
"Rahasia apa maksudmu?"Tanya Ilene
Ariel menarik tangannya yang tadi mengelap ujung bibir ilene "Sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh keluarga" jawab ariel
"Apa kamu punya rahasia?" Tanya Ilene lagi
"ya,semua orang pasti memiliki rahasia yang hanya diketahui oleh orang terdekatnya" Ujar Ariel
"Apa rahasiamu itu?" Ilene hanya bertanya saja dari tadi
"yang orang ketahui,Aku adalah anak kandung dari nyonya Tania,tapi sebenarnya bukan,dia bukan ibu kandungku"
"Jadi,siapa ibu kandungmu?" Ilene sangat serius dan antusias mendengarnya
"Kamu terlihat sangat ingin tau sekali ya hahhaha" Ariel merasa senang karena baru kali ini,Ilene mendengarkannya
"Kenapa? apa kamu berbohong?" Suara ilene menaik
"Tidak tidak" Ariel menggelengkan kepalanya dengan cepat
"Yasudah katakan saja cepat,sejahat jahatnya diriku,aku selalu bisa menjadi pendengar yang baik,jadi cepat katakan aku akan mendengarkanmu kali ini saja"
"Benarkah? Berarti aku bisa konsultasi dong"
"konsultasi konsultasi,emang aku dokter apa,udah cepetan ceritaa" Ilene kesal karena dia sudah serius tapi Ariel malah membelokkan pembicaraan
"Dari mulai aku kecil,aku tidak pernah melihat siapa ibu kandungku,tapi ayahku menceritakannya padaku saat dia sedang sakit,sebenarnya ibu kandungku hanya selingkuhan dari ayahku,mereka ketahuan saat ibuku mengandung diriku...."
"ayah yang kamu maksud itu,ayah yang mewariskanmu perusahaan mal itu kan?" Belum selesai Ariel cerita,ilene malah memotongnya dengan pertanyaan aneh yang seharusnya dia sudah tau jawabannya tapi malah ditanya lagi
"ya iya lah siapa lagi,saat ibuku dan aku ingin ke Rumah sakit,ibuku kecelakaan saat bersama ayahku,disitu hanya aku dan ayahku yang selamat,jadi ayahku menyuruh istri sahnya untuk merawatku juga yaitu mama Valen tania,ayahku sangat baik padaku,tapi saat aku sd,dia jatuh sakit dan meninggal tapi dia mewariskan Perusahaannya kepadaku,setelah dia meninggal,mama yang menggantikannya untuk sementara"
"Kenapa perusahaan itu diwariskan padamu?,bukankah anak kandungnya itu Valen?"
"Aku juga tidak tau pasti,lagian Valen tidak ingin menjadi CEO karena dia ingin menjadi apoteker"
"owhh,begituu" Ilene menganggukkan kepalanya dan memasukkan sepotong daging kemulutnya lalu mengunyahnya dengan pelan
__ADS_1
"Kan aku sudah cerita tentang rahasiaku,sekarang aku ingin mendengar rahasiamu" Ariel menatap Ilene
"Rahasia? aku tidak punya rahasia sama sekali,dulu aku kan model,dan you know lahh,tidak ada rahasia yang tidak diketahui netizen tentang identitas model atau artis,semua masa lalu artis dan model akan dikupas dalam dalam,jadi aku tidak memiliki rahasia apapun"
"Oh iya,kenapa kamu dipanggil jiejie?" Ariel teringat saat Felix memanggil Ilene dengn sebutan jiejie
"Kamu tau kan jiejie itu artinya apa"
"Bukankah itu bahasa china yang artinya Kakak?"
"yaps,mama aku itu kan orang china dan waktu kecil aku itu mirip banget sama orang china dan banyak orang yang mengira kalau aku china asli,apalagi pipiku saaaangat tembem,saat ada orang yang melihatku pasti mereka bingung ingin menyapaku"
"kenapa?"
"Karena mereka pikir aku itu orang china Hahaha,dan mereka pikir aku tidak bisa berbahasa indonesia tapi saat aku smp tembemku hilang dan wajah chinaku juga hilang" Ilene cemberut karena merindukan pipi tembemnya
"Kenapa kamu sedih,kamu malah terlihat lebih cantik sekarang" Puji Ariel
"Tapi aku memang sangat cantik saat waktu kecil,aku seperti model kau tau" Ilene seolah olah kembali ke masa kecilnya
Ariel tersenyum,dia memperhatikan jari jari ilene seperti mencari sesuatu tapi tidak ada apa apa dijarinya
"Dimana cincinmu?"Tanya Ariel
"cincin?"
