
"Mel udah yo". Bujuk jojo.
Amel diam.
Amel masih setia memperhatikan keila yang berada didepannya dengan tatapan tajam bak elang yang mampu membuat ciut siapapun yang melihatnya.
Tok tok tok tok tok tok
Suara langkah kaki terburu buru terdengar seperti orang berlari.
Suaranya semakin mendekat sampai.
"Kei lo kenapa". Suara Panik satya terdengar.
Merasa ada yang memanggil namanya keila menegakan kepalanya." Gue gapapa". Jawab keila.
Amel yang melihat satya datang dan menyambut keila dengan wajah panik hanya diam tidak bergerak.
Tubuhnya seketika menegang seperti patung bahkan untuk menelan ludahnya pun susah sekali buat amel.
Suasana disekitarnya menjadi panas dadanya kembali terasa sesak jika harus bertemu dengan lelakinya.
Amel mencoba bertahan dan bersikap seolah olah tidak terluka.
"Mel". Panggil satya
Amel menatap satya yang memanggilnya itu dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
"Gue mau tanya ini semua perbuatan lo". Tanya satya mengintimidasi.
Amel tertawa sumbang.
"Mel sudah mel ayo kita balik gue tau lo gak akan kuat buat ngadepin dia jangan buat diri lo malu". Bisik jojo ditelinga amel.
Amel tidak menghiraukan perkataan jojo ia malah maju satu langkah semakin dekat dengan satya.
"Kalo misalnya ini perbuatan gue lo mau apa". Ucap amel tepat didepan wajah satya.
Satya diam.
"Kenapa diam lo mau pukul gue?Pukul, lo mau simbur gue?simbur sat simbur atau lo mau ngebunuh gue?silahkan bukannya itu yang lo mau dari dulu". Amel meneteskan air matanya."lo mau gue mati kan supaya gak ada penghalang lo lagi sama keila? Biar lo gak dihantui rasa bersalah lagi! itu kan yang lo mau". Jelas amel.
Satya masih diam mendengar dan mencerna semua ucapan amel.
"Kenapa sih sat setiap gue ngeliat lo hati gue sakit". Ucap amel lirih.
"Gue udah pernah bilang mel gue gak akan pernah bisa sama lo? Jadi lupain semua tentang kita". Tukas satya.
Mendengar ucapan satya air mata amel lagi lagi menetes. "Segampang itu lo bilang".
Satya memejamkan matanya sejenak lalu menatap kembali gadisnya yang rapuh. "Iya memang segampang itu karna lo udah gue anggap hilang dari hidup gue? Lo udah gue anggap mati kalaupun gue kembali ingat lo gue bakal tekankan diri gue kalau lo itu cuman khayalan". Jelas satya.
Mendengar semua penuturan satya jojo dan keila langsung melongo tidak percaya apa yang sudah dikatakan oleh satya.
Amel yang mendengar ucapan satya langsung membeku. "Jahat lo". Ucap amel lirih lalu pergi meninggalkan satya diikuti dengan jojo.
Setelah pertengakarang mereka selesai ada yang diam diam merekam pembicaraan mereka.
Satya hanya mampu diam melihat kepergian amel.
"Sat lo tadi serius ngomong kaya gitu sama amel". Tanya keila.
Satya tidak mendengarkan pertanyaan keila. Ia langsung bergegas berlari menuju ruang uks. Telinganya terasa tuli tidak bisa lagi mendengar suara keila yang sedari tadi memanggil manggil namanya.
Satya sudah benar benar sampai diruang uks.
Ia masuk keruangan itu diikuti keila dibelakang dan.
Brukkkkk
Satya menutup pintu ruang uks dengan keras.
Keila yang mendengar suara gebrakan keras langsung bergidik kaget sampai ia mengelus pelan dadanya.
Suara nafas satya memburu terlihat dari wajahnya yang mirip seperti orang yang tidak waras ia beberapa kali mengusap wajahnya.
"Gue salah kei". Ucap satya lirih seperti orang yang frustasi.
Satya mundur beberapa langkah sampai punggungnya menyentuh tembok membiarkan meluncurkan tubuhnya hingga terduduk dilantai.
__ADS_1
Satya menekuk kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya.
Keila yang melihat satya langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan laki laki itu.
Keila melihat satya saat ini sedang frustasi sampai terdengar suara rintihan kecil.
Astaga satya menangis.
"Sat". Panggil keila ia menyentuh lembut bahu satya.
Satya mengangkat kepalanya melihat wajah keila yang ada didepannya.
"Kei gue udah ngelakuin hal yang fatal gue udah buat dia hancur kei gue salah". Ucap satya frustasi ia memukul mukul kepalanya dengan kedua tangannya."kei gue salah kei gue salah gue memang ******** gue udah banyak bikin dia nangis gue memang gak bisa dimaafin kei gue gak bisa tanpa dia gue gak bisa ahhhh anjirrr". Satya kembali memukul mukul kepalanya.
"Sat udah berenti". Cegah keila ia memegang kedua tangan satya.
"Udah sat udah". Ucap keila menenangkan.
"Tapi gue salah kei".
"Ia gue tau lo salah malah lo salah besar sudah ngomong kaya gitu ke amel tapi ini bukan akhir dari semuanya". Tukas keila.
"Terus gue harus apa".
"Besok lo datang ke amel ajak dia ngomong berdua lo selesain masalah lo semua".
"Dia gak akan mau". Ucap satya.
"Dia pasti mau setidaknya lo coba".
Satya mengangguk.
"Bakal gue coba".
