Loving Cold Girl

Loving Cold Girl
17. Setan


__ADS_3

Dretttt drettt dretttt


Amel sedang berada dirumahnya.


Posisinya sekarang adalah berbaring dikasur sambil membaca novel.


Dilihatnya handphone yang ada disebelahnya berbunyi menampilkan nama irda yang tertera jelas dilayar handphone miliknya.


Amel mengambil hpnya dengan malas lalu ia menggeser tombol hijau tanda ia ingin menjawab telpon dari irda.


"Hallo kenapa". Jawab amel malas.


"Gue kerumah lo ya mell". Pinta irda dari seberang sana.


"Mau ngapain". Tanya amel.


"Mau wifian gue mau downlod drakor". Pintanya .


Amel hanya bisa menghembuskan nafas kasar. "Hmmm". Jawab amel.


Ia langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tut tut tut tut tut tut


sambungan mati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ceklek


"Sayang ada temanmu nak". Karin memberitahu dengan lembut.


Merasa ada yang menegurnya amel menoleh ke arah sumber suara dan melihat ada karin mama tirinya.


Amel melihat dengan wajah datar.


"Suruh masuk". Pinta amel dingin ia kembali fokus pada layar ponselnya.


Melihat reaksi amel karin hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.


Lalu ia pergi dari kamar anak tirinnya itu ia menutup pintu kamar amel dengan hati hati hingga tidak ada suara yang terdengar oleh orang yang ada didalam kamar.


Selang beberapa saat karin keluar.


Ceklek


Amel kembali mendengar suara pintu terbuka ia kembali menoleh dan sekarang ia melihat irda masuk sambil membawa lolipop ditangannya. Gadis berdarah cina itu memang hoby memakan benda manis itu.


"Wawww". Ucap irda kagum."gila gila gede banget rumah lo mel kalo gini caranya harta lo gak bakal habis sampai tujuh turunan percaya deh sama gue". Jelas irda.


Mendengar ocehan irda amel hanya memandang wajah gadis itu sekilas.


Ia berjalan menuju kasur milik amel.


Tanpa aba aba ia langsung naik dan duduk dikasur empuk itu.


Irda mengambil ponsel yang ada di dalam tas kecil miliknya.


Lalu memainkan benda pipih itu.


"Mel jojo mana". Tanya irda mata gadis itu masih setia melihat layar ponselnya.


"Mana gue tau".


"Coba telpone terus suruh kesini". Pinta irda.


"Banyak maunya lo". Sinis amel.


Mendengar jawaban amel yang sinis irda langsung menoleh ke arah gadis itu dan hanya mampu memperlihatkan senyumnya yang manis.


"Hallo cepat kerumah gue".


"(........)".


"Pokoknya kesini aja".


"(......)".


"Hmmmm buruan".


Amel mematikan sambungan telponnya lalu gadis itu meletakan hpnya diatas meja kecil yang ada disampingnya.


Untuk menghilangkan rasa bosannya amel mengambil remot tv dan menyalakannya bermaksud ingin mencari siaran yang menarik.


Beberapa menit kemudian.


Ceklek


Terdengar suara pintu terbuka kedua gadis yang sedang ada dikamar itu langsung menoleh ke arah sumber suara.


"***** ko ada si centil disini mel". Ucap jojo saat melihat irda.


Merasa tersinggung dengan ucapan jojo irda langsung memalingkan wajahnya dari layar ponselnya dan melepas permen lolipop dari mulutnya. Irda menatap jojo dengan tatapan elang.


"Lo ngomong apa tadi". Tanya irda kesal.


"Centil". Jawab jojo santai.


Setelah jojo mengatakan kata itu irda langsung melemparkan permen lolipop yang ada ditangannya entah dewa atau setan yang sedang berpihak pada irda lolipop hasil lemparan irda itu tepat mengenai wajah cantik milik jojo.


Jojo refleks memejamkan matanya merasakan benda lengket itu menempel diwajahnya ia membuka matanya pelan pelan lalu menatap tajam wajah gadis yang sedang berada tidak jauh dari hadapannya.


Ia melihat gadis itu senyum senyum kearah jojo."IRDAAAAAAAA". Teriak jojo.


Jojo langsung berlari ke arah irda dan menerkam gadis itu.

__ADS_1


Amel yang mendengar teriakan jojo  yang memenuhi ruangan kamar langsung menutup telinganya.


Dilihatnya dua temannya itu sedang bergulat diatas kasur miliknya. Amel berdiri lalu pergi ke kamar mandi sebentar.


Amel keluar membawa baskom berukuran sedang berisi air penuh ia berjalan kearah dua temannya yang masih setia bertarung dan .


