
Setelah keluar dari ruang osis tadi amel langsung mampir ke toilet dulu sebentar.
Amel berdiri sambil memperhatikan wajahnya didepan pantulan cermin.
Matanya mulai berkaca kaca dan sampai akhirnya air mata gadis itu mengalir tanpa seizinya?. Amel tidak tau berapa banyak sudah ia menangis.
"Kurang apasih gue". Amel bertanya dengan dirinya sendiri. Matanya masih fokus menatap cermin besar yang ada didepannya.
Gadis itu memejamkan matanya sejenak lalu membukanya perlahan dengan hati hati tangan mungil itu terarah untuk menghapus air matanya sendiri.
"kok gue jadi cengeng gini sih? mel move on? move on? move on". Ucap amel seperti bemonolog sendiri.
Kata move on tersebut ia coba tanamkan didalam hatinya."Coba untuk belajar buka hati lo buat orang lain".
"Gue bisa". Ucapnya memberi semangat.
"Pokoknya gue harus bisa gak boleh nangis". Amel mengangguk anggukan kepalanya yakin.
"Gue pas-ti bi- sa plisss ayolah". Seberapa kuat apapun usaha gadis itu untuk melupakan satya tetap saja tidak bisa? Buktinya air mata itu kembali lagi keluar.
"Gue bingung caranya move on ayolah mel coba kuatkan hati lo coba iklaskan satya sama keila coba". Amel memejamkan matanya sejenak meskipun air matanya terus saja keluar gadis itu terus saja berusaha untuk mencobanya.
Amel membuka matanya perlahan lahan lalu ia melihat wajahnya dicermin baik baik.
"Ahhh ******". Amel mengacak acak rambutnya frustasi.
"Gue gak bisa yaampun siapapun tolong gue". Ucapnya lirih sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Ceklekkk
Terdengar suara pintu terbuka tapi gadis itu tidak mendengarnya.
"Woy gila ngapain lo disitu".
Amel membuka telapak tangannya yang tadi sempat menutupi wajahnya. Ia melihat jojo sahabatnya berdiri dahadapannya.
"Mel lo kenapa". Tanya jojo khawatir.
"Gue gak papa".
"Terus kenapa muka lo ke orang habis nangis".
"Gue kelilipan". Bohongnya.
"Lo gak bohong kan". Tanya jojo mengintimidasi. Mata jojo terus saja memperhatikan wajah sahabatnya.
Amel menggelengkan kepalanya.
Lalu dengan santai ia berjalan meninggalkan jojo di toilet.
Jojo diam ia hanya memperhatikan amel yang berjalan mendahuluinya.
Tidak tau kenapa jojo menaikan satu alisnya dan satu sudut bibir gadis itu terangkat sampai membentuk senyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hsjsshswjahaishsjsjgaoqbahshsshsh
Kelas nampak ribut banyak teriak teriakan yang entah datang dari mulut siapa saja sepertinya kelas sedang ada jam kost.
Amel masuk kelas dan langsung disugukan oleh irda yang datang menghampirinya.
"Eh amel udah balik lo sorry ya". Ucap irda seperti anak kecil.
__ADS_1
"Gak mau gue maafin lo". Ucap amel lalu ia melanjutkan perjalanannya.
"Aelah lo mel gitu banget nanti istirahat gue teraktir deng". Tawar irda
Mendengar kata teraktir amel berenti lalu menoleh ke arah irda."bener".
Irda mengangguk.
"Yaudah kalo gitu gue maafin". Ucap amel santai.
"Anjirr kalo teraktiran aja cepat".
"Iklas gak". Amel bertanya.
Irda nyengir. "iya deng gue iklas eh tapi tapi entar jangan lupa ajak bebeb vino ya". ujar irda sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Amel yang mendengar ucapan irda hanya mampu memijat pangkal hidungnya. Lalu ia berjalan menuju tempat duduknya.
Dilihatnya vino sedang menatap dirinya dengan senyum manisnya. Jika wanita lain yang melihat keadaan vino seperti ini sudah dipastikan wanita itu langsung kesem sem sama kapten futsal sma cahya bhakti ini. Dan akan berkata yaampun manis banget.
