Loving Cold Girl

Loving Cold Girl
18. Tentang Vino


__ADS_3

"Mel nanti keila ikut kamu ya berangkat papa gak bisa antar dia soalnya ada meeting". Suara barito dirgantara memenuhi ruang makan.


Amel hanya menatap dirgantara sekilas lalu ia melanjutkan aktivitas makannya.


"Mel kamu dengar papa". Ucap dirgantara sekali lagi.


"Hmmm". Balas amel.


"Pa kayanya keila bisa berangkat sendiri naik taksi". Pinta keila sopan.


Dirgantara mengusap lembut rambut keila."gak sayang naik taksi bahaya nanti kamu kenapa kenapa? Jadi papa saranin kamu berangkat sama amel aja ya". Jelas dirgantara.


Keila hanya menghembuskan nafas pasrah lalu ia mengangguk mengiyakan.


"Yaudah kalo gitu papa berangkat dulu ya sayang". Pamit dirgantara lalu mencium kening keila sayang.


"Mama papa berangkat ya? Amel jangan macem macem". Pamit dirgantara ia mencium kening istrinya lalu dilanjutkan dengan mencium kepala amel sekilas.


Dirgantara pergi meninggalkan rumah.


Tersisa amel, keila, dan karin yang masih setia duduk diruang makan.


Tidak ada suara diantara mereka bertiga.


Yang ada hanyalah suara dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan.


"Sayang ini bekal kalian ya". Ucap karin lembut ia memberikan bekal itu kepada kedua anaknya.


"makasih ma". Jawab keila lalu memasukan bekal makanan ke dalam tas sekolahnya.


Amel masih diam ia hanya menatap bekal makanan yang ada didepannya dengan datar.


"Amel ini sayang bekalmu". Karin memberikan bekal makanan kepada amel dengan penuh kasih sayang.


Amel hanya menatap karin sekilas.


"Gak perlu". Ucapnya lalu pergi meninggalkan meja makan.


Karin hanya menghembuskan nafas pasrah.


"Ma sabar ya". Ucap keila menenangkan.


"Iya sayang". Karin memberikan senyuman keibuannya kepada keila."yaudah sana berangkat jangan sampai bikin amel marah ya". Karin mencoba memperingatkan.


Keila mengangguk mengerti.


Lalu mencium pipi karin.


"Ma keila pamit". Teriak keila lalu berjalan menuju pintu utama.


Karin melihat punggung anaknya semakin jauh lalu hilang.


"Lisa maaf saya belum bisa mengambil hati anakmu dia terlalu rapuh". Ucap karin lirih.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Amel dan keila sekarang sudah berada dimobil tidak ada yang ingin memulai pembicaraan.


Suasana dimobil saat ini hening hanya suara mesin dan ac yang mendominasi.


Amel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ia hanya fokus menatap jalan tidak ada niatan untuk melihat ke arah kiri dimana keila duduk.


Keila yang seperti tidak bisa bernafas berada didalam mobil amel hanya mampu diam tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut gadis itu.


Ia hanya fokus melihat kearah jendela melihat bagaimana ramainya jalan ibu kota kalimantan timur.

__ADS_1


Aura amel yang dingin membuat keila kaku sulit untuk bergerak ia sangat takut jika akan melakukan kesalahan.


Keila terus memperhatikan ke arah jendela dilihatnya mobil amel seperti menepi ke pinggir padahal sekolah masih jauh.


Keila mencoba berfikir positif mungkin amel ada keperluan atau apa makanya ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


Mobil berhenti.


"Turun". Suara dingin itu mengintrupsi.


Keila menoleh kearah amel dengan gugup."tapi kan kita belum sampai".


Amel menoleh ke arah keila menatap gadis itu sekilas."Gue bilang turun". Ulang amel sekali lagi.


"Ta- tapi mel".


