Loving Cold Girl

Loving Cold Girl
24. Rumah vino


__ADS_3

Uhuk uhuk uhuk uee ". Amel batuk dan mual sepertinya ia ingin muntah.


Mendengar itu semua orang langsung melihat ke arah gadis itu.


"Mel lo kenapa". Tanya vino


"Perut gue". Amel meringis sambil memegangi perutnya dengan kedua tangan.


"Pasti gara gara lo minum tadi". ucap jojo memperingatkan.


"Yaudah kita pulang ya". Ajak vino


"Ih apaan lo? Amel pulang sama gue". Ucap jojo.


"Cihhh? Biar sama gue aja emang lo bisa bawa dia kalo lagi gini". Tanya vino.


Jojo diam lalu menggeleng.


"Shitt".umpat jojo dalam hati


Kini perhatian vino sepenuhnya beralih pada amel.


"Ayo kita pulang". Pinta vino.


Amel menatap vino sekilas lalu ia pasrah dan menuruti apa kata vino.


Amel berjalan keluar bersama vino


"Gue duluan bro". Teriak vino.


"Yoiii hati hati vin". Balas gilang.


"Gue juga mau pulang". Pamit jojo.


"Mau gue anter jo". Tawar rendy.


Jojo menggeleng.


"Gue duluan". Pamit jojo.


Semua teman vino mengangguk.


"Hati hati jo". Ucap rendy.


Jojo pun pergi sama seperti vino dan amel.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Vino dan amel berada di parkiran.


Vino menuntun gadis itu pelan agar masuk kedalam mobil.


Amel duduk dengan lemas wajahnya terlihat pucat pasi padangan matanya kosong.


Gelagat dan gerak tubuh amel mengisaratkan bahwa gadis itu tidak sadarkan diri karna pengaruh alkohol tadi.


"Lo gapapa kita kerumah sakit ya". Ajak vino yang terlihat sangat cemas.


Amel menoleh. "Gue cuman mabuk? Gak mau mati gak perlu lo bawa gue kerumah sakit". Jawab amel dingin.

__ADS_1


Vino menghembuskan nafas pasrah.


"Sekarang kita pulang". Pinta vino.


"Iya tapi kerumah lo". Tukas amel.


"What". Mendengar penututuran amel vino langsung mengarahkan pandangannya ke arah gadis itu dengan mata yang membulat sempurna."rumah gue".


Amel mengangguk.


"Lo kan punya rumah mel jadi rumah lo aja ya". vino memberi pengertian.


Amel menggeleng.


"Hiks hiks hiks hiks". Suara tangis amel langsung menyambut ucapan vino.


Dengan wajah panik vino mencoba menenangkan.


"Eh eh eh ko lo nangis sih kan gue gak ngapa ngapain lo mel". Cemas vino.


"Hiks hiks hiks rumah gue itu di neraka disitu panas gak ada kehidupan sepi gue sendiri gue mau mama gue mau bang artha semua orang jahat semua orang ninggalin gue sendiri papa udah gak perduli dia sibuk sama kerjaannya dia sibuk cari uang uang dan uang gue gak mau itu gue mau bahagia satya ninggalin gue dia selingkuh sama sahabat gue sendiri dasar ******** gue hancur hancur sehancur hancurnya gue mau mati gue gak mau hidup lagi gue cape hiks hiks hiks hiks gue cape". Jelas amel meracau sendiri karna pengaruh alkohol.


Vino yang melihat betapa hancur dan berat beban yang dipikul oleh gadis yang ada dihadapannya ini.


Ia tidak terbayang jika harus merasakan sakit apa yang dirasakan oleh amel.


Vino memang sempat terpukul seperti yang dialami amel karna tuhan sudah mengambil kakak perempuan vino RANI.


Tapi vino masih cukup kuat untuk menghadapi semuanya berbeda dengan gadis yang ada didepannya sekarang.


Tuhan mengambil semua kebahagiaan yang gadis ini miliki seperti tidak ada yang tersisa seperti yang vino lihat sekarang ini.


Vino terus memperhatikan amel yang sedari tadi meracau tidak jelas.


"Hahahahaha gue mau bahagia ada gak orang jual kebahagiaan? Gue mau borong semuanya gak boleh ada yang bahagia selain gue didunia ini". Ucap amel mabuk.


