
Hari senin merupakan hari paling malas sedunia karna apa ?
Pada hari itu murid murid pasti bakal disuruh upacara panas panasan dilapangan belum lagi harus berdiri lama mendengarkan amanat dari kepala sekolah yang gak ada faedahnya sama sekali.
Amel POV
Dilapangan sma cahya bhakti dipenuhi murid murid yang sedang melangsungkan upacara bendera.
Amel berdiri dibarisan belakang.
Udara disekitar sangat panas karna cuaca kali ini tidak bersahabat matahari bagai diatas kepala panasnya sangat menyengat membuat bulir bulir air keluar dari pori pori kulit.
Amel sudah tidak tahan lagi berpanas panasan dilapangan bukan karna takut hitam tapi dia sudah merasakan sakit dikepalanya. Ia enggan untuk memanggil petugas pmr yang sedang berjaga dibelakang. Wajahnya tampak pucat dari biasanya. Untuk menghilangkan rasa bosan ia memainkan ponselnya.
"Sut sut sut". Panggil seseorang amel menoleh melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata vino amel tidak menghiraukan vino yang melambai lambaikan tangan ke arahnya.
"Hai honey". Sapa vino
"Apaan sih lo".sinis amel
"Kangen". Jawab vino sambil nyengir2 kuda
"Kangen kangen muka lo ke ****** pergi lo dari sini ngapain baris dikelas orang". Amel naik darah terlihat dari wajahnya yang sedang kesal.
"Ih honey mulutnya kasar ya". Vino berbicara dengan gaya layaknya anak kecil
"Jijik ******".
"Honey kalo marah lucu deh". Penuturan Vino tidak amel hiraukan ia bingung bagaimana laki laki itu bisa berada dibarisan kelasnya terus sekarang posisi mereka sedang bersebelahan. vino merupakan anak ipa 1 yang pasti barisan kelasnya berada diujung.
"Honey". Vino menoel pipi amel.
Amel menoleh kesebelah."apaan sih lo gue punya nama ya gila nama gue itu A M E L bukan honey atau apalah itu ngerti lo". Amel menekankan setiap kata amel
"Hmm oke oke". Jawab vino santai "mel gue mau tanya".
"Apaan".
"Ini jari apa". Vino meperlihatkan ibu jarinya.
"Apaan sih lo gak jelas". Sinis amel
"Jawab dulu". Rengek vino
"Ibu jari". Jawab amel males
"Kalo ini". Vino memperlihatkan jari telunjuknya.
Amel melirik. "Jari telunjuk".
"Kalo ini". Vino memperlihatkan jari tengahnya.
"Itu fack". Sinis amel
__ADS_1
"Mel betul2".
Amel memutar bola matanya malas."jari tengah".
"Kalo ini". Vino memperlihatkan jari manisnya
"Jari manis".
"Bukan". Sanggah vino
"Hah". Amel mebuka bulutnya sampai membentuk huruf O. "Orang **** juga tau ini namanya jari manis terus kalo bukan jari manis namanya jari apa jari pahit".
"Menurut gue jari ini kalo sama lo namanya jari doang".
"Ko bisa". Tanya amel penasaran
"Karna manisnya pindah ke elo".vino menjawab dengan wajah menggoda membuat amel langsung memalingkan wajahnya. Sedangkan murid yang berada disekitar mereka sudah teriak baper.
30 menit berlalu akhirnya upacara telah usai dan yang paling penting amel bisa terbebas dari vino yang selalu mengganggunya. Amel berjalan mendahului vino yang selalu mengikutinya.
"Amel stop". Cegah vino
"Apaan sih". Amel berbalik
"Mundur dikit". Suruh vino
"Kenapa". Amelpun mundur menuruti perintah vino
"Cantiknya kelewatan". Jawab vino menggoda
"****** lo vin". Amelpun melanjutkan langkahnya menuju kelas tanpa memeperdulikan vino lagi yang ada dibelakang.
"Amel mulai hari ini dan seterusnya lo bakal ketemu gue terus". Teriak vino.
Amel mendengar teriakan vino tapi ia seolah tuli dan terus melajukan langkahnya agar cepat sampai ketujuan.
Butuh beberapa menit akhirnya amel sampai dikelasnya dan langsung mendudukan bokongnya dikursi kebangsawanannya.
"Woy kenpa tu muka". Tukas jojo
"Emang kenapa". Tanya amel penasaran
"Gpp sih". Jawab jojo acuh sambil mengangkat turunkan bahunya.
"Gak jelas lo gila".
