
Lo cuman boleh menderita dengan perlakuan gue gak untuk orang lain.
(Amelia friscia dirgantara)
Keila dan vino sampai disekolah tepat waktu.
Vino mengendarai motornya masuk ke area sekolah banyak murid yang menatap mereka dengan tatapan heran sekaligus iri kepada perempuan yang dibonceng oleh vino.
Tatapan para murid sma cahya bhakti merupakan tatapan bingung sekaligus tidak mengerti bagaimana bisa seorang keila bisa dibonceng oleh seorang kapten futsal kebanggaan sekolahnya.
Dari semua murid yang menyaksikan vino dan keila ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan marah yaitu bella yang menatap diam diam keduanya.
"Dasar ular". Ucap bella lirih sambil menatap keila.
Vino memberhentikan motornya dibarengi dengan keila yang turun dari motor vino.
"Vin makasih ya". Ucap keila tulus.
Vino menatap keila sekilas. "Hmmm". Jawab vino lalu ia pergi meninggalkan keila sendiri diparkiran.
Melihat vino pergi keila hanya mampu menghembuskan nafas lega."vino baik banget". Lirih keila dibarengi dengan senyuman.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vino berjalan menuju kelas Xl ipa 5.
Dilihatnya suasana kelas yang masih ramai dipenuhi oleh ocehan ocehan temannya yang tidak memiliki faedah sama sekali.
Vino masuk dan berjalan menuju kursinya.
"Pagi honey". Sapa vino bahagia.
Tidak ada sahutan.
Vino mendudukan bokongnya dikursi kebanggaannya.
Ia menatap ke sebelah kiri dan mendapati gadis yang sedang fokus pada ponsel ditangannya.
"Fokus banget? Emang tu hp lebih ganteng apa daripada gue mel". Kata vino menyindir.
Amel diam tidak ada sama sekali jawaban yang keluar dari mulut gadis itu.
Karna penasaran vino melirik sekilas. Dan ingin tau sedikit apasih yang sedang dilakukan gadis itu pada ponselnya.
Oh main game
Sekarang vino mengangguk mengerti. Saat melihat amel sangat serius dan terkesan tidak ingin diganggu. Otak jahil vino langsung muncul.
Ia menoel noel pipi amel menggunakan jari telunjuknya. Menurutnya itu sangat menyenangkan.
"Vin jangan ganggu gue". Kata amel mencoba memperingatkan.
Vino tidak menghiraukan ucapan gadis itu. ia kembali mengganggu amel dengan meniup niup wajahnya. membuat sebagian anak rambut amel berterbangan.
"Serius amat mukanya".
"Vin gue bilang jangan ganggu nanti gue kalah". Ucap amel dengan nada kesal.
Vino yang melihat wajah gadis itu sudah tidak tahan lagi untuk tersenyum geli karna menurut vino wajah amel sangat lucu jika sedang kesal.
Dengan melihat reaksi amel vino semakin meningkatkan niatnya untuk mengganggu gadis itu.
"Mel mel mel mel mel mel mel". Ucap vino mengganggu sambil kembali menoel noel pipi gadis itu.
"Vin kalo gue kalah gue bakal gigit lo". Kata amel memberi ancaman.
Bukannya takut vino malah tertawa mendengarnya.
"Berani ya lo main gigit gigit".
Amel masih fokus pada ponselnya.
Kini vino tambah semangat untuk mengganggu gadis itu dengan memain mainkan wajah amel dengan tangannya membentuk bentuk wajah kocak.
"Yaampun lucu benget sih". Ucap vino geram.
Rasanya vino tidak bisa berhenti tertawa melihat wajah amel yang sangat kocak menurutnya. karna vino menekan kedua pipi gadis itu dengan tangannya.
Amel masih tidak menghiraukan vino ia masih fokus pada ponselnya.
"Ven kayo gue yayah ue akal unuh lo". Ucap amel tidak jelas karna kedua pipinya masih ditekan oleh vino.
Vino tertawa geli melihat ekspresi gadis itu.
Tangan vino masih setia menekan kedua pipi amel sampai.
"Aaaaaaaa ***** sakit mel mel ampun mel". Gadis itu mengigit tangan vino layaknya vampir.
Bukannya melepas amel malah tambah memperkuat gigitannya.
"Mel mel lepas mel gue janji deng gak bakal ganggu lagi". Ucap vino dengan wajah memohon. Rasanya tangannya sekarang ingin pisah dari tulangnya.
Amel menggeleng.
Gigi amel masih setia menancap tajam ditangan vino.
