Loving Cold Girl

Loving Cold Girl
03. Kesal


__ADS_3

Amel berjalan menuruni tangga rumahnya. Ia sudah lengkap dengan seragam sekolah yang bisa dibilang tidak rapi bagaimana tidak penampilannya sekarang tidak bisa dibilang sebagai anak sekolah tapi lebih tepatnya berandal sekolah. Dasi tidak dipakai, rok pendek diatas lutut, baju dikeluarkan, baju lengan digulung bak preman, rambut di ikat seadanya.


Walaupun penampilannya acak acakan tidak mengurangi sedikitpun kecantikannya.


Amel berjalan menuju meja makan dan duduk disamping keila saudari tirinya.


Karin yang merasakan kehadiran anak tirinya itu langsung segera bergegas membuatkan roti tawar untuk anaknya penuh dengan kehati hatian.


Karin memberikan roti yang dibuatnya tadi pada amel. "Sayang ini rotinya nak".


Amel mengambil roti itu dan memakannya.


Tidak ada pembicaraan yang terjadi di meja makan.


yang ada hanya suara dentuman sendok yang saling bersahutan sampai akhirnya dirgantara mulai membuka suara.


"Ma papa berangkat dulu ya baik baik dirumah". Ucap dirgantara pamit.


Melihat suaminya akan pergi karin langsung mendatanginya dan menyalami tangan dirgantara patuh layaknya seorang istri.lalu dirgantara membalasnya dengan mencium kening karin sayang.


"Amel? keila papa berangkat ya pintar pintar sekolahnya". Dirgantara menyapa kedua putrinya tetapi yang menjawab sapaan dirgantara hanya keila tidak dengan amel.


"Iya pa". Sahut keila dan akhirnya dirgantara pergi meninggalkan rumah


Setelah menyadari tinggal mereka bertiga yang berada dimeja makan amel berdiri.


"Mau kemana sayang rotimu belum habis". Sahut karin mencoba memberitahu


"Gak nafsu". Jawab amel dingin.


Ialu ia berjalan pergi menuju pintu keluar.


"Amel". Panggil keila


Karna merasa ada yang memanggilnya amel langsung memberhentikan langkahnya.


"Maaf soal yang kemaren". Ucap keila dengan tulus ada nada menyesal disetiap kata kata yang gadis itu ucapkan.


Amel tidak meladeni ucapan keila ia malah tetap melanjutkan langkahnya terus barjalan menuju pintu keluar.


Keila hanya bisa menatapi punggung saudara tirinya itu yang semakin menjauh dan menjauh.


                               **************


Sekarang amel sedang berasa digarasi rumahnya ia berjalan ke arah mobil berwarna merah yang terparkir rapi.


Ia berjalan kearah pintu kemudi lalu masuk kedalamnya.


Gadis itu keluar dari garasi dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Amel sudah berniat sebelum ia pergi kesekolah gadis itu ingin mampir dulu kesuatu tempat.


Seteleh merasa puas ditempat yang tadi ia tuju amel melajukan mobilnya kembali menuju sekolah. Amel mengendarai mobilnya bak pembalap dia tidak perduli lagi dengan orang orang yang sudah memberikannya sumpah serapah yang terpenting sekarang adalah amel sampai sekolah tepat waktu.


Butuh waktu 10 menit dan akhirnya dia sampai kesekolah tetapi gerbangnya sudah ditutup.


Ya amel terlambat. tadi sebelum berangkat kesekolah amel sempat mampir dulu kemakam lalisa mama kandungnya.

__ADS_1


"***** sial gerbangnya sudah ditutup". Amel mengumpat kesal


Ini bukan masalah besar bagi amel.


Bahkan satu ide terlintas diotaknya dan ujung bibirnya terangkan sampai terbentuk senyum.


Tin tin tin


Suara klakson menggelegar di seleruh penjuru sma cahya bakhti yg sangat mengganggu ketenangan.


Amel mengklasong mobilnya berkali kali sampai murid sma cahya bakti serta guru guru keluar mendengar seperti ada keributan.


"neng neng amel berenti". Tegur pak satpam sekolah mencoba memberhentikan mobil amel agar berhenti mengklason


"Makanya bukain gerbangnya".


"Gak bisa neng, neng amel kan telat jadi bapak tidak bisa bukain".


"Yaudah". Amel melanjutkan aktivitasnya dengan mengklason mobil dan sampai akhirnya gerbang dibuka oleh pak samsul guru bk sma cahya bakti.


Pak samsul menghampiri amel dan mengetuk kaca jendela mobilnya. Amel menurunkan kaca jendela mobilnya dan memperlihatkan amel yg sedang memegang kemudi.


"Amel tolong jangan bikin keributan disini".


Amel menaikan satu alisnya. "Saya". Ia menunjuk dirinya sendiri.


"Ia kamu, cepat masuk habis itu temui saya diruang BK".


Amel menghembuskan nafas kasar. "Lagi".


Setelah pak samsul mengatakan itu amel pun kembali menjalankan mobilnya masuk kedalam lingkungan sekolah dan memarkirkan mobilnya dengan rapi.