"Hayyyy gays tolong liat gue". Teriak irda teman sekelas amel yang rumpi kini ia sedang berada didepan kelas dengan wajah sangat ceria yang tidak bisa lepas dari paras cantik wanita berdarah cina itu. Semua murid kelas XI mipa 5 sedang menatap kearah irda kecuali amel ia hanya fokus dengan benda pipih yang ada ditangannya.
"gays gue mau ngumumin kalo alvino ananta anak kelas ipa 1 yang gantengnya kelewatan itu bakal pindah kekelas kita gila gak tu gaysss seneng kan lo semua". Teriak irda heboh yang diikuti dengan teriakan heboh dari murid wanita yang lainnya.
"Wah beneran da". Tanya nisa meragukan
"Ya da yang bener awas lo kalo bohong". Tanya sabet tidak percaya
__ADS_1
"***** paling hoax tu sih irda". Celetuk rahma
"Ih kok lo semua gak ada yang percaya sih sama gue". Rajuk irda
"Ya gak adalah kalo gak ada bukti". Tambah jojo
Amel yang mendengar kehebohan teman temannya karna ada cogan yang ingin pindah ke kelasnya hanya bisa menghembuskan nafas malas ia hanya acuh dan tidak perduli ia seakan tuli dan tidak mendengar apa apa padahal ia tau kalau yang akan pindah itu adalah alvino ananta orang yang amel sangat benci karna selalu mangganggunya.
"Kalau kalian semua gak percaya tanya tu fadil ketua kelas kita". Bela irda
"Emang bener dil". Tanya jojo
"Ho oh". Jawab fadil santai
"Tukannnn apa juga gue bilang". Teriak irda heboh
Setelah terjadi keributan untuk beberapa saat akhirnya pak wasis datang untuk mengajar kimia semua mirid kelas XI mipa 5 kembali ketempat duduknya masing masing suasa berubah menjadi sunyi senyap tidak ada suara karna takut.
"Buka halaman 218 kita akan bahas tentang hidrolisis asam". Suruh pak wasis
Semua murid menuruti perintah pak wasis tidak terkecuali amel.
"Assalamualaikum pak". Salam seseorang semua murid yang asik mencari halaman buku kimia yang disuruh pak wasis menoleh ke arah sumber suara setelah mereka semua melihat siapa yang datang yang pasti semua kaum hawa langsung memeking kegirangan dan menampilkan senyum termanis yang mereka miliki.
"Walaikumsalam". Jawab pak wasis
"Masuk". Suruh pak wasis
"Iya pak terima kasih". Jawab anak itu sopan
"Ada perlu apa". Tanya pak wasis
"Saya pindahan dari kelas ipa 1 pa". Jawab anak itu
"Owh kamu anaknya". Anak itu mengganggukan kepala tanda mengiyakan."sekarang perkenalkan nama kamu". Suruh pak wasis
"Emang perlu pak". Tanya anak itu
"Ya perlu mungkin kelas ini belum ada yang kenal".
"Baik pak". Anak itu menurut. "Perkenalkan nama saya alvino ananta saya pindahan dari kelas XI ipa 1 salam kenal ya semoga kalian bisa menerima saya sebagai teman kalian".
"Ya pasti diterima lah gak mungkin enggak". Celetuk irda dengan gaya centil. Vino hanya membalas dengan senyum manisnya yang mampu membuat kaum hawa XI mipa 5 teriak bahagia. Amel yang sedari tadi memperhatikan vino dari bangku belakang hanya bisa memutar bola matanya karna melihat tingkah laku teman sekelasnya.
"Yasudah kamu duduk di". Pak wasis sedang meneliti tempat duduk yang ada dikelas. "Disitu". Tunjuk pak wasis mengarah ke kursi yang sedang jojo tempati. "Kamu hariyanti pindah kedepan biar alvino duduk disitu".
Jojo hanya bisa pasrah dan menurut
Amel yang mendengar hal itu spontan langsung membulatkan mata. "Gak bisa gitu dong pak kenpa harus disini ditempat lain kan ada". Tolak amel
"Kenapa kamu gak terima". Jawab pak wasis dingin
"Ehhh bukan gitu pak tapi disini kan sudah ada jojo nanti dia kasihan pak kalo pisah sama saya". Tukas amel sembarang sambil nyengir yang membuat jojo bergidik geli.
__ADS_1
"Udah gak papa pak saya bakal pindah kedepan biar vino yang disini". Pinta jojo
Amel hanya bisa menghembuskan nafas pasrah sesekali ia menatap tajam ke arah jojo yang hanya dibalas jojo dengan cengiran kuda