LUKA YANG DALAM

LUKA YANG DALAM
BAB 2


__ADS_3

ilene menuruni tangga dan menghampiri mamanya yg tengah duduk bersama amanda


"ma ilene mau keluar ya"izin ilene kepada mamanya


"mau kemana kamu pagi pagi begini ilene sayang?kamu kok gk barengan sama manda"gumam Yani mamanya ilene


"ilene ada ketemuan bareng teman kuliah ilene dulu ma hehehe"sahut ilene berbohong kepada mamanya agar dia dibolehin keluar,orang tuanya belum mengetahui bahwa ilene telah berpacaran,jika di beritahu maka orang tuanya akan marah


"yaudah deh gpp,ilene pergi aja tapi ilene gk ngantar amanda pulang?"


"gpp ma amanda pulang sendiri aja"ujar Amanda ke yani,amanda memang sudah menganggap yani sebagai mamanya begitu jg dengan sebaliknya


"yaudah kalok gitu ilene berangkat ya ma,byee"ilene pergi dan melambaikan tangannya


**********


Ilene mengetok pintu rumah Lino yg tidak terlalu besar,bisa dikatakan rumah Lino itu kecil dan jg sempit


Seorang gadis membukakan pintu itu dan dia senang melihat ilene,dia bahkan menyambut ilene dengan pelukan


"ayo kk ilene masuk"ajak gadis itu dan mempersilahkan ilene masuk


"siapa yg datang nak?"tanya seorang wanita tua yg bernada lemas kepasa gadis yg memeluk ilene tadi


"ilene bu"jawab ilene menghampiri wanita itu dan memeluknya dengan hangat,wanita itu adalah ibu kandung Lino,dia memang sering sakit sakitan karena faktor usia dan faktor pikiran


"duduk nak duduk"sahut ratna ibu kandung Lino,dia mempersilahkan ilene duduk di sofa yg sudah tua dan rusak dan ilene pun duduk


"bentar ya kak len,audrey mau ngambil minum dulu"ujar gadis tadi itu,dia adalah adik Lino yg paling besar


"gak usah drey kakak gk haus kok,kamu panggil adikmu aja kesini kakak ada bawa makanan"pinta Ilene ke Audrey


"iya kak,bentar ya"audrey senang karena mendengar kata makanan,lalu dia pergi memanggi adik laki lakinya yg merupakan anak terakhir


ilene mengeluarkan semua makanannya dan mereka memakan makanan itu dengan lahap dan mereka tampak bahagia,melihat mereka bahagia,hati ilene jg ikut bahagia


"Lino kapan pulang bu?"tanya ilene yg dari tadi menunggu kehadiran Lino yg belum sampai

__ADS_1


"Bentar lagi jg sampai kok kak"Lian menjawab pertanyaan dari ilene tadi dengan mulut yg cemong cemong


"Lian makanannya kok kamu habisin,untuk kk Lino mana?"ucap Audrey memarahi adiknya Lian karena dia tidak menyisakan sedikit makanan untuk Lino


"gpp drey biar kakak aja yg masak"gumam ilene


"jangan nak nanti tangan kamu terluka"larang Ratna mengkhawatirkan ilene


"gk kok bu ilene udah biasa masak sendiri,biar ilene yg masak buat Lino tapi ilene pergi belanja dulu ya bu bareng audrey"sahut ilene dengan senyum dibibirnya dan diiyakan oleh ratna


Tak lama kemudia ilene datang dengan beberapa belanjaan yg dia beli di pasar, lalu dia langsung mengiris iris bawang sampai matanya pedih dan air matanya terjatuh


"ilene gk papa nak?"tanya ratna yg khawatir karena melihat ilene yg kesakitan dan mengucek matanya


"gpp bu,ilene gpp,cuman mata ilene aja yg perih"gumam ilene memastikan ratna bahwa dia tidak apa apa


"sudah kamu istitahat aja dulu kan ilene habis dari pasar pasti capek kan?biar ibu aja yg masak"gumamnya dan mengambil pisau yg ada di tangan ilene tapi ilene mengambil pisau itu lagi


"ibu aja yg istirahat ilene gk capek kok bu,udah ibu tenang aja,bilang jg sama audrey biar gk kedapur,biar ilene yg masak mumpung ilene disini jadi ibu sama audrey istirahat ya"ujar Ilene dengan nada yg lembut dan kasih sayang sambil tersenyum


Setelah itu,ilene tampak sibuk dan serius dalam memasak,jepretan minyak beberapa kali mengenai tangan ilene yg mulus,audrey ingin sekali membantu ilene agar ilene tidak kepayahan tapi ilene selalu menolak,dia sudah merasa bahwa rumah Lino adalah rumahnya juga dia tidak pernah merasa canggung dan juga malu bila datang berkunjung ke rumah Lino.


Setelah menggoreng,sekarang adalah waktunya bagi yuna untuk mencuci piring,saat dia sibuk mencuci piring,tiba tiba dia terkejut karena ada tangan yg merangkul dia dari belakang dengan hangat dan ternyata itu adalah kekasihnya Lino,Lino meletakkan dagunya diatas bahu ilene


"awas Lino,aku lagi nuci piring"ujar ilene yg malu dan setengah baper karena rangkulan Lino


"kenapa?kamu gk suka aku peluk gini ?"tanya Lino sambil mendekatkan wajahnya disamping wajah ilene


ilene terkejut karena lino menempelkan wajahnya ke wajah ilene dan pipi ilene yg putih menjadi memerah,dia hanya menjawab pertanyaan Lino dengan senyuman manis di wajah Ilene


"Sini aku bantu kamu"ujar Lino melepaskan pelukannya dan membantu Ilene menuci piring


"gk usah lino kamu makan aja dulu!"suruh ilene dan jg melarang Lino karena dia pasti lelah pulang mengajar


"gpp ilene"Lino tidak mematuhi perintah ilene,dia tetap ingin membantu ilene,dan Ilene pun hanya bisa pasrah


"ih kamu ini memang bandal banget"ujar Ilene sambil memercikkan air yg ada ditangannya dan membasahi wajah lino

__ADS_1


"hahahaha"ilene tertawa melihat Lino yg mengucek ngucek matanya


melihat ilene yg tertawa,Lino langsung membalas dendam dengan melakukan hal yg sama kepada ilene,dan membuat ilene marah dan memukul punggung Lino,tapi lino terus saja memercikkan air ke wajah ilene dan ilene jg membalas,mereka mengahabiskan waktu mereka di dapur karena percikan air


**********


Amanda sampai dirumahnya tapi dia tidak melihat siapapun dirumahnya yg luas itu,dia ingin mencari keluarganya tapi niat itu dia batalkan karena percuma dia tidak akan disambut


mama Amanda yg bernama Laras itu turun melewati anak tangga dengan buru buru sekali tanpa menyadari anaknya sudah pulang


"ma manda pulang"ujar Amanda ke arah Mamanya


Laras terhenti dan melihat anaknya itu


"mama ke kantor dulu ya sayang soalnya ada panggilan darurat"ucap tiara buru buru lalu meninggalkan amanda


"ma tapi manda laper"gumam amanda dengan keras tapi laras tidak memperdulikan Amanda


"bukannya disambut,tapi malah ditinggalin,ditanya kapan sampai pun enggak,dia sebagai seorang ibu pasti tau lh kalok setiap anak itu jg perlu diperhatiin,ini enggak,dia selalu mementingkan pekerjaannya"gumam Amanda mengomel dalam hatinya lalu dia pergi ke atas menuju kamarnya,karena lapar dia memesan makanan.


**********


"mmmm ilene masakan kamu enak banget"puji Lino ke ilene,dia merasa terpukau dengan keahlian memasak ilene


"iya dong namanya aja ilene yg masak pasti enak lah"canda ilene dan mereka tertawa padahal tidak ada hal yg lucu,mereka hanya berbicara dengan matanya tapi itu semua bisa dibaca.


"memang aku itu gk salah milih kamu len"ujar Lino menggombal ilene


"mulai lagi gombalnya,udah kamu sambung makan aja gih"omel ilene sambil menyuap Lino agar Lino tidak bisa berkata kata


Lino kepayahan mengunyah makanan yg penuh dimulutnya itu karena ilene selalu saja menyupinya dengan paksa


Melihat tingkah Lino,ilene tertawa terbahak bahak,dan Lino ikut tertawa tapi karena mulut yg kepunuhan,Lino jadi batuk batuk dan membuat suara ketawa ilene semakin besar


Ratna yg melihat mereka dari kejauhan ikut bahagia karena tawa dari mereka,dia merasa bersyukur sekali Lino bisa mengenal ilene yg baik hati dan jg cantik,dia sangat berharap sekali lino dan ilene bisa terus bersama,karena bagi ratna,ilene adalah sumber kebahagiaan Lino karena Lino yg merasa letih bisa tertawa lepas saat bersama ilene


maaf kalok ada kata yg kurang nyambung🙏🙏.jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu dukung aku ya😊🤗

__ADS_1


__ADS_2