
Kriingggggggggg
Bunyi bel pulang sma cahya bhakti berbunyi nyaring mengintrupsi seluruh siswa untuk pergi kerumah mereka masing masing.
Dikelas Xl ipa 5 masih sibuk dengan urusannya.
Setelah mendengar bel pulang mereka mempersiapkan semua peralatannya.
"Woyy chee karoke yo". Teriak pipit dengan suara yang lumayan nyaring.
"Ayok ayok". Jawab chece antusias wanita dengan tubuh semok dan seksi kelas XI ipa 5.
"Ayodah ajak yuni". Pinta pipit.
"Yun karoke". Ajak chece.
"Inini karoke terus". Jawab yuni gadis dengan tubuh mungil murid paling bijak dikelas Xl ipa 5 dan bercita cita ingin menjadi pisikolog.
"Ayo dah yun kamu mau taulah chece tu mau konser". Sahut pipit.
"Hehehe ayo dah demi chece aku ini".
"Ayokk". Jawab chece antusias.
Begitulah sedikit cerita dari teman teman amel.
Autor Pov.
Jojo berjalan ke arah meja amel dilihatnya gadis itu masih setia dengan posisinya ia masih tidak mau memperlihatkan wajahnya.
"Vin amel masih kaya gitu daritadi". Tanya jojo.
Vino mengangguk.
"Misi dong lo vin gue mau bujuk dia pulang". Pinta jojo.
Vino langsung menepi mempersilahkan jojo.
Jojo menyentuh lembut bahu amel.
"Mel orang udah pada pulang emang lo gak mau". Tanya jojo lembut.
"Gue mau tidur disini". Jawab amel asal.
"Eh anjirr jangan ngaco lo kalo lo diculik pocong gimana kan gue nanti yang sedih". Tukas jojo berlebihan.
"Alay lo gila". Sahut vino.
Jojo menoleh ke arah vino."biarin".
"Lo mau pulang gak sih". Tanya jojo sekali lagi.
"Lo duluan aja". Jawab amel ia masih setia dengan posisinya.
"Yaudah gue duluan ya baek baek lo".
"Hmmm". Jawab amel singkat.
Jojo berdiri dari duduknya.
"Vin gue titip amel ya awas lo macem macem". Ancam jojo sambil mengepalkan satu tangannya.
"Iya iya sana lo cepat pulang". Usir vino
Jojo pergi berjalan keluar kelas meninggalkan amel bersama vino.
"Ehh ini kelas mau dikunci cepat keluar". Suruh reisa perempuan dengan pribadi sangat disiplin dan serketaris kelas Xl ipa 5.
"Jangan dulu dikunci". Ucap vino.
"Aku udah mau pulang vin".
"Taroh situ aja kuncinya nanti gue aja yang urus". Pinta vino
"Beneran awas ya kamu".
"Iya".
"Yaudah aku duluan jangan lupa kunci pintu kelas". Pinta reisa lalu ia pergi meninggalkan kelas.
Vino sempat kaget karna mendengar ucapan resya yang berkomunikasi dengan vino menggunakan sebutan aku kamu.
"Gila tu orang ngomongnya pake aku kamu gue sama amel aja kaga pernah". Lirih vino.
"Mel". Vino menyentuh bahu gadis itu.
"Apaan sih lo". Tukas amel.
"Pulang yo". Ajak vino.
"Gak lo kalo mau pulang duluan aja sana". Suruh amel.
"Gak mau gue maunya sama elo honey".
"Gue bilang gak ya gak". Ucap amel tegas.
"Beneran gak mau padahal gue mau kasih lo es cream lo? Hmmmm sayang banget". Ujar vino seperti menyesal.
"Bohong". Tukas amel.
"Beneran lo mau liat es cremnya? Makanya balik sini dulu liat muka gue". Tawar vino.
"Gak mau lo pasti bohong". Tukas amel tidak percaya.
