
Beda halnya dengan Gyeon-i, hasil pekerjaannya jauh lebih baik dari pada Mo Myung dan itu cukup membuat Rachel puas hingga Gyeon-i tak perlu kena omelan dari Rachel.
Setelah melihat hasil pekerjan Gyeon-i yang sudah selesai, Rachel dan Gyeon-i lalu menemui Mo Myung yang masih sibuk metikin cabe rawitnya.
"Gyeon-i, Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Mo Myung yang sudah mengetahui kehadiran Gyeon-i dan Rachel.
"Iya udah" jawab Gyeon-i singkat
"Kalau gitu bantuin aku metikin cabe" titah Mo Myung.
Gyeon-i lalu duduk didekat Mo Myung dia kemudian mulai membantu Mo Myung untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Gyeon-i! Pekerjaanmu sudah selesai jadi ini saatnya kamu istirahat, biarkan Mo Myung kerjakan pekerjaannya sendiri" hardik Rachel pada Gyeon-i.
"Kalau Gyeon-i membantuku maka pekerjaanku akan selesai lebih cepat, jadi janganlah kamu melarangnya membantuku, lagian kan dia itu pelayanku" kata Mo Myung dengan pongahnya
"Sudah aku bilang mulai sekarang Gyeon-i bukan lagi pelayanmu,kalau kamu ingin menjadikannya pelayanmu maka bayarlah atas pekerjaannya itu dengan uangmu" bentak Rachel.
"Ya,, ya,, aku akan membayarnya kalau kami sudah pulang keistana" pekik Mo Myung dengan tatapan sinis.
"Ya udah,sana pulang! Kalau kamu masih ditempatku berarti Gyeon-i tak bisa menjadi pelayanmu, karena dia sama seperti aku seperti kamu kita semua berteman" ucap Rachel dengan tegas dan lugas.
Tentu saja ucapan Rachel itu membuat Mo Myung kikuk karena saat ini dia tak bisa membayar Gyeon-i dan saat ini dia juga tak bisa kembali pulang. Akhirnya Mo Myung mengerjakan pekerjaannya sendiri sambil terus manyun.
...******...
Saat sang surya hampir tenggelam dalam peraduannya, Gyeon-i, Mo Myung, Rachel dan Abah Umar sudah pulang kerumah dan vila.
Dan seperti biasa Rachel pasti pergi ke vila untuk mengantarkan makan malam buat Mo Myung dan Gyeon-i.
Tapi rupanya cuaca sore itu sedang tidak bersahabat, langit nampak kelabu karena membawa awan yang mengandung air hujan yang sudah siap untuk ditumpah ruahkan kebumi.
Dan benar saja,saat Rachel sudah sampai didepan vila hujan deras mulai turun.Rachel buru-buru masuk kedalam vila dan langsung mencari kedua pemuda tampan itu untuk mengajak mereka makan.
Waktu pun terus berputar dan hari semakin larut namun hujan tak kunjung reda, membuat Rachel tak bisa pulang kerumahnya karena dia tak mau menerjang hujan hanya untuk bisa sampai kerumahnya.
"Ra eul, lebih baik kamu nginap disini aja, ini udah terlalu malam tapi hujannya masih belum reda juga" saran Gyeon-i.
"Kalau gini caranya sih! kayanya aku bakal nginep disini malam ini" ujar Rachel
Gyeon-i lalu tersenyum sambil mengangguk tapi tiba-tiba rasa ngantuk itu mulai menyerang kedua matanya akhirnya Gyeon-i izin tidur duluan.
"Aku udah ngantuk nih! Aku tidur duluan ya" kata Gyeon-i sambil nguap.
Baru saja Gyeon-i menyelesaikan kalimatnya,Mo myung yang saat itu juga ada disana sudah pergi duluan kekamarnya.
Mungkin dia juga sudah ngantuk, pikir Rachel dan Gyeon-i.
__ADS_1
Sekarang kedua pemuda tampan itu sudah pergi kekamarnya dan kini tinggallah Rachel sendirian diruang keluarga itu tapi rasa ngantuk belum juga menyerang kedua matanya hingga sampai detik ini Rachel masih terjaga dari tidurnya.
"Ah! Bosan nih! sampai detik ini masih belum ngantuk juga, enaknya aku ngapai ya?" gumam Rachel. Sejenak dia berpikir.
