Loving Cold Girl

Loving Cold Girl
02. Cerita Amel


__ADS_3

"Anda tidak akan pernah mengerti bagaimana seseorang harus memikul beban berat dan harus terus menangis dalam diam bahkan cuman dia dan tuhan yangg tau betapa berat penderitaannya"


Suara dentuman musik mengalun keras ditambah lagi dengan lampu berwarna warni yang berkedip kedip menambah suasana diruangan ini semakin seru banyak yang menari bahkan bau mnyeruak dari alkohol sudah tercium menembus hidung.


Amel sedang berada di club mengingat hanya tempat ini yang satu satunya menjadi pelampiasan bagi amel setelah dunianya benar benar lenyap dalam sekejap mata. Disini ditempat laknat ini amel tidak sendiri dia ditemani jojo sahabatnya.


"Mel mau sampai kapan lo disini". Tanya jojo dengan wajah cemas


"Apa lo nanyak gue ". Sahut amel sambil menunjuk dirinya sendiri


"Iyalah gue nanya lo **** terus nanya siapa lagi". Kesal jojo


"Hahahahahaha". Amel tertawa sumbang "gue gak mau pulang jo kalo perlu gue sampai mati aja disini". Perkataan amel yang barusan membuat jojo tersentak


"Lo ngomong apasih".


"Gue cape jo ke gini terus gk ada yang bisa ngertiin gue semua orang ninggalin gue termasuk ". Amel tidak melanjutkan kata katanya.


Jojo menyadari perubahan amel ia langsung mengahampiri amel dan mengelus lembut pundak sahabatnya itu mencoba memberikan kekuatan.


"Sudah jo lepasin gue". Amel menepis tangan jojo. "Gue masih mau disini kalo lo mau pergi pergi aja sana". Amel kembali menuangkan alkohol kedalam gelas yang ada didepannya.


"Gue bakal disini nungguin lo tapi tolong berenti buat minum lo sudah gk kuat jangan nyiksa diri lo kaya gini cuma gara gara dia". Jojo mencoba menasehati


Amel membalas perkataan jojo dengan senyum sinis yang sulit diartikan.


Mereka berdua masih setia berada ditempat laknat itu bahkan jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari. Semakin malam tempat ini semakin ramai dipenuhi oleh pengunjung yang ingin sekedar mencari hiburan.


Sudah hampir tiga jam mereka berada ditempat ini jojo masih duduk dimeja bar.


Ia masih fokus memperhatikan sahabatnya yang kini sudah tidak sadar karna pengaruh alkohol.


Sambil memperhatikan amel yang kini sudah meracau dengan mengeluarkan kata kata yang tidak jelas. Jojo hanya diam memperhatikan sahabatnya itu dia ingin membantu tapi bingung bagaimana caranya.


Sesekali ia memperhatikan orang orang yang ada didepannya yang sedang sibuk menari nari mengikuti alunan musik.


Tak sengaja mata jojo menangkap sosok orang yang dia kenal sesegera mungkin ia menghampiri sosok itu.


"We vin". Jojo menyapa sosok tadi yang dilihatnya.


"Eh lo jo kenapa tumben lo disini sama siapa". tanya vino


"Gue sama amel". Jawab jojo


"Hah lo sama amel". Tanya vino dengan wajah yang sedikit kaget.


"Iya lo kenapa sih santai aja dong mukanya". Jojo menoyor lembut kepala vino


"Anjayy gk usah pake noyor juga lo ****, terus amelnya mana". Tanya vino jojo menjawab dengan menunjuk meja bar yang tidak jauh dari mereka.


Mata vino memicing memperhatikan sosok wanita yang sudah setengah sadar tergeletak diatas meja bar.


"Dia mabuk". Jojo hanya mengangguk membalas pertanyaan vino.


"Kenapa lo gak bawa pulang".


"Sudah gue bujuk tapi dia tetep kekeh mau disini". Jawab jojo merasa pasrah


"Yaudah biar gue yang bujuk". Vino menawarkan diri.


Vino berjalan menghampiri meja bar dan diikuti jojo dibelakang.


Vino menyentuh lembut pundak gadis yang berada di meja ber dengan kondisi setengah sadar. "Mel lo gk mau pulang". Ajak vino


Merasa ada yang menyentuhnya amel bangun dari posisinya dan mendapati laki laki berada dihadapannya." Satya lo ngapain disini lo mau ngancurin hidup gue lagi kurang puas lo sudah khianatin gue". Amel maracau tidak jelas khas orang mabuk


Setelah mendengar jawaban amel vino hanya bisa menghela nafas dan tanpa aba aba vino langsung membopong amel dengan tangan kanan vino yang memegangi tangan amel sedang tangan vino satunya lagi melingkar bebas dipinggang ramping amel. Vino berjalan membawanya keluar dari tempat laknat itu.


butuh waktu beberapa menit untuk vino jalan menuju parkiran sambil membawa gadis yang sedang mabuk.