"Gak ada tapi tapi gue bilang turun ya turun lo punya telinga kan". Ucap amel dengan nada sedikit meninggi.


Keila menelan salivahnya dengan susah payah.


"Mel ini ga- gak mungkin kalo gue harus jalan kaki sekolah masih jauh". Jelas keila dengan wajah penuh harap.


Amel memejamkan matanya sejenak lalu ia menghembuskan nafas kasar.


"Gue gak pernah perduli sama lo kalo lo harus jalan kaki itu bukan urusan gue". Amel menatap tajam ke arah keila.


"Gue gak suka dibantah jangan pernah mencing gue untuk ngelakuin hal yang nekat lagi ke elo". Jelas amel ia menaikan satu alisnya."lo ngerti".


Keila mengangguk takut.


Amel yang melihat keila mengangguk langsung tersenyum simpul."bagus kalo lo ngerti sekarang turun". Suruh amel dengan nada dingin.


Keila menurut.


ia membuka pintu mobil lalu keluar dan menutup pintunya kembali.


Dilihatnya mobil amel melesat dengan cepat meninggalkan keila sendiri.


Keila tidak ingin membantah ucapan amel karna dia sangat tau bagaimana karakter amel sekarang ia tidak ingin mengambil resiko jika tadi ia harus membantah.


Keila hanya mampu mengela nafas pasrah lalu berjalan sendiri menyusuri jalan.


Deru motor terdengar nyaring menusuk telinga keila.


Suara itu sangat mengganggu pendengaran.


Keila menoleh.


Dan mendapati tiga orang mengendarai motor lengkap dengan helm full case yang membuat keila tidak bisa mengenali wajahnya.


Keila sedikit mempercepat jalannya karna ia selalu dibuntuti oleh tiga motor itu.


"Hai cantik ko sendiri". Ucap laki laki yang mengendarai motor biru.


Keila tidak menghiraukan perkataannya ia tetap terus berjalan tanpa memperdulikan mereka.


Deru nafas keila semakin memburu tiba tiba langkahnya terhenti jantung serasa berdegup kencang tidak seperti biasa wajahnya berubah menjadi pusat pasi.


Dua orang menghalangi jalannya.


"Mau kemana sih buru buru amat".


Keila menelan salivahnya dengan susah payah.


"Misi saya mau lewat". Tukas keila takut terdengar dari suaranya yang bergetar.


Keila sedikit melirik kearah dua laki laki yang ada dihadapannya ini.


Dilihatnya laki laki itu memakai baju seragam dari sekolah lain seperti seragam SMA MARGA.


"Sini biar gue anter cantik". Goda laki laki satunya lagi.


Bahkan ia dengan lancang berani memegang tangan keila.


"Jangan sentuh gue". Keila menepis tangan laki laki itu kasar.


"Hahahaha jutek ya tapi gue suka yang kaya gini lebih menantang". Jawab laki laki itu sambil menyelipkan anak rambut keila ditelinga.


Keila diam mematung rasanya dia tidak bisa bergerak dia bingung harus berbuat apa sekarang.


"Bro ternyata anak sma cahya bhakti cantik cantik cuyyy". Ucap laki laki itu.


"Lo jangan berani macem macem kalo gak gue bakal teriak". Ancam keila.


Dua laki laki itu tertawa meremehkan.


"So teriak aja". Jawab laki laki itu menantang.


Nafas keila memburu lalu ia meyakinkan dirinya."TOLONGGGGGG".teriak keila.


"Gak bakal ada yang nolongin lo cantik". Laki laki itu mendekat kearah keila.


Keila refleks mundur.


Keila melirik sedikit kesamping ada yang janggal menurutnya kenapa laki laki satunya lagi hanya diam duduk di motor dia tidak ada niatan untuk mengganggu keila seperri dua temannya itu.

__ADS_1


"Lo jangan macem macem TOLONGGG". teriak keila sekali lagi.


