
Amel hanya bisa menghembuskan nafas pasrah sesekali ia menatap tajam ke arah jojo yang hanya dibalas jojo dengan cengiran kuda.
"Awas lo". Amel bergumam dan dibalas jojo dengan menjulurkan lidah.
"Haii honey". Sapa vino
"Apa lo". Tatap amel tajam
"Ih kok galak". Tegur vino
"Bacot".
"Seneng ya bisa sekelas terus duduk sebangku sama lo". Vino bergumam
"Gue gak tuh". Sinis amel
"Masa sih". Vino mendekatkan wajahnya refleks amel mundur vino menatap mata hitam milik amel selang beberapa detik mereka bertatapan amel langsung mendorong wajah vino agar menjauh
"Ih jauh jauh lo dari gue jangan deket2". Amel mengambil penggaris yang ada ditasnya lalu ia mengukur pertengahan meja antara dia dengan vino lalu menggarisnya sampai membentuk sebuah garis linear.
"Ini perbatasan gue sama lo jadi lo gak boleh melewati batas ini ngerti lo". Suruh amel
"Emang harus kaya gitu ya honey". Tanya vino
"Ya harus". Jawab amel singkat
"Anak anak kumpulkan tugas yang bapak suruh minggu lalu". Suara pak wasis mengintrupsi seluruh ruangan kelas.
Amel menepuk jidatnya pelan." MATI GUE".
vino yang melihat tingkah amel hanya tersenyum simpul.
Pak wasis sedang menghitung jumlah buku tugas yang tertumpuk diatas meja guru ."ini kurang satu siapa lagi yang belum kumpul". Tanya pak wasis semua murid diam tidak ada yang menjawab.
"Ayo cepat angkat tangan siapa yang belum ngerjain tugasnya". Tanya pak wasis sekali lagi.
Masih belum ada yang menjawab
"Bapak tanya sekali lagi siapa yang belum nge ????". Belum pak wasis selesai bicara vino langsung mengangkat tangan.
"Pak".
"Ada apa, kamu belum mengerjakan tugas". tanya pak wasis dengan wajah galaknya
"Eh bukan pak". Vino menatap amel yang sedari tadi memejamkan mata dan menggerakan bibir seperti melafalkan sebuah mantra.
"Bebeb vino kan baru pindah kelas tadi pak jadi maklumin aja kalau dia belum ngerjain tugas".celetuk irda sambil senyum2 ke arah vino
"Iya betul pak". Tambah vino
"Terus ada perlu apa kamu angkat tangan".
"ini ni pak teman sebangku saya mau izin katanya dia sakit". Amel yang tersinggung dengan perkataan vino langsung refleks membuka matanya dengan wajah bertanya tanya kepada vino"ada apa"vino yang menyadari bahwa amel tidak mengerti dengan maksudnya lalu memberikan kode dengan mengedipkan matanya.
Amel masih melongo memperhatikan vino itu tandanya ia tidak mengerti maksud dari teman sebangkunya itu.
"Apa benar kamu sakit". Suara pak wasis mengintrupsi amel
"Hah". Amel masih tidak mengerti
Lalu ia menatap vino sekali lagi amel melihat vino menepuk pelan jidatnya lalu berkata"dasar ****"ucap vino lirih
Amel membulatkan matanya."APA LO BILANG". Teriak amel
Suara amel mampu menarik perhatian semua orang yang ada dikelasnya. Termasuk pak wasis
"Eh kamu kenapa teriak2". Tunjuk pak wasis."tadi katanya kamu sakit".tanya pak wasis mengintrogasi.
Amel sekarang baru mengerti apa maksud vino."ehhh iya pak aduh sakit banget kepala gue". Amel berderama sambil memegangi kepalanya.
"Tukan pak teman saya sakit". Ujar vino membela
"Betulan kamu sakit". Tanya pak wasis lalu berjalan menghampiri amel
__ADS_1
"Mampus".gumam vino lirih lalu menyenggol pelan bahu amel tanda memberikan kode.
Vino mendekatkan mulutnya ke telinga amel lalu berbisik. "keluarkan bakat ekting lo".
Amel yang mendengar langsung mengerti dan melanjutkan bakat ektingnya. "Adudududu vin kepala gue". Amel memegangi kepalanya lalu bersender pada dada vino yang bidang.
Tubuh Vino sempat menegang beberapa saat tapi kembali rileks dan memegangi tubuh amel yang bersandar didadanya.
"Eh itu kenapa". Panik pak wasis
"Dia pingsan pak". Jawab vino dengan wajah panik yang dibuat buat.
"Yasudah bapak keluar dulu mau panggil tenaga medis".
"Baik pak". Jawab vino
Mendengar jawaban vino bahwa amel pingsan satu kelas datang bergerumbul ketempat duduk amel.
