LUKA YANG DALAM

LUKA YANG DALAM
38.PRIA BAIK?


__ADS_3

Ilene sudah berada di rumah Audrey,mata mereka berdua sama sama bengkak dan merah.Audrey sudah bisa menahan tangisannya tapi tidak dengan ilene,air matanya selalu mengalir dan tanpa isak tangis


"sudahlah kak len"Audrey mengelus punggung Ilene


"kapan ibu ninggal?"tanya Ilene


"2 hari setelah kematian kak Lino"jawab Audrey


"bagaimana kalian bisa menanggung kesedihan ini?"


"apa yang bisa kami lakukan kak len,kematian pasti terjadi pada setiap orang dan kita harus siap merelakan orang yang dipanggil oleh yang maha kuasa terutama orang yang kita sayang"ujar Ilene dan kalimat itu membuat Ilene terpukul


"bagaimana bisa kamu sekuat ini,aku sangat bangga padamu,tidak seperti diriku yang menyalahkan kematian Lino kepada orang lain,aku memang jahat" Ilene sadar atas perbuatannya pada Ariel


Ilene mengangkat kepalanya yang tadi menunduk "oh iya,kenapa kalian pindah?" tanya ilene


"ada seorang pria yang berbaik hati yang menolong kami kak" ujar Audrey


"siapa?" ilene penasaran


"Dia yang menolong kk Lino dan membawanya ke rumah sakit,dia juga memberi kamu rumah agar kami bisa tinggal dengan layak,bukan hanya itu panti asuhan yang sering kamu kunjungi di tepi pantai kini sudah berada dipinggiran kota,dan dia juga selalu memberi kami beberapa makanan dan dia bilang dia ingin menguliahkan ku tapi aku tolak karena aku ingin bekerja,dan saat aku bilang begitu dia juga ingin memberiku pekerjaan tapi aku tolak karena dia sudah banyak memberi kepada kami dan mungkin aku tidak akan sanggup untuk membalas kebaikannya" Jelas Audrey sembari tersenyum karena kebaikan pria yang dia bicarakan


"siapa pria baik itu? aku ingin menemuinya dan mengatakan terima kasih" Ujar Ilene


"aku tidak tau pasti,tapi dia selalu mengenakan pakaian formal,dan dia juga sangat tampan" Seru Audrey


"Dia tidak sering datang sih tapi dia selalu menyuruh orang lain mungkin dia sekretarisnya atau bodyguardnya aku tidak tau pasti,dia sering datang setiap hari minggu atau sabtu,dia tidak datang tadi mungkin dia akan datang besok karena besok kan hari minggu" sambung audrey


"benarkah? kalau gitu kakak akan datang besok untuk menemuinya dan kakak juga harus membalas kebaikannya kepada kalian" Sahut Ilene yang sudah tidak sabar menemui siapa pria itu


Audrey tersenyum "oh iya kak,suami kakak gimana? apakah dia baik?" tanya audrey


"entahlah,banyak orang yang menyukainya tapi aku tidak" Ujar Ilene dengan jujur


"kenapa gitu kak?"


"Aku tidak bisa mengatakannya,dia baik tapi aku tidak pernah menganggapnya baik,aku tidak tau mengapa dan aku tidak bisa menjelaskannya"


"Aku tau kenapa,itu pasti karena kakak madih memikirkan kak Lino bukan?" tebak Audrey


"mmm" ilene tersenyum kecut dan Audrey ikut tersenyum

__ADS_1


"melupakan kk Lino memang tidak mudah,,apalagi dengan sifatnya,jika saja dia pernah memarahiku aku tidak akan merindukannya sebesar ini, aku menyesal karena tidak pernah melihatnya marah,bahkan saat aku mengganggunya dan menjahilinya dia tetap sabar dan hanya tersenyum,tidak pernah ada kata mengeluh dalam dirinya" Tidak ada tangisan lagi yang muncul di mata Audrey malah dia hanya melanturkan senyumnya yang cantik


***********


Esok paginya,Ilene bersiap siap untuk pergi ke rumah audrey dan menemui pria baik yang dimaksud audrey.Ilene menyisir rambutnya dan dia melihat kasurnya dari pantulan cermin,dia berhenti menyisir rambutnya karena dia heran kenapa Ariel tidak pulang semalam


Ilene tersadar "kenapa aku jadi mikirin dia sih,apa aku perlu minta maaf padanya?"


