Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)

Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)
Gara-gara mandi


__ADS_3

Ternyata kedalaman kolam renang itu cukup dalam hingga bisa menenggelamkan tubuh orang dewasa, demikian pula dengan Mo Myung ketika dia terjun kedalam air tubuhnya pun tenggelam tapi dia terus berusaha untuk naik kembali kepermukaan air dengan susah payah karena dia tak bisa berenang.


Namun usahanya sia-sia.Dia terus menyembul,tenggelam,menyembul dan tenggelam lagi sampai tubuhnya mulai kelelahan dan mulai lemas karena kurangnya oksigen yang masuk kedalam tubuhnya sebab sejatinya manusia itu tak bisa bernafas didalam air.Mo Myung lalu melambaikan tangannya pada Gyeon-i dan minta tolong sambil terus menyebut namanya.


"Gye,,,on-i,,,to,,, long,,,Gye,,, on-i,,, to,,, long,,," ucap Mo Myung terbata-bata karena saat bicara dia terus menyembul dan tenggelam hingga ucapannya tak begitu jelas didengar oleh Gyeon-i.


Pemuda berusia 20 tahun itu malah mengira kalau sang pangeran sedang asyik bermain didalam air dan mengajaknya untuk ikut turun kedalam air, tapi Gyeon-i lebih memilih untuk menunggunya dipinggir kolam renang sambil tersenyum polos dan membalas lambaian tangan Mo Myung dengan melambaikan kedua tangannya hingga tiba-tiba terdengarlah suara orang loncat kedalam air.


Byuuurrrr


Sosok itu terus berenang ketengah kolam untuk mendekati Mo Myung yang tadi hanya terlihat lambaian tangannya saja hingga dia benar-benar tenggelam karena sudah tak kuat lagi. Dari situ pemuda polos itu baru sadar kalau Mo Myung tenggelam dan bukan sedang asyik bermain air, seketika dia pun langsung panik dan cemas pada keadaan Mo Myung.


Sementara didalam air, tubuh Mo Myung terus tenggela kedasar kolam renang, samar-samar dia melihat ada sosok yang terus mendekatinya tapi karena dia sudah tak kuat lagi akhirnya Mo Myung tak sadarkan diri dengan tubuh yang terus tenggelam. Ketika sosok itu berhasil meraih tubuh Mo Myung dia lalu segera membawanya kepermukaan air dan menepi kepinggir kolam.Gyeon-i yang amat panik dan cemas langsung membantu mengangkat tubuh Mo Myung.


"Pangeran,bangun! Kumohon cepatlah sadar aku tak bisa melihatmu seperti ini" ucap Gyeon-i yang langsung menutup tubuh Mo Myung bagian atas dengan handuk sambil menggoyang-goyangkan badannya Mo Myung.


Tapi dia masih belum sadarkan diri, sosok yang tak lain adalah Rachel langsung mengecek urat nadi ditangan Mo Myung.


"Dia masih hidup, coba kamu tekan dadanya dengan kedua tanganmu agar air yang tertelan bisa keluar" titah Rachel


Gyeon-i pun segera melakukan intruksi dari Rachel, dia menekan dada Mo Myung berkali-kali dengan kedua tangannya hingga keluarlah air dari mulut Mo Myung tapi meski begitu dia masih belum bisa sadarkan diri juga.


"Gimana ini, pangeran Mo Myung masih belum sadar juga?" tanya Gyeon-i makin panik dan cemas.


"Aku juga ngga tahu harus apa lagi" jawab Rachel kebingungan.


"Nafas buatan! Beri dia nafas buatan" celetuk Gyeon-i


"Ya udah, cepat kamu lakuin" titah Rachel


"Yang harus ngelakuin itu ya, kamulah! Ko aku sih?!"


