LUKA YANG DALAM

LUKA YANG DALAM
24.HANYA DI ATAS KERTAS


__ADS_3

Ilene membuka matanya dengan perlahan


"huammm"dia menguap dan merentangkan tangannya keatas sembari mengangkat tubuhnya


Ilene melihat kesamping dan dia melihat suaminya yg tengah tertidur disampingnya,ada rasa kesal dihati ilene karena dia hanya terpaksa tidur berdua dikasur lebar mereka


Ilene menggeser bokongnya dan meletakkan kakinya kelantai,badan ilene terhenti karena sebuah tangan menggenggam pergelangan tangan ilene,dia melihat kearah pergelangan tangannya dan dia melihat tangan ariel lah yg menggenggam tangannya


"mau kemana kamu pergi?"tanya ariel yg masih setengah sadar dari tidurnya


"aku mau mandi"celetus ilene


"nanti saja,ini masih jam 7"ariel menarik tangan ilene dengan kuat,badan ilene ikut tertarik hingga wajahnya tepat berada dihadapan wajah ariel hanya tinggal beberapa centi saja


"tidur lah sebentar lagi"ariel meletakkan tangannya diatas pinggang ilene dan kembali memejamkan matanya


Ilene melirik ketangan ariel yg menempel dipinggangnya,itu membuat ilene risih dan geli,ilene menatap ariel dengan memasang wajah yg seakan akan ingin menerkam Ariel


"aku kepanasan berhentilah memelukku"Ilene berusaha melepaskan pelukan ariel dan ingin cepat cepat pergi dari kamar itu


Ilene duduk di atas kasurnya dengan kaki yg sudah berpijak dengan lantai,dia menghembuskan napas lega


Ilene berdiri dan dengan cepat dia bergegas ke kamar mandi,melihat tingkah Ilene yg terburu buru membuat ariel heran,bagaiman tak heran,pasalnya ilene seperti anak sekolah yg terlambat bangun pada hari senin


************


Ariel menuruni tangga dengan pakaian kaos polos putih dan celana jogernya,walaupun hanya kaos polos tapi harganya setara dengan 20 hektar tanah.


Karena masih pagi,Ariel sengaja turun menggunakan tangga sekalian belorahraga pagi agar badannya tidak mudah lesuh,karena baru menikah,ariel memutuskan untuk tidak pergi ke perusahaannya karena dia ingin menghabiskan hari harinya dulu dengan istri barunya itu


Ariel berjalan kemeja makannya yg sudah ada tania dan adiknya valen,Ariel duduk ditempat biasanya kepala keluarga duduk di meja makan dan begitu juga dengan Tania,dia duduk berhadapan dengan ariel


Para pembantu bergilir dan bergantian menghidangkan makanan diatas meja,walapun hanya bertiga di meja itu,penghidangan dan makanannya harus seperti di sebuah restoran mewah


Ariel melahap makanannya dengan pikiran yg berlarian entah kemana,dia bolak balik melihat ke arah lain seperti mencari sesuatu


Tania yg merasa iri melihat ariel yg mengganggu makannya langsung memasang raut wajah kesal


"apa yg kamu cari?"tanya dengan logad kesal


Ariel hanya tersenyum dan melanjutkan makannya


"oh iya,kk Al,kk Ilene mana,kok gk turun?"tanya Valen mengkhawatirkan Kakak iparnya itu


Ariel diam sejenak,dia mengangkat piringnya dan mengangkat badannya,lalu dia pergi ke atas dengan membawa piringnya


Karena terburu buru,ariel jadi menggunakan lift agar cepat sampai

__ADS_1


Dia masuk kekamarnya dan mendapati ilene yg tengah duduk di kursi gantung yg berada di balkon,ilene tengah asik memandangi langit dengan senyum kecilnya


Ariel tersenyum melihat ilene dan menghampirinya.Ariel berlutut di hadapan Ilene dan membuat lamunan ilene buyar karena kedatangan ariel yg tiba tiba


