah dia selesai masak Rachel segera bergegas menemui Mo Mayung tentunya untuk ngomelin dia habis-habisan dan untuk mendesaknya agar mencari cara supaya dia bisa mengganti televisi milik majikannya sebelum mereka datang ke vila untuk berlibur.


...********...


Di vila


Dengan perasaan kesal dan marah Rachel segera mencari keberadaan pemuda dingin itu untuk menumpahkan semua kekesalannya.


Dan tak berapa lama dia akhirnya menemukan Mo Myung yang sedang duduk disofa ruang keluarga,netranya menatap pakaian yang tersimpan diatas meja dihadapannya itu.


Pakaian berbahan kain sutra yang dulu dia kenakan saat pertama kali menginjakan kaki didaerah ini. Mo Myung lalu melipat rapi pakaiannya itu kemudian menyimpannya disebuah kotak berbentuk persegi empat dan ada penutupnya.


Tapi ketika dia mengangkat pakaiannya ada sesuatu yang terjatuh dari gulungan pakaiannya itu.



Benda panjang yang terbuat dari logam mulia antam dengan bentuk burung dan terpasang 3 mutiara berwarna tosca itu tiba-tiba terjatuh saat Mo Myung mengangkat bajunya.


"Tusuk rambut milik Ara kenapa bisa terbawa dipakaianku?" batin Mo Myung sambil menyernyitakan dahinya pertanda dia sedang mumutar kembali memori pikirannya kemasa lalu.


"Oh iya, waktu malam didanau itu aku kan membawa tusuk rambut milik mendiang Ara, tapi tiba-tiba ada penyusup yang masuk keistana hingga akhirnya aku terdampar disini" jawabnya sendiri.


Ketika Mo Myung sedang asyik dengan dunia pikirannya sendiri, tiba-tiba Rachel datang.


"Mo Myung,,,,!" teriak Rachel.


Dengan buru-buru dia memasukan pakaiannya kedalam kotak dan tanpa Mo Myung sadari tusuk rambut atau tusuk konde itu terjatuh kebawah meja. Gadis itu mendekati Mo Myung dan langsung membombardirnya dengan umpatan yang meluncur mulus dari mulutnya.

__ADS_1


Mo Myung tahu, kalau gadis itu akan marah-marah atas kekacauan yang sudah dibuatnya tapi meski begitu dia hanya menanggapi gadis itu dengan santai. Setelah habis-habisan memaki dan mengumpat Mo Myung,Rachel lalu menyuruh Mo Myung untuk mencari uang sebanyak mungkin.


"Aku ngga mau tahu, pokonya kamu harus mencari uang sebanyak-banyaknya agar bisa ganti televisi majikanku yang udah kamu rusak, sebelum kamu mendapatkan uang kamu tidak boleh pulang. Jadi sekarang cepat pergi cari uang" titah Rachel dengan nada sedikit mengancam.


"Aku harus cari kemana?" tanya Mo Myung.


"Kemana aja terserah kamu yang penting dapat uang, cepat pergi!!" seru Rachel sambil mendorong paksa tubuh Mo Myung agar cepat pergi.


"Iya, iya, tunggu sebentar aku mau menyimpan kotak ini kekamar"


"Ya udah, cepetan! Awas! ya, kalau pulang tidak bawa uang jangan harap malam ini kamu bisa tidur didalam vila ini" ancam Rachel lagi.


"Hhmm"


Mo Myung lalu pergi.Saat Rachel akan pergi tiba-tiba kakinya menginjak tusuk rambut milik Mo Myung.


"Apaan nih?" tanyanya sendiri lalu dia mengambil tusuk rambut itu.


"Kaya tusuk rambut, Apa ini punya Mo Myung? Tapi dianya udah pergi, nanti aja deh! ngasihnya" gumam Rachel.