"Ah! Aku nonton film aja deh! Kira-kira nyonya Lin punya film apa aja ya?" gumamnya lagi sambil beranjak mendekati layar home theater.
Rachel lalu memilih-milih kaset film yang akan ditontonnya.
"Mentang-mentang nyonya Lin orang korea, filmnya drama korea semuanya" gumam Rachel.
Setelah beberapa saat dia memilih film yang akan ditontonnya,Rachel memilih menonton drama saeguk yang berlatarkan kerajaan diera dinasti jeoson. Dia lalu mulai menyalakan layar home theater yang lebar seperti menonton film dibioskop. Kemudian dia duduk lagi disofa dan mulai menonton.
Pukul 00.00 malam kemudian
krucuk,, krucuk,, krucuk,,
Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan yang minta segera diisi oleh sipemiliknya.
"Lapar nih! cari makanan dulu deh! didapur"
Rachel lalu pergi kedapur untuk mencari makanan dengan posisi layar home theater masih menyala. Rupanya didapur cuma ada mie instan,dia lalu merebus mienya.
Ditempat lain, tiba-tiba Mo Myung terbangun dari tidurnya karena merasa kerongkongannya kering dan rasa ingin minum itu terlalu kuat hingga memaksa Mo Myung menyeret tubuhnya untuk mengambil air padahal matanya terlalu ngantuk untuk diajak bangun dan pergi keluar kamarnya.
Tapi pada akhirnya dia keluar juga dari kamarnya menuju dapur dengan melewati ruang keluarga. Saat melewati ruang keluarga tiba-tiba pandanganya teralih pada sebuah layar lebar yang memperlihatkan ada aktifitas manusia didalamnya.
Lama-lama dia mulai terhanyut oleh alur cerita didalam drama saeguk yang ceritanya hampir mirip dengan kisah hidupnya saat dia masih tinggal diistana. Saat tokoh antagonis hampir saja ketahuan karena sudah berbuat jahat tapi nasib baik masih berpihak pada tokoh antagonis itu hingga dia masih bisa lolos dari hukuman, itu membuat Mo Myung jadi geram.
"Br***sek! Bedebah itu masih bisa menyangkal! Ini sungguh tidak adil. Biar kuhajar saja si bedebah itu!" umpat Mo Myung kesal.
Lalu dia berdiri dan pergi mencari sesuatu. Ketika pandangannya tertuju pada sebuah tongkat baseball yang disimpan di sebuah kotak memanjang yang terletak dipojok,dia pun pergi kesana untuk mengambilnya.
Setelah itu Mo Myung kembali mendekati layar home theater, Rachel yang baru selesai merebus mie instan sempat melihat Mo Myung yang jalan dengan penuh kemarahan membawa tongkat baseball pergi mendekati layar home theater.
"Itu orang kenapa ko kaya lagi marah gitu?" gumam Rachel sambil membawa mangkuk yang berisi mie instan.
Rachel lalu mendekati Mo Myung tapi langkahnya terhenti ketika melihat Mo Myung mengangkat tinggi-tinggi tongkat baseballnya dan mengayunkannya kearah layar home theater.
Syuutt,,
Buuk!! Praankk!!
Zguarr,,,!!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan sangat kencang yang mengagetkan seluruh penghuni vila.
Glepraakk,,,
__ADS_1
Sontak Mo Myung langsung beringsut mundur sambil membuang tongkat kesembarang arah lalu dia jongkok sambil menutupi wajah dan kepalanya dengan menyilangkan kedua tangannya diatas kepala untuk melindungi wajahnya dari pecahan kaca yang terlontar akibat ledakan itu.
Akibat Mo Myung menghancurkan layar home theater yang masih menyala itu dengan memukulnya menggunakan tongkat baseball, terjadilah hubungan pendek arus listrik yang menyebabkan konsleting listrik hingga semua lampu divila itu padam menjadi gelap gulita.
Dibekas layar home theater yang kini sudah hancur masih terlihat kilatan kecil api yang menyambar-nyambar dan menimbulkan kepulan asap. Rachel yang tak ingin api itu semakin membesar, kemudian dia segera mengambil tabung untuk memadamkan api lalu berlari kearah layar home theater dan mulai memadamkan api.