"Mel lo gapapa". Panik jojo terlihat dari wajahnya yang sangat cemas
"Gapapa apanya dia pingsan ****". Sinis hairul teman sekelas amel yang memiliki mulut sedikit kasar.
"Ko lo nyolot sih gue gak nanya lo ya jadi lo gak parlu cape cape jawab". Sanggah jojo
"Serah gue dong". Jawab hairul santai
"Ih lo ya rul nyeselin *****". Jojo ingin menerjang hairul tapi ditahan oleh riski. "Sudah mau sampai kapan lo kelai disini bukannya bantuin malah kelai punya otak kan lo berdua". Tegur riski kesal terlihat dari wajahnya yang dingin dan datar.
Riski merupakan teman sekelas amel yang terkenal dingin dan irit bicara.
jojo dan hairul langsung diam dan pergi ke tempat duduk mereka masing masing.
"Langsung bawa ke uks aja vin". Suruh riski
Vino yang sedari tadi memeluk amel yang sedang berpura pura pingsan berbalik menatap riski."oh oke bakal gue bawa". Vino langsung menggendong amel membawanya keluar dari kelas menuju uks.
"Vin tunggu gue ikut". Teriak jojo
hairul menarik tangan jojo."gak usah lo disini aja".
Jojo ingin berlari menuju pintu keluar tapi suara seseorang mencegah. "Lo disini aja jangan kemana mana gak ada yang boleh ngebantah gue ngerti". Tegur riski final. Tidak tau kenapa jika riski yang berbicara siapapun itu akan menurut termasuk jojo.
jojo yang mendengar perintah dari riski langsung diam dan kembali ketempatnya dengan wajah kecewa.
"Gue bilang juga apa". Tegur hairul seperti mengejek
"Bacot lo". Jawab jojo lalu ia kembali ketempatnya.
"Ini beneran kan". Tanya nisapit wanita dengan wajah baby face itu masih tidak percaya.
"Beneran lah gila, lo liat matanya tetutup kan tadi". jawab cahya teman sebangku jojo yang memiliki bibir sexy.
Nisapit mengangguk."iya juga sih".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vino Pov
Aku keluar kelas berjalan sambil menggendong gadis dewasa menuju uks kulihat matanya yang terpejam sedikit demi sedikit mulai terbuka kulihat ia mengedip ngedipkan matanya seperti anak kecil hal itu membuatku sangat gemas dengannya ."tahan vin jangan gemes". Gumamku dalam hati.
"Woy vin turunin gue". pintanya
"Nanti honey disini masih banyak guru honey mau ketahuan gak kan sudah bobo cantik aja lagi pas sudah sampai uks baru gue turunin". Jawabku
"Owh yaudah oke cepetan bawa guenya".
"Hmm sekarang pejemin mata lo". Suruhku ia pun menurut.
Aku berjalan menuju ruang uks kulihat seorang laki laki dan perempuan berjalan berlawanan arah denganku wanita dan laki laki itu stop memperhatikan kami sejenak.
Laki laki itu tidak asing bagiku dia satya atma wijaya ketua osis sma cahya bhakti setauku dia adalah mantan pacar dari gadis yang sedang kubawa dalam gendonganku ini aku selalu memperhatikan gadis ini moodnya selalu berubah ketika melihat satya. Aku membalas tatapan mereka dengan wajah datar kulihat seorang perempuan yang sedang bersama satya menghampiri kami dengan wajah cemas.
"Amel". Panggilnya aku tidak mengenali gadis itu tapi aku sering melihatnya selalu bersama dengan satya."dia kenapa". Tanyanya padaku
"Pingsan". Jawabku datar
"Sat amel pingsan sat". Wanita itu memberi tahu satya yang sedang berdiri disebelahnya.
"Sini biar gue yang bawa dia ke uks". Pinta satya kepadaku.
"Kayanya gak perlu deh gue bisa bawa dia sendiri". Jawabku
"Gue mohon tolong biarin satya aja yang bawa". Pinta wanita itu seperri memohon
"Maaf gak bisa". Jawabku lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Aku berjalan menuju uks kulihat pintu uks terbuka lalu masuk kedalamnya kulihat ada dua orang anggota pmr yang sedang berjaga.
"Ka taruh disini aja". Suruh adik kelas yang merupakan anggota pmr.
kutidurkan gadis yang sedang kubawa ini dengan hati hati.
"Ka apa ada yang bisa saya bantu lagi". Tanya anggota pmr itu lagi kepadaku.
"Gak ada makasih ya de". Ucapku
Lalu dia tersenyum ramah kepadaku
"Yaudah ka saya duluan". Pamitnya
"Iya hati hati ya de awas jatuh". Kataku
__ADS_1
"Hah jatuh kenapa ka". Tanyanya penasaran.
"Jatuh cinta". Jawabku sambil senyum senyum menggoda. Ia pun tersenyum malu lalu pergi dari uks.