"sarapan?"ariel mendekatkan tangannya yg sudah memegang roti sandwich ke bibir ilene,dia bertujuan untuk menyuapi ilene


"aku tidak lapar"singkat ilene dan mengalihkan pandangannya


"makanlah sedikit,nanti kamu sakit ilene"mohon ariel dengan kasih sayang tapi ilene tetap diam seribu kata


"ayo lah,,aaaaaa"ariel membuka mulutnya untuk mengajak ilene membuka mulutnya tapi tetap saja ilene memalingkan wajahnya


"makanlah sedikit,jika kamu tidak makan maka aku juga tidak akan makan"ariel memalingkan wajahnya jg dengan wajah yg cemberut,dia melirik ke arah ilene tapi tidak ada ekspresi sedikit pun darinya tapi ariel tetap mempertahankan akting marajuknya,dia pikir ilene akan makan jika dia merajuk tapi hasilnya tidak sesuai yg diharapkan ariel


"kamu makanlah,aku tidak ingin makan"jawabannya tidak sesuai dengan espektasi ariel


Ariel menatapi kepergian ilene yg meninggalkannya sendirian di balkon dengan perasaan heran


"ada apa dengan ilene?seperinya dia kesal,apa aku melakukan kesalahan?atau apakah aku kurang romantis?"batin ariel dengan polosnya


Ariel meletakkan piring itu di atas bantal kursi gantung dan berjalan menghampiri ilene yg duduk dikasur


"ilene"Ariel duduk disamping ilene


"kenapa dia selalu mengikutiku?apa dia tidak tau aku sedang kesal??"ilene marah marah dalam hatinya


"apa kamu marah?"tanya ariel


Ilene hanya menaikkan bahunya dan menurukannya dengan cepat


"kenapa kamu marah?"tanya ariel dengan lembut sembari memegang kepala atas ilene


"BERHENTILAH MENYENTUHKU"teriak ilene dan mengehempas sentuhan telapak tangan Ariel dari kepalanya


"ada apa denganmu ilene?"tanya Ariel dengan khawatir


ilene berdiri di depan ariel dan menatap tajam wajah ariel


"berhentilah berbuat baik padaku!!"ujar ilene


"apa maksudmu ilene?"tanya Ariel keheranan tingkat dewa karena ilene tiba tiba marah padanya


"bisakah kamu bersikap biasa saja,aku muak dengan sikap baikmu itu padaku"to the point ilene


"apa maksudmu ilene,aku tidak mengerti?"ariel memegang pundak ilene dan menatap wajahnya dengan penuh tanda tanya


"aku benci dengan sikap baikmu!!"ujar ilene dihadapan wajah ariel

__ADS_1


"kenapa?apakah salah seorang suami bersikap baik pada istrinya?"


"tidak salah,tapi kamuu,,,kamu BUKAN SUAMIKU!!"


Ariel mengerutkan alisnya kebingungan.Ilene menghempas kedua tangan ariel yg berada dipundaknya dengan kuat


"aku bukan istrimu dan kau bukan suamiku,kita hanya suami istri dalam kertas"ucap ilene


"apa maksudmu ilene?kamu adalah istriku,istri sahku dan aku adalah suamimu"jelas ariel yg masih rada rada tidak mengerti


"coba kamu pikirkan,apakah status pernikahan yg hanya ditulis diatas kertas dapat disebut pasangan suami istri?"tanya ilene


"ilene,tolong katakan langsung pada intinya"pinta ariel dengan suara yg halus


"pernikahan yg hanya di atas kertas tidak dapat disebut pasangan karena pernikahan yg sah terjadi karena adanya sebuah cinta,dan AKU,aku sama sekali tidak mencintaimu jadi pernikahan kita hanya sebatas tulisan di atas kertas,apa kamu mengerti sekarang?"


