Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)

Love Story Jeoha (Legenda Putri Matahari)
Bertemu kembali


__ADS_3

Kini sang surya kembali menyapa penghuni bumi dengan kehangatan dan cahaya terangnya yang menyilaukan.Para penduduk bumi pun menyambutnya dengan kecerian dan penuh semangat. Seperti halnya Rachel, hari ini wajah cantiknya terlihat amat sumringah karena hari ini gajinya sebagai penjaga vila sudah cair, karena sang pemilik vila tinggal dikota dan dia hanya sesekali mengunjungi vilanya maka untuk mempermudah semuanya Rachel digaji melalui via ATM.


Meski dia tinggal disebuah desa tapi dialun-alun desa tempatnya tinggal sudah cukup rame layaknya disebuah kota besar, disana terdapat sebuah taman, mini market, perpustakaan, mesin ATM dan swalayan yang terbilang lengkap makannya banyak orang-orang didesa sebelah yang mengunjungi swalayan tersebut.


Setelah Rachel mengambil gajinya dimesin ATM dia berencana untuk belanja persabunan untuk persediaan selama satu bulan seperti sabun mandi cair, shampo, pasta gigi, sabun cuci muka, deterjen,sabun pencuci piring, pemutih baju, sabun pencuci wc, cairan pembersih lantai dan lain-lain.


"Oke, semua udah dibeli, saatnya pulang!" gumam Rachel sambil memeriksa dua kantong plastik besar belanjaannya


Dia lalu melangkahkan kakinya menjauh dari swalayan itu untuk kembali pulang kerumahnya.Tapi ditengah perjalanan dia tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Eh! Aku kan disuruh bersihin vila bekas majikanku, tadi pagi merekakan pulang kekota jadi aku harus beresin dulu vilanya,ya udah! aku kevila dulu deh! Setelah itu baru pulang" gumamnya lagi seraya mengingat kembali pesan dari majikannya.


Rachel kembali melanjutkan perjalanannya. Disisi lain, Mo myung dan Gyeon-i terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan, tempat yang begitu asing ini membuat mereka amat frustasi karena bingung harus kemana dan harus ngapain sementara tubuh mereka perlu tempat untuk bernaung dan tentunya juga perlu diisi agar mereka punya energi lagi untuk melanjutkan perjalanan hidupnya sementara mereka tak punya apa-apa, baju pun hanya yang dikenakan ditubuh mereka saja.


Saat dalam kebingungan karena tak tahu harus pergi kemana tiba-tiba pandangan mata Mo Myung tertuju pada sosok yang familiar baginya, kedua manik matanya pun dipertajam untuk memastikan kalau yang dilihatnya adalah orang yang pernah ditemuinya. Ketika dia merasa yakin kalau orang itu adalah orangnya, Mo Myung lalu mempercepat langkahnya membuat Gyeon-i kebingungan.


"Pangeran, kenapa kau buru-buru? Apa ada sesuatu hal yang,,," belum rampung Gyeon-i menyelesaikan kalimatnya Mo Myung sudah menjawab dengan jawaban singkat.


"Hhhmmm,,,"


Ketika mereka sudah agak dekat dengan orang itu Mo Myung lalu berteriak.


"Hi, Kamu! Berhenti!"


Tapi dia tak berhenti karena terus asyik dengan pikirannya sendiri dengan keceriaan yang tergambar jelas diwajahnya.


"Hi! Aku bilang berhenti! Berhenti!" teriak Mo Myung lagi


Dia lalu melirik Mo Myung dan menatap dengan tatapan aneh pada dua pria yang berpakaian ala bangsawan Zaman dulu.


"Apa mereka memanggilku? Kenapa penampilan mereka sangat aneh? Mereka siapa, aku tak mengenalnya? Ah! Bodo amat mungkin mereka salah orang" Batin Rachel yang merasa tak kenal dengan mereka dia lalu kembali berjalan.