"Sudah gue bilang gak usah teriak ngabisin tenaga". Ucap laki laki itu meremehkan.


"Dar mau kita apain ni cewe". Tanya laki laki itu pada temannya yang duduk menunggu diatas motor.


"Serah lo gue gak tertarik". Ucap laki laki yang berada diatas motor.


Setelah mendengar ucapan temannya dua laki laki itu berjalan semakin dekat ke arah keila.


Keila sudah tidak kuat lagi menahan rasa takut air matanya keluar lalu .


BUGGGGGG


Dua laki laki itu tersungkur jatuh tepat didepan keila.


Keila menatap kedepan melihat vino yang sudah berbaik hati mau menolongnya.


Laki laki yang memakai jaket berwarna merah bangun.


Ia tertawa sumbang."alvino ananta". Ucapnya.


Vino menatap laki laki itu sinis.


"Lama banget gue gak ketemu lo raja jalanan". Jelas laki laki itu.


"Pergi lo dari sini". Suruh vino.


Lagi lagi laki laki itu tertawa. "Dar dia ngusir kita lo lupa kita siapa alvino ananta". Tukas laki laki itu.


Terlihat vino mengembuskan nafas kasar.


"Iya gue lupa dan gue gak akan pernah mau ngingat kalian semua". Jelas vino.


"Gue gak perduli lo mau ngingat tentang kita atau gak tapi gue minta sama lo kalo elo memang cowo malam ini gue minta lo datang di tempat biasa dulu kita balapan kalo elo menang lo boleh ambil semua motor punya kita". Jelas laki laki itu.


"Gimana dar lo setuju". Ucap laki laki itu pada seseorang yang masih setia duduk diatas motor miliknya.


Laki laki itu membalas dengan memperlihatkan ibu jarinya tanda bahwa ia setuju.


"Gimana vin deal". Ucap laki laki sambil mengulurkan tangan.


Vino melihat tangan laki laki itu ia memejamkan matanya sejenak lalu menghembuskan nafas perlahan dan.


BUGGGG


satu pukulan dari vino lolos menghantam wajah laki laki itu dengan mulus.


"Dengar baik baik bilang sama bos lo kalo gue gak sama sekali tertarik dengan penawaran lo". Tolak vino.


Laki laki itu bangun lalu menghapus darah didekat sudut bibirnya menggunakan ibu jari.


Laki laki itu tertawa."sombong banget lo vin gue pastiin cepat atau lambat lo bakal balik lagi kaya vino yang dulu licik". Jawab laki laki itu dibarengi dengan seringaian iblis.


BUGGGG.


Vino kembali memukul wajah laki laki itu hingga tersungkur ketanah.


"Sekali lagi lo ngomong gue bakal habisin lo". Ucap vino dengan nada tinggi.


Keila menarik tangan vino. "Sudah sudah". keila mencoba menenangkan.


"Pergi lo dari sini". Suruh vino dingin.


"Cabut". Suara laki laki yang duduk diatas motor mengintrupsi kepada dua temannya.


Dua laki laki itu bangkit lalu pergi meninggalkan vino dan keila berdua.


"Makasih ya". Ucap keila tulus.


"Hmmm". Jawab vino acuh tanpa melihat wajah keila.


Vino berjalan menuju motornya.


"Ayo capat naik". Suruh vino.


"Hah". Keila bingung.


"Cepat naik gue hitung sampai tiga".


"Satu".


"Dua".


"Ti ".


Keila langsung berlari lalu menaiki motor vino dengan sedikit tergesa gesa.


"Sudah". Tanya vino.


"Iya". Jawab keila lirih.


Motor vino melesat cepat meninggalkan tempat itu.


Dalam perjalanan mereka berdua hanya diam.

__ADS_1


Vino masih setia dengan fikirannya.


"Gue udah janji sama ka rani sampai kapanpun gue gak akan pernah balik lagi ke jalan". Gumam vino dalam hati.


__ADS_2