"Bagus good luck". Keila menepuk bahu satya memberikan semangat.
Autor Pov
Amel berlari sekuat kuatnya ia tidak lagi mendengarkan suara ocehan atau suara panggilan yang menyebut namanya.
Ia terlalu fokus dengan hatinya yang terluka.
Setelah ia mendengar semua pernyataan satya tadi hatinya yang sudah terluka tambah terasa sakit mungkin lukanya sekarang semakin lebar.
Ia selalu menahan tangisnya sepanjang ia berlari dikoridor untuk menuju kelasnya. (Kalian tau kayamana rasa sakitnya kita nahan nangis jadi bayangin aja ya).
Amel sudah hampir sampai dikelasnya.
Ia semakin mempercepat langkahnya.
Lalu masuk ke kelasnya berjalan menuju tempat duduknya.
Ditempat duduknya terlihat ada vino yang sibuk memainkan hpnya.
"Eh honey dari mana". Tegur vino.
Amel tidak menghiraukan ucapan vino ia langsung duduk dikursinya dan menaruh kepalanya diatas lipatan tangannya.
Vino bingung melihat amel.
"Mel mel lo kok cepet banget sih jalannya". Ucap jojo sambil ngos ngosan seperti orang habis berlari.
Vino menoleh ke arah jojo.
"Dia kenapa jo". Tanya vino.
Jojo yang melihat ekspresi vino langsung membetulkan posisinya.
"Eh dia hmmm kenapa ya". Jawab jojo seperti orang mencari alasan.
"Gue tanya amel kenapa". Tanya vino sekali lagi kali ini lebih tegas.
"Mana gue tau tanya aja sendiri bye". Ucap jojo lalu pergi meninggalkan vino.
Melihat jojo yang pergi serta meninggalkan tanda tanya dikepala vino.
Vino menoleh ke bangku sebelahnya ia melihat gadis yang sedang menyembunyikan wajahnya.
Ia terus memperhatikan amel dilihatnya amel seperti ada yang janggal.
__ADS_1
ia melihat bahwa badan gadis itu bergetar.
Didekatinya gadis itu semakin dekat ia semakin mendengar seperti suara orang menangis.
wajah vino langsung berubah menjadi panik dan cemas ia memegang pelan bahu gadis itu.
"Mell". Panggil vino dengan suara lembut.
"Hiks hiks hiks jangan ganggu". Jawab amel dengan suara khas orang menangis.
Mendengar suara amel vino langsung menjauhkan posisinya dari amel ia hanya memperhatikan gadis itu tanpa ada niatan untuk mengganggunya.
Tingggggg
Suara pesan masuk berbunyi.
Vino yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya pada poselnya.
Vino membuka ponselnya memeriksa siapa yang sudah mengiriminya pesan ia melihat tidak ada nama pengirim nomornya pun tidak vino kenali.
Vino membuka pesan itu.
Xxxxxxxxxxx
"Dengarkan sendiri".
Vino membaca ia mengerinyitkan dahinya tanda bahwa ia bingung. "Maksudnya apa sih ni orang". Lirih vino.
Tingggggg
Tidak lama suara pesan masuk berbunyi lagi untuk yang kedua kalinya.
Vino membuka pesan suara itu dan melihat siapa yang mengirimnya.
Setelah membuka ternyata nomor yang sama.
Xxxxxxxxxxxx
"Pesan suara".
Tetapi kali ini beda ia mengirimkan pesan suara.
Vino sempat bimbang ingin membukanya atau tidak.
Tapi ia meyakinkan dirinya bahwa ia harus membuka pesan itu.
Vino mengambil hadset didalam tasnya lalu dipasangnya di hpnya.
Setelah memasang dihpnya ia pasang lagi dikedua telinganya agar hanya dia yang bisa mendengar pesan suara itu.
Vino menekan tobol play dan siap mendengarkan pesan suara itu dengan seksama.
Isi pesan suara
"Iya memang segampang itu karna lo udah gue anggap hilang dari hidup gue? Lo udah gue anggap mati kalaupun gue kembali ingat lo gue bakal tekankan diri gue kalau lo itu cuman khayalan".
"Jahat lo".
pakkkkk
Vino langsung menaruh hpnya dengan kasar di atas meja.
Nafasnya memburu seperti orang yang sedang menahan amarah ia melepaskan hedset yang berada ditelinganya.
Entah kenapa setelah mendengar pesan suara tadi hatinya terasa sakit mendengarnya.
Vino menoleh kesebelah tempat duduknya dan memperlihatkan gadis yang masih setia dengan posisinya.
"Jadi ini yang bikin lo nangis". Lirih vino bermonolong sendiri.
"Dasar satya ******** udah dua kali lo bikin dia nangis dan gue ngeliat itu semua". Ucap vino dalam hati pandangannya tidak lepas dari amel.
"Sampai ketiga kalinya lo bikin dia kaya gini lagi gue gak akan maafin lo sat lo bakal terima pelajaran dari gue".
Vino tidak tahan lagi untuk melihat amel rapuh untuk yang kedua kalinya gara gara laki laki ******** seperti satya.
Tidak terlintas lagi difikiran vino siapa yang telah mengirimkannya pesan itu sekarang ia tidak perduli yang ada fikirannya saat ini adalah amell.
Vino bangun dari duduknya lalu berjalan keluar dengan langkah tergesa gesa.
__ADS_1
Jojo yang melihat vino berjalan keluar kelas dengan wajah merah padam seperti orang menahan amarah hanya mampu menaikan satu alisnya setelah itu menaikan satu sudut bibirnya sampai membentuk senyum.