Byurrrrrrr


"Aaaaaaaaa". Teriak mereka bersamaan.


"Yaa basah anjirr".


"Emang ada hujan ya". Ucap irda polos.


Mendengar ucapan irda barusan jojo langsung melongo lalu menoyor kepala irda sengaja."dasar ****".


Irda melotot ke arah jojo." Apa lo bilang? Gue ****". Irda kembali ingin menerkam jojo tapi langsung dicegah oleh amel.


"Iya terus aja sampai gue liat kalian kelai lagi gue bakal siram pakai air panas". Ancam amel.


Mendengar ancaman dari amel irda dan jojo langsung kicep dan bungkam tidak ada yang ingin bersuara.


Amel merasa dua temannya itu sudah tenang ia kembali ke kamar mandi untuk mengembalikan baskom itu ketempatnya.


Merasa sudah selesai dengan pekerjaannya amel keluar dari kamar mandi dilihatnya dua temnnya itu masih setia berada diatas kasur miliknya keadaan mereka berdua basah kuyup.


"Lo berdua buruan sana ganti baju". Ucap amel mengintrupsi mereka berdua langsung menurut.


"Gue kan gak bawa baju ganti". Tanya irda.


Amel menghela nafas."pake baju gue aja ambil aja dilemari".


Mereka berdua bejalan ke arah lemari untuk mencari pakaian yang akan mereka kenakan.


Amel hanya bisa menghembuskan nafas kasar karna melihat tingkah teman temannya yang kadang ke kanak kanakan.


Butuh waktu beberapa menit akhirnya mereka berdua sudah siap dengan pakaian gantinya.


"Tega lo mel". Rajuk irda.


"Kenapa marah". Jawab amel dingin


Melihat reaksi amel irda hanya mampu memanyunkan bibirnya dan memasang wajah kesal.


"Lo sih". Jojo mendorong pelan bahu irda.


"Kok gue? Orang elo". Balas irda.


"Siapa suruh lo lempar gue pake permen".


"Tapi lo yang duluan ngatain gue centil". tambah irda tidak terima.


"Emang iya lo C E N T I L". Ucap jojo sambil menekankan kata centil.


Amel yang kembali melihat pertengkaran kedua temannya itu hanya mampu memenjamkan matanya sejenak lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


"Sudah selesai lo kelai". Ucap amel mengintrupsi.


Mereka berdua langsung diam.


"lo berdua tunggu sini gue pergi bentar". Pinta amel.


"Mau kemana lo". Sahut jojo.


"Aelah lo mel ceritanya marah". Celetuk irda.


"Bacot". Amel melanjutkan perjalannya tanpa menghiraukan teriakan kedua temannya itu dibelakang yang selalu memanggil manggil namanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sekarang amel berada di luar rumahnya ia berjalan menuju indomaret untuk membeli beberapa cemilan.


berjalan sendiri di komplek perumahan di pukul 22.00 malam membuat bulu kuduk sedikit merinding.


Jalanan dikomplek perumahan hanya diterangi oleh lampu jalan berwarna kuning.


Amel berjalan menunduk dan melihat ada yang janggal tubuhnya seketika kaku dan tidak bisa bergerak nafasnya serasa tertahan lidah serasa kelu untuk berbicara hatinya was was jantung berdebar debar tidak karuan.


Amel melihat bayangan tubuhnya ada dua ia merasakan jika dibelakangnya ada sosok atau orang selain dia dikomplek sepi ini.


Amel masih diam memperhatikan bayangan yang ada dibelakangnya.


Ia masih bungkam dan mencoba memberanikan diri untuk menoleh ke belakang untuk melihat sosok apa yang ada dibelakangnya.


Amel memejamkan matanya lalu kepalanya menoleh kebelakang secara perlahan hingga ia merasa sudah memutar full badanya.


Dirasakannya ada hembusan nafas seseorang yang menerpa halus wajahnya amel menelan salivahnya dengan susah payah.


Ia membuka matanya perlaha lahan dan.


"Aaaaaaaaaaaa". Teriak amel.


Plakkkk


Tangan mungil gadis itu refleks menampar seseorang yang berada didepannya.


Setelah amel manampar sosok itu ia melihat telapak tangannya deru nafasnya tidak beraturan hawa disekitarnya berubah menjadi dingin penglihatan matanya lama kelamaan mengabur dan.


Brukkkkkk


"Mellll". Panggil seseorang yang langsung sigap menangkap tubuh amel yang tumbang.


Tangan seseorang memegang tekuk amel sebagai penyangga gadis itu.

__ADS_1


Ditidurkannya amel diatas trotoar jalan dan paha sebagai bantalnya.


Orang itu menepuk nepuk pelan wajah amel berharap gadis itu akan bangun.


