LUKA YANG DALAM

LUKA YANG DALAM
LYD eps 46


__ADS_3

Amanda membelalakkan matanya, permintaan apa yang sedang diucapkan Ilene.


"Lino? bukankah dia bunuh diri?" Setahu Amanda Lino memang bunuh diri.


"Tidak mungkin, kenapa waktunya sangat tepat di hari sebelum pernikahanku. Aku yakin Lino pasti menemuiku di bukit tapi sat aku datang kesana dia mungkin pergi mengambil sesuatu atau mencariku, iya kan? Dia tidak mungkin bunuh diri hanya karena aku Manda, dia tidak mungkin berpikir seperti itu, dia sangat menyayangi keluarganya dan apakah mungkin dia bunuh diri" Ilene mengatakan hal yang selalu melintas dipikirannya.


Amanda menganggukan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Ilene " Jika memang dia tidak bunuh diri berarti ada orang yang sengaja membunuhnya lalu dia menulis surat yang di dalam surat itu dia bunuh diri karena kamu tidak datang pada waktu itu." Pikiran Amanda sudah jauh terbang entah kemana.


"Seperti katamu, waktu meninggal Lino sangat tepat, dan yang anehnya bagaimana dia bisa tau jika kalian ingin bertemu dan kabur, bahkan aku sendiri tidak tau. Dapat disimpulkan orang itu pasti mengenal Lino dan mengenal dirimu, pasti dia membuntuti salah satu dari kalian." Sambung Amanda.


Ilene terdiam karena mungkin saja orang yang kenal dengan mereka berdua adalah orang yang membunuh Lino.Orang yang mengenali aku dan Lino, itulah yang sedang Ilene pikirkan.


"Berarti bisa dikatakan dia musuh dalam selimut, tapi kenapa dia hanya membunuh Lino, apa maksud yang sebenarnya. Jika dia tidak suka denganku dan Lino kenapa dia tidak membunuh kami berdua. Dia membunuh Lino tapi tidak membunuhku berarti dia memiliki maksud dengan itu." Simpul Ilene.


"Sudah pasti dia memiliki rencana jahat, tapi sejauh ini tidak ada apa-apa yang terjadi berarti sasarannya hanya Lino saja berarti hanya ada 2 pilihan, dia membenci Lino dekat denganmu dan mungkin dia menyukaimu, oh tunggu sebentar, tidak mungkin dia menyukaimu, jika dia menyukaimu berarti dia juga harus membunuh Ariel, ya kan?" lagi lagi ucapan Amanda selalu masuk akal.


"Itu mungkin karena Ariel adalah seorang CEO dan kamu taulah seberapa dijaga ketatnya seorang CEO" Sahut Ilene dan membuat mereka diam karena terlarut dalam pikirannya.


Ilene pulang ke rumahnya, dia naik ke atas dan langsung membersihkan dirinya. Selesai mandi, Ilene langsung memakai pakaiannya. Ilene duduk di hadapan cerminnya, dia menatap dirinya dengan banyak kebingungan. Dia yakin bahwa ada manusia jahat yang tega membunuh kekasih pertamanya.


Dalam diam Ilene berjanji bahwa siapapun orang yang membunuh Lino, dia akan dibenci Ilene seumur hidupnya walaupun dia adalah orang yang mengenal Ilene. Tapi Ilene sangat bingung, tidak banyak orang yang dekat dengan Ilene, walaupun Ilene mudah bersosialisasi tapi itu bukan berarti dia cepat akrab dengan seseorang. Dia hampir sama dengan Amanda tapi bedanya Amanda lebih cuek saat bertemu dengan orang dan Amanda tidak memiliki satu temanpun kecuali Ilene.


Ilene pergi ke taman untuk menghirup udara segar. Siapa tau angin segar dapat menyejukkan hati dan pikirannya, dia terus teringat tentang kematian kekasih pertamanya itu dan dia masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengannya, tidak mungkin dia berani bunuh diri. Walaupun Lino sudah meninggal dan dia sudah menikah, Lino tetap lengket dan namanya tidak pernah terhapus dari hatinya. Sungguh berat rasanya jika dia menghapus Lino dari kenangannya. Ilene adalah orang yang sulit jatuh cinta oleh karena itu dia sulit melupakan orang yang dia cintai.


Ilene hanya termenung dengan tatapan kosong, dia tampak seperti patung dari kejauhan.


......................

__ADS_1


Kyra masuk ke rumah Ariel untuk mengambil berkas yang tertinggal, tidak ada niat kyra untuk bertemu dengan musuhnya yaitu Ilene tapi karena dia melewati kamar Ilene, entah kenapa hatinya selalu menyuruhnya masuk. Kebetulan Kyra mengetahui kata sandi kamar itu, entah bagaimana dia mencari tau kata sandi itu.


Dia masuk ke dalam dan pandangannya mencari sesuatu yang ingin sekali dia temui yaitu Ilene. Dia tidak melihat Ilene di situ. Di mana? Kyra melihat sesuatu yang bersinar, dia mendekati benda itu. Ada perasaan marah saat Kyra melihat cincin emas yang tergeletak di samping cermin, mungkin Ilene lupa memakainya karena pikirannya juga sedang berantakan.