"Amellllll bebeb vino gue lo apain. jangan di gigit". Teriak irda heboh. karna melihat tangan vino digigit.
Amel yang mendengar teriakan irda langsung melepas gigitannya dari tangan vino.
Saat amel melepas gigitannya terlihat jelas tangan vino meninggalkan bekas gigitan yang lumayan dalam sampai sedikit mengeluarkan cairan darah.
"Awww mel tega lo sama gue". Tukas vino sambil menahan rasa sakit ditangnnya.
Amel masih memasang wajah kesal. "Siapa suruh lo ganggu gue".
"Wah parah lo mel berani banget lo gigit bebeb gue". Bela irda.
"Kenapa lo mau juga gue gigit". Ancam amel pada irda.
Irda yang melihat reaksi amel langsung tersenyum kikuk lalu berlari pergi kembali menuju tempat duduknya.
"Tanggung jawab mel". Pinta vino sambil memperlihatkan tangannya.
"Gak mau gue". Ucap amel kesal.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Pelajaran hari ini kita sudahi selamat siang". Pamit bu cristin.
"Siang bu". Jawab murid bersamaan.
"Akhirnya". Jojo menghembuskan nafas lega.
Jojo berjalan ke arah tempat duduk sahabatnya.
"Mel kantin". Ajak jojo.
Tidak ada sahutan.
"Eh vin amel kenapa". Tanya jojo.
Vino yang sedang sibuk menyalin catatan menoleh ke arah jojo.
"Tidur". Tukas vino tanpa menoleh. Matanya masih fokus pada catatan.
"Bangunin dong". Suruh jojo.
"Cihh? Banyak maunya lo".
Melihat reaksi vino jojo tersenyum.
"Mel mel mel". Panggil vino ia menggoyang goyangkan bahu gadis itu.
"Ehggg apaan". Amel mengerang.
"Woy anjay bangun lo kantin mba kantin". Ucap jojo dengan suara sedikit meninggi.
"Mager".
"Gak boleh mager lo harus temenin gue". Pinta jojo tidak mau tau. "Vin minggir".
"Mau ngapain lo".
"Gue bilang minggir". Suruh jojo cepat.
Tidak mau ambil pusing vino menuruti apa kata jojo ia memilih minggir.
Vino berjalan keluar kelas.
"Eh vin mau kemana lo". Cegah jojo.
"Ke kelas agam". Tukas vino lalu melanjutkan langkahnya.
Mendengar penuturan vino jojo mengangguk mengerti. "Gue kira tu anak merajuk". Lirih jojo.
"Mel bangun ayo kantin". Paksa jojo ia menggoyang goyangkan tubuh amel secara paksa.
"Ih bawel lo jo yaudah gue bangun". Pasrah amel. Mau tidak mau ia harus menurut. Daripada ia harus mendengar berapa panjang bacotan seorang jojo.
"Ayo". Jojo menarik tangan amel menuju kantin amel yang diperlakukan seperti itu hanya pasrah.
Amel dan jojo berjalan beriringan menuju kantin.
Mereka melewati koridor kelas kelas untuk sampai ke tujuan.
Dari ujung koridor terlihat bella dan dua dayangnya berjalan berlawanan arah dengan amel mereka bertiga berjalan dengan angkuh.
Tidak heran semua tatapan mengarah pada bella si ketua modern dance itu.
Banyak siswi yang memandang bella dengan tatapan takut.
Bella dan dua dayangnya berjalan melewati koridor.
tatapan mata bella jatuh pada gadis yang baru saja keluar dari kelasnya.
Gadis itu seperti berjalan menuju bella dan dua dayangnya.
Bella menatap gadis itu sinis.sampai dua sudut bibirnya terangkat hingga membentuk senyum.
"Hel gue minta lo buat dia jatuh didepan kaki gue". Ucap bella lirih pada rahel.
Rahel mengerinyitkan dahinya bingung. "Maksud lo bel? Siapa yang gue bikin jatuh". Tanya rahel masih tidak mengerti.
Mata bella mengarah pada gadis yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.
Rahel menatap mata bella lalu mengikuti kemana arah mata bella berenti lalu rahel sama tersenyum licik seperti bella.
"Ohh gue ngerti". Lirih rahel dibarengi dengan senyum iblisnya.
Rahel maju sedikit lalu mengulurkan satu kakinya.
Dan tinggal menunggu waktu
Bella masih setia menatap dingin ke arah gadis yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.
Gadis itu berjalan pelan.
Lalu.
Brukkkk
"Awwww".
