LUKA YANG DALAM

LUKA YANG DALAM
34.JERAWAT CINTA 1


__ADS_3

Ilene baru saja selesai mandi dan mengganti pakaian.Dia duduk di kursi meja riasnya dan menatap dirinya dicermin,dia terkejut karena ada sebiji jerawat yg tumbuh di keningnya,jerawat memang hal biasa bagi wanita tapi tidak bagi ilene dia akan merasa resah hanya karena sebiji jerawat


"kenapa tiba tiba ada jerawat di dahiku ya?" Ilene memegang jerawatnya itu dan menekannya agar dia menghilang "awww,sakit banget" Dia kesakitan karena menekan jerawatnya itu


"sebentar lagi aku kan mau syuting,kenapa harus tumbuh sih nih jerawat "Ilene cemberut


Ilene melihat ke belakang dan sekelilingnya,sepertinya dia mencari sesuatu


"dimana dia? apa dia sudah pergi bekerja?" Entah kenapa ilene menjadi kepikiran Ariel "ada apa denganku? kenapa aku mencarinya? aissh melihat wajahnya saja sudah membuatku kesal" ilene memasang wajah kesal di depan cermin


"tapii,kenapa dia selalu pergi pagi pagi? di film film ceo biasanya bebas datang jam berapa kenapa dia sangat begitu rajin? ha aku yakin dia hanya berpura pura rajin"


Selesai mengeringkan rambutnya,ilene berjalan keluar kamar dan menuju lift,dua turun ke bawah dan tidak melihat siapapun disana kecuali pelayan rumah mereka


"pagi nyonya" Sapa wanita yg merupakan pelayan setia yg sudah lama bekerja di sana,dari kelihatannya dia sudah cukup tua dan rambutnya jg sudah sedikit tua


Ilene tersenyum "pagi juga bi" balas Ilene


"nyonya mau kemana?"tanyanya


"hanya keluar sebentar nyari udara segar "jawab Ilene dan pelayan itu hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya lagi


Ilene merasa senang karena pelayan pelayan di rumah ini sangat ramah dan baik,karena merasa bosan di dalam rumah ilene keluar dan berjalan ke arah taman yg di penuhi oleh rumput jepang yg segar dan juga bunga bunga yg cantik dan segar


Sebenarnya ilene belum terlalu tau tempat tempat di rumah Ariel karena rumahnya sangat besar tapi Ilene mencoba untuk mengelilingi rumahnya agar dia tidak bingung


Ilene duduk di sebuah kursi panjang dengan santai,dia menikmati pemandangan taman dengan air pancur itu,pikirannya sedikit longgar dan rasa bosannya juga sedikit hilang


"Ilene" panggil seorang pria yg sudah duduk disebelah ilene.Karena keasikan menghayal ilene jadi tidak sadar ada orang di sampingnya


Ilene mengarah ke sampingnya "valen? kenapa kamu disini? bukankah kamu kuliah?"tanya Ilene yg sedikit terkejut karena keberadaan Valen yg tiba tiba


"tidak,aku lagi malas kuliah"jawab valen


"kalau kamu ingin berhasil kamu jangan malas kuliah dong nanti kamu nyesel loh" Tidak tau kenapa ucapan dan sikap ilene sudah bisa diakrabkan dengan situasi


"Aku tau,aku hanya lelah saja ilene" Ujar Valen


"ilene? hei aku itu kakak iparmu kok kamu manggil Ilene? "Ilene merasa Vaken kurang sopan karena kan ilene lebih tua 2 tahun dari dia


"siapa bilang? kamu memang kakak iparku tapi aku itu seumuran sama kamu"


"kenapa bisa gitu?"tanya Ilene


"Aku sangat lambat waktu tk jadi aku merasa sedikit malu oleh karena itu aku menyuruh mama untuk mengubah tanggal lahirku,dan bulan depan aku udah ulang tahun yg ke 23" Jawab Valen dengan jujur

__ADS_1


"23? bukankah Ariel 23 juga ?"


Valen tertawa kecil "sejak kapan Kak Al umur 23,dia itu umur 27 "


"27? "Ilene sedikit terkejut karena di awal Ariel bilang umurnya 23 tahun


"kenapa kamu gak tau,dia kan suamimu"ujar Valen dan ilene hanya bisa diam.Ariel tidak pernah ada dalam pikiran ilene dan bagaimana mungkin ilene bisa sampai sekepo itu untuk mencari tau semua tentang ariel


"ah valen aku bisa nanya gak?" tanya Ilene


"ya?"


"Dimana ayah Ariel?"