"Hi! Gadis aneh! Aku bilang berhenti kenapa kau terus pergi?" ucap Mo Myung dengan nada suara meninggi seraya menarik bahu Rachel


"Heh! Lepasin! Kalian mau apa? Aku tidak kenal kalian" hardik Rachel


"Apa kamu lupa? Kamu yang sudah menendang saya hingga saya tercebur kembali kesungai dan gara-gara kamu juga saya harus membersihkan kandang kambing, ayo minta maaf padaku dan kamu juga harus tanggung jawab" ucap ketus Mo Myung tanpa jeda dengan membelalakan manik matanya.


Rachel hanya menyernyitkan dahi karena bingung.


"Kamu ngomong apaan sih? Jangan so kenal deh!" sangkal Rachel


"Apa kamu lupa! kemarin kamu mencuri kelapa? Dan pemiliknya menyangka kamilah pencurinya, kamu harus tanggung jawab gara-gara ulahmu kami yang dihukum" ketus Mo myung.


Setelah Rachel ingat kejadian kemarin tiba-tiba dia malah tertawa membuat Mo Myung makin kesal.


"Hahaha,,! Oh! Maaf, maaf aku gak nyangka kejadiannya akan seperti itu"


"Maaf kamu bilang?! Kau pikir maafmu bisa mengembalikan harga diriku yang sudah diinjak-injak? Seumur hidupku aku tak pernah melakukan pekerjaan yang menjijikan itu dan karena ulahmu aku terpakasa harus melakukannya" bentak Mo Myung sambil menarik kerah baju Rachel hingga gadis mungil itu jadi selangkah lebih dekat pada pria yang kini sedang menatap tajam dirinya dengan tatapan garang.


Rachel lalu melepas kedua kantong plastik yang dipegangnya itu kemudian dia mencoba melepaskan diri dari cengkraman Mo Myung.


"Heh! Cowok aneh! Lepasin kerah bajuku! Nyelesain masalah sih! Ngelesain masalah tapi tidak dengan cari seperti ini" bentak Rachel

__ADS_1


Gyeon-i lalu berbisik pada Mo Myung agar melepaskan tangannya dari kerah baju Rachel akhirnya dia melepaskan juga.


"Apa sih! Mau kalian aku kan sudah minta maaf lalu apa lagi?" tanya Rachel


"Tanggung jawabnya belum" ketus Mo Myung.


"Tanggung jawab apa? Apa yang kalian mau dariku?" tanya Rachel masih berbaik hati.


"Beri kami tempat tinggal, pakaian, makanan dan keperluan kami" jawab Mo Myung membuat Rachel tercengang kaget.


"Heh! Kalian pikir kalian ini siapa? Kenapa aku harus menafkahi hidup kalian? Kalau kalian mau hidup enak tanpa bekerja jangan minta padaku, aku orang susah. Enak aja kalian mau memerasku dengan cara seperti ini! Sorry,itu tidak akan bisa, pergi saja kalian!" pekik Rachel lalu dia mengambil kembali kantong plastiknya kemudian melengos pergi meninggalkan mereka.


Mo Myung tak mau melepaskan begitu saja lalu mengikuti Rachel dari belakang tanpa berkata apa pun sementara Gyeon-i hanya mengikuti pangerannya tanpa berkomentar apa pun. Menyadari mereka terus mengikuti Rachel,dia lalu menegur mereka agar tak mengikutinya lagi tapi ucapan Rachel tak digubris, mereka tetap mengikuti Rachel hingga akhirnya dia amat kesal lalu membentak mereka dengan suara tertingginya.


"Berhentilah mengikutiku!"


Sontak suara Rachel yang menggelegar seperti suara petir disiang bolong itu menbuat Mo Myung dan Gyeon-i terhenyak kaget.


"Tidak bisa! Kamu harus menuruti perintahku karena aku adalah calon raja yang akan memimpin negri ini" celetuk Mo Myung dengan kesombongannya tanpa melihat wajah Rachel.


Lagi-lagi itu membuat Rachel tercengah antara kaget, bingung dan tak mengerti kenapa dia harus bertemu dengan orang aneh yang merusak suasana hatinya itu.


"Dasar orang gila! Sudahlah aku malas meladenimu" umpat Rachel sambil membuang nafasnya dengan kasar kemudian dia melengos pergi lagi.