"Kamu kan temannya kenapa malah nyuruh aku?" sangkal Rachel


"Aku kan laki-laki dan kamu perempuan jadi harusnya kamu yang ngelakuin, kalau aku yang ngelakuin itu akan terasa aneh" suruh Gyeon-i tak mau kalah berdebat dengan Rachel.


"Kalau aku ngasih nafas buatan sama cowok tengik ini,itu artinya bibirku dan bibirnya akan bersentuhan?! Enak aja ciuman pertamaku mau direnggut sama cowok aneh ini, gak bisa!" kata Rachel tegas dan lugas.


"Apa kamu tega ngebiarin dia mati karena kehabisan nafas? Tolong dong, kamu mau ya, nolongin pangeranku" Gyeon-i memohon dengan wajah yang memelas membuat Rachel jadi galau luar biasa.


Karena dia tak ikhlas kalau harus melakukan itu tapi disisi lain jiwanya sebagai manusia yang harus saling tolong menolang bergelora direlung hatinya hingga membuat Rachel jadi bingung dan galau. Disaat keraguan masih menghinggapi hatinya tiba-tiba terlintaslah sebuah ide cemerlang didalam benaknya, membuat Rachel jadi menyeringai.


"Aku punya ide, kamu tunggu dulu disini ya sebentar" ujar Rachel lalu dia masuk kedalam rumah.


Tak berapa lama dia pun kembali sambil membawa sesuatu.


"Kamu bawa apaan?" tanya Gyeon-i sambil menunjuk kearah benda yang dibawa Rachel.


"Kamu beneran gak tahu ini apa?" tanya Rachel tak percaya. Gyeon-i lalu menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.


"Ini namanya pompa angin kalau ban sepedaku kempes aku mengisi angin dengan alat ini karena alat ini bisa menghasilkan angin" Rachel menjelaskan.

__ADS_1


"Cara menggunakannya gimana?" tanya Gyeon-i dengan wajah polosnya.


"Biar aku yang memompa kamu pegangi ujung selangnya yang nanti akan dimasukan kedalam mulut dia, nanti kamu tutup mulutnya ya, agar angin masuk kedalam tubuhnya" titah Rachel sambil menjelaskan


Gyeon-i lalu mengangguk paham,mereka lalu segera melaksanakan sesuai intruksi dari Rachel. Tak lama setelah memompa,pipi Mo Myung terlihat mengembung, wajahnya yang berkulit putih berubah menjadi memerah.Tak lama kemudian Mo Myung terbangun dan terduduk sambil terbatuk-batuk


Uhuk,,,uhuk,,, uhuk,,,!!


Seketika handuk yang menutupi dadanya melorot,dengan segera Gyeon-i menutup kembali tubuh Mo Myung dengan handuk yang diselendangkan dibahu hingga menutupi dadanya.


"Pangeran, syukurlah kamu bisa sadar kembali tadi aku sangat takut kau akan mati" tutur Gyeon-i cemas dan khawatir.


"Aku tidak akan mati dengan semudah itu, kamu tadi kenapa tidak langsung menolongku harus nungguin aku tenggelam dulu baru nolongin?" ketus Mo Myung sambil menoyor kepala Gyeon-i


"Auh! Sakit pangeran!" keluh Gyeon-i


"Itu hukumannya karena membiarkanku tenggelam"


Gyeon-i langsung menunduk dan memohon maaf pada Mo Myung.


"Maafkan aku pangeran, aku kira tadi kamu sedang asyik bermain air tapi ternyata tadi kamu tenggelam, tadi yang nolongin kamu itu Ra eul bukan aku" ucap Gyeon-i dengan wajahnya yang murung dan penuh penyesalan.


Saat Mo Myung dan Gyeon-i berdebat Rachel kembali masuk lagi kedalam rumah dan tak berapa lama dia kembali lagi dengan membawa sebuah kotak obat.


