
Kringggg
Bunyi bel yang ditunggu tunggu oleh murid sma cahya bakhti akhirnya berbunyi. menandakan proses ngajar mengajar untuk hari ini telah usai.
Di kelas Xl ipa 5 amel merapikan bukunya yang bertumpuk tumpuk di atas meja dan memasukannya kedalam tas ransel miliknya. Merasa sudah selesai dan tidak ada yang tertinggal amel berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu kelas untuk keluar dan segera pulang.
"Amel".
Panggilan seseorang memberhentikan langkahnya. Amel menoleh membalik tubuhnya dan langsung menemukan sosok perempuan imut menggunakan pita berwarna pink dirambut sebelah kanannya.
"Gue ikut lo pulang ya? rumah kita kan searah". Mohon clara pada amell.
Clara adalah teman satu komplek amel. Rumah gadis itu memang tidak jauh dari rumah amel. Clara merupakan anak ipa 3.
"Iya". Jawab amel singkat.
"Makacih". Clara berucap dengan nada yg dibuat buat seperti anak kecil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mereka berjalan menuju parkiran mobil tidak ada pembicaraan diantara mereka. Sesekali clara bertanya tetapi amel hanya menjawab dengan singkat itu sangat membuat clara bosan.
"Mel lo tadi ada disuruh bikin tugas pidato gak sama bu nurniah malik". Tanya clara antusias dibarengi dengan senyuman ceria yang sangat melekat diwajah gadis itu.
"Ada". Jawab amel singkat sambil menatap lurus kedepan.
"Gimana susah gak".
"Iya".
"Ih mel ko lo jawabnya cuma gitu aja sih". Clara mengerucutkan bibirnya sehingga membuat bibirnya maju beberapa senti.
"Terus". Jawab amel dingin sesekali ia melirik ke arah clara sekilas.
"Terus? terus entar ada tembok didepan baru lo tabrak entar lo mati gue biarin". Clara menjawab dengan wajah kesal menahan marah.
"Gak waras lo".
"Ihhh amel lo ya". Clara mengangkat kedua tangannya persis seperti kucing yang ingin mencakar musuhnya.
Amel mempercepat langkahnya pergi meniggalkan clara. Ia sudah tidak memperdulikan clara yg memanggil manggil namanya dibelakang.
***************
Amel sudah berada didepan mobilnya. Tangannya sudah memegang pintu mobil dan siap untuk membukanya tapi tiba - tiba ada tangan kekar yg menahan pintu mobilnya.
Amel menoleh kebelakang mengangkat sedikit kepalanya ke atas agar bisa melihat orang yang sudah menahan pintu mobilnya.
"Hai honey". Sapa vino dengan suara lemah lembut.
__ADS_1
"Elo".
Amel menatap vino dengan tatapan ingin membunuh.
"Ngapain lo disini". Amel mendorong tubuh vino agar sedikit menjauh.
"Gue mau ajak lo pulang bareng". Vino memberikan senyum andalannya. Yang sudah dipastikan siapa saja yang melihat senyum laki laki itu langsung berteriak kegirangan.
"Lo buta? lo gak liat kalau gue bawa mobil". Amel menjawab dengan sinis
"Liat". Jawab vino polos
"Terus".
"Terus? lo harus tetap pulang sama gue honey". Vino mengambil alih kunci mobil yang ada ditangan gadis itu. belum sempat amel merebut kunci mobilnya vino langsung melemparkannya ke arah agam.
"Tangkap gam". Vino bersuara sambil melemparkan kunci mobil ke arah agam. Kunci mobilnya melayang diudara dan mendarat secara mulus ditangan agam.
"Wiss mantap bos". Agam mengacungkan kedua jempolnya memperlihatkan pada vino
"Sip". Vino membalas mengacungkan jempol pada agam.
"Lo apaan sih itu kan kunci mobil gue". Sahut amel kesal.
"Iya aku tau".
"Terus kalau lo tau ngapain lo kasih ke temen lo? Lo mau maling ya". Tuduh amel.
"Eh? Ya enggak lah sembarangan aja ni cewe? Asal sebut aja temen kita maling". Protes agam tidak terima.
"Terus kalau bukan maling apa dong namanya? pencuri". Selidik amel dengan mata sinisnya menatap ke arah agam.
"Udah udah". Vino menengahi.
"Eh lo temannya amel? pulang ikut rendy aja ya". Titah vino pada clara yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari amel.
"Hah". Clara bingung.
"Gue". Ia menunjuk dirinya sendiri. Clara masih fokus pada wajah tampan milik vino. Didalam hatinya ia tidak salah lihat kah. Dia bisa sedekat ini dengan the most wanted sekaligue kapten futsal kebanggaan SMA CAHYA BHAKTI.
"Iya elo". Vino menunjuk clara.
" Ren antar dia sampai rumah ya".
"Oke boss". Balas rendy.
Sejak tadi amel hanya diam memperhatikan semua adegan adegan yang menurutnya tidak masuk ke dalam otaknya.
"Terus gue". Gadis itu menunjuk dirinya sendiri dengan raut wajah bingung.
"Lo pulang sama gue honey". Tanpa aba aba langsung menarik tangan amel.
"Lepasin gue". Amel menepis tangan vino kasar.
"Kenapa". Vino bertanya.
"Lo bilang kenapa? Gue gak suka dipaksa? Sini kembaliin kunci mobil gue". Amel menengadahkan tangannya seperti meminta.
Vino tersenyum. "Gak ada kunci mobil? Untuk hari ini lo pulang sama gue". Vino kembali menarik tangan amel.