"Oh yaudah ni gue ambilin ya". Ucap vino lalu ia mengambil sesuatu didalam tasnya.
Setelah mengambil barang itu lalu vino memamerkannya kepada amel.
"Ni es creamnya bohong gak gue". Ujar vino masih dengan memamerkan es creamnya didepan wajah amel.
Amel yang merasa tergiur dengan tawaran vino langsung membalikan badannya ke arah vino.
Sekarang amel sudah berada didepan vino melihat wajah laki laki itu.
"Mana siniin es creamnya". pinta amel ia mengulurkan tangannya kepada vino tanda meminta sesuatu.
Vino melongo melihat wajah gadis yang ada didepannya ini.
Wajah yang sudah tidak beraturan mata yang lumayan membengkak akibat menangis pokoknya berantakan.
"Ih siniin es creamnya kok lo ngelamun". Pinta amel tidak sabaran.
"Iya iya inini gue kasih". Akhirnya vino memberikan es creamnya.
Amel menerima es cream itu.
__ADS_1
Dilihatnya es creamnya seperti ada yang janggal menurut amel saat melihat es cream itu.
"vin kok es creamnya gak dingin". Tanya amel.
"Hah". Wajah vino langsung panik sebenarnya yang ia berikan kepada amel hanyalah permen vanila yang berbentuk es cream.
Vino menggaruk tekuknya yang tidak gatal."hehehehehe gue gak tau kenapa ya gak dingin". Tanya vino balik.
"Kan elo yang beli". Tukas amel.
"Mungkin es cream modern kali mel jadi gak dingin". Jawab vino asal
"Masa sih dimana mana es cream mah dingin". Ucap amel.
Tidak perlu aba aba gadis itu langsung membuka es creamnya dan betapa kecewanya ia yang ia temukan bukan es cream tapi hanya permen vanila yang berbentuk es cream.
"Tukan lo bohong". Ucap amel seperti ingin menangis.
"Eh eh jangan nangis nanti gue beli diluar gue janji".
"Beneran ya".
"Iya? Yauda ayo pulang". Ajak vino.
dan amel menurut ia bangun dari tempatnya lalu pergi dari kelas.
Ia berjalan mengekori vino dibelakang.
"Yasudah latihan dance hari ini kita sudahi tanpa aba aba bubar jalan". Ucap bu akmal selaku pelatih dance sma cahya bhakti.
Mendengar perintah bu akmal Semua anggota dance bubar.
Bella, rahel dan natali berjalan beriringan menuju loker.
Saat sampai diloker mereka masih membereskan barang barang mereka.
"Bel lo gak ada niatan untuk balas dendam gitu ke adek kelas yang songong itu". Rahel membuka suara.
"Iya bel benar juga apa kata rahel lo gak ada niatan gitu". Ucap natali menambahkan.
"Hmm? kalian tenang aja dia pasti dapat pelajaran dari gue". Tukas bella sinis.
Rahel tertawa iblis.
"Gue memang suka gaya lo bell". Ucap rahel.
Bella melirik ke arah rahel sekilas lalu ia tersenyum licik.
"Yee gue udah selesai ni sekarang pulang yo". Ajak natali.
"Oh iya gue udah juga ni? ayo bel pulang". Tawar rahel pada bella.
"Lo berdua duluan aja".
"Beneran ni ya gue sama natali duluan".
"Iya". Jawab bella.
"Yaudah dah kita pamit awas lo bel hati hati ni sekolah banyak setannya". Teriak rahel lalu mereka berdua tertawa.
"Ngaco lo berdua". Sahut bella.
Setelah rahel dan natali pergi bella tinggal sendiri di ruang ganti.
Ia masih fokus membersihkan semua peralatan dancenya.
Sekolah sudah lumayan sepi ada sedikit rasa takut dihati bella dan langsung cepat bergegas untuk merapikan semua peralatannya lalu memasukannya ke dalam loker.