Rachel lalu pergi kekebun sambil membawa tusuk rambut itu dengan berjalan kaki. Dijalan dia berpapasan dengan banyak orang, Rachel yang ramah selalu menyapa orang-orang yang ditemuinya termasuk Koh Acong.


"Hai! Koh Acong, Mau kemana?" sapa Rachel


"Eh! Rachel ini oe mau ke toko oe, kamu sendiri mau kemana?" tanya balik Koh Acong.


"Aku mau kekebun nyusul abah" jawab Rachel


Tiba-tiba netra Koh Acong tertarik pada benda panjang yang dipegang oleh Rachel.


"Rachel, apa itu?" tanya Koh Acong yang berprofesi sebagai kolektor barang antik.


"Ini, tusuk konde punya teman saya Koh" jawab Rachel sambil mengacungkan tusuk kondenya.


"Apa boleh oe melihat?"


Koh Acong lalu memperhatikan dengan seksama tusuk konde itu kemudain dia mengeluarkan sebuah alat dari tasnya untuk menimbang berat tusuk konde itu.


"Teman kamu dapatin tusuk konde ini dari mana?"


Rachel menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu menahu soal asal usul tusuk konde itu.


"Apa kamu tahu banyak kolektor barang antik yang mencari tusuk konde antik ini,termasuk oe?"


Lagi, lagi Rachel hanya menggelengkan kepala.


"Tusuk konde ini terbuat dari logam mulia antam beratnya 300 gram dan ini adalah mutiara tosca yang amat langka karena amat susah untuk mendapatkannya. jadi kalau ini dijual kira-kira bisa sampai 100 M" tutur Koh Acong.


Membuat Rachel kaget tak menyangka Mo Myung bisa punya benda antik yang bernilai miliaran rupiah itu. Seketika terbersitlah dibenak Rachel untuk menjual tusuk konde itu dan uangnya akan dia gunakan untuk mengganti home theater yang udah dirusak oleh Mo Myung.


Lagi pula kalau dipikir-pikir Mo Myung tidak akan bisa mengganti home theater itu dalam waktu beberapa hari saja, apalagi harganya puluhan juta.


"Rachel, kamu bujukin teman kamu aja buat jual tusuk konde ini" bujuk Koh Acong.


Sejenak Rachel berpikir, setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya Rachel memutuskan untuk menjual tusuk konde ini. Soal setuju atau tidaknya Mo Myung, itu urusan ntra aja.


"Ya udah, Koh! Saya jual aja deh! Tusuk konde ini lagian dia juga punya hutang sama saya belum bayar sampai sekarang, udah ini ambil aja Koh" kata Rachel.


"Kamu serius mau jual ini kesaya? Terus teman kamu nanti gimana?"


"Gampang itu urusan saya"


"Oh, ya udah, kalau gitu ayo! ikut saya kebank kita ambil uangnya"


"Ayo koh"

__ADS_1


Rachel dan Koh Acong akhirnya pergi kebank. Setelah uang itu sudah ditangan Rachel, dia segera membeli home theater yang sama persis seperti milik majikannya itu.


Butuh waktu seharian untuk mencari home theater yang sama persis seperti milik majikannya. Setelah membeli home theater Rachel langsung pulang kevila bersama pegawai toko untuk mengantar home theater sampai kevila.


Sore hari kemudian.


Mo Myung dan Gyeon-i baru kembali kevila, divila mereka sudah mendapati Rachel yang sedang duduk santai disofa ruang keluarga.


"Rachel, kebetulan kamu ada disini, aku sudah mendapatkan uang buat beli benda itu" ucap Mo Myung sambil menyodorkan selembar uang kertas.


Rachel lalu melihat uang itu tapi tiba-tiba saja ketawanya pecah.


"Hahaha,,,kamu dapatin uang ini dari mana?" tanya Rachel


"Tadi ada pengepul datang kekebun lalu dia meminta aku dan Gyeon-i untuk memuat dan menurunkan hasil panennya sampai kepasar.Aku terima saja tawarannya karena dia bilang mau membayar kami" jelasnya.