Setelah sampai di parkiran vino langsung memasukan gadis itu kedalam mobil dengan penuh hati hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Gak gue mau disini aja jo? makasih sudah nganterin gue". Tolak amel.


Jojo pun mau tidak mau  mengiyakan jawaban gadis itu karna ia tau sekali kalau amel sudah berkata tidak berarti tidak amel bukanlah orang yang plin plan.


Setelah mengantar amel pulang jojo langsung menancap gas meninggalkan amel sendiri.


Amel berdiri didepan rumah megah bernuansa emas yang menambah kesan mewah rumah tersebut.


disinilah amel tinggal dirumah pengusaha properti terbesar di indonesia DiRGANTARA namanya amel adalah anak kedua dari dirgantara dan lalisa.


Amel memasuki rumah mewah itu dengan berjalan sempoyongan sekali kali iya terjatuh karna tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.


Saat memasuki rumah itu terlihat tampak sepi tidak ada orang terlihat satupun didalamnya.


Amel masih berjalan santai sampai tiba tiba ada suara seseorang yang menghentikan langkahnya.


"Darimana kamu jam segini baru pulang". Dirgantara membelokir jalan amel sehingga gadis itu diam ditempat.


"Bukan urusan anda". Amel menjawab dirgantara dengan nada dingin.


"Kamu tau ini jam berapa". Dirgantara membentak amel.


Seolah sudah kebal dengan perlakuan dirgantara amel malah cuek tak menghiraukan papanya itu. Ya amel memang kelewat batas saat pulang bahkan ini sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari.


"Saya tau, dan saya ngantuk, capek mau tidur tolong jangan halangi jalan saya". Amel maju menaiki tangga berniat ingin melewati dirgantara tapi tangannya dicengkram.


"Amel kamu kenapa selalu mabuk mabukan mau jadi apa kamu hah kamu ini perempuan tidak seharusnya melakukan hal serendah itu". Dirgantara mengangkat tangannya ingin menampar amel namun tangannya ditahan oleh seseorang.


"Pah sudah pa kasian amel". Karin datang mencoba menenangkan emosi dirgantara.


"Tapi dia sudah kelewat batas ma". Dirgantara masih emosi terlihat dari wajahnya yang merah padam.


"Saya juga kaya gini gara gara anda". Amel manatap dirgantara dan karin dengan sinis.


"Semenjak wanita ****** itu datang ke dalam kehidupan kita papa berubah". Amel menunjuk karin sedangkan yang ditunjuk hanya menunduk takut.


"Maafkan saya". Lirih karin tapi masih bisa didengar oleh amel


"Anda jangan terlalu berderama dirumah saya? ingat disini anda dan anak anda cuma benalu". Amel menekankan setiap katanya yang mampu membuat karin terisak mendengarnya.

__ADS_1


Plakkk


Satu tamparan dirgantara lolos begitu saja mengenai pipi mulus amel.


"Jaga mulut kamu ini mama kamu". Bentak dirgantara penuh emosi


Amel masih memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan dirgantara papahnya sendiri.


"Mama saya itu lalisa bukan wanita murahan yang papa pungut di pinggir jalan ini". Teriak amel sambil menunjuk karin dan perkataannya tadi mampu membuat dirgantara kembali naik darah saat setelah mengatakan itu amel langsung berlari pergi kekamarnya sambil terus menahan isak tangis


saat amel berlari ia tidak sengaja bepapasan dengan keila amel menatap keila dengan tatapan tajam.


"Puas lo". Sinis amel.


Keila hanya mampu diam menunduk tidak berani menatap saudara tirinya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Amel Pov


Saat sudah berada dikamarnya yang berwarna merah dan dipenuhi oleh banyak boneka beruang lucu.


Amel merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk serasa nyaman menurutnya.


Ia memperhatikan langit langit kamarnya sambil membayangkan betapa hancur hidupnya sekarang semenjak kepergian mama dan kaka laki lakinya satu tahun yg lalu ditambah lagi orang yg sudah mengisi hatinya dan sahabat dekatnya telah berhiyanat.


Semua kejadian itu telah merubah amel 180 derajat dari kehidupannya yg dulu.


Amel yg dulu selalu menurut, anak yg manis selalu juara kelas dibanggakan oleh banyak orang dan masih banyak lagi hal hal positif yg melekat ditubuh gadis manis berlesung pipi itu.


Berbeda dengan sekarang amel yg sekarang adalah berandal, suka mabuk mabukan, suka berantem ya amel merupakan salah satu anak karete di sma cahya bakti, banyak melanggar peraturan, dan membangkang itulah kehidupannya yg sekarang.


Saat membayangkan itu semua.


air matanya terus mengalir bak hujan deras yg kita tidak tau kapan berhentinya.


Amel mengambil benda pipih yg ada disampingnya ia membuka galeri dan menampilkan gambar wanita berumur yg sedang memasak tersenyum menghadap kamera.

__ADS_1


"Ma amel kangen". Lirih amel yg masih terisak.


__ADS_2