MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Bagaimana bisa aku sangat mencintai Wanita sekeras itu.


__ADS_3

Lagi lagi Ilham hanya bisa menarik nafas menghadapi istrinya yang sangat sulit untuk di lembut kan.


"Zira, kenapa kau tidak mempercayaiku, padahal aku benar benar jujur pada mu Zira" Kata Ilham, dia tau jika istrinya itu sangat keras orang nya meski pun terlihat tenang.


"Aku tidak berkata aku tidak mempercayai kak Ilham" Jawab Zira masih berwajah datar pada suaminya.


"Terus kalau kau percaya sama aku, kenapa kau masih terus marah seperti ini ''


"Aku udah selesai kak, ini meja makan, bukan tempat diskusi" Lagi lagi Zira kembali menyindir suaminya.


"Aku duluan kak" Tambah Zira berdiri dari duduk nya dan melangkah pergi dari hadapan suaminya.


Sssssttttt bagaimana bisa aku sangat mencintai wanita sekeras itu. Batin Ilham meminum kopinya dan juga menyusul istrinya keluar.


"Aku berangkat dulu" Pamit Ilham memberi kan tangannya pada istrinya.


"Hm" Dehem Zira mencium punggung tangan suaminya.


"Papa pamit dulu ya " Kata Ilham mencium 3 AR nya. Setelah itu dia mengalih kan pandangan nya pada istrinya yang lagi lagi tidak ingin melihat ke arahnya seperti biasa.


"Aku pamit ya" Lembut Ilham pada istrinya, dan Zira hanya mengangguk kan kepalanya pada suaminya.


Setelah itu Ilham langsung berangkat ke kantornya.

__ADS_1


,,,


Tok tok tok


"Masuk"


Asisten Jack melangkah masuk ke dalam ruangan tuannya.


"Tuan, sebentar lagi kita akan berangkat untuk melihat lokasi tapak yang akan di bangun Mall tuan" Kata asisten Jack mengingat kan tuannya.


"Baik lah" Jawab Ilham masih menyibuk kan tangannya di komputer.


"Dan lagi tuan, kita akan berangkat bersama dengan partner kerja kita tuan" Jawab Asisten Jack.


"Masalahnya orangnya sudah ada di lobby menunggu anda tuan" Jawab asisten Jack.


"Siapa" Tanya Ilham saat melihat tingkah aneh dari asistennya.


"Anak tuan Tonno, yang semalam kita hadiri ulang tahun nya tuan muda" Jawab asisten jack.


"Kenapa harus dia yang ikut dengan kita, kemana ayah nya" Tanya Ilham merasa sangat keberatan jika wanita itu ikut dengan nya di mobil bersama.


"Kata anak nya, pagi tadi tuan Tonno sedang keluar kota" Jawab asisten Jack menyampai kan alasan yang di beritahu kan padanya dari anak Tuan Tonno.

__ADS_1


Ilham melihat arloji di tangannya "Kita berangkat sekarang saja, agar kita bisa segera pulang" Kata Ilham.


"Baik tuan"


Ilham dengan asistennya melangkah turun ke bawah. Tiba di lobby sudah ada anak tuan Tonno yang menunggunya dengan pakaian yang sangat kekurangan bahan.


Ilham hanya melangkah melewati wanita itu. Cih! sombong sekali ternyata. Batin Jenny.


"Mari nona, silakan, kita berangkat saja sekarang" Kata asisten jack mempersilakan Jenny untuk mengikutnya.


Jenny tersenyum palsu pada asisten Jack kemudian mengikuti langkah nya.


Tiba di luar ternyata Ilham sudah masuk ke dalam mobil tanpa menunggu asisten Jack yang akan membuka pintu untuk nya.


Asistem Jack membuka pintu untuk Jenny di sebelah kemudi, tapi Jenny malah dengan lancang nya langsung masuk di kursi penumpang dan duduk di dekat Ilham.


Asisten Jack juga masuk ke dalam mobil menghidup kan mobil dan mulai membawa keluar dari parkira.


Ilham menggeser duduknya ke sudut mobil saat sadar Jenny seperti sengaja mendekatinya.


"Hai, nama ku Jenny" Kata Jenny menyapa Ilham dan mengulur kan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ilham, dengan tubuh yang sedikit di tunduknya dan memperlihat kan belahan dada jumbonya.


"Lebih baik kau duduk dengan benar, jika kau tidak ingin aku menurun kan mu di sini, dan aku tidak pernah berbicara hanya mengancam" Dingin Ilham penuh penekanan tanpa melihat ke arah Jenny.

__ADS_1


Sial, dia mempermalukan ku, ternyata benar rumor yang mengatakan dia bermulut pedas dan sangat dingin. Batin Jenny mengepal kan kedua tangannya yang juga tidak di sambut oleh Ilham.


__ADS_2