Saat bella ingin membuka lokernya tiba tiba.
Brukkk
Ada tangan yang tiba tiba kembali menutup loker milik bella.
bella menoleh ke arah samping melihat siapa yang mempunyai tangan tersebut.
"Elo". Bella tersentak melihat siapa yang sudah berani menghadangnya.
"Haiii". Sapa orang itu. Disertai dengan senyum manisnya.
"Mau apa lo". Tanya bela sinis.
"Gue". Menunjuk dirinya sendiri. "Hmm? gue". Orang itu mengetuk ketuk dagunya menggunakan jari telunjuk tanda bahwa ia masih berfikir.
"Cepat ngomong lo kesini mau perlu apa". Ucap bella tidak sabaran.
Orang itu tertawa bak iblis.
"Sabar dong arbella claurin wirayuda". Jelas orang itu menyebutkan nama panjang bella.
"Gue kesini mau ajak lo kerja sama buat ngancurin satu orang". Tawar orang itu. Ia memelankan nada suaranya.
Bella mengerinyitkan dahinya bingung. "Maksud lo apa sih".
Orang itu menarik satu sudut bibirnya sampai membentuk senyum licik. "Amelia friscia dirgantara. gue mau ajak lo buat ngancurin dia". Ucap orang itu. Yakin.
"Hah". Bella tersentak.
lalu tertawa.
"Dasar licik bukannya setau gue lo itu?".
"Diam lo". Potong orang itu cepat. Kini wajahnya berubah menjadi serius.
"Dengar ya? lo sama amel itu bukan apa apa gue tau semua tentang amel dan lo dengan pdnya mau ngelawan amel sendiri NGACA LO". Ucap orang itu. Menekankan kata terakhir.
Bella diam. Ia langsung merubah ekspresinya.
"Gue gak akan mau kerja sama. Sama lo dasar licik". Sindir bella.
Orang itu tertawa. "Hei lo sama gue gak ada bedanya sama sama licik lo itu masih dibawah standar bell".
"Apa lo bilang". Tanya bella. Wajahnya terlihat emosi.
"Lo itu masih dibawah standar". Ulang orang itu sekali lagi.
Orang itu tersenyum licik.
"Minggir gue mau lewat". Ujar bella ia ingin bergegegas pergi dari ruangan itu.
Belum saja beberapa langkah bella berjalan tangannya langsung ditarik oleh orang itu.
Brukkkk
Tubuh bella langsung dihempaskan sampai menyentuh loker.
__ADS_1
"Awww". bella meringis menahan sakit.
"Lo mau kemana gue belum selesai ngomong? Gue kasih tau lo jangan pernah macem macem sama gue". Tegas orang itu seperti nada mengancam.
Bella tertawa meremehkan.
"Emang lo siapa berani ngancem ngancem gue? Tau apa lo". Tanya bella.
Orang itu menaikan satu alisnya."ceritanya lo nantang gue".
Bella membalas ucapan orang itu dengan ekspresi meremehkan.
"Oh oke bella? Lo tau sekarang kartu as lo ada ditangan gue". Ucap orang itu yang membuat bella penasaran.
Bella mengerinyitkan dahinya tanda ia bingung. "Maksud lo".
Orang itu tertawa.
"Kali ini gue gak mau main fisik? Cukup dengan kata kata gue lo bakal tunduk". Ucap orang itu sombong.
Mendengar itu bella tertawa remeh.
"Halu lo? Minggir gue mau lewat buang buang waktu gue ketemu lo". Ucap bella mendorong kasar bahu orang itu.
Lalu ia berjalan meninggalkan orang itu hampir saja bella didekat pintu keluar tiba tiba suara mengintrupsinya untuk berhenti.
"Arbella claurin wirayuda anak dari pasangan pratama wirayuda dan randia wirayuda". Ucap orang itu berteriak.