"Hah! Kenapa orang-orang selalu mengatakan aku gila sih? Ini sangat menyebalkan" gerutu Mo Myung kesal. Mereka lalu mengikuti Rachel kembali.


"Kenapa mereka masih ngikutin aja sih?" batin Rachel sambil menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


Tiba-tiba terbersit rasa untuk memanfaatkan kedua pria aneh itu dibenak Rachel. Didunia ini tak ada yang gratis mau buang air pun harus bayar sementara mereka meminta tempat tinggal, pakaian dan makanan jadi Rachel punya rencana akan mempekerjakan mereka dikebun abah Umar untuk membantu sang kakek mengurus kebunnya tanpa akan dibayar. Rachel lalu mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Namaku Gyeon-i kamu Ra,,, " dengan segera Gyeon-i menyambut tangan Rachel sambil tersenyum ramah dan mengulang kembali nama Rachel namun Gyeon-i hanya mengingat huruf depannya saja.


"Ra,, eul kan namamu? Aku Mo Myung" sambar Mo Myung dengan wajah datarnya


"Rachel bukan Raeul" Rachel menegaskan.


"Iya Ra,, eul kan?" tanya Mo Myung


"Rachel, R.A.C.H.E.L, jadi Rachel" tegas Rachel sambil mengeja namanya perhuruf.


"Ra eul"


"Hhmm! Terserahlah ayo pergi!" acak Rachel dengan lesu


❤Di vila ❤


Karena Rachel akan membereskan vila dulu jadi dia mengajak mereka ke vila.Disana Rachel menyuruh Mo Myung dan Gyeon-i untuk duduk diruang tamu untuk menunggunya sampai selesai membereskan dan membersihkan vila. Setelah Rachel pergi meninggalkan mereka untuk mencuci piring didapur bekas makan majikannya tadi pagi, Mo Myung dan Gyeon-i menunggunya sambil ngobrol dan melihat-lihat sekitar ruang tamu.


"Wah! rumah ini sangat bagus dan luas, ini runah terbagus yang aku lihat" ujar Gyeon-i seraya berdecak kagum.


Sementara Mo Myung hanya duduk dengan santai disofa yang empuk.


"Berhentilah mengagumi rumah yang biasa ini, kamu sangat kampungan sekali,melihat yang seperti ini aja terlihat norak" ucap Mo Myung

__ADS_1


"Tidak apa-apa,aku memang kampungan, aku suka rumah ini" ucap Gyeon-i tak bisa berhenti mengagumi vila ini.


"Sudahlah, aku sangat gerah dan badanku tak nyaman aku mau mandi,mintalah pakaian untukku pada Ra eul dan segera siapkan air mandi untukku" titah Mo Myung tak bisa mengubah kebiasaannya yang masih suka menyuruh-nyuruh Gyeon-i.


Gyeon-i lalu mengangguk dan segera melaksanakan perintah Mo Myung. Dia pergi kedapur mencari Rachel.


"Ra,, Ra,, ah! Kenapa aku selalu lupa sih! Siapa namamu" ucap Gyeon-i tiba-tiba mengagetkan Rachel yang sedang asyik mencuci piring.


"Apa sih! Kamu ini ngagetin aja"


"Maaf, pangeran Mo Myung mau mandi, aku mau minta pakaian dan dimana ya, tempat mandinya?" tanya Gyeon-i dengan ramah dan agak canggung.


Rachel lalu mematikan kran air setelah mencuci tangannya.


"Ya bentar, aku mau cari baju majikanku dulu, nanti aku akan mencuci dan mengembalikan jadi kalian harus jaga baik-baik bajunya karena aku hanya meminjamkan bukan memberi" ujar Rachel


"Iya, aku akan sampaikan itu pada pangeran"


Rachel lalu mencari baju majikannya sementara Gyeon-i hanya menunggu. Tak lama Rachel pun kembali.


"Ini bajunya, buat kamu satu buat cowok dingin itu satu. Tempat mandinya ada dikamar, disini banyak kamar jadi kalian boleh mandi dikamar mana pun.Oh iya peralatan mandinya ada dikantong plastik yang tadi aku bawa, kamu ambil sendiri ya, kantong plastiknya tuh! Aku simpen dimeja" ujar Rachel lalu melanjutkan pekerjaannya.