Berhasil
Gadis itu jatuh tepat didepan kaki bella. Sama seperti apa yang tadi ia minta.
Melihat gadis itu jatuh bella tertawa kecil.
"Natali gue minta es lo dong". Pinta bella pada natali. Ia mengulurkan satu tanganya meminta.
"Hah? Es gue".
"Iya lah es lo? Siniin". Pinta bella. Lalu dengan cepat natali memberikan es yang ada ditangannya pada bella.
"Thaks". Ucap bella. Sambil tersenyum.
Tatapan bella kembali menatap gadis yang jatuh didepannya.
Ia sedikit tersenyum melihat gadis itu lalu tatapan bella jatuh pada es yang sedang ada ditanganya.
Otak cerdasnya berjalan.
Dan.
Byurrrrrr
Air dingin mengalir perlahan membasahi kepala gadis itu.
Bella tertawa bahagia.
"Upsss sorry gue gak sengaja". Ucapnya disela sela tawanya.
Gadis yang disiram oleh bella hanya mampu memejamkan matanya. Ia masih setia dengan posisinya.
Bella berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan gadis itu.
"Gimana rasanya enak". Tanya bella pada gadis itu.
Gadis itu diam sambil menatap wajah bella intens.
"Gue kasih tau ya sama lo keila? Bener gak sih nama lo". Ucap bella yang nampak berfikir apakah betul nama yang ia sebut tadi.
Persetan dengan itu.
"Jangan pernah berani deketin vino". Ucap bella menambahkan.
Keila diam. Ia menatap wajah bella dengan ekspresi datar.
"Gue gak pernah deketin vino". Ucapnya tegas
__ADS_1
Mendengar itu bella tertawa meremehkan.
"Gaysss mau kita apain ni cewe". Bella bangkit. Lalu ia bertanya pada kedua temannya.
"Kalo gue sih mending kita bikin malu aja seperti yang biasa lo lakuin". Kata rahel memberi saran.
Bella mengangguk mengiyakan." Benar juga ya".
"Sekarang? Lo berdiri". Suruh bella pada keila.
Mendengar itu keila menurut. Ia berdiri dari posisinya.
"Natali bawa dia ketempat biasa". Pinta bella memerintah.
Natali tersenyum. "Oke".
Natali menghampiri keila lalu menarik paksa gadis itu.
Keila berontak.
"Lo mau bawa gue kemana". Tanya keila takut.
Bella tertawa bak iblis.
"Tempat biasa gue suka bully orang". Ucap bella dengan santainya.
Rahel tertawa.
Natali dan rahel membawa keila secara paksa.
Tidak ada murid yang berani menghentikan tindakan bella.
Para murid hanya menatap takut.
Amel dan jojo yang sedari tadi berdiri memperhatikan semua adegan itu. Hanya diam.
Didalam hati amel ada rasa tidak terima jika keila diperlakukan tidak baik oleh orang lain.
"Mel lo gak ada niatan mau nolongin keila gitu". Ucap jojo memberitahu sahabatnya yang nampak diam.
Tidak ada jawaban.
Entah dewa dari mana yang menyuruhnya bergerak. Amel langsung berjalan cepat kearah dimana keila dibully.
Jojo yang melihat pergerakan amel hanya mampu tersenyum.
"Berenti".
Suara seseorang terdengar tegas. Membuat bella dan kawan kawan sekaligus keila menoleh ke arah sumber suara.
"Amel". Lirih keila tanpa suara.
Melihat siapa yang datang bella menajamkan tatapannya.
Bella menggulung gulung rambutnya menggunakan jari telunjuk.
"Mau apa lo! Mau jadi pahlawan kesiangan". Ucap bella tepat didepan wajah amell.
Amel hanya diam.
"Gaysss liat ni orang yang sok pahlawan mau nolongin temannya? Mampu lo lawan gue". Tutur bella sombong.
Rahel dan natali langsung tertawa kecil.
"Heyy lo gak ada kekuasaan disini? Jadi gak usah berani bikin masalah sama gue karna lo". Bella menunjuk wajah amel. "Nanti bakal dapat giliran". Kata bella mengakhiri ucapannya.
Mendengar penuturan bella barusan. amel menaikan satu alisnya bertanya. Setelah itu ia tertawa mengejek.
"Cewe murahan kaya lo? Mau ngebully gue mikir pake otak". Sinis amel. Ia mengetuk kepalanya dengan satu jari telunjuknya.
Bella yang mendengar penuturan amel langsung menatapnya dengan tatapan marah. "Berani banget ni cewe". Batin bella.
