LUKA YANG DALAM

LUKA YANG DALAM
35.JERAWAT CINTA 2


__ADS_3

Alex mendatangi rumah seperti yg diberitahukan Ilene dan dia sudah sampai di rumah Amanda,dia berdiri du depan pintu dan mengetoknya,tak lama kemudia keluarlah seorang pelayan


"Ada apa ya pak?"tanya pelayan itu


"Aku ingin menemui Amanda"


"oh baiklah sebentar ya"Pelayan itu masuk dan memanggil Amanda dan tak lama kemudian Amanda keluar dan menemui Alex


"ya ada apa?"Tanya Amanda


"apa kamu amanda?"tanya Alex


"hmm,kenapa?"


"Nyonya ilene menyuruhmu untuk menemuinya"Sahut Alex


"nyonya ilene? siapa maksudmu?"tanya Amanda lagi


"Dia menyuruhmu untuk menemuinya cepat ikuti aku!!" Ujar Alex


"bagaimana kalau aku tidak percaya padamu? Apa mungkin kamu ituu,,,ahh aku tau apa kamu ingin menculikku? dimana ilene? apa kamu menculiknya? berapa yg kamu mau ha ?" Amanda marah marah tak jelas dan langsung negatif thingking


"apa wanita ini gila,kenapa malah menuduhku,sepertinya aku pernah melihatnya,tapi aku lupa"alex mencoba mengingat ingat Amanda


"apa maksud mu aku penculik ha?kamu lihat ini" Alex menunjukkan hpnya lalu memberikannya pada amanda agar dia mendengarnya dan Alex menghidupkan pesan suara yg dikirim Ilene


"AMANDA TOLONG AKU,CEPAT BAWAKAN UANGMU AGAR AKU BISA SELAMAT" teriak Ilene panik


Alex dan amanda terkejut mendengarnya,Alex merasa dirinya sudah dikelabui oleh Ilene


"ohh memang benar kamu adalah seorang penculik dan kamu memang menculik sahabatku,dannn kamu ingin minta tebusan begitu? baiklah aku akan memberikan uangnya padamu,berapa yg kamu inginkan,ok aku akan memberikanmu segenggam uang"ujar Amanda yg maju mendekati Alex sedangkan Alex melangkah mundur seperti orang bodoh


"INI UANGMU SEGENGGAM" Bukannya memberikan uang malah Amanda menonjok pipi kanan Alex sampai alex tersungkur,Amanda mendekati Alex dan memukulinya karena alex merasa direndahkan dia berdiri dan menggenggam tangan Amanda


"APA KAU GILA?aku adalah bodyguard tuan AL,ariel Alvero "


"aku tidak percaya,ah tunggu sebentar sepertinya aku pernah melihatmu di sesuatu tempat"Amanda memperhatikan wajah Alex


"aahhhh aku ingat sekarang,pak satpam iya pak satpam,aku mengenalmu sekarang"ujar amanda


Alex melepaskan tangan amanda,sebenarnya dia jg ingin menggebuki amanda apalgi dia dibilang seorang satpan


"terserahmu"ujar Alex


"apa tadi katamu? ilene ingin menemuiku? baiklah antar aku sekarang"ujar Amanda


"Pergi sendiri!" Alex berjalan menjauhi Amanda dan amanda mengejarnya


"hei tadi katamu kamu ingin mengantarkanku kenapa kamu malah pergi?"


"aku tidak peduli "Jawab Alex dengan datar

__ADS_1


Karena kesal Amanda menendang Alex hingga alex terjatuh,lalu amanda mengambil kunci mobil di saku baju Alex dan amanda langsung berlari menuju mobil yg di bawa Alex


Alex berdiri dengan perasaan marah dan juga kesal,bagaimana tidak kesal,ini baru pertama kalinya dia di rendahkan oleh seorang wanita dan ini kali pertamanya dia ditonjok dan di tendang oleh seorang wanita


Alex menghampiri mobilnya yg sudah ada amanda di depan dan duduk bersantai.


***********


Amanda dan Alex sudah sampai di rumah Ariel,dengan bergegas Amanda masuk untuk menemui sahabatnya


tok tok tok


Ilene melihat ke arah pintu karena dia mendengar suara ketukan,dengan cepat dia melihat siapa yg datang dan membuka pintu


"amandaa"teriak ilene dan langsung memeluk amanda


"kamu ini seperti anak anak saja"Sahut Amanda dan mendapatkan pukulan kecil di tangannya


"kenapa kamu sangat lama? ayo masuk" Ilene mempersilahkan Amanda masuk


Amanda melihat sekeliling kamar dan mendekati barang barang yg menurutnya unik dan menarik


"kamar ini sangat bagus" puji Amanda


"ya begitulah"


Amanda menghampiri ilene yg duduk di atas kasur


"aku sibuk"jawab Amanda,padahal Amanda sedang sedih karena ayahnya,dia hanya butuh istirahat agar wajahnya tidak terlihat bahwa dia sedang bersedih


"apa yg begitu sibuk hingga kamu melupakanku?"Tanya ilene dengan Wajah yg sedih


"ada denganmuuuu,apa kamu merindukanku?"gombal Amanda


"Tidak,kenapa kamu geer sekali" Ilene menjadi kesal karena Amanda menggodanya


"Bohong,kamu ini manja banget sih sedikit sedikit cengeng sedikit sedikit manja sedikit sedikit sedih" Omel Amanda