"Bagaimana pembangunan mal itu Lex?" Tanya Ariel.


" Semuanya berjalan dengan baik tuan" Jawab Alex yang selalu setia brdiri di belakang Ariel.Lantai yang selalu tempat Alex berdiri saja mungkin merasa kelelahan karena Alex selalu berdiri di atasnya, bahkan kursi-kursi yang berdiri berpikir bagaimana mungkin ada manusi yang setia berdiri tanpa pergerakan apapun dan tanpa bergeming sedikit pun tanpa ditanyai, hanya kedipanlah yang selalu bergerak dari diri Alex, jika bukan karena kedipan itu, Alex akan dikira sebagai patung.


Dengan langkah cepat Kyra sampai di ruangan Ariel, dia memberikan berkas itu pada Ariel.


"Terima kasih" Ujar Ariel tapi tidak ada sahutan apa pun dari Kyra.


Ariel menatap Kyra, dia ingin tau kenapa sekretaris sekaligus sahabatnya itu tidak memberinya sahutan apa pun.


"Apa ada masalah denganmu?" Tanya Ariel, sebagai seorang sahabat, Ariel pasti akan menanyakan keadaan Kyra jika dia terkena masalah.


"Kenapa cincin itu persis seperti cincinku?" Ariel menyerngitkan alisnya.


"Ya memang tapi ini bukan cincinmu, ini adalah cincin istri tercintamu itu."


"Kenapa cincin itu ada padamu?"


"Aku melihatnya terlantar dan aku mengambilnya" Kyra berjalan ke arah jendela dan menatap ke luar jendela.


"Apa maksudmu, itu bukan hak milikmu kenapa kamu berani mengambilnya?!" Baru kali ini wajah Ariel tampak kesal, dia mendekati Kyra tapi Kyra menghalangnya.


" Stop!! Jangan mendekatiku!" Kyra memajukan tangan kanannya dan melebarkan jari tangannya, bukan untuk hi five tapi sebagai tanda untuk menyuruh Ariel berhenti mendekatinya.

__ADS_1


"Aku akan memberikan cincin ini, tapi denagn syarat,,, kamu harus mengatakan bahwa kamu mencintaiku!" Kyra menatap mata Ariel yang sudah memerah, ada rasa takut di hati Kyra karena kali ini, Ariel sepertinya benar-benar marah.


"Kenapa kamu melakukan ini?" Ariel menahan emosinya karena ini di kantor dan dia tidak ingin ada kesalah pahaman lagi seperti dulu.


"Karena aku mencintaimu. Jika kamu mencintaiku, maka aku tidak akan melakukan ini, kenapa kamu harus mencintai Ilene" Kyra menjatuhkan air matanya.


"Karena kamu adalah sahabatku." Jawab Ariel datar.


"Ha, sahabat? Seperti kata orang-orang tidak ada persahabatan antara wanita dan pria, salah satu dari mereka akan jatuh cinta"


"Seperti yang kamu katakan, salah satu dari mereka, itu berarti salah satu dari kita, jika kamu mencintaiku berarti aku tidak mencintaimu." Kata-kata menyakitkan utnuk Kyra, bagaimana bisa dia mengatakan itu padanya. Walaupun perkataan Ariel tadi tidak kasar tapi begitu menyakitkan bagi Kyra.


"Jadi ini yang kamu yang inginkan" Kyra melayangkan tangannya ke udara dan melepaskan cincin itu ke luar jendela, entah dimana cincin itu akan mendarat. Dan entah siapa yang akan mendapatkanny kecuali untuk orang yang jujur, tapi dalam kehidupan sekarang, orang yang jujur akan jarang ditemui.


"KYRA!!" Teriakan cepat dan penekanan Ariel keluarkan dari mulutnya yang selalu ramah. Mata Ariel melotot dan tangannya bergetar, dia tidak percaya bahwa sahabatnya tega melakukan itu.


"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka tidak ada orang lain yang bisa mendapatkanmu" Ujar Kyra dengan tegas, sebenarnya rasa takutnya 100% menempel di dirinya tapi dia berusaha untuk memberanikan diri.


Ariel berjalan perlahan mendekati Kyra.


PLAKKK


Suara tamparan itu sangat keras sehingga membuat Kyra meringis kesakitan, baru kali ini ada tamparan yang mendarat di pipi mulusnya dan yang paling naasnya, seorang yang dia cintai dalam hidupnya yang menamparnya.


"Untuk kesalahan pertama aku membiarkanmu, untuk kesalahan kedua aku menamparmu, dan untuk kesalahan ketiga jangan pernah kamu tunjukkan wajahmu di hadapanku" Ariel tidak berteriak dan intonasi ucapannya pun tidak kasar tapi itu seperti aungan dari serigala bagi Kyra.


Ariel pergi keluar dan diikuti oleh bodyguard setianya, mungkin dia ingin mencari cincin itu. Jika iya maka Ariel sangat niat sekali karena tidak ada mata yang tahan melihat emas mahal yang terdampar di lantai.

__ADS_1


Sedangkan Kyra, dia menangis sejadi-jadinya, dia memeluk lututnya. Dengan kesalahannya tadi, dia masih bertanya pada dirinya apa kesalahannya hingga membuat Ariel menamparnya.


__ADS_2