"Maaf, tadi tak sengaja aku melihat ada luka menganga diatas dadamu, Kenapa kamu membiarkannya tanpa mengobatinya?" tanya Rachel sambil berdiri dibelakang Mo Myung


Sontak Mo Myung yang terduduk dan Gyeon-i yang jongkok langsung melirik kearah Rachel. Bukannya menjawab dia malah terus terdiam lalu melirik luka memanjang diatas dadanya.


"Bagaimana lukanya bisa diobati, kami tak punya apa pun disini karena kami tersesat didaerah ini" jawab Gyeon-i mewakili Mo Myung yang terus terdiam.


Gyeon-i lalu menarik tangan Rachel untuk segera jongkok dan mulai mengobati Mo Myung karena dia tahu kalau Mo Myung pasti tidak akan mengizinkan sembarang orang bisa menyentuhnya.


"Pangeran, lukamu harus segera diobati agar tidak infeksi jadi kumohon jangan tolak tawaran Ra eul" Gyeon-i memohon.


"Ra eul, cepat obati tuanku ini" titah Gyeon-i


Rachel lalu semakin mendekat pada Mo Myung,seketika manik mata Mo Myung membulat dengan sempurna.


Deg,,


Tiba-tiba ada perasaan yang sulit untuk digambarkan yang mebuat Mo Myung jadi gugup dan jantungnya berdetak lebih kencang.


"Maaf, bisakah kamu membuka sedikit lagi handuknya biar aku bisa melihat lukamu?" ucap Rachel.


Mo Myung yang amat gugup bahkan tak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh gadis cantik itu, dia hanya bisa termenung sambil terus menatap lekat wajah gadis cantik yang kini ada dihadapannya dengan kedua tangan memegang erat handuk yang membalut tubuhnya. Melihat itu Gyeon-i langsung berinisiatif sedikit membuka handuk yang dikenakan oleh Mo Myung.


"Maaf,pangeran!" ucap Gyeon-i


Mo Myung sendiri tak menggubris Gyeon-i, dia membiarkan Gyeon-i membuka handuknya karena dia masih terpaku menatap wajah Rachel. Setelah itu Rachel mulai mengobatinya.


"Kenapa aku sangat gugup? Kenapa jantungku berdetak lebih kencang? Situasi apa ini? Kenapa perasaanku sangat aneh?" batin Mo Myung yang terus mengendalikan perasannya yang jedak jeduk tidak karuan.

__ADS_1


Setelah mengobati lukanya Rachel langsung membalut luka Mo Myung dengan kain perban.


"Nah! Sudah selesai. Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa mendapatkan luka sayatan memanjang ini?" tanya Rachel penasaran dengan senyuman yang mengembang disudut bibirnya karena sudah selesai mengobati Mo Myung.


Lagi, lagi Mo Myung tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Rachel padanya dan akhirnya Gyeon-i yang menyadari kalau Mo Myung masih melamun sambil menatap lekat wajah Rachel tanpa berkedip sedikit pun, yang menjawab lagi pertanyaan Rachel.


"Ada seseorang yang ingin membunuhnya dengan menyewa pembunuh bayaran, kami melawannya tapi dia malah terluka dan akhirnya kami melarikan diri hingga tersesat sampai disini" tutur Gyeon-i


"Tragis banget nasib cowok dingin ini, tapi kenapa mereka ingin membunuhnya? Kalau dilihat-lihat mereka kaya bukan orang sini. Sebenarnya mereka berasal dari mana sih, ko penampilannya aneh banget? Ah! bodo amatlah" batin Rachel tak bisa memahami mereka dengan penampilan dan cerita mereka.


Saat lagi asyik ngobrol tiba-tiba manik mata Rachel melihat ada tumpukan botol bekas dan plastik dipinggir kolam. Dia berdiri lalu mendekat untuk memerikasa itu, betapa kagetnya Rachel ketika semua sabun yang tadi baru dibelinya kini hanya tinggal botol dan plastiknya saja. Rachel lalu menoleh kearah Mo Myung dan Gyeon-i dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Hey! Kalian! Kenapa semua sabun ini cuma tinggal botol dan plastiknya saja? Isinya kemana?" teriak Rachel agak ngegas karena kesal.