Ariel menunjukkan telapak tangannya dan Ilene melihat tangan Ariel seksama,Sekarang ilene mengerti maksudnya,karena maksud Ariel adalah cincin pernikahanya
"Aku tidak memakainya"
"kenapa?" Ariel terlihat sedih dan kecewa
"Aku menaruhnya di dalam laci" Jawab Ilene terbata bata
"apa aku menikah dengan laci? kenapa laci yang memakai cincin itu,aku menikah denganmu bukan dengan laci jadi kamu harus memakainya" Pinta Ariel dengan halus
Ilene hanya diam dan tidak menjawab apa apa jadi lebih baik dia menyambung makan
__ADS_1
Tiba tiba Ariel teringat sesuatu
"Berapa lama kamu pacaran dengan Lino?" Tanya Ariel,dan tentu saja Ilene terkejut karena Ariel tiba tiba menanyakan Lino
"Sekitaran 4 tahun" Jawab Ilene
"Wahh,kalian pasti sangat dekat sekali kan"
"Mmm,kami sangat dekat,bahkan kami sudah berencana untuk menikah" Ujar Ilene dengan jujur
"Menikah? tapiii kenapa kamu tidak jadi menikah dengannya?" Tanya Ariel ragu ragu
"itu semua karena dirimu,jika kamu tidak datang dalam hidupku maka aku akan menikah dengan Lino" Ilene mengatakannya dengan nada yang cepat karena dia masih merasa kesal dengan apa yang terjadi di masa lalu.
"Apakah kamu masih mencintai Lino?"
"Ketahuilah bahwa melupakan seseorang itu bukan hal yang mudah apalagi orang seperti Lino,dia sangat baik tapi dia sangat menghormati orangtua hingga membuatku kesal padanya"
"kenapa kamu kesal karena dia menghormati orang tua?"
"Entahlah ceritanya sangat panjang,kami telah bersama selama 4 tahun tapi orang tuaku menyuruhku untuk melupakannya bagaimana bisa aku melupakannya hanya dalam satu hari,dia seperti sebuah emas bagiku,sangat berharga" Ilene tersenyum sambil mengenang masa lalunya saat bersama Lino tanpa disadari serpihan air mata jatuh dari matanya.
Ada rasa sedih,cemburu,dan rasa bersalah didalam hati Ariel,dia mengingat kejadian di saat dia menabrak Lino,tapi itu semua terjadi karena ketidaksengajaan
"Kenapa dia bunuh diri pada waktu itu?" Tanya Ariel
"Aku tidak tau,tapi banyak yang bilang dia bunuh diri karena aku akan menikah denganmu" Ilene mengelap air matanya yang jatuh
Ariel merasa tidak percaya jika Lino bunuh diri,karena di malam itu Lino seperti orang yang ingin meminta pertolongan,firasat Ariel mengatakan bahwa Lino telah dibunuh oleh seseorang tapi dia membuat Lino seperti orang yang bunuh diri,pasti pembunuh itu adalah orang yang mengenal Lino
"Apa kamu yakin dia bunuh diri?"
"Aku tidak yakin,tapii kamu orang yang menyelamatkan Lino kan,apa yang terjadi dengannya dan dimana kamu menemukannya?" Tanya Ilene
"Iya,aku memang membawanya ke rumah sakit,dokter mengatakan dia sedang dalam keadaan mabuk dan dia juga positif narkoba dan ada sabu sabu di sakunya" Jawab Ariel yang mengingat kejadian waktu itu
"Narkoba? tidak mungkin,Lino bukan ornag yang seperti itu dan dia tidak pernah meminum minuman keras bahkan dia tidak bisa meminum soda,tidak mungkin" ilene merasa frustasi dan dia bertingkah aneh saat mendengar ucapan Ariel
__ADS_1
"Itu tidak benar Al,kamu harus menyuruh polisi untuk menyelidikinya kembali,percayalah Lino adalah orang yang baik sangat baik " Ilene menangis,padahal ini adalah makan malam romantis tapi suasananya berubah.
Ariel bingung,jika dia menyuruh polisi untuk menyelidikinya maka dia akan ketahuan kalau ariel lah yang menabraknya tapi dia tidak membunuhnya.