Vino memejamkan matanya sejenak lalu menghembuskan nafas kasar matanya kembali memperhatikan gadis yang ada didepannya ini.


Amel tersenyum melihat wajah vino.


Ia mendekat kearah vino melihat tepat ke arah bola mata vino yang hitam pekat.


tangan gadis itu terarah untuk menyentuh wajah vino lembut.


"Gue minta lo jangan tinggalin gue". Pinta amel.


Vino menelan salivahnya ketika wajah amel benar benar makin dekat dengan wajah vino.


Tubuh vino serasa berhenti bergerak jantungnya berdegup kencang oksigennya terasa berkurang susana dimobil kali ini membuat vino sulit bernafas.


Wajah vino semakin memerah ketika pandangan amel jatuh pada bibir vino yang berwarna merah alami membuat vino semakin gugup fikirannya sudah pergi berlari kemana mana memikirkan hal yang tidak tidak.


Wajah amel semakin dekat sampai ujung hidung mereka bersentuhan tangan amel sudah berada didada bidang milik vino.


Nafas amel mulai bisa dirasakan oleh vino menyapu lembut wajahnya.


Vino memejamkan matanya lalu........


Brukkk


Gadis itu pingsan vino menuntun amel untuk duduk dengan posisi yang benar.


Vino memasangkan sabuk pengaman untuk gadis itu.


merasa sudah selesai dengan pekerjaannya vino kembali ke asalnya ia memegang kemudi melihat ke arah amel sekilas lalu ia menghembuskan nafas lemas.


"Gue gak mau ngambil kesempat saat lo mabuk kaya gini mel".


"Gue gak mau ngerusak orang yang gue sayang meski itu cuma dengan ciuman". Lirih vino.


Tempat yang sepi mendominasi suara angin membuat suasana sekitar terasa tenang.


Itu semua mendukung seseorang yang Sedari tadi diam diam memperhatikan perbicangan amel dan vino didalam mobil.


Wajah orang itu nampak kesal saat melihat kejadian tersebut.


"Ah shitt? Gara gara dia rencana gue gagal". Umpat orang itu dengan kesal ia menendang mobilnya sendiri yang telah terpakir tepat didepannya.


"Lo kenapa". Tegur seseorang dari arah belakang.


Merasa ada yang menegurnya orang itu menoleh. "Darpa". Ucap orang itu dengan wajah sedikit kaget.


"Seharusnya gue yang nanya kenapa lo disini? Terus ngapain lo ngintipin vino disana". Tanya darpa.


"Lo kenal vino". Tanya orang itu balik.


"Ya kenal lah dia itu musuh bebuyutan gue didunia balap". Tukas darpa serius.


Orang itu menaikan satu alisnya. "Vino pembalap". Tanya orang itu sekali lagi.


Darpa mengagguk."Yap dia pembalap? Tapi sudah setahun ini gue gak pernah liat dia lagi turun kejalan gue gak tau apa penyebabnya yang pasti gue udah gatel banget mau ngalahin tu anak karna selama ini cuman dia yang jadi nomor satu". Jelas darpa memberitahu.


Mendengar semua penjelasan darpa orang itu tersenyum sinis. "Berita bagus? Darpa gue minta bantuan lo".


Darpa tersenyum."gue bakal bantuin semua? Apasih yang gak buat sepupu gue". Darpa mengacak acak asal rambut orang itu gemas.


"Fase kehancuran hidup lo bakal dimulai lagi mel? Yang pasti dengan episode yang baru". Lirih orang itu dibarengi dengan senyuman licik yang tercetak jelas pada wajahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


08.00 WITA


gadis itu masih lengkap dengan dress berwarna merah melekat indah ditubuh ramping sang pemilik.


matahari sudah terbangun dari tidurnya tetapi gadis cantik itu masih setia dengan matanya yang tertutup suasana mendukungnya untuk terlelap menemui alam bawah sadar berharap bertemu dengan pangeran tampan disana.


Suara burung bersahutan membuat pendengaran seorang gadis yang tertidur pulas terganggu.


Matanya perlahan lahan mulai terbuka menyesuaikan cahaya yang ada disekelilingnya.


Tenggorokannya tercekat ia berdiri berjalan menuju lemari pendingin mengambil satu botol air meneral dan meminumnya hingga sampai setengah.


"Huhhh akhirnya". Lirih amel saat benar benar merasakan lega ditenggorokannya.