"Aku tuangin semua ketempat pemandian ini soalnya kalau cuma sedikit tidak berbusa, pangeranku ini ingin mandi sambil berendam" sahut Gyeon-i dengan kepolosannya.


Rachel jadi naik darah, dia berdiri dan mendekati mereka lalu dia melempar botol kosong pada mereka sontak itu membuat mereka kaget.


"Kalian ini bodoh, ngga punya pikiran, ngga tahu atau ngga punya otak sih? Ya, panteslah air kolam ini ngga berbusa karena airnya sangat banyak. Terus kenapa sabut untuk memcuci piring, lantai, wc dan sabun untuk mencuci baju juga dituangin? Itu kan bukan alat-alat mandi. Jangan bilang kalian tidak bisa ngebedain mana peralatan mandi dan sabun untuk mencuci piring, baju, lantai dan wc?" bentak Rachel tanpa jeda.


Mo Myung dan Gyeon-i hanya menatap wajag Rachel yang penuh emosi dengan tatapan polos mereka. Saat Rachel berhenti ngomel-ngomel kedua pemuda itu langsung menelan salivanya setelah menyaksikan betapa galaknya gadis itu ketika dia sedang marah.


"Maafkan aku Ra eul, jujur aku memang tidak bisa membedakan mana alat-alat mandi dan sabun untuk mencuci baju, piring, lantai dan wc" ucap Gyeon-i sipemuda jujur dengan wajah polosnya.


"Kan ada tulisannya kalian bisa baca dikemasananya" jelas Rachel


"Aku tidak bisa membaca, Aku minta pangeran Mo Myung yang membacanya karena dia sangat pandai membaca" kilah Gyeon-i.


Rachel lalu menatap tajam pada Mo Myung untuk meminta penjelasan dan tanggung jawab atas semua kekacauan ini.


"Kenapa kau menatapku dengan tatapan seperti itu?" tanya Mo Myung seraya mengalihkan pandangannya dari Rachel.


"Jangan bilang kamu juga buta huruf sama kaya Gyeon-i?" tanya Rachel


"Tidak, Ra eul! Tuanku pangeran Mo Myung tidak buta huruf, dia bilang padaku kalau dia bisa membacanya" jawab Gyeon-i.


"Aku sedang tidak bertanya padamu Gyeon-i, Aku sedang bertanya pada orang ini" kata Rachel sambil menunjuk kearah Mo Myung.


"Ayo! jawab pertanyaanku" desak Rachel pada Mo Myung.


N'tah kenapa pemuda dingin itu mendadak menciut melihat tatapan garang dari Rachel,dia menjawab pertanyaan Rachel dengan terbata-bata.


"Eee,,, itu,, aku,, itu,,, sebenarnya aku bisa membaca tapi bukan tulisan seperti ini, huruf hangeul yang bisa aku baca karena ditempatku huruf hangeullah yang digunakan"


"Huruf Hangeul? Kaya gimana hurufnya ya? Sebenarnya mereka berasal dari mana sih? Udah bodoh, buta huruf,aneh lagi" kata Rachel dalam hatinya sambil menyernyitkan kedua alisnya.


"Pangeran, katanya tadi kau bisa membaca tulisannya tapi kenapa kamu bilang pada Ra eul kalau kamu hanya bisa membaca huruf hangeul?" celetuk Gyeon-i dengan kebingungan yang terbingkai diwajah tampannya itu.


"Ah! Sial gara-gara gadis itu aku jadi ketahuan bohong" umpat Mo Myung kesal dalam hatinya.


"Udah ngga usah banyak nanya" bentak Mo Myung pada Gyeon-i.

__ADS_1


Gyeon-i langsung bergeming sambil menunduk dan dia tak berani bertanya lagi.


Next,,,,


__ADS_2