
"Baik tuan muda" jawab asisten Jack.
Ilham langsung mengejar istri nya yang sudah membawa motor nya di garasi.
,,,
Ilham menghentikan mobilnya di pinggir jalan karena dia kehilangan jejak istrinya.
"Kemana lagi kau pergi Zira" Ujar Ilham kembali menghirup kan mobilnya dan mencari keberadaan istrinya tapi dia sama sekali tidak menemui keberadaan istrinya.
Ternyata Zira mendatangi pinggir pantai tempat yang pernah dia datangi semasa mereka baru menikah, dan bertemu Sam di sana.
Zira duduk di pinggir pantai sambil memikir kan rumah tangga nya yang sangat berantakan
Menarik nafas berat, perlahan Zira mulai menjatuh kan air matanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum" Sapa Sam yang berada di punggung Zira. Zira buru buru mengusap air matanya saat mendengar suara yang tidak asing menyapanya.
Zira menoleh ke belakang dan melihat keberadaan Sam yang berada di punggung nya sambil tersenyum manis pada nya.
"Sam, waalaikumsalam" jawab Zira.
"Hai, awak apa kabar, lama tak jumpa" Tanya Sam tanpa memudar kan senyuman di wajahnya sambil menduduk kan dirinya menjaga berjarak dari Zira.
"Kayak yang kau liat, aku baik baik saja" bohong Zira berusaha tersenyum dan menyembunyi kan kesedihannya.
"Tapi kenapa muka awak nampak sedih semacam je? hari tu, semasa saya jumpa awak pertama kali kat sini, awak juga nampak sedih, apa awak memang akan datang ke tempat ni ke kalau awak ada masalah" Tanya Sam lagi.
"Saya balik malaysia, baru je saya datang sini lagi" Jawab Sam tersenyum melihat ke arah Zira.
"Benar kah? kau terlihat sangat menikmati hidup mu, pasti enak jadi kayak kamu, mau di sini, atau di negara mu, itu tidak menjadi masalah, karena tidak ada yang melarang mu" Jawab Zira tersenyum tapi terdengar sedikit menarik nafas berat.
__ADS_1
Sam hanya tersenyum menanggapi ucapan Zira. Tanpa Zira sadari, sepasang mata melihat nya bersama Sam di pinggir pantai yang sedang berbicara dan tersenyum pada Sam.
Ternyata dia adalah Ilham, tadi Ilham juga berniat ingin mampir di pinggir pantai, tapi tidak sengaja dia malah melihat Zira dan juga Sam yang berbicara sambil tersenyum bersama, Ilham masih mengingat wajah Sam, pria yang pernah dia lihat tempoh hari di mall berjalan bersama dengan Zira sambil tertawa.
Ilham sangat kecewa, dia mengira istrinya sedang bersedih, tapi ternyata Zira masih bisa tersenyum manis dengan pria lain, yang membuat dia benar benar kecewa, marah, sedih, cemburu, bercampur menjadi satu dalam dirinya. Dia memang sengaja tidak menghampiri Zira, karena dia tidak ingin memperpanjang masalah nya dengan Zira yang masih memanas.
Ilham meninggal kan Zira dengan perasan yang campur aduk dan kembali ke Mension nya.
,,,
"Kak Ilham, mbak Zira nya mana kak?" tanya Nining menggendong salah satu 3AR, dan bertanya pada Ilham yang sudah tiba di mension, Nining juga baru pulang dari sekolah.
"Zira keluar sebentar Ning," bohong Ilham dengan senyuman yang di paksa kan dan melihat pada putranya yang berada di gendongan Nining.
Nining tidak bertanya lagi, dia tau apa yang berlaku tadi di mension, karena ibunya sudah menceritakannya pada nya.
__ADS_1
Ilham ingin mengambil putranya "Kak Ilham istirahat saja, aku mau menidur kan dulu Arga nya" Kata Nining kasihan melihat wajah lelah Ilham.
"Baik lah, makasih Ning" Kata Ilham mencubit pipi gembul putranya kemudian melangkah naik ke atas kamar.