"Pagi mel". Sapa vino ceria.
Amel hanya melihat vino sekilas. "Senyum mulu lo vin? kering entar gigi lo baru tau".
"Senyum buat jodoh sendiri gak papa kali". Sahut vino.
"Ngarep".
Amel berjalan ketempat duduknya dan langsung mendudukan bokongnya dikursi dengan manis disana.
"Lo kenapa? telat lagi". Tanya vino.
"Hmm". Jawab amel tanpa menoleh ia hanya fokus dengan benda pipih yang baru saja ia keluarkan.
"Besok gue jemput ya". Tawar vino.
"Gak perlu".
"Kenapa lo takut". Tanya vino.
Amel menoleh. "Takut kenapa".
"Takut jatuh cinta sama gue". Tukas vino menggoda.
Mendengar itu amel langsung memalingkan wajahnya dari arah vino. "Bacot anjirr? Gombal mulu kerjaan lo".
Melihat reaksi amel? Vino langsung tesenyum simpul.
Dikelas sangat ribut karna hari ini merupakan jam kost dimana semua kegiatan bebas untuk dilakukan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh teman teman sekelas amel.
"Diradio aku dengar lagu kesayanganmu". Amin bernyanyi dengan diiringi gitar yang dimainkan oleh padli.
"Nanannanana aku dengar lagu kesayangnmu". Sambung raid bernyanyi dengan suara sumbang yang sangat tidak layak didengar oleh telinga.
"Eh ambra diam kamu". farhan menunjuk raid karna tidak terima jika raid bernyanyi.
Ketika mendengar ucapan farhan tadi fadil si ketua kelas langsung berdiri."eh farhan kenapa kamu bawa bawa nama mamaku". Ucap fadil tidak terima.
Farhan sempat tersentak kaget."oh nama mamamu kah itu dil kukira nama mamanya raid soalnya ambra sama amir cocok". jelas farhan.
(Amir itu nama bapaknya raid)
"Masih farhan". Celetuk candra.
"Yayayayaya tolong aja diam kamu mangkok". Ucap farhan sambil menunjuk candra.
(Mangkok julukan untuk candra karna candra memiliki poni seperti opa opa korea)
"Eh kenapa sudah kamu Cipe". Sambung raid.
(Cipe julukan untuk farhan karna memiliki jidat yang datar)
"Eh pendek tolong gak usah nyahut ya". Tukas farhan.
(Pendek julukan untuk raid karna postur tubuhnya yang mungil sendiri dibanding teman laki lakinya yang lain)
"Woyy farhan diam diam pang kamu ribut betul kamu tu ndk tau kah jakunmu itu segede gini nah". Tegur cahya marah ia memperlihatkan kepalan tangannya kepada farhan.
"Iya aku lagi". Ucap farhan pasrah.
Begitulah sedikit cerita dikelas XI ipa 5 jika tidak ada guru.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Autor Pov
Kringggggg kringgggggg kringggggg
Bel istirahat berbunyi suara yang menurut seluruh siswa sma cahya bhakti sangat merdu hingga mengalahkan merdunya suara justin bieber.
Amel bangun dari tempatnya.
"Mau kemana honey". Cegat vino ia memegang pergelangan tangan gadis itu.
"Kantin lah gue laper". Ucap amel datar.
"Oh yaudah kita barengan". Tawar vino.
"Aelah jalan aja lo sendiri". Tolak amel.
Amel merasa ada yang janggal dengan dirinya lalu dilihatnya kebawah ternyata pergelangan tangannya masih setia digenggam oleh vino.
"Mau sampai kapan lo pegangin tangan gue". Tegur amel.
"Hmmm" . Vino mengangkat kepalanya sedikit keatas supaya bisa melihat wajah amel. Sekarang posisi vino itu masih duduk dikursi sedangkan amel berdiri. "sampai elo tetap disini". Vino menuntun tangan amel dan menaruhnya didada bidang miliknya. "Dihati gue dan jangan pernah pergi pergi" . Ucap vino seperti mengigo.