"Ihh lepasin tangan gue". Amel berontak membuat langkah keduanya terhenti.
"Lo gak mau".
"Gak". Sahut amel sinis
"Yaudah".
Tanpa sepengetahuan gadis itu. Vino langsung menggendong tubuh mungil amel ala bridel styl.
Agam yang sedari tadi melihat adegan itu hanya bisa melongo tidak percaya.
"WOY TURUNIN GUE SETAN". Amel berteriak teriak sambil memukul mukul dada bidang milik vino. Vino hanya tersenyum simpul melihat tingkah amel.
Banyak mata yang memperhatikan mereka berdua. Tapi vino tidak perduli.
Ia terus saja berjalan sambil menggendong amel. Dia tidak menghiraukan ocehan ocehan gadis itu yang sudah mengeluarkan kata kata indah bak mutiara keluar dari mulut mungilnya.
"Sutttt diam mel? Muka lo gak cocok buat ngomong kasar". Ucap vino memberitahu.
Laki laki itu masih setia menggedong gadis itu. "Gue gak perduli? Sekarang turunin gue? Sialan lo". Amel berontak ia menggoyang goyangkan kedua kakinya.
Dan lagi lagi vino tidak perdulim
Butuh waktu beberapa menit Akhirnya mereka sampai didepan mobil mewah berwarna hitam yang bertengker rapi diparkiran.
__ADS_1
Vino menurunkan amel dengan hati hati.
Bugghhhh
"Aww". Vino memegang perutnya yang terasa perih. Gadis ini benar benar ia dengan cepat dan gesit meninju perut vino dengan gerakan yang tiba tiba.
"Mampus rasain lo". Amel memeletkankan lidahnya ke arah vino dan langsung pergi berlari meninggalkan vino sendiri.
Amel berlari menuju tempat mobilnya tadi terparkir tapi hasilnya nihil mobil gadis itu sudah tidak ada lagi ditempatnya pasti sudah dibawa pergi oleh agam sahabat vino.
"Mobil gue". Amel mngusap wajahnya frustasi.
Tin tin
Amel menoleh ke arah sumber suara dan menemukan vino yang sedang bertengker duduk dikursi kemudi sambil nyengir ke arah amel.
"Apa lo". Sinis amel
"Ayo honey? ikut gue aja daripada lo jalan kaki kan cape". Bujuk vino
Amel melipat tangannya dibawah dada sambil berfikir dan tidak sengaja matanya menatap sosok laki laki dan perempuan yang tampak mesra dengan tangan mereka saling menyatu.
Amel meminyipitkan matanya agar bisa melihat sosok itu dengan jelas.
Tanpa sadar matanya memanas, dadanya terasa sesak, atmosfer disekitar serasa berubah menjadi panas amel sudah tidak tahan lagi dia tidak berfikir panjang dan langsung masuk kemobil vino yang masih setia terparkir didepannya.
Vino hanya menatap amel sekilas dan tersenyum. Dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan parkiran yang sudah mulai sepi.
Sedari tadi amel masih setia menatap ke arah jendela mobil yang langsung memperlihatkan ramainya jalan kota samarinda.
Kali ini amel tidak banyak bicara dia hanya fokus dengan fikirannya. apa yang tadi dia liat diparkiran. Satya dan keila tampak begitu mesra membuat ia yang melihatnya terasa sesak dan sulit bernafas. Tanpa sadar ia mengeluarkan tetesan air yang lolos begitu saja tanpa meminta izin.
"Mel kita udah nyampe".
Butuh waktu 15 menit akhirnya mereka sampai didepan rumah mewah berwarna emas.
Amel tidak menggubris ucapan vino ia masih setia dengan fikirannya sesekali menyeka air matanya yang jatuh tanpa izin.
Ia masih melamun tidak sadar kalo mobil vino sudah berenti didepan rumahnya.
Vino memberanikan diri menyentuh lembut bahu gadis itu. "Mel kita udah nyampe".
Amel langsung terbangun dari lamunannya berbalik menatap vino dengan pandangan datar.
"Lo nangis". Vino bertanya saat gadis itu benar benar menghadapnya.
"Gak".
"Terus mata lo".
"Bukan urusan lo". Potong amel cepat.
"Kok lo tau rumah gue". Tanya amel dingin
"Ohh itu".
Flashback Of
"Cepat masukin dia kemobil gue vin" titah jojo.
Vino memabawa amel yang sedang mabuk ke mobil jojo dan mendudukannya di sebelah kursi kemudi.
"Lo yakin mau bawa dia sendiri atau kalian gue anter aja takutnya ada apa apa dijalan". Tanya vino khawatir
"Gak usah vin makasih". Jojo menjawab dengan lembut tidak lupa ia memberikan ucapan terima kasih karna vino telah membantunya.
"Iya sama sama". Balas vino "kalo gitu gue ikutin lo aja ya dari belakang takut ada apa apa lo berdua kan cewe". Ucap vino memberi saran.
Jojo hanya mengguk mengiyakan.
Flashback On
"Berarti pas malam itu lo juga ada di club". Tanya amel wajahnya lurus kedepan. Tidak ada niatan untuk gadis itu menatap vino.
"Iya". Balas vino polos
"Oh". Amel langsung membuka pintu mobil vino dan keluar tanpa mengucapkan kata terima kasih ataupun semacamnya.
Ia berjalan memasuki gerbang rumah mewah didepannya dengan setengah berlari.
Vino hanya memperhatikan punggung amel yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.
Vino tersenyum."ini awal perjuangan gue dimulai". Ucap vino lirih.
Vino kembali fokus dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah yang tadi disinggahinya.
__ADS_1
Tolong spam next ya guysss