
Ilene teringat dengan perkataan Ariel semalam yaitu tentang cincin pernikahan mereka,Ilene memegang cincin itu dan menatapnya,dia sangat bingung dengan cincin itu,apakah dia harus memakainya? atau dia tidak perlu memakainya.
Setelah lama berpikir akhirnya dia memutuskan untuk memakai cincin emas yang indah itu.Ilene berdiri dan berjalan kebawah,sedangkan Ariel dia sudah pergi dari tadi untuk menemui kliennya yang berasal dari luar negeri.
Ilene melihat ibu mertuanya yang sedang duduk santai di sofa bersama Valen,tapi Ileje malas jika berurusan dengan ibu mertuanya karena Ilene tau bahwa ibu mertuanya tidak menyukainya,jadi siapapun yang tidak menyukainya maka dia juga tidak akan menyukai orang itu.
"Pagi Len!" Sapa Valen dengan ramah seperti biasa.
Ilene tersenyum " pagi juga".
Ilene berjalan kedapur untuk meminum segelas air putih lalu dia kembali ke kamarnya,setelah di kamar dia memanggil pelayan untuk mengambilkan dia makanan,padahal dia kan barusan dari bawah.
Ilene melihat ke arah pintu karena ada yang membukanya,Ilene heran karena pelayan bisa membuka pintu kamarnya tapi saat melihat siapa yang datang dia tidak heran lagi.
Ilene menyerngitkan dahinya "Ada apa?" Tanya Ilene kepada orang yang tadi masuk dengan membawa nampan dan ada makanan dan juga air minum di atas nampan itu.
"Bukankah kamu lapar menantu?" Tania tersenyum lalu mendekati Ilene,setelah itu dia meletakkan nampan itu di atas lemari kecil yang berada disamping tempat tidur Ilene.
"Aku kan menyuruh pelayan bukan mama"
"Mama? ha,ternyata kamu menganggapku sebagai mertuamu,tapi sikapmu tidak pernah memperlakukanku sebagai mertuamu,benarkan?"
"Itu karena anda yang pertama memperlukanku sedemikian,saat di hari pernikahanku anda tidak pernah memberiku kata selamat atau pun menyapaku,bahkan di hari pernikahan itu,saat aku memeluk anda,anda malah melepaskannya" Sahut Ilene
"Tidak perlu marah marah,seperti katamu jika orang memperlakukanmu dengan baik maka kamu akan memperlakukannya dengan baik kan,tadi mama mertuamu ini sudah mengambilkan makanan untukmu jadi sekarang saatnya kamu membalas kebaikanku" Entah apa maksud dari perkataan Tania padahal kan Ilene tidak menyuruhnya.
"Maaf,tapi tadi aku menyuruh pelayan bukan mama" Ilene merasa dirinya dipancing oleh Tania,dia merasa bahwa Tania telah membuat rencana untuknya,jadi Ilene ingin mengetahui apa rencana itu dan dia mengikut saja ke permainan ibu mertuanya.
"Bukankah aku pelayan di matamu,saat aku menjadi menantu di rumah ini,aku selalu melakukan pekerjaan rumah,dan emnantu disini diwajibkan untuk melakukan pekerjaan rumah terutama memasak".
"Jika aku memasak untukmu,apa kamu akan memakannya?"
"Apakah kamu ingin aku menghabiskan makananmu,bagaimana jika kamu masukkan racun kedalamnya"Seru Tania
"Benar juga,itulah hal yang paling aku takutkan" Ilene tersenyum
Tania membalas senyum Ilene dengan senyuman juga "dasar,buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya,tidak salah lagi kenapa sifatnya sama seperti ayahnya,lihatlah aku akan menghancurkan hidupmu seperti ayahmu menghancurkan hidupku" Batin Tania
__ADS_1
Tania berbalik dan berjalan ke arah pintu
"Terima kasih makanannya,aku akan menghabiskannya" Ujar Ilene
Tania menoleh kebelakang "Berhati hati lah mungkin aku menaruh racun dimakanan itu" Sahut Tania
"baiklah" Ilene tersenyum lebar.Memang tidak ada racun didalam makanan itu,Tania hanya menakut nakutinya.
Tania melanjutkan langkahnya sampai dia keluar dari kamar Ilene.Ilene memudarkan senyumannya,kini dia tau bahwa mama mertuanya memang membencinya tapi dia tidak tau kenapa ibu mertuanya sangat membencinya,sebenarnya bukan kemauan Ilene untuk membenci mertuanya tapi dia tidak mau direndahkan oleh siapapun karena dari kecil ,ayahnya selalu mengajarkan untuk melawan sesuatu yang berhubungan dengan penindasan atau seseorang yang merendahkan dirinya.