"Uang segitu mana cukup buat beli home theater" ujar Rachel


"Oh, masih kurang ya? Gyeon-i mana uang bayaran kamu, sini buat nambahin kekurangannya" pinta Mo Myung dengan paksa membuat Gyeon-i terpaksa memberikan uang hasil kerjanya pada Mo Myung.


"Sudah, sudah, gak perlu ambil saja uang itu buat kalian.Pengepul itu benar-benar keterlaluan masa kalian cuma dibayar dua puluh ribu rupiah, mana cukup buat beli home theater. Kalian udah ditipu tuh! sama pengepulnya. Eh! Iya,Aku udah beli ko, home theaternya, Tuh!" tunjuk Rachel pada Home theater yang sudah dipasang kembali ditempatnya.


Mo Myung dan Gyeon-i langsung melirik kebelakang mereka dan betul saja apa yang dikatakan Rachel. Home theater itu sudah diganti.


"Bagaimana caranya kamu bisa membeli benda itu? Kamu kan bilang kalau kamu tidak punya uang?" tanya Mo Myung tak mengerti


"Aku menjual tusuk konde antik milik kamu, kata kolektor barang antik tusuk konde itu bernilai miliaran rupiah jadi aku jual aja, lagian aku yakin kamu tidak akan bisa mendapatkan uang puluhan juta dalam waktu singkat untung aja kamu punya barang antik jadi aku jual aja. Sisa uang pembayarannya ada dikoper, ini ambil" jawab Rachel.


"Tunggu! Tunggu! Kamu bilang tusuk konde?" tanya Mo Myung serius.


"Iya"


"Apa tusuk konde itu bermotif burung dengan tiga mutiara?" tanya Mo Myung yang masih belum yakin.


"Iya yang itu"


Seketika Mo Myung jadi langsung marah dan langsung membentak Rachel.


"Kenapa kamu menjual tusuk konde milik Ara? Apa kamu tahu itu satu-satunya kenangan dari mendiang adikku? Itu sangat berarti buatku, Kenapa kamu menjualnya"


"Ya,, ya,, itu karena,hanya ini cara satu-satunya agar bisa cepat mengganti televisi yang udah kamu rusak"


"Kami jual kemana tusuk konde itu?"


"Koh Acong" jawab Rachel dengan wajah datarnya


Mo Myung lalu bergegas pergi untuk mencari Koh Acong.


"Eh! Kamu mau kemana?" teriak Rachel.


"Koh Acong" jawab Mo Myung balik lagi ke Rachel karena dia lupa mengambil koper berisi uang untuk dikembalikan lagi pada Koh Acong.


Kemudian Mo Myung pergi lagi untuk mencari Koh Acong tanpa menggubris Rachel yang sedang bicara padanya.


"Hai! Tapi,,," kalimat Rachel menggantung karean Mo Myung terus berlalu pergi.


"Tapi sebagian uangnya sudah aku pakai untuk membeli home theater, Koh Acong pasti menolak mengembalikan tusuk kondenya kalau uangnya tidak kembali semua" lanjut Rachel dengan bergumam pelan.


"Ah! Dasar cowok bodoh itu selalu bertindak tanpa berpikir" gerutu Rachel yang tak sengaja didengar oleh Gyeon-i.


"Pantas saja dia akan melakukan apa pun karena dia sangat menyayangi adiknya Ara, dan kamu malah menghilangkan kenang-kenangan satu-satunya yang ditinggalkan oleh mendiang Ara" ujar Gyeon-i tiba-tiba.


"Oh gitu ya, aku jadi ngga enak hati nih! sama Mo Myung" ujar Rachel tak enak hati.


Rachel dan Gyeon-i lalu menyusul Mo Myung yang sudah berlalu pergi.

__ADS_1


Next,,,


__ADS_2