
Ilene turun dari mobil,Alex mengajaknya masuk ke dalam dan Ilene mengikutinya dari belakang,Ilene melihat sekelilingnya mencari cari manusia yang sedang makan tapi tempat ini sangat kosong dan juga sepi,tidak ada satu orang pun disana hanya ada para pelayan wanita yang sedang berbaris,saat Ilene masuk mereka membungkukkan badannya seolah olah mereka sedang menyambut Ratu
Ilene heran melihat mereka dan tentu saja ilene merasa risih dan merasa tidak nyaman
Ilene melihat Ariel yang duduk di sebuah kursi dan didepannya juga ada kursi,tempat itu dikelilingi lilin putih yang menyala tetapi tidak ada bunga disana,biasanya kan bunga identik dengan keromantisan tapi Ariel masih mengingat saat Ilene mengatakan dia alergi bunga padahal sebenarnya tidak
Ariel berdiri saat melihat kehadiran ilene dia menarik kursi Ilene seperti di sebuah film,sepertinya Ariel memang sangat mempelajari bagaimana cara membuat suasana makan malam menjadi romantis,ya itu terlihat dari dekorasi dekorasi restoran yang diubah menjadi tempat yang sangat cocok untuk pasangan
Ilene duduk dikursi itu dan Ariel juga duduk,sedangkan Alex dia sengaja pergi karena dia tidak mau menjadi nyamuk diantara pasangan suami istri itu
"apa kamu sengaja menyiapkan ini semua?" Tanya Ilene,sebenarnya dia sudah tau tapi dia hanya memastikan saja
"iya,apa kamu tidak suka?"
"Tidak juga tapi ini tampak sangat merepotkan" Ujarnya jujur
" kenapa?"
"Kita hanya makan malam tapi kenapa harus pakai dekorasi seperti ini"
"Tidak ada salahnya kan?"
"Bukan seperti itu,tapi kamu kan sedang repot dengan pekerjaan jadi jangan membuat dirimu semakin repot hanya karena diriku"
Tiba tiba ariel tersenyum,dia mengira bahwa ilene sedang mengkhawatirkannya
"Apa kamu sedang mengkhawatirkanku?" Tanya Ariel dan berharap Ilene menjawab iya
"Mana makanannya aku sangat lapar " Ilene sengaja lari dari pembicaraan karena dia tidak tau apa yang harus dia katakan jadinya dia malah mengatakan itu
" owhh iya sebentar" Ariel menepukkan tangannya 2 kali dan dengan sigap pelayan datang dengan makanan,mereka meletakkan makanan itu di atas meja
Ariel mengedipkan matanya dan si pelayan itu langsung mengerti,saat pelayan itu pergi tiba tiba suara musik terpasang
Ilene terdiam karena suara biolanya sangat indah,dia memang sangat mengagumi suara biola
" Dari mana kamu tau kalau aku suka biola?" Tanya ilene
"Kamu kan istriku sudah seharusnya aku tau tentangmu"
__ADS_1
"apa ada yang memberi tahumu? Apa manda?"
" Tidak,ini hanya feelingku saja"
"Bohong,kenapa kamu menyajikan rendang padaku emang ada orang yang menyajikan rendang waktu makam malam
Ariel terdiam karena dia memang menanyakan semua hal yang disuka Ilene dari amanda karena amanda sangat mengenal Ilene dan amanda tau apa yang disuka dan tidak disuka ilene
FLASHBACK ON:
"tuan,nona amanda sudah berada di luar" ujar Kyra
"persilahkan dia masuk!" jawab Ariel
Kyra membukakan pintu dengan mata yang sinis melihat kedatangan amanda,tapi amanda pura pura tidak melihatnya padahal dalam hatinya dia ingin sekali menonjok wanita itu
"Ya,ada apa kamu memanggilku?" amanda duduk disofa yang tak jauh dari kursi Ariel
"Kamu? apakah kamu tidak tau cara memanggil orang dengan sopan?" Kyra tiba tiba marah
"lalu? aku harus memanggil dia apa?" amanda merasa sedikit kesal karena Kyra yang tiba tiba memarahinya
"Tidak bisakah kamu memanggil tuan Ariel dengan tuan,kenapa harus namanya"
"sudah lah,jangan bertengkar lagi" Ariel menenangkan suasana,dia tidak ingin terjadi keributan di ruangannya
"manda begini,aku ingin mengajak Ilene untuk makan malam" Ariel mulai menjelaskan tujuannnya memanggil Amanda
"jadi?"