"apa kamu bilang? cengeng? aku gk pernah cengeng tau"


"ha.Gk pernah kamu kata? buktinya kamu nangis nangis kayak orang gila di tebing trus kamu mau bunuh diri karena alasan yg gk jelas" Sahut Amanda dan sudha tentu itu membuat Ilene kesal


"apa? kamu juga cengeng tau "Ilene tidak mau kalah


"aku itu gk cengeng gk kayak kamu" Amanda mengelak


"buktinya kamu nangis waktu di pernikahanku,y kn? kenapa kamu nangis?ha? kn aku yg nikah kok kamu yg nangis, sudah tentu kamu orangnya cengeng" Ilene membalas amanda


"he kamu jangan geer dulu,aku nangis karena maskara ku kena ke mata aku jadi dia pedih,bukan karna kamu" Amanda sengaja memanas manasi Ilene karena amanda rindu sekali mendengar ocehan Ilene yg dulu dan amanda tau karena pernikahan ini Ilene sering merasa sedih


"ihhhh,kamu ini buat aku makin kesal aja,pulang lah sana,aku nyesal karena udah ngundang kamu" Ilene melipat tangannya dan memonyongkan bibirnya,dia seperti anak kecil yg merajuk karena keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya

__ADS_1


Amanda tertawa melihat sikap ilene "uluh uluh nyonya ratuku niyeeee" Amanda mencolek colek dagu Ilene tapi tida ada respon darinya


"eh sebentar,kamu lagi dimabuk cinta yaa" goda amanda saat melihat ada jerawat di kening ilene


"apa? mabuk cinta katamu?"


"iya,itu tuh ada jerawat cinta di dahimu"Amanda menunjuk jerawat Ilene


"diamlah gak lucu tau" ilene semakin merasa kesal


"kamu mesra mesraan sama suami kamu tercinta kamu itu yaaa"Amanda sangat senang menggoda Ilene


"ada apa denganmu? kamu tidak seperti biasanya, lagian apa taumu tentang bermesraan? sudahlh jangan bicarakan lagi aku makin kesal" Ilene memalingkan wajahhnya dan tentu saja Amanda semakin bahagia karena rencanya membuat Ilene merajuk berhasil


Mereka berdua memang sering bertengkar tapi pertengkaran mereka hanya bersalung beberapa menit dan besok palingan mereka lupa kalau mereka sedang bertengkar


Hp ilene berbunyi dan dia segera mengambilnya,dia terkejut saat melihat nama yg memanggilnya


Amanda heran karena Ilene diam saja dan tidak mengangkat panggilan itu


"kenapa tidak diangkat?"tanya amanda.


Amanda melihat ke arah layar ponsel itu dan tersenyum karena yg menghubungi ilene adalah Ariel


"angkat ilene kasian dia nungguin" karene geram Amanda mengangkat panggilan itu dan membuat jantung ilene berdegup kencang


"halo"panggil ilene


"aku pikir kamu tidak mengangkatnya,ilene bisa kamu bawakan kepada dokumen dokumen yg ada di brankas? brankasnya ada di ruang kerjaku" pinta Ariel


"aku? kenapa tidak alex atau kyra saja" ujar ilene


"aku mau kamu yg mengambilnya sekalian kamu berjalan jalan di mallku,aku sangat senang jika kamu mau"


"bagaimana jika aku tidak mau?"


"tolonglah,aku janji akan belikan apapun yg kamu mau"sahut Ariel


Ilene ingin menolak tapi apa salahnya jika dia ma dan dia tidak akan rugi jika pergi kesana sekalian dia membeli makanan kesukaannya


"hmmm baiklah"jawab Ilene dan langsung mematikan panggilan


"kenapa kamu cuek sekali padanya?tanya amanda


"Karena aku tidak menyukainya"jawab ilene dingin


"apa karena Lino?" amanda menunggu jawaban dari ilene tapi dia diam saja


"kamu harus lupain dia Ilene,kamu gk boleh terus terusan berada di masa lalu.Hidup itu berjalan ke depan dan kamu harus fokus ke masa depan ilene" amanda menasehati ilene


"tapi itu bukan seperti yg kamu pikirkan manda,melupakan seseorang itu bukanlah hal yg mudah.Kamu belum merasakannya jadi kamu belum tau apa yg aku rasakan,kehilangam orang yg kita sayang itu sangat menyakitkan,bukan hanya keluarga tapi cinta juga,saat kamu sudah mencintai orang lain maka kamu akan menganggapnya seperti keluarga,dan Lino dia bukan seperti hanya keluarga tapi setengah dari jiwaku,saat aku kehilangannya jiwaku juga hilang setengah dan aku merasa sangat sakit,bahkan jika cinta monyet anak sma berakhir mereka bisa sangat sedih padahal itu masih cinta monyet.Sedangkan aku yg sudah berkomitmen dengan Lino dan berjanji untuk selalu bersama dan pada akhirnya kami di pisahkan oleh kematian,apa kamu tau? hubungan yg dipisahkan oleh kematian sangat menyakitkan,jika saja ada alat untuk mengukur kesedihan maka bisa dikatakan kesedihanku sangat dalam sekali" Ilene bercerita sekaligus menangis

__ADS_1


Amanda hanya menatap Ilene dengan raut wajah kasihan,dia memeluk ilene dan mengelus punggungnya


__ADS_2