Tak berapa lama api pun kini sudah padam, dia lalu mencabut colokan yang masih tersambung pada home theater kemudian dia membetulkan sakelar KWH (kilowatt jam) yang terbalik sendiri untuk mencegah hubungan pendek arus listrik. Lampu kini sudah menyala kembali.
Rachel lalu menemui Mo Myung yang masih terduduk dilantai karena kaget dan tak menyangka televisi lebar itu akan meledak.
"Ayo! Bangun, Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Rachel sambil mengulurkan tangannya pada Mo Myung.
Mo Myung lalu mendongakan wajahnya pada Rachel yang saat itu berdiri dihadapannya. Dia lalu menyambut tangan Rachel dan mulai berdiri kemudian mereka melepaskan tangan mereka satu sama lain. Rachel lalu menyilangkan kedua tangannya dibawah dada seraya menatap tajam pada Mo Myung.
"Apa yang kamu lakukan barusan? Kenapa kamu memukul televisi? Apa dosa televisi hingga dipukul olehmu? Apa kamu tahu ini sangat berbahaya?" Rachel mulai mengintragasi Mo Myung dengan menjejalinya dengan banyak pertanyaan.
"A,, aku,, tadi,,aku tidak tahu ini akan terjadi" jawab Mo Myung gelagapan tapi masih berlaga so cool.
Hulffh,,,
Rachel membuang nafasnya dengan kasar seraya membuang mukanya. Kemudian dia menatap Mo Myung lagi dengan tatapan mengintimidasi.
"Kamu ini, bodoh, dungu, tidak punya otak atua apa sih? Masa kaya gitu aja ngga tahu" bentak Rachel yang mulai tak tahan atas semua kekacauan ini.
"Kenapa kamu ngatain aku sih? Aku tuh! benar-benar ngga tahu akan terjadi seperti ini, aku baru pertama kali melihat benda ini" Mo Myung jadi sewot.
"Hah?! Gak tahu kamu bilang! Aku ngga ngerti deh! masa kamu gak tahu ini namanya televisi?! Kamu ini tinggal dimana sih? Masa tidak tahu alat elektronik seperti ini sih? Apa kamu itu manusia purba yang amat jadul?" tanya Rachel tak habis pikir.
"Aku beneran gak tahu Ra eul! Ditempatku tidak ada yang seperti ini, aku tidak pernah bohong kalau aku ini seorang calon raja dari dinasti joseon, tapi sekarang aku sedang melarikan diri karena ada orang yang mencoba membunuhku, bekas luka ini adalah buktinya" Mo Myung mencoba meyakinkan Rachel sambil menunjuk bekas luka diatas dadanya.
"Omong kosong macam apa ini? Bagaimana aku bisa percaya dengan ceritamu ini? Aku emang pernah dengar tentang dinasti joseon, tak rasanya tidak masuk akal kalau kamu bisa nyasar sampai sejauh ini kesini" kata Rachel masih tak percaya.
"Emang sejauh apa kerajaan Joseon sampai ke sini?"
"Ya, itu sangat jauh, kita harus melewati pulau lautan pokonya itu sangat jauh,kita harus menaiki pesawat untuk bisa sampai kesana"
"Pe,, pe,, pe-sa-wat itu kendaraan seperti apa?"
Seketika Rachel langsung menyernyitkan kedua alisnya.
"Kenapa banyak banget hal yang tidak dia ketahui? Apa dia benar-benar berasal dari dinasti joseon dimasa lalu? Atau dia cuma pura-pura tidak tahu aja? Ah! Ini benar-benar tidak bisa dicerna oleh akalku" batin Rachel sambil menatap Mo Myung dengan penuh tanda tanya.
Tapi lagi, lagi Rachel tak mau ambil pusing soal itu,yang kini jadi pikiran terbesarnya adalah bagaimana cara mengganti kerusakan home theater milik majikannya itu karena benda elektronik itu pasti bernilai puluhan juta dan dari mana Rachel bisa mendapatkan uang sebanyak itu.
Next,,,
Hai para readers dan author kesayanganku jangan lupa mampir juga ya dikarya chat story terbaruku judulnya ISTRI VS SUAMi nih! kek yang dibawah ini nih! mohon dukungannya juga ya, makasih.
__ADS_1