"kenapa tidak tanya ke kak Al saja? mungkun dia bisa jelasin lebih panjang lagi"Ujar valen


Ilene memalingkan wajahnya dan melihat ke depan lalu menghela napasnya.Valen terus menatapi wajah cantik Ilene sambil tersenyum senyum


"oh itu...."Valen menunjuk ke arah jerawat ilene


"kenapa?" ilene memegang jerawatnya


"ada jerawat" valen tertawa kecil sedangkan ilene merasa agak malu


"emang kenapa kalok ada jerawat?"


"ha,aku baru tau kalau anak farmasi itu percaya pada hal tahayul seperti itu"ujar ilese sedikit kesal dan Valen hanya tertawa bahagia saat melihat Ilen cemberut


**********


Sekarang ini Ilene sudah berada di kamarnya,dia membuka hpnya dan membuka galeri disitu dia melihat fotonya dan Lino,Ilene hanya bisa tersenyum menatapi foto itu dan ada kerinduan besar dari lubuk mata ilene.Ilene menggeser lagi fotonya dan dia sangat merasa rindu pada orang yg difoto itu


"Aku rindu kamu tau" ujar Ilene pada foto amanda di hpnya,sudah lama ilene dan amanda tidak saling komunikasi semenjak ilene menikah


"Apa aku harus menemuimu? tidak tidak,aku tidak ingin di tanyai oleh para wartawan,,,,,ahh aku tau"Tiba tiba ilene mendapat ide


Ilene menelpon Alex untuk menyuruhnya datang,kebetulan kemarin itu Ilene sengaja meminta nomor Alex karena ilene tau dia pasti bisa meminta tolong pada Alex kapan saja


"halo"panggil Ilene


"hmm?"jawab alex seperti biasa


"kenapa dia cuek sekali? bagaimana jika dia tidak mau?"


"Alex cepat datang kesini cepat darurattttt" Ilene pura pura panik

__ADS_1


"Tuan Al lagi sibuk"sahutnya singkat


"aku kan hanya menyuruhmu datang kesini apa peduliku tentang Ariel,cepat kesini"Ilene menjadi memarahi Alex karena kesal


Tak lama kemudian dan dengan perintah Ariel juga Alex sampai di rumah ariel,dia mengetuk pintu kamar Ilene dan ilene membukanya


"ada apa nyonya?"tanya Alex dengan sopan


"apa kamu bisa dipercaya?"tanya Ilene lagu


"tadi kata nyonya ada hal darurat,mana daruratnya? apa anda berbohong?" Alex agak curiga melihat wajah ilene yg memang mencurigakan


"tidak,aku tidak berbohong.Aku ada misi untukmu"ujar Ilene


"jika itu tidak penting saya tidak akan mau" mendengar ucapan Alex membuat Ilene sedikit kesel


"kenapa berbicara se sombong itu ha?,apa dia tidak punya sopan tau" Ilene ingin sekali menerkan wajah Alex disitu


"Ini sangat penting,sangat penting"ujar Ilene


"apa itu?"


"aku menyuruhmu untuk membawa seorang wanita kesini dengan selamat dan aman" pinta Ilene


"maaf nyonya saya tidak mau" jawabnya dengan jujur


"apa katamu? APA KAMU BERANI MENENTANGKU?" Sahut Ilene sedikit jengkel


"Anda bukan bos saya dan anda tidak berhak menyuruh dan mengatur saya"


"apa katamu? Aku memang bukan bosmu tapi aku istri bosmu,apa kamu mau aku pecat?"


Alex menghelas napas "baiklah katakan apa yg kamu inginkan!" Akhirnya Alex menyerah


"Seperti yg kubilang tadi,aku ingin kamu membawakan sahabatku kesini"Ujar Ilene


"kenapa tidak nyonya saja yg menjemputnta atau suruh dia kesini sendiri"


"Aku tidak mau dia kesini sendiri dan aku juga tidak kesana,kamu tau kenapa? saat pergi keluar akan ada banyak wartawan entah datang dari mana dan mereka akan menanyaiku hal hal yg bodoh"ujar Ilene


"Baiklah katakan dimana alamatnya"Seru alex


"keluarlah dulu cepat,cepat ada yg harus aku ambil di kamar ini"Perintah Ilene dan Alex menurut saja,sebenarnya ilene telah membuat rencana untuk menjahili Alex


Setelah beberapa menit Alex disuruh masuk oleh Ilene

__ADS_1


"alamat dan namanya sudah aku kirim di nomormu dan jika dia tidak percaya suruh dia untuk mendengarkan pesan suara yg kukirim ke nomormu"


"baik"Jawab Alex dan langsung pergi


__ADS_2