Bella langsung berhenti.
Orang itu berjalan perlahan menghampiri bella.
"Betul gak itu orang tua lo". Tanya orang itu tersenyum.
Bella diam.
"Bella dengerin semua pernyataan gue hari ini pasang telinga lo baik baik". Pinta orang itu.
"Ehem? Yang pertama Bella bokap lo pengusaha properti yang sukses, bener kan". Tanya orang itu.
Bella masih diam.
Orang itu tertawa.
"Tapi sayangnya saat ini perusahaan bokap lo ada di ambang kebangkrutan? Kasian".
"Yang kedua? Nyokap lo randia wirayuda adalah pengusaha berlian tapi sayang. sekarang ini dia juga dipenjara 20 tahun karna terjerat kasus korupsi".
"Tau dari mana lo". Akhirnya bella membuka suara.
Orang itu tertawa meremehkan.
"Lo gak perlu tau gue tau dari mana tugas lo sekarang cuman diam mendengarkan semua step step kehidupan lo yang memprihatinkan".
"Yang ketiga? Ini kartu as lo yang paling penting". Ucap orang itu.
Bella langsung menatap orang itu sinis.
"Dengarkan baik baik ya".
"Arbella claurin wirayuda karna sekarang lo krisis ekonomi? dan demi menghidupi gengsi. Lo kerja jadi simpanan om om kan". Ucap orang itu tertawa.
"Miris banget gue liat hidup lo".
"Lo gak ada bukti". Bantah bella.
"Oh oke lo mau liat". Orang itu memutarkan sebuah vidio kepada bella.
Bella langsung membulatkan matanya sempurna dan langsung ingin merebut hp milik orang itu tapi gagal.
"Etsss mau apa lo".
"Siniin hp lo". Pinta bella.
Orang itu tertawa.
"Dari mana lo dapat vidio itu semua". Tanya bella mengintimidasi.
"Why? Lo mau tau banget kayanya". Jawab orang itu seperti mengejek.
Bella diam menahan marah.
"Bella bella IQ otak lo gak bakal nyampe buat mikirin darimana gue dapat vidio itu". Ucap orang itu meremehkan.
"Gue gak perlu omong kosong lo? Gue tanya dari mana lo dapat vidio itu". Teriak bella didepan wajah orang itu.
Orang itu sempat kaget karna mendengar teriakan bella tapi ia sesegera mungkin menetralkan kondisi.
Orang itu tertawa membalas ucapan bella.
"Lo udah masuk kedalam jebakan gue ARBELLA CLAURIN WIRAYUDA".
"je- jebakan". Tanya bella bingung.
Orang itu tersenyum.
"Yap om om yang ada dividio itu suruhan gue cantik".
Bella membulatkan matanya.
"Dasar ular lo". Sinis bella
"Coba liat vidio ini tinggal gue sebar gimana ya reaksi semua orang". Tanya orang itu.
"Lo jangan macem macem". Bella memberi peringatan.
"Lo yang jangan mecem macem karna hidup lo sekarang ada ditangan gue? Gimana".
Bella memejamkan matanya sejenak.
"Oke gue mau terima penawaran lo".
Orang itu tersenyum licik.
"Lo jangan berfikiran kita kerja sama ya". Ujar orang itu.
"Maksud lo".
Orang itu tersenyum."lo cuman jadi boneka gue dan yang pasti gue yang jadi pemiliknya yang bebas untuk mainin kapanpun yang gue mau". Jelas orang itu.
"Dasar licik".
"Ingat ya bell semua pergerakan lo mulai hari ini dan seterusnya itu ada dibawah pengawasan gue? Jadi so lo jangan macem macem ngerti anjing manis". Ucap orang itu lalu pergi meninggalkan bella sendiri.
Bella hanya mampu memperhatikan orang itu pergi meninggalkannya dan menghembuskan nafas pasrah.
__ADS_1