"Mel woy mel bangun". Ucap orang itu tapi belum ada sahutan dari amel ia tetap bungkam dan masih setia dengan matanya yang tertutup.


"Tadi kan gue cuman niup niup muka lo? Emang nafas gue bau ya sampe lo bisa pingsan".


"Aelah ni orang? Woy bangun amelku sayang". Ucapnya sekali lagi.


"Mel lo gak papakan, apa perlu gue kasih nafas buatan". Alibinya.


Tapi sebelum fikiran itu datang ia langsung menggelengkan kepalanya agar fikiran porno agam tidak bisa meracuni otaknya.


Orang itu menghela nafas sebentar.


Lalu mengangkat tubuh amel.


Dan berjalan membawa amel pergi entah kemana.


.


.


.


.


.


Ting tong ting tong


Bunyi bel mengintrupsi pemilik rumah agar membukakan tamunya.


"Yaampun ya allah neng amel kenapa". Panik bi ija pembantu rumah keluarga dirgantara itu.


"Dia pingsan bi".


"Sini den cepat masuk langsung bawa neng amel kekamar saja den". Ucap bibi itu ada nada khawatir disetiap kata kata yang dikeluarkan oleh bi ija.


Satu persatu tangga dinaiki agar cepat sampai dilantai dua dimana kamar gadis itu berada.


Ceklek


Pintu kamar amel terbuka dan langsung diperlihatkan oleh dua sosok gadis yang sedang asik menonton siaran televisi.


Dua gadis itu belum menyadari bahwa seseorang datang.


"Woyyy bantuin". Ucap orang itu.


Merasa ada suara dua gadis itu langsung mengarah ke arah sumber suara.


"Vino". Suara jojo mengintrupsi.


"Ehh bebeb vino amel kenapa". Ucap irda karna melihat amel yang berada dalam gendongan vino.


"Nanti gue ceritain". Ucap vino


Ia berjalan menuju kasur milik amel dan langsung menidurkan gadis itu dengan hati hati.


"Tolong gue minta air segelas". Pinta vino.


"Biar gue yang ambilin". Jojo berdiri lalu berjalan mengambil air.


Tidak butuh waktu lama akhirnya jojo datang dengan segelas air ditangannya.


Jojo memberikan air itu pada vino dan vino meneriman pemberian dari jojo.


Vino mencipratkan air itu pada gadis yang sedang memejamkan matanya di atas kasur itu.


Percikan air menerpa halus wajah amel.


Vino melihat mata gadis itu sedikit demi sedikit terbuka.


Dilihatnya gadis itu membuka matanya untuk menyesuaikan cahaya disekitarnya.


"Awww kepala gue". Amel meringis sambil memegangi kepalanya.


"Yang mana sakit". Tanya vino ia membantu gadis itu untuk bangun dan menyenderkannya.


"OMG amel ya ampun kok lo bisa sampe pingsan ke gini sih". Ucap irda.


Amel melihat irda sekilas lalu ia menggeleng.


"Gue gak tau tapi tadi gue itu abis nampar setan". Ucap amel seperti ngigo.


Jojo dan irda yang mendengar ucapan amel langsung melongo.


Sedangkan vino sudah senyum senyum gak jelas.


"Ah gila mana bisa setan ditampar? Halu lo mel". Sahut jojo.


"Tapi gue beneran jo, lo tau kan kalo gue takut sama yang begituan".


Irda melihat vino senyum senyum sendiri."bebeb kenapa kesurupan kok senyum senyum sih".


"Hah". Vino menoleh kearah irda lalu menggelengkan kepala.


Irda mengangguk.


"Yaudah sekarang lo tidur aja mungkin itu cuman halusinasi lo aja". Pinta jojo.


Amel mengangguk membenarkan.


"Gue pulang ya selamat istirahat honey". Ucap vino lalu mengacak rambut amel gemas.


Amel menerima perlakuan vino kepadanya lalu ia hanya melihat laki laki itu sekilas.


"Jangan lupa mimpiin gue ya". Teriak vino didepan pintu kamar.


"Iya beb aku bakal mimpiin kamu ko". Celetuk irda sambil senyum ke arah irda.


Vino yang melihat irda langsung menyegerakan menutup pintu kamar gadis itu.


Jojo yang melihat perlakuan vino pada amel hanya mampu menatap mereka dengan tatapan dingin.


"Mel gue pamit ya". Pamit irda.


"Iya kayanya gue juga harus pamit deng cempat sembuh ya". Ucap jojo.


Amel mengangguk."makasih ya". Ucap amel.


Irda dan jojo berjalan menuju keluar kamar amel.

__ADS_1


__ADS_2