Gyeon-i mengangguk paham dia lalu mencari kantong plastik yang dimaksud Rachel saat sudah menemukannya, dia mendadak jadi bingung.


"Ini peralatan mandi yang dimaksud Ra eul? Yang mana ya?" gumam Gyeon-i kebingungan sambil mengambil dan melihat-lihat beberapa.


"Ada tulisannya, tapi aku tak mengerti aku kan sangat payah dalam membaca,ini pun aku bisa sedikit membaca karena diajarin sama pangeran Mo Myung tapi hurufnya pun tidak seperti ini, aku bawa semuanya ajalah biar pangeran Mo Myung yang memilih sendiri peralatan mandinya" gumam Gyeon-i bermonolog sendiri sebab huruf yang dia pelajari adalah huruf hangeul bukan huruf alfabet jadi dia tak mengerti dengan tulisan yang ada diproduk peralatan mandi itu.


Dia lalu menemui Mo Myung yang saat itu sedang melihat-lihat rumah besar itu hingga kebelakang rumah yang ternyata dibelakang terdapat sebuah kolam renang yang cukup besar dan luas.


"Pangeran! Aku mencarimu kemana-mana rupanya kau ada disini" seru Gyeon-i yang baru datang.


"Wah! Tempat mandinya besar sekali ini seperti danau tapi lebih kecil dari danau sih" celetuk Gyeon-i tiba-tiba ketika melihat kolam renang dan dia malah melupakan ucapan Rachel yang menyuruh mandi dikamar mandi yang terdapat dikamar.


"Apa kamu sudah mendapatkan apa yang kuminta?"


"Iya ini dia, dua kantong plastik ini ada peralatan mandinya tapi aku tidak tahu yang mana yang bisa digunakan untuk mandi. Disini ada tulisannya tapi aku tidak bisa membaca. Pangeran, kamu kan sangat pandai membaca jadi tolong pilih sendiri mana yang kau butuhkan untuk mandi" ujar Gyeon-i sambil memberikan dua kantong plastik pada Mo Myong.


Mo Myung lalu jongkok yang kemudian diikuti oleh Gyeon-i. Dia mulai melihat satu persatu barang-barang yang ada didalam kantong plastik itu. Tak berapa lama dia lalu menyernyitkan dahinya lalu menatap Gyeon-i yang juga menatapnya dengan senyuman polos diwajahnya yang ganteng dan imut.


"Ini kan bukan huruf hangeul bagaimana cara aku membacanya? Aku belum pernah belajar tulisan seperti ini" batin Mo Myung cemas sambil menatap Gyeon-i.


"Aku tidak mau terlihat bodoh didepan Gyeon-i aku pura-pura bisa membacanya sajalah. Dengan menggunakan instingku, aku pasti tahu mana alat-alat untuk mandi" batin Mo Myung lagi


Dia lalu mencium bau barang-barang itu dan membuka beberapa. Saat dia mencium aroma wanginya dia lalu memisahkan barang-barang itu.


"Ini, ini dan ini, aku mau mandi disini, tuangkan disini saja" ucap Mo Myung.Gyeon-i segera menuangkan alat-alat mandi yang dipilih Mo Myung.


"Sudah semua pangeran, tapi ini tidak berbusa aku rasa airnya terlalu banyak deh! jadi airnya tidak berbusa" tutur Gyeon-i.


"Ya udah! Tuangin aja semua yang ada dikantong plastik itu" titah Mo Myung.


Dan lagi-lagi Gyeon-i hanya menurut saja, dia lalu menuangkan sabun mandi cair,pasta gigi, shampo, sabun pembersih muka, deterjen baju, sabun pencuci piring, pemutih baju, cairan pembersih lantai dan wc dan pewangi pakaian hingga dua kantong plastik habis semua. Setelah selesai Mo Myung lalu membuka baju bagian atasnya dan tetap memakai pakaian bagian bawahnya kemudian dia menceburkan dirinya kedalam air.

__ADS_1


Byuurrr,,,!!


Next,,,,


__ADS_2