"Kalo lo mau cari lawan? Jangan sama gue karna apa". Amel tersenyum iblis kearah bella. "Lo itu bukan tandingan gue P E C U N D A N G". Ucap amel menekankan setiap kata pecundang.
Plakkkk
Bella menapar wajah amel keras. Ia sudah muak dengan perkataan gadis itu.
Semua siswi yang melihat langsung tercengang. Dan bergerumbul untuk melihat dua the most wanted cahya bahkti berseteru.
Amel merasakan pipinya memanas akibat tamparan bella.
"Berani ya lo ngehina gue". Ucap bella dengan nafas yang memburu.
Amel diam. Ia masih memegang pipinya.
Lalu sepersekian detik gadis itu tertawa.
Yang membuat semua orang menatap bingung ke arah amel.
Ni cewe gila deh
Kok gue takut sih
Bukanya nangis ditampar malah ketawa
Begitulah pekikan pekikan dari murid murid sma cahya bhakti yang menonton.
Amel masih dengan tawa anehnya sampai dengan fase gadis itu. merubah ekspresinya dari tertawa hingga menampilkan wajah dingin bagaikan phisikopat. yang membuat siapa saja yang melihatnya begidik ngeri.
"Bagus". Amel mengangguk. "Gue suka sama keberanian lo".
Ia maju satu langkah dan setelah itu langsung menarik keras rambut bella. Tanpa ampun.
"Awwwww amel ****** lepasin ******". Teriak bella kesakitan karna rambutnya ditarik.
Mendengar teriakan bella amel malah semakin mempererat tarikannya.
"Amell lepasin ******* sakit". Lirih bella sudah tidak kuat menahan sakit.
Amel melepas tarikannya.
Dengan nafas memburu bella mengusap usap pelan kepalanya. Yang rasanya ingin lepas.
Bella menatap amel dengan tatapan tajam.
Melihat tatapan bella amel hanya mampu tersenyum.
"Kenapa? Sakit". Amel bertanya dengan wajah sedih yang dibuat buat.
Bella masih diam. Rasa sakit dikepalanya belum juga hilang.
Amel melihat ada siswa yang memegang es.
"Siniin dong es lo". Pinta amel pada siswa itu.
Tanpa aba aba siswa itu langsung memberikan es miliknya kepada amel dengan takut.
Amel tersenyum.
Gadis itu memegang es ditangannya lalu ia kembali menatap wajah bella. Dengan tatapan yang penuh dengan ancaman.
Byurrr
"Ups sengaja". Ucap amel. Ia menutup satu mulutnya.
gadis itu menyiramkan es tepat didepan wajah cantik milik bella.
Rasanya sangat puas.
"Lo tau kan gimana rasanya disiram? Enak".
Bella memejamkan matanya dan merasakan cairan dingin menerpa kasar wajahnya.
Rahel dan natali menatap adik kelasnya itu dengan wajah tidak percaya.
Terlalu berani
Bella membuka matanya perlahan dan melihat amel berada dihadapannya.
Nafas bella memburu.
"Tunggu gue bakal balas semua perlakuan lo". Tukas bella. lalu langsung pergi meninggalkan tempat kejadian yang membuat bella malu tidak ketulungan.
"Bakal gue tunggu". Teriak amel lantang.
Melihat bella pergi rahel dan natali juga langasung pergi meninggalkan tempat kejadian.
Amel menghembuskan nafas kasar. Lelah rasanya jika harus bermasalah seperti ini.
Ditempat kejadian ada seseorang yang melihat dengan wajah senang seperti ada rencana yang ingin ia jalankan.
"Bubar semuanya". Ucap jojo tegas.
Semua kerumunan langsung bubar.
"Mel lo gak papa". Tanya jojo.
Amel mengangguk.
"Mel maksih ya". Ucap keila yang sedari tadi juga ada ditempat kejadian.
Amel menatap keila dingin.
"Gak usah seneng? Gue nolongin lo karna gue gak mau liat lo disakitin sama orang lain karna apa". Amel menggantungkan ucapannya.
Keila yang mendengar penuturan amel langsung tersenyum.
Amel berjalan mendekat ke arah keila. "Karna cuman gue yang boleh nyakitin lo? Gak untuk orang lain".
"Lo cuman boleh menderita dengan perlakuan gue? ngerti". Jelas amel penuh dengan penekanan.
Keila langsung diam menunduk.
Keila kira amel perduli padanya ternyata tidak amel menolong keila hanya untuk niatan cuman dia yang boleh menyiksa keila. Apakah itu yang dinamakan egois
__ADS_1