"aku benar benar tidak mengerti ilene,kita menikah karena kita saling mencintai bukan?lalu kenapa kamu mengatakan hal tadi?"tanya Ariel meminta penjelasan yg jelas


"Aku mau menikah denganmu hanya karena paksaan dari orang tuaku dan jika mereka tidak memaksaku maka aku tidak akan ada dipelaminan bersama denganmu"jelas ilene sambil mengepal tangannya


"asal kamu tau saja ya,aku menikahimu bukan karena cinta tapi karena terpaksa,jadi kamu tak usah bersikap baik jika perlu kamu ceraikan aku secara diam diam sekarang juga"ujar ilene dengan santainya


ariel masih tidak percaya dengan perkataan ilene barusan


"ilene berhentilah bercanda"ariel masih tidak yakin dengan ucapan ilene


"aku tidak berbohong,aku benci kebohongan jadi aku akan bersikap jujur padamu"


"tapi aku jg tidak suka berbohong ilene,aku mencintaimu hanya kamu,jadi salahkah aku jika aku bersikap jujur padamu?"


"tidak perlu repot repot karena kamu akan menyesal nantinya"ilene meninggalkan ariel tapi baru beberapa langkah berjalan ariel menghentikan ilene dengan pertanyaannya


"tapi,,,kenapa ayahmu bilang pernikahan kita adalah permintaanmu?"tanya ariel


"itu bohong"jawabnya tanpa membalikkan badan


"aku tidak peduli jika kamu terpaksa ilene,aku akan membuatmu mencintaiku jg"ariel mempercayai dirinya sendrii untuk membuat ilene kagum padanya


"ilene,jika kamu menikah dengan terpaksa maka buatlah pernikahannya serasa menyenangkan agar kamu bisa menikmati hubungan kita tanpa paksaan"saran ariel


"aku tidak perlu saranmu"jawab ilene dengan cepat dan langsung pergi keluar meninggalkan Ariel sendirian disana


Ariel yg kuat tadi kini berubah menjadi seperti kapas yg terbawa angin,dirinya menciut karena ucapan ilene barusan,dari cara berbicara ilene membuat ariel semakin yakin bahwa ilene memang tidak mencintai dirinya dan itu membuat ariel merasa sedih dan terpukul apalagi mereka baru saja menjadi pengantin baru tapi ilene menghancurkan segala rencana ariel tentang bulan madu dan malam pertama mereka berdua


Ariel terduduk di atas kasurnya,dia masih merenungi ucapan ilene tadi,kini dia sadar kenapa ilene bersikap cuek padanya selama ini,tapi hal yg paling ariel sedih adalah karena ilene terlalu cepat mengatakan yg sebenarnya,ariel ingin ilene tidak mengatakannya sekarang tapi nanti dikemudian hari karena ariel belum juga sempat melakukan hal romantis pada ilene


"*kadang kita lebih baik tidak mengetahui apa pun dari pada mengetahui apa pun tentang hal yg akan membuat kita sakit saat mendengarnya,aku terlalu cepat untuk mengetahui ini semua,bagaimana mungkin istriku yg kusayangi tidak menganggapku dan tidak mencintaiku?seharusnya aku tidak pergi keatas untuk menemuinya seharusnya aku menutup mulutnya tadi,jika saja aku melakukannya maka aku tidak akan sedown ini,aku belum sanggup untuk menerima kebenaran ini"ujarnya sambil tersenyum samar samar karena sekaligus menahan air matanya agar tidak tumpah

__ADS_1


"haaa,aku rasa sukaku pada kebenaran membuatku ingin menghilangkannya,tapi kebenaran tetaplah kebenaran,aku harap,,,,besok aku akan terbangun dan menyadari bahwa ini adalah sebuah mimpi buruk"ujarnya dan akhirnya senyum nya hadir dan diiringi oleh tetesan air mata yg berlinang*


__ADS_2