...****************...
Sutradara film yang bekerja sama dengan Ilene,baru saja memberitahu bahwa syutingnya akan dilaksanakan seminggu lagi.Ilene merasa bosan,dia ingin menghubungi Amanda tapi dia sedang melakukan pemotretan hari ini,jadi Ilene memustuskan untuk pergi ke agensi Amanda dan dia sekalian dia menyapa model model dan staf agensi itu karena Ilene adalah mantan model agensi itu.
Tapi dia mengundurkan diri saat audisi mewakili Indonesia,sebenarnya dia seharusnya juara pertama dan banyak orang mendukungnya tapi dia sengaja mengundurkan diri dengan alasan ingin mengganti profesi menjadi seorang artis,dia melakukan itu hanya karena Amanda,Amanda ingin sekali menjadi putri Indonesia,karena bagi Ilene persahabatan lebih penting jadi dia merelakan profesinya,dia berpikir jika Amanda bahagia maka dia akan ikut bahagia juga.Walaupun banyak yang kecewa karena Ilene keluar dari dunia permodelan tapi dia merasa senang karena sahabatnya telah mencapai keinginan terbesarnya.
Ilene pergi ke agensi BS Entertaiment dengan sopir pribadinya,tak lama kemudian dia sampai disana,entah mengapa dia merasa gugup sekali,dia takur model modsl lain menjauhinya tapi ternyata tidak malah dia disambut dengan baik.
Dia pergi ke ruangan direktur untuk menemui pemikik agensi ini.Dia mengetuk pintunya,Ilene membuka pintu itu setelah mendengar kata masuk dari dalam.
Bryan mendoangakkan kepalanya dan melihat Ilene yang tengah berdiri,dan dia langsung spontan berdiri.
"Hei adik ipar silahkan duduk" Ujarnya dengan ramah juga
Ilene duduk dengan memasang wajah aneh karen mendengar ucapan bryan barusan.
"Sejak kapan aku menjadi adik iparmu,aku kan gak punya saudara" Ujar Ilene
"Hehehehe,tapi entah kenapa kamu terlihat seperti adik ipar angkatku hahhaha" Itulah sifat asli Bryan,dia terlihat tegas dari luar tapi dia sangat menyenangkan jika kita benar benar kenal dengannya.
"cih,maksud kamu itu Amanda kan?"
"Hei sopan sedikit jika berbicara padaku" Sahut Bryan
"kenapa? kamu kan bukan direkturku lagii"Ledek Ilene
"Iya lah,kan aku itu kakak iparmu" Bryan tersenyum bangga
__ADS_1
Ilene menggeleng kepalanya "tidak tidak,aku tidak akan menjadi adik iparmu karena aku sudah mencarikan seseorang yang tepat untuknya"
Ilene terkejut karena Bryan memukul meja yang berada dihadapannya dengan telapak tangannya.
"Siapa? Siapa orang itu katakan padaku" Tatapan Bryan tampan serius
Ilene mengangkat sudut bibir atas sebelah kanannya "Kenapa kamu bertingkah seperti jagoan"
"Sudah tentu,Amanda hanya cocok denganku,dari semua lelaki di dunia ini hanya aku dan hanya aku yang paling pantas dengan AMANDA FELECIA" Ujar bryan dengan serius
"Tidak lucu tau" Sahut Ilene
"Apa kamu tidak merasa ada kecocokan antara aku dan Amanda?"
"Tiiiidak"
"kenapa?,apa pria yang kamu maksud itu lebih tampan dari pada aku?"
"Bisa jadi" jawab Ilene
"Kamu harus mendukungku aku tidak mau tau"
"Bagaimana jika aku menolak"Seru Ilene yang sengaja membuat Bryan kesal
"Kamu tidak boleh menolak"
"Apa hakmu untuk melarangku, ah,apa kamu akan memberiku imbalan jika aku mendukungmu?" Ilene menaikkan kedua alisnya
Bryan berpikir panjang "emm,aku akan memberimu imbalan"
"yes,inilah yang paling aku inginkan" Ilene tersenyum kegirangan
"apa yang kamu mau?" tanya Bryan
"aissh,kamu memang tidak sabaran,aku akan kabari nanti"
"okey,terima kasih atas dukungan anda nyonya Ilene Cleopatra istri dari tuan Ariel Alvero"Bryan menundukkan kepalanya.
__ADS_1