Amel berbalik berniat kembali menuju tempat tidurnya.


Tapi kenapa ia merasa ada yang janggal saat melihat semuanya berbeda.


"Ciaaaaaaaaaaaawhaaaaaaaaa". Teriak gadis itu histeris.


Brukkkkk


"Sayang kenapa nak kamu teriak teriak". Seorang wanita berumur tapi masih terlihat cantik datang dengan wajah panik ia sempat membuka pintu dengan suara tegesa gesa hingga menimbulkan suara yang lumayan keras.


Nafas amel memburu. "Saya dimana? Tante siapa". Tanya amel dengan wajah bingung.


"Tenang dulu ya sayang". Ucap wanita paruh baya itu menenangkan ia maju sedikit demi sedikit mendekati amel yang terlihat ketakutan.


"Tante tante jangan dekat dekat ini bukan kamar saya? Saya dimana tente orang jahat ya". Amel mengucapkan itu sambil berjalan mundur.


"Lo dirumah gue mel". Tukas seseorang dari arah pintu kamar.


"Vino". Ucap amel kaget saat melihat vino juga ada disini.


"Dia nyokap gue bukan orang jahat honey". Vino memberitahu.


Amel kembali melihat wanita paruh baya itu dengan wajah merasa bersalah.


"Tante maafin saya". Amel berkata lembut.


Wanita itu tersenyum membalas ucapan amel.


"Nama kamu siapa cantik". Tanya mama vino.


"Amel tante". Amel tersenyum.


"Sini sayang". Mama vino menarik tangan amel menuntunnya duduk dikasur yang telah disediakan.


"Nama saya mona tapi kamu harus Panggil saya bunda". Pinta mona


Amel mengerinyitkan dahi bingung."tapi tante". Amel mencoba menolak.


Mona menggeleng."Tidak ada tapi tapi sayang".


Amel mengangguk.


Mona melihat amel dengan tatapan berkaca kaca entah firasat atau apa mona tiba tiba memeluk tubuh mungil amel dengan sayang.


Amel sempat tersentak karna mendapat perlakuan dari mona yang tiba tiba.


"Tan eh bunda kenapa". Tanya amel hati hati.


Mona melepas pelukannya ia memandang wajah gadis itu lekat.


Mona tersenyum.


"Kalo liat kamu bunda jadi ingat sama anak perempuan tente ehehehe". Terdengar tawa sumbang dari mulut mona


"Bunda punya anak perempuan". Amel bertanya.


Mona tidak menjawab pertanyaan amel ia hanya tersenyum kecut seperti menahan tangis.


"Yasudah bunda ke kamar dulu ya nanti kamu kebawah ya sayang makan? semua bunda udah siapin". pinta mona pada amel tak lupa ia mengelus lembut rambut gadis itu.


"Vin ajak amel kebawah ya". Suruh mona pada vino.


Vino mengangguk."iya mom". Jawab vino.


"Yasudah ya sayang". Ucap mona berpamitan lalu mencium lembut dahi amel.


Mona pun berjalan keluar meninggalkan amel dan vino berdua dikamar.


Melihat amel duduk sendiri dikasur vino berpindah dari tempatnya berdiri datang menghampiri dimana tempat gadis itu.


"Ayo mel lo sarapan dulu habis itu gue anter lo pulang".


Amel mengangguk.


"Lo punya saudara perempuan vin". Tanya amel.


Vino diam ia hanya fokus pada jalan yang ada didepannya.


"Vin". Panggil amel.


Vino memejamkan matanya sejenak lalu menghembuskan nafas kasar ia meyakinkan dirinya untuk melihat amel sekilas.


"Jangan terlalu dipikirin apa kata nyokap gue". Ucap vino wajahnya masih terus menatap lurus kedepan.


Mendengar ucapan dingin vino amel hanya diam melirik sekilas ke arah laki laki yang sedang berjalan disebelahnya lalu pandangan gadis itu kembali fokus kedepan.


"Tanpa gue kasih tau lo bakal tau sendiri siapa saudara perempuan gue mel? Kita tinggal tunggu waktu yang tepat untuk lo tau semuanya siapa ka rani dan apa hubungannya sama keluarga lo". Gumam vino dalam hati.


Jangan lupa follow autor ya dan kasih aku vote supaya autor senang makasih ya 😘😚😙


Selamat membaca gayssss

__ADS_1


__ADS_2