Amel hanya menerima semua perlakuan vino dengan wajah heran sekaligus tidak percaya.
Selang beberapa saat mereka bertatapan amel melepaskan tangannya dari genggaman vino dengan kasar.
"Apaan sih lo ngelantur". Amel berusaha biasa saja lalu ia pergi meninggalkan vino.
Vino yang melihat amel pergi dari hadapannya langsung berdiri.
"Mel tungguin gue". Vino berteriak.
Amel tidak menghiraukannya.
Sampai akhirnya ia tersentak karna ada tangan kekar yang merangkulnya.
Amel menoleh dan mendapati sosok vino yang sangat menyebalkan.
Vino nyengir. "Hai honey". Ucapnya tanpa dosa.
Cieee vino baru lagi nih.
Ka vino kok sama cewe lain sih.
Ka vino adek cembulu.
Enak banget sih jadi cewenya gue mau juga.
Begitulah celetukan dari murid murid perempuan sma cahya bhakti saat melihat vino berjalan sambil merangkul amel.
Gadis itu memejamkan matanya sejenak lalu membukannya. "Vin jauhin tangan lo". Pinta amel dengan suara yang terbilang pelan.
Vino mengangkat kedua bahunya lalu menurunkannya. "Gak ah biarin kaya gini? biar romantis". Jawab vino didekat telinga amel.
"jauhin tangan lo atau gue patahin". Ancam gadis itu yang terbilang mengerikan. Maklumlah anak karate jadi bawaannya pingin aja matahin tangan orang.
Vino yang mendengar ancaman amel langsung melepaskan rangkulannya dengan cepat dan laki laki itu memperlihatkan kedua jarinya hingga membentuk huruf V. "Kita damai".
Amel tidak merespon ia hanya memutar kedua bola matanya malas.
"AMELLLL". teriak seseorang dari arah belakang.
Mendengar suara itu amel manoleh dan mandapati dua sosok gadis cantik yaitu irda dan jojo sahabatnya.
Mereka berdua berjalan menghampiri amel.
"Lo kok gak ngajak gue". Tanya jojo meraju.
"Tadi lo gak ada dikelas jadi gue duluan". Jawab amel santai.
"Eh bebeb vino". Sapa irda untuk vino.
"Hai". Sapa vino balik.
"Beb kekantin yuk". Ajak irda sekarang irda sudah melingkarkan tangannya manja ditangan vino.
"Eh". Ucap vino kaget. "Kayanya gak usah gini deh". Vino melepaskan tangan irda dari tangannya.
"Ih vin kok dilepas sih". Rajuk irda.
"Gak enak da diliat orang". Ucap vino.
"Bukan gak enak tapi maksud vino itu lo centil". Celetuk jojo.
"Ih apaan sih lo jo bilang aja lo iri". Ucap irda lalu iya kembali melingkarkan tangannya di tangan vino.
"Ih ngapain gue harus iri sama cewe centil ke elo najis". Sinis jojo.
"Wah lo jo ngajak kelai". Marah irda.
"Apa lo". Sahut jojo tidak terima
"Apa".
"Sini lo kalau berani biar gue cakar"......
"Ayo cepat kelai sini biar gue yang jadi wasitnya". Potong amel suaranya terkesan dingin.
Fikss
Mereka berdua langsung diam.
Vino yang melihat itu malah senyum senyum gak jelas.
"Ayo cepat kelai didepan gue? kalo gak mau biar gue aja yang bikin lo tambah cantik satu satu". Ucap amel seperti mengancam.
Irda dan jojo yang mendengar kalimat amel barusan langsung menoleh dengan wajah cemas. "Gak mau". Ucap mereka bersamaan
"Yaudah kalo gak mau ayo kekantin gue laper". Pinta amel.
Mereka berdua mengangguk mengiyakan.
"Untuk lo da hari ini lo punya janji mau teraktir gue". Tunjuk amel pada irda.
__ADS_1
Irda yang mendengar permintaan amel hanya menghembuskan nafas pasrah. "Iya gue ingat".