"jadi begini,aku tidak terlalu tau soal ilene jadi aku ingin bertanya tentang hal yang dia sukai seperti makanan apa yang dia suka atau yang dia tidak suka" lanjut Ariel
"kenapa kamu tidak tanyakan langsung padanya?" jawaban yang singkat dan padat adalah ciri khas amanda
"Tapi aku ragu menanyakannya" Jawab Ariel malu malu
"ha,dia istrimu kenapa kamu bertanya padaku,jika kamu tidak mau menanyakan langsung kenapa harus repot repot membuat acara makan malam,dan jangan tanyakan padaku bagaimana cara membuat makan malam yanh romantis,itu sangat menjijikkan bahkan mendengarnya saja membuatku ingin mual" Celetus Amanda
Dia berdiri tapi matanya melirik Kyra,dia melihat kyra tampak senang dengan senyumnya,amanda menduga pasti dia senang karena makan malamnya akan dibatalkan karena Kyra kan menyukai Ariel
__ADS_1
Amanda kembali duduk,sepertinya dia memiliki ide agar kyra menarik senyum menjijikkannya dari bibir busuknya,begitulah pemikiran Amanda
"Kamu ingin mendekati Ilene kan?" amanda menatap Ariel dengan tatapan serius
"ya,makanya aku ingin bertanya padamu"
"kenapa tidak dari tadi kamu bilang padaku,aku tau caranya tenang saja" Amanda menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum
"dasar wanita gila,dia sangat munafik,dia memang orang aneh,aku ingin mencakari wajah busuknya itu,tadi dia menolak sekarang dia menerima dengan senyum liciknya" Kyra menghujati Amanda dengam wajah yang ingin bersedia menerkam amanda
Ariel merasa sedikit aneh dengan Amanda tapi dia merasa senang karena amanda mau membantunya
"Apa yang dia suka?" tanya Ariel
"dia suka rendang dan cokelat dan dia tidak suka rasa vanilla,sebenarnya dia menyukai segala jenis makanan kecuali vanilla"
" benarkah? jadi aku harus menghidangkan rendang"
"ya iya lah,tapii apakah ada restoran yang menyediakan rendang,kebanyakan restoran mewah disini hanya menyediakan makanan laut,daging steak,pizza,atau pasta"
"jadi bagaimana?"
"apa susahnya,kamu kan bisa menyuruh mereka memasak rendang,tapi jangan bilang aku yang memberitahumu"
"jika dia curiga dengan rendangnya?"
"tenang katakan saja ini........
FLASHBACK OFF
Ariel menginhat semua yang dikatakan Amanda
"Restoran ini hanya menyediakan makanan lokal dan ini cukup terkenal" itulah yang dikatakan Amanda kepada Ariel
Ilene merasa malu seperti yang diprediksi Amanda,dia langsung memakannya tapi pipinya merah
"Karena kita sudah menikah jadi aku tidak ingin ada rahasia diantara kita"
Ilene batuk mendengarnya,sampai bumbu rendangnya lengket dibibir ujungnya.Ariel merasa panik dan memberikan Ilene minum
__ADS_1
"Tidak papa,aku tidak papa" Ilene menolak minumnya,Ilene berdehem
Ariel melihat bumbu rendang yang lengket di ujung bibir Ilene,dia memajukan tangannya dan mengelap ujung bibir ilene dan membuat ilene terkejut sampai matanya melotot.