Amel keluar mobil dengan santai seolah tidak pernah terjadi apa apa. Banyak siswa yg memperhatikannya dan saling berbisik bisik.


Tapi entahlah amel tidak ingin berurusan dengan mereka menurutnya itu hanyalah buang buang waktu.


Ruan BK


"ini surat panggilan untuk orang tua kamu". Pak samsul menyodorkan sebuah amplop pada amell.


Amel mengambilnya.


Amel sedang berada diruang BK ia sudah sangat bosan dengan ruangan ini bahkan dia sudah banyak mendapat surat panggilan dari orang tua tapi tidak ada satupun yg diberikannya kepada Dirgantara papanya.


Amel tau walaupun dia memberikannya pasti dirgantara tidak akan peduli yg amel tau di otak papahnya itu hanya kerja dan uang.


Saat guru BK memberikan surat panggilan amel langsung mengambilnya dan menyimpannya di tas setelah pulang sekolah dia akan membuangnya di tempat sampah yg ada dimobilnya.


"Baru dua hari masuk sekolah sudah banyak kamu bikin masalah". Omel pak samsul.


"Hah". Amel membuka mulut dan mengerinyitkan dahi membuat ekspresi kaget yg dibuat buat.


"Perasaan saya baru sekali deh pak". sanggah amel.


"Iya memang baru sekali untuk hari ini, yg kemaren kemaren itu banyak, catatan BK itu semua nama kamu". Tegas pak samsul.

__ADS_1


tidak heran lagi baru kelas sepuluh amel sudah banyak membuat gaduh di sma cahya bakti membuat namanya banyak terdapat di catatan BK.


"Yaelah bapak yg itu juga pake diungkit ungkit".


"Saya cuman mau mengingatkan kamu, yasudah sana kamu kembali ke kelas awas jangan sampai bolos". Titah pak samsul yang hanya dibalas deheman oleh amel


Setelah selesai urusannya dengan pak samsul amel kembali ke kelas.


amel berjalan disepanjang koridor yg sepi melawati kelas kelas yg sedang melaksanakan ngajar mengajar.


Amel berjalan dengan santai sambil memainkan benda pipih yg ada ditangannya ia sangat fokus pada benda tersebut sampai akhirnya.


Brukkk


Amel menabrak dada bidang seseorang sampai benda pipih yg dipegangnya jatuh ke lantai. Ia menunduduk melihat bagaimana kondisi hpnya itu sekarang. Setelah ia melihat hpnya dilantai beberapa saat. ia mengangkat kepalanya melihat siapa yg ia tabrak tadi dan .


"Elo". Amel membuka suara ia melihat laki laki yg ia temuai di rooftop kemaren dia adalah alvino ananta


"Lo gk punya mata ya? makanya kalo jalan yg betul jangan sambil main hp". Titah vino mencoba memberi tau


"Apaan sih lo, gantiin hp gue".


"Gk mau gue lo yg nabrak ko gue yg disuruh ganti". Bela vino tidak terima karna sudah dituduh oleh amel


Amel diam. Ia mencoba berfikir."tapi gara2 lo hp gue jadi jatuh, pokoknya gue gak mau tau lo harus ganti hp gue". Amel mencoba membela diri


Vino tersenyum jail."oke bakal gue ganti tapi ada syaratnya".


"Apaan". Jawab amel dingin


Vino berjalan mendekat amel langsung refleks mundur.


Vino semakin dekat amel semakin mundur dan sial amel tersandar ditembok wajah vino semakin dekat dengan wajah amel bahkan hanya tinggal beberapa senti.Amel bisa merasakan hembusan nafas vino.


Kali ini jantung amel berdetak tidak karuan ia menelan salivahnya dengan susah payah. Vino memblokir jalan amel tangan vino ia tempelkan didinding sehingga tidak ada jalan untuk kabur bagi amel. Amel diam dia mematung mereka saling tatap dengan jarak sedekat ini. Setelah beberapa saat mereka bertatapan akhirnya vino membuka suara.


"Lo harus cium gue".


Penuturan vino barusan membuat amel membulatkan mata dan


Bugggggggg


Amel meninju perut vino dengan keras sampai lelaki itu mengaduh kesakitan.


"Aww lo gila ya sakit *****". Vino memegangi perutnya yg terasa nyeri.


Bukannya menjawab amel malah memukul wajah vino sekali lagi dan membuat vino langsung jatuh tersungkur dilantai dan disudut bibirnya robek serta mengeluarkan darah segar.


"Itu balasan dari gue karna lo sudah berani macem mecem ". Akhirnya amel membuka suara dan berjalan pergi meninggalkan vino yang masih tersungkur di lantai tak lupa amel mengambil hpnya yg tadi sempat terjatuh.


Setelah amel pergi dan menghilang dibelokan koridor.


Vino bangun dari tempatnya terjatuh tadi.


Ia menghapus darah yg ada dibibirnya menggunakan ibu jari lalu ia tersenyum.

__ADS_1


"Gue bakal tepatin janji gue ta". Vino bergumam.


__ADS_2