Ilene turun kebawah dengan menggunakan lift,dia melihat ada Valen yang duduk disofa


"len" panggil ilene


Valen tersenyum saat dia dipanggil oleh Ilene "ada apa? atau mungkin kamu merindukanku?" gombal Valen


Ilene tertawa kecil "aku mau nanya,ituu ehh Ariel kok gak pulang semalam?" Tanya Ilene dengan jantung yang deg degan,bagaimana tidak deg degan ini baru kali pertama Ilene menanyakan keberadaan Ariel


Valen yang tadi tersenyum kini senyumnya memudar karena ilene menanyakan Ariel


"kenapa?" Tanya Valen


"tidak ada apa apa,aku hanya ingin tau" sahut ilene


"tidak,aku tidak pernah bilang" ilene mengatakannya dengan cepat tapi setelah mengatakan itu dia menjadi terdiam seperti tidak sadar atas apa yang baru diucapkan


"Dia pergi,aku tidak tau pasti dia kemana" Jawab Valen dengan nada yang tidak ikhlas


"kemana dia pergi?" tanya ilene


"kamu kan istrinya kenapa kamu tidak menanyakannya saja langsung" Usul Valen dengan kesal


Ilene terdiam dan bingung,apakah dia harus menelpon ariel dan menyakan dia dimana


"ilene ada apa denganmuu,kenapa kamu mencari cari Ariel sihh,apa peduli jika dia pergi bukankah kau senang jika dia pergi" Ilene berkata pada dirinya sendiri


Dari pada menelpon Ariel,ilene lebih baik pergi ke rumah audrey dan menemui pria baik yang dimaksud audrey.Karena Ilene ingin beradaptasi dengan lingkungan barunya,dia menyuruh supir pribadinya untuk mengantarnya,sebenarnya saat ilene tinggal di rumah Ariel,ariel telah menyiapkan mobil dan supir pribadi agar Ilene bisa pergi dengan aman,tapi karena keegoisan ilene dia menjadi menolak tawaran itu


Di dalam mobil,ilene duduk di belakang supir dan dia sedang membuka handponenya,dia membuka kontak lalu menghubungi sahabatnya Amanda


"halo" Sapa Ilene


"ya,ada apa Len?"

__ADS_1


"man,kamu tau gak?"


"gak"


"aku nemuin keluarga Lino"


"serius? dimana? bagaimana keadaan mereka?" tanya manda khawatir


"mereka baik baik aja sih,cuman ibu udah ninggal"Suara ilene merendah


"Ninggal? ya ampun kasian sekali mereka,yaudah kalau gitu ajak aku kapan kapan kesana ya"


"aku lagi mau berangkat kesana"


"kenapa kamu gak ngajak ngajak?"


"heheheh maaf,kamu jangan marah lah,kapan kapan kita pergi okey"


"hmm,udah ya aku lagi sibuk,byee"


Ilene mematikan panggilan dan dia fokus pada jalanan


Akhirnya Ilene sudah sampai di rumah Audrey,dia turun dari mobilnya lalu mengetok pintu rumah audrey dan tak lama kemudian muncullah Audrey,dari raut wajahnya dia tampak senang saat Ilene datang mengunjunginya


"masuk kak len" Audrey mempersilahkan Ilene masuk dan Ilene pun masuk


"kak ilene mau ketemu sama pria itu kan?$ tebak Audrey


"iya,kakak pengen tau siapa dia,dia teman Lino gak?"


"kayaknya enggak sih kak,soalnya ini baru pertama kali aku melihat dia" ujar Audrey yang tampak mengingat ingat rupa teman Lino


"owh gitu"


"kakak tunggu sini ya,Audrey mau jemur kain dulu,entar lagi dia datang kok" Sahut Audrey dan dibalas oleh senyuman dari ilene,lalu Audrey pergi keluar untuk menjemur pakaian


Ilene duduk dengan santai,dia melihat foto Lino yang terpajang di dinding,dia mendekati foto Lino itu,dia menyentuh wajah Lino di foto itu apalagi fotonya tidak terlalu tinggi jadi ilene bisa menjangkaunya


Ilene tersenyum sembari mengelua wajah Lino


"maafkan aku karena telah merindukanmu sebanyak ini"

__ADS_1


__ADS_2