
Hari sudah pagi,matahari sudah menyinari aktivitas orang diluar,dan matahari pagi ini tidak seperti biasanya karena sekarang cahaya mataharinya lebih terang dari kemarin kemarin itu
Ariel bangun dari tidurnya dan dia tidak melihat ada ilene dikasur,dia jg mencari sekeliling kamar tapi tetap jg tidak ada.
Ariel turun kebawah dan berpikir bahwa mungkin ilene sudah di bawah,dia berjalan kemeja makan tapi hanya tania dan valen yg ada disana
"ilene mana ma?"tanya ariel
"mama gak tau sayang"jawabnya singkat
"oh aku tau kk,tadi kk ilene pergi ke luar"ujar Valen yg melihat ilene meninggalkan rumah pagi pagi sekali
"kemana dia pergi?"tanya ariel lagi.Valen mengangkat bahunya tanpa dia tidak tau
"kenapa kamu sangat mengkhawatirkan dia,mungkin dia pergi ke rumah orang tuanya"ujar Tania dan ariel setuju dengan ucapan mamanya itu tapi ariel merasa sedih karena ilene tidak mengajak dirinya
Ariel kembali ke atas tanpa sarapan,dia mengambil handuknya dan masuk kemar mandinya
**********
Hanya butuh waktu 5 menit ariel sudah selesai mandi.Dia hanya memakai pakaian mandi kimononya dan handuk kecil untuk rambutnya,dia keluar dari pintu kamar mandi dan mengacak acak rambutnya menggunakan handuk agar rambutnya kering
Dia melihat pakaiannya diatas kasur dan mendekati setelan jas itu.Seingat Ariel,dia tidak melihat ada pakaian disini sebelumnya,dia memegang pakaian itu
"siapa yg membuat pakaian ini disini?tidak mungkin ilene,apakah??"
"hai"sapa kyra dengan tiba tiba masuk ke kamar ariel
"tidak bisakah kamu mengetuk dulu?"Ariel kesal karena terkejut
"upss,maaf."kyra meletakkan piring yg berisi roti dengan selai kacang diatasnya di atas sebuah lemari kecil "kamu belum berganti pakaian?"tanya Kyra
"kamu yg menaruh ini?"tanya ariel
"heem"kyra mendekati Ariel dan mengangguk
"kenapa kamu lakukan itu,aku kan bisa sendiri"ujar ariel
"apa apaan kamu ini,bukankah biasanya aku yg menyediakan pakaianmu?kenapa kamu harus bertanya"kyra tertawa kecil
"tapi aku sudah menikah jadi ini sudah menjadi tugas ilene"jelas ariel
"tapi kata tante,ilene pergi keluar jadi apa salahnya aku menggantikannya sebentar"sahut Kyra
"jangan bercanda,walaupun ilene pergi ini tetap bukan kerjaanmu lagi,ini adalah tanggung jawab istriku,aku tidak ingin ada kesalah pahaman,tugasmu untuk merawatku sudah tidak ada lagi sekrang,jadi kamu hanya membantuku diperusahaan saja"ujar ariel
Kyra sedih mendengarnya karena sepertinya dia dan ariel tidak akan sedekat dulu lagi.Dia ingin menangis tapi tidak mungkin dia menangis di hadapan ariel jadi hanya tersenyum mendengar ucapan ariel barusan
"okey, baiklah,aku pergi dulu ya"kyra membalikkan badannya melangkah keluar
"kyra,,,makasih sarapannya"ujar ariel
"hemm"kyra menjawab dengan senyuman terpaksanya dan langsung keluar
__ADS_1
Kyra berdiri dibalik pintu ariel,dia merasa sangat tertusuk padahal kyra hanyalah sahabat ariel
Dia mengangkat poninya keatas kepalanya,ada tetesan air mata yg jatuh dari matanya
"kenapa kamu melakukan ini Al,kamu sudah lama bersamaku tapi kenapa,,kenapa kamu tidak menganggapku,kenapa kamu hanya menganggapku sahabatmu saja?tidak adakah benih cinta yg muncul dari hatimu kepadaku,aku baik kepadamu bukan hanya karena kamu bosku atau sahabatku tapi karena aku mencintaimu dari dulu dari kecil aku sudah jatuh cinta padamu"kyra menangis dalam diam dan tanpa suara terdengar dari mulutnya
***********
Ilene berjalan mendekati kursi taman tempat dia biasa bersama Lino,dia duduk di kursi panjang itu dengan es krim rasa vanila di tangannya,biasanya ilene membeli es krim rasa cokelat tapi entah kenapa dia membeli rasa vanila
Ilene menjilat es krim itu
"rasanya tidak enak"ujarnya
"bagaimana bisa kamu sangat menyukai rasa vanila?"bibirnya tersenyum tapi matanya berbohong
Ilene menjilat es krim itu lagi,es krim itu pasti sudah asin karena sudah bercampur dengan air mata ilene
Dia tersenyum lagi menatap es krim itu
"kamu bodoh,ini sama sekali tidak enak,ini tidak memiliki rasa"Ilene mengatakan itu untuk Lino karena Lino sangat menyukai es krim vanila tapi ilene tidak menyukai es krim vanila tapi dia sengaja untuk membeli rasa vanila
"Aku merindukanmu"sambungnya lagi "aku sangat merindukanmu sampai aku memakan es krim vanila ini,aku pikir rinduku akan berkurang tapi aku menjadi semakin merindukanmu"Ilene menangis tersedu sedu ,dia menggigit bibirnya agar tangisannya berhenti
Dia memasukkan potongan cokelat yg besar kedalam mulutnya
"cokelat ini jauh lebih enak dari es krim ini"ujarnya sambil tersenyum
Dia mengambil sebuah foto dari kantung celananya dan melihat gambar itu
Ilene bertanya pada foto Lino sambil menangis
"Aku sangat merindukanmu kamu tau,aku akan selalu menunggumu,aku akan tetap mencintaimu dan aku tidak akan berpaling,aku berjanji"Ilene memeluk foto itu dengan suara tangis yg kencang sampai semua orang heran melihat ilene
**********
Sekarang ilene sudah berada di atas bukit tempat favoritnya dengan Lino
Ilene duduk di atas bukit itu,dia menatapi lautan dengan tatapan kosong
Rambutnya berterbangan karena hembusan angin yg keras
Ilene turun kebawah dan mendekati air pantai
Dia tersenyum melihat pantai itu sekaligus sedih jg,bayang bayang Lino masih ada ada di tempat ini,dan kenangan lino masih tersimpan di dalam hati ilene
Ilene berjalan menusuri pantai dan sesekali air pantai mengenai kaki ilene,dia melipat tangannya didepan dadanya
Dikepala ilene hanya ada kenangannya bersama Lino dipantai ini,kadang ilene tersenyum mengingat hal lucu dan kadang dia murung
Dia terhenti dan duduk dipasir pantai,dia teringat waktu dia tengah asik berlari bersama Lino dipantai ini
Kenangan Lino dan Ilene
__ADS_1
Ilene berdiri menghadap kepantai dan tersenyum melihat keindahan pantai itu tapi tiba tiba sebuah pelukan datang dari belakang dan membuat ilene terkejut
"sepertinya kamu sangat menyukai pantai"ujar Lino yg memeluk tubuh ilene dari belakang
"hem,sepertinya begitu"ujar ilene
"aku iri kepada pantai ini"ujar Lino dan melepaskan pelukannya dari tubuh ilene,Lino berdiri disamping ilene
"kenapa?"tanya Ilene
"sepertinya kamu lebih menyukai pantai dari pada diriku"ujar Lino dan membuat tawa kecil ilene muncul
"sepertinya iya"jawab ilene
"apa?jadi kamu lebih memilih pantai dari pada aku?"Lino tidak sadar kalau dia sudah masuk dijebakan ilene
"tidak juga"jawab ilene
"katamu kamu lebih menyukai pantai ini dari pada diriku"
"iya sih,tapi lebih suka saat kamu terhanyut dan terbawa ombak pantai dan tubuhmu tidak akan kelihatan karena kamu sudah berada dibalik pasir pasir itu atau mungkin kamu sudah berada diperut ikan hiu atau lun ikan besar lainnya"canda ilene,ilene merasa senang karena Lino menganggap serius ucapannya
"apa katamu?"lino melotot terkejut
"Kenapa?akan bagus jika itu terjadi,benarkan"
"kamu memang suka sekali bercanda"
"tidak,aku tidak bercanda"
Lino menatap Ilene "kamu mencoba memancingku kan?"
ilene tertawa"iya,aku suka saat melihat wajahmu seperti itu"
Lino kesal dan memegang tangan ilene,dia menarik ilene ke pantai,dia berencana untuk menyeburkan ilene untuk membalas dendam tapi ilene melepas tangan Lino dan berlari karena Lino mengejarnya
Ilene tertawa dengan keras begitu juga dengan Lino,Ilene berhenti karena kakinya terasa sakit sepertinya dia memijak sesuatu
Lino berhenti dan memegang kaki ilene,dia mengambil batu kecil yg masuk ke telapak kaki ilene
Lino berdiri dengan perlahan
"aku mendapatkanmu"ujar Lino,ilene ingin berlari lagi tapi tidak bisa karena Lino sudah memeluknya dengan erat
"maafkan aku aku tidak akan membuatmu kesal lagi"mohon ilene
"baiklah aku memaafkan mu"
"tapi tolong lepaskan aky dari pelukanmu"ujar ilene
"tidak mau,aku tidak akan meninggalkanmu,aku tidak akan melepaskan pelukanku dari mu karena aku akan bersamu dan hanya aku pria yg memelukmu untuk selamanya"ujar Lino dan membuat ilene tersenyum karena dia senang mendengar ucapan lino tadi
flashback off
__ADS_1
Ilene tersenyum mengingat itu,dan air matanya terus menerus mengalir,dia hanya bisa menghapus air matanya,dia sangat ingin kembali kemasa